
Fatir yang memegang bungkusan kuning yang berisi mandau terbang milik ayahnya itu pun perlahan membuka kain pembungkus nya dan terlihat lah bilah pusaka mandau yang sangat indah.
Semua orang yang berada di tempat itu nampak terkejut ketika melihat Fatir membuka bungkuaan itu karena cahaya terang keluar dari dalam kain kuning pembungkus yang di buka Fatir.
"SIALAAAN!!!! TERNYATA AKU TELAH DI TIPU OLEH ANAK KURANG AJAR ITU!!!" ucap ratu pasukan bambu kuning yang baru tersadar karena penyamarannya telah terbongkar sehingga dirinya gagal mencuri senjata rahasia milik panglima burung yang selama ini di carinya.
"AKU TIDAK AKAN KALAH DENGAN BENDA ITU!!! ITU HANYALAH BARANG SAMPAH YANG TIDAK AKAN BERGUNA UNTUK MELAWAN KU!!!" Ucap pendekar mata iblis yang menyaksikan mandau itu di genggaman Fatir.
Fatir pun terkesima sambil memegang mandau itu dan di samping bilah mandau itu ternyata terukir huruf Arab yang bertuliskan kalimat "Bismillahirrahmanirrahim" Di kedua sisinya.
Kemudian Fatir pun membaca kalimat bismillah yang tertulis di sisi mandau itu dan tiba-tiba tangan Fatir yang menggenggam mandau itu pun seperti merasakan sebuah energi dari mandau itu yang membuat Fatir seperti telah menyatu dengan mandau itu sehingga tangan Fatir yang menggenggam mandau itu pun terasa seperti telah memahami cara menggunakan mandau itu karena merasakan energi tersebut yang merasuk di genggaman tangan nya.
Guntur yang melihat hal itu pun nampak senang dan lega meskipun dirinya terlihat masih nampak terluka akibat serangan yang diterimanya sebelum nya namun hal itu membuat dirinya bisa menarik nafas panjang dan sangat senang karena merasa telah tuntas menjalankan amanah itu dan kini telah berada di tangan Fatir.
"Beristirahat lah sejenak guntur, aku akan menangani hal ini!!! Insya Allah kita akan selamat dalam menghadapi kemungkaran yang ada di hadapan kita ini" Ucap Fatir pada guntur yang saat itu hanya terduduk sambil tersenyum memandangi Fatir.
"BEDEBAH!!! APA YANG KAU KATAKAN!!! KEMARILAH!!! AKU AKAN MEMBERIKAN MU PELAJARAN!!!!" Teriak pendekar mata iblis yang saat itu terpacu emosinya ketika mendengar ucapan Fatir saat itu.
Kemudian Fatir dan pendekar mata iblis pun sama sama bergerak untuk bertarung.
Fatir pun bergerak menyerang sambil mengayunkan mandau di tangannya kepada pendekar mata iblis.
__ADS_1
Sedangkan pendekar mata iblis bergerak sambil memegang jarum es pencabut jiwa di kedua tangannya seperti membentuk sebuah cakar harimau.
"TRAAAAANG" suara keras terdengar dari benturan antara mandau dan jarum es pencabut jiwa yang tengah beradu kekuatan di antara keduanya.
Pendekar mata iblis pun terkekeh dan berkata "hehehe, ku kira mandau itu memiliki kekuatan dahsyat, ternyata tidak cukup kuat untuk menandingi jarum es pencabut jiwaku ini" ucap pendekar mata iblis sambil menahan serangan mandau dengan jarum es pencabut jiwa di kedua tangannya saat mereka berdua saling menekan satu sama lain saat kedua senjata mereka saling bertemu.
"Lihatlah hingga akhir, karena sesuatu yang hebat itu akan terlihat di akhirnya" Sahut Fatir sambil tersenyum saat mendorong mandau yang berbenturan dengan jarum es pencabut jiwa milik pendekar mata iblis saat itu.
Mendengar hal itu pendekar mata iblis pun mengangkat kedua tangannya yang memegang jarum es pencabut jiwa hingga mandau yang berada di tangan Fatir pun terangkat.
Melihat hal itu Fatir pun bergerak mundur karena menyadari bahwa satu tangan dari pendekar mata iblis telah berpindah posisi dan berusaha menyerang bagian perutnya dengan mengarahkan jarum es pencabut jiwa yang berada di tangannya.
Dan Fatir pun segera membalas serangan itu dengan meningkatkan kecepatan nya untuk bergerak menyamping dari pendekar mata iblis setelah berada di posisi samping maka Fatir pun segera menyerang pendekar mata iblis dengan mengayunkan mandau miliknya.
"SREEEEET" Namun lagi lagi pendekar mata iblis dapat menangkia serangan itu dengan jarum es pencabut jiwa yang berada di tangannya sebagai pelindung dari serangan itu.
Seketika itu juga pendekar mata iblis pun terdorong beberapa langkah karena kekuatan dari mandau yang menghantam jarum es pencabut jiwa itu hingga membuat kaki nya terseret bergerak mundur setelah terkena hantaman mandau yang di ayunkan Fatir.
Pendekar mata iblis pun menatap jarum es pencabut jiwa miliknya yang berada di tangannya itu sudah mulai retak akibat benturan yang di alami dengan mandau milik Fatir yang memiliki kekuatan dahsyat itu.
Dan ketika pendekar mata iblis mulai merasakan kekuatan dari mandau yang di gunakan Fatir karena mandau itu seperti nya terasa berbeda dengan benturan pertama yang di rasakannya dan seperti bertambah kekuatan mandau itu di benturan kedua hingga kakinya terseret akibat menahan serangan mandau itu.
__ADS_1
Menyadari kekuatan mandau milik Fatir itu seperti ada perubahan maka pendekar mata iblis pun menggabungkan jarum es pencabut jiwa yang mulai retak dan berada di tangannya itu sambil mengucapkan mantera gaib kepada jarum es pencabut jiwa ditangannya.
Seketika itu juga mata pendekar mata iblis pun berubah merah gelap dan seperti mengeluarkan cahaya yang mengarah dan menyinari kepada jarum es pencabut jiwa di tangannya dan membuat jarum es pencabut jiwa itu pun berubah menjadi merah kehitaman dan seperti mengeluarkan hawa negatif pada jarum es pencabut jiwa itu.
Fatir yang melihat pendekar mata iblis melakukan hal itu pun langsung berusaha menyerang pendekar mata iblis di saat itu.
Dan ketika serangan Fatir mulai mendekati pendekar mata iblis maka tiba-tiba jarum jarum yang berada di tangan pendekar mata iblis pun meleleh di tangan dan tiba-tiba berubah menjadi sebuah tombak yang berwarna merah kehitaman yang di gunakan nya untuk menghentikan serangan mandau saat itu yang mengarah kepadanya.
"TRAAAAAAAANG" suara dentuman kedua senjata itu pun sangat nyaring hingga membuat semua orang yang berada di tempat itu berdenging hingga menutupi telinga mereka masing-masing karena saking kerasnya suara yang keluar.
"BERTARUNG LAH DENGAN KU!!! INI ADALAH TOMBAK RAJA NERAKA, JIKA KAU MEMANG HEBAT MAKA KALAHKAN LAH SENJATA KU INI DENGAN BENDA SAMPAH MILIKMU ITU!!! AKU AKAN BENAR BENAR MENGIRIM MU KE NERAKA DENGAN TOMBAK INI!!!" Teriak pendekar mata iblis yang matanya telah berubah dan dia sepertinya telah berubah jadi seseorang yang lain karenanya suaranya juga menjadi lebih berat dari sebelumnya.
"Dengan bismillah aku akan melawan mu dengan kekuatan dan kekuasaan Tuhan, maka tidak ada yang mampu menandingi-NYA untuk menumpas kebatilan di muka bumi ini!!!" Sahut Fatir yang saat itu menangkis serangan tombak yang layangkan oleh pendekar mata iblis yang seperti sudah di rasuki oleh sesuatu itu.
Fatir yang menyadari hal itu pun bergumam "nampaknya orang ini jiwanya telah dikuasai sesuatu yang lain sehingga dia bisa seperti itu, aku harus lebih waspada dari sebelumnya" Gumam Fatir sambil terus mengucapkan kalimat dzikir di mulutnya dalam menghadapi pendekar mata iblis yang mulai tak terkendali.
Pendekar mata iblis pun bergerak menyerang Fatir dengan tombak yang ada ditangannya berkali-kali hingga membuat Fatir terus menerus menangkis dan menghindari serangan tombak dari pendekar mata iblis itu yang terus bergerak menyerangnya tanpa henti seperti seseorang yang memiliki stamina tak terbatas.
Fatir terus menerus menghindar sambil berusaha mencari celah untuk menyerang balik pendekar mata iblis saat itu dan berusaha menganalisis pertarungan yang di lakukannya dengan pendekar mata iblis yang sangat bernafsu untuk membunuhnya.
Episode 90
__ADS_1