
Kini tempat itu menjadi tidak terkendali karena kedatangan pasukan pemakan mayat itu yang sangat banyak di tempat itu.
Terlihat IBLIS KERA itu yang terus menyerang pasukan pemakan mayat itu hingga tak terhitung jumlahnya yang telah di bunuh oleh IBLIS KERA itu.
Juga terdapat luka gigitan di punggung IBLIS KERA itu yang mengakibatkan beberapa daging di punggungnya sudah di makan oleh pasukan pemakan mayat sebelumnya yang bergantungan di punggungnya.
Di genggaman tangan IBLIS KERA itu terlihat kepala yang terputus dari pasukan pemakan mayat yang telah di bunuh oleh IBLIS KERA dengan sadis.
Kemudian IBLIS KERA itu memakan bagian kepala yang terputus itu yang di penuhi darah segar yang keluar dan membasahi tangan IBLIS KERA itu.
Melihat kesempatan itu Fatir yang ingin sekali memukul sang raja penculik itu pun berusaha ingin menyerang sang raja penculik karena mereka semua fokus menghentikan pasukan pemakan mayat yang tidak terkendali itu.
Baru saja Fatir ingin melangkahkan kakinya ke arah sang raja penculik itu tiba-tiba seseorang dari belakang menarik bajunya dan berkata "INI KESEMPATAN KITA UNTUK PERGI DARI TEMPAT INI FATIR" Ternyata seseorang itu adalah guntur yang telah kembali dari rencananya karena dia lah yang membuat para pasukan pemakan mayat itu keluar dari tempat mereka terkurung tadi dengan menjadikan dirinya sebagai umpan untuk di kejar pasukan pemakan mayat itu menuju tempat mereka bertarung.
Dan dengan kecerdikan nya akhirnya dia bisa melarikan diri setelah semua pasukan pemakan mayat itu mulai mendekati pasukan pengawal dari sang raja penculik dan di saat keadaan sudah tidak terkendali maka momen itulah yang di manfaatkan guntur untuk melarikan diri dari mereka semua.
Fatir yang tersadar dengan apa yang di katakan guntur saat itu pun merasa kalau saat ini fokus mereka adalah menyelamatkan para sandera dari tempat itu.
Kemudian mereka berdua pergi menjauh dan membiarkan sang raja penculik dan IBLIS KERA serta pasukan pengawal nya bertarung dengan pasukan pemakan mayat di tempat itu satu sama lain.
Fatir segera berlari mengajak guntur menuju tempat Sinta yang bersembunyi di dalam ruangan yang sebelumnya di perintahkan Fatir.
Setelah sampai di tempat itu Fatir pun segera mengajak mereka semua untuk berlari dari tempat itu dan segera menuju lorong jalan keluar mereka dari tempat itu.
__ADS_1
Fatir memimpin mereka semua berjalan dari tempat itu kemudian guntur berjaga jaga di barisan belakang untuk mengawasi para sandera dan juga Sinta yang ada bersama mereka.
Setelah lorong keluar itu mulai kelihatan maka Fatir pun mencoba memeriksa para penjaga di luar dan ternyata tidak ada satu pun para penjaga yang berjaga.
Melihat hal itu mereka semua langsung di perintahkan Fatir untuk segera berlari keluar sejauh mungkin dan menyelamatkan diri mereka masing masing.
Fatir berpikir kemungkinan semua penjaga yang berada di luar sudah tidak ada lagi akibat kejadian pertarungan di dalam maka semua penjaga di luar sudah masuk ke dalam untuk membantu melawan pasukan pemakan mayat tadi.
Mereka semua berterima kasih kepada Fatir dan masing-masing dari para sandera itu keluar dari pintu gerbang istana sang raja penculik itu demi menyelamatkan diri mereka masing-masing dari tempat itu.
Kemudian Fatir dan guntur pun juga mengajak Sinta untuk melarikan diri dari tempat itu.
"Alhamdulillah akhirnya para sandera berhasil kita keluarkan dari tempat ini, mari kita juga pergi dari tempat terkutuk ini!!!" Ucap Fatir pada guntur dan Sinta yang sudah bersamanya.
"Sepertinya kita tidak bisa pulang hanya bertiga" Ucap Sinta kepada Fatir dan guntur.
Mendengar hal itu Fatir dan guntur kebingungan.
"Apa maksudmu Sinta? Bukankah kita memang akan kembali bertiga saja?" Sahut guntur.
"Benar yang di katakan guntur, lalu apa maksud mu sinta?" Tanya Fatir kebingungan.
"Lihat!!! Apa mungkin kita akan meninggalkan nya di sini seperti itu? Namanya adalah diana, saat ini dia sudah tidak memiliki keluarga sama sekali di luar sana!!! dia sama seperti ku!!! Sehingga dia tidak tahu harus pulang ke mana makanya dia tidak beranjak dari tempat itu!!!" Ucap Sinta sambil menunjuk ke arah anak perempuan yang menjadi temannya di dalam penjara sebelumnya yang terlihat hanya berdiri di depan pintu gerbang istana sang raja penculik.
__ADS_1
"Orang tuanya telah di bunuh oleh sang raja penculik di hadapan matanya sewaktu kami masih di penjara bersama, karena orang tuanya mencoba melarikan diri dari tempat itu dan berhasil di tangkap sehingga dia harus mendapat siksaan dan hukuman dari sang raja penculik itu dan akhirnya tewas karena tidak kuat menahan siksaan dan hukuman yang di berikan oleh sang raja penculik terhadap mereka saat itu." Lanjut Sinta menjelaskan tentang orang tua anak perempuan itu dengan wajah sedih.
Mendengar penuturan dari Sinta tentang orang tua anak perempuan itu yang mengenaskan maka Fatir dan guntur pun merasakan apa yang sedang di rasakan oleh anak perempuan itu saat ini.
Kemudian mereka pun mendekati anak perempuan itu dan mengajak nya untuk pulang bersama sama dengan mereka.
"Apakah kau mau jikalau ikut pulang bersama kami?" Ucap Fatir bertanya pada diana yang saat itu berdiri termenung.
"Diana, mau kah kau ikut bersama kami?" Tanya Sinta pada diana sambil memegang tangannya.
"Ikutlah bersama kami, di sana kau pasti akan betah" Ucap guntur menimpali.
Diana yang mendengar mereka mengajaknya pulang bersama mereka seketika itu juga dia merasa senang hatinya karena merasa mendapatkan kembali alasan untuk hidup karena dia merasa telah mendapatkan keluarga baru untuk tempat dirinya pulang.
Setelah melihat respon diana yang gembira mau di ajak ikut mereka saat itu maka mereka pun segera mengajak diana meninggalkan tempat itu secepatnya sebelum para penjaga itu keluar mengejar mereka karena menyadari kepergian mereka saat ini.
Sementara itu sang raja penculik yang baru tersadar ketika melihat sekeliling bahwa tidak lagi melihat Fatir yang sebelumnya berada di jangkauan pandangannya sebelum teralihkan oleh pasukan pemakan mayat saat itu dan seketika itu juga dirinya merasa sangat geram karena mereka ternyata telah berhasil melarikan diri dari dirinya.
Para pasukan pemakan mayat itu pun saat ini juga masih belum berhenti menyerang semua hingga akhirnya mereka harus bertarung untuk menghabisi para pasukan pemakan mayat itu terlebih dahulu hingga benar benar tidak tersisa satupun.
Sang Raja penculik pun merasa sangat kesal karena akibat ulah mereka maka pasukan rahasia yang di siapkan nya untuk memperluas kerajaan nya malah menyerang dirinya sendiri begitu juga dengan para sandera yang di tangkap nya untuk ritual persembahan yang di lakukan nya setiap minggu juga telah pergi dan khususnya untuk ritual nanti malam juga gagal karena telah di bawa lari oleh Fatir dan guntur.
"AWAS KAU BOCAH MATA ELANG!!! AKU AKAN MENUNTUT BALAS KEPADA MU NANTI, LIHAT SAJA KAU !!! AKU TIDAK AKAN MEMBUAT MU TIDUR DENGAN TENANG!!! Ucap sang raja penculik itu dengan mata melotot dan wajah yang di penuhi emosi karena merasa sangat geram akibat ulah yang di perbuat oleh Fatir dan guntur pada kerajaannya yang menjadi porak poranda saat ini.
__ADS_1
Episode 58