Si Fatir Pendekar Mata Elang

Si Fatir Pendekar Mata Elang
Episode 23 "Tugas Rahasia"


__ADS_3

2 jam sebelum tengah malam fatir dan guntur telah bergerak terlebih dahulu memantau apa yang di lakukan oleh pasukan bambu kuning untuk menghentikan rencana pembakaran pondok pesantren al amin yang direncanakan bahwa tengah malam ini penyerangan dilakukan oleh mereka seperti yang disampaikan kakek amin.


Mereka berdua tengah mengamati pasukan bambu kuning yang telah bersiap - siap mengumpulkan segala peralatan yang akan dibawa untuk membakar habis pondok pesantren al amin itu.


"Fatir, apakah kau memiliki rencana untuk menghentikan mereka" Tanya guntur pada Fatir sambil berbisik


"Kita serang saja mereka semua, aku ingin segera menyelamatkan ayahku yang mereka tangkap kembali, badanku sepertinya sudah gatal untuk menghabisi mereka semua" Ucap Fatir geram yang memikirkan ayahnya sambil memukulkan kepalan tangannya.


"Jangan gegabah fatir" Ucap guntur kemudian melanjutkan "kita harus benar-benar menghentikan mereka tanpa harus mengeluarkan banyak tenaga untuk berhadapan dengan mereka terlebih dahulu meskipun akhirnya kita juga harus bertarung menghadapi mereka, namun tetap harus menggunakan ini" Ucap guntur sambil menunjukkan jarinya yang mengarah ke kepalanya.


Yang bermaksud bahwa mereka harus berpikir sebelum berbuat agar semua yang mereka lakukan tidak berakhir pada kegagalan karena kekuatan mereka hanya berdua saja untuk menghentikan penyerangan ini dan tidak sebanding dengan banyaknya pasukan bambu kuning saat ini, maka mereka harus berpikir cerdas sebelum bertindak.


Guntur pun memiliki ide untuk menyabotase persiapan pasukan bambu kuning terutama terhadap bahan bakar yang mereka bawa nanti untuk rencana penyerangan pembakaran pondok pesantren.


Dan guntur pun menjelaskan kepada Fatir bahwa mereka akan melubangi semua tong tong yang menjadi tempat bahan bakar itu dan membiarkan bahan bakar itu berceceran di jalan dari gudang mereka bersiap hingga di hutan nanti, kemudian mereka akan menghadang pasukan bambu kuning itu ditengah hutan sebagai pengalih perhatian.


Ternyata guntur adalah seorang anak yang jenius dari kecil karenanya ia mampu memikirkan hal seperti menyabotase pergerakan musuh di tengah perjalanan mereka nanti, Fatir pun tertegun mendengar rencana guntur yang begitu jenius dan berani itu hingga Fatir pun menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan rencana yang guntur pikirkan.


"PASUKAAAAAAN, KITA JALAN" Seru dari komando pasukan bambu kuning yang memimpin rencana pembakaran pondok pesantren al amin itu.


"SIAAAAAAAP" Ucap serentak pasukan bambu kuning yang ramai ramai bergerak menuju pondok pesantren al amin.


"KITA HARUS MEMBAKAR HABIS PONDOK PESANTREN AL AMIN ITU KARENA TELAH BERANI MEMBUAT MASALAH DENGAN KITA PASUKAN BAMBU KUNING YANG BERKUASA DISINI" Ucap dengan keras pimpinan pasukan bambu kuning yang menjadi komando itu ternyata PENDEKAR BUAYA PUTIH dengan wajah geram karena teringat kegagalan nya waktu itu.


"SIAAAAAAAAAPPP" Teriak mereka semua menyahut dengan keras.


Tak berselang lama mereka berjalan memasuki hutan tak diduga PENDEKAR BUAYA PUTIH berteriak "HENTIKAN, HENTIKAN, HENTIKAN. AAARRRGH APA INI YANG TERJADI SIAPA YANG MEMBIARKAN POHON POHON INI TUMBANG DAN MENGHALANGI JALAN DISINI" Ucap PENDEKAR BUAYA PUTIH Terlihat sangat kesal dipenuhi amarah sambil memandang semua pasukannya.


Semua Pasukan bambu kuning yang melihat hal itu pun nampak kebingungan satu sama lainnya mereka saling menatap sambil diliputi rasa bertanya tanya tentang siapa yang melakukan hal ini.


"PASTI ADA PENGKHIANAT DIANTARA KITA DISINI" Ucap PENDEKAR BUAYA PUTIH menatap mereka semua sambil mengacungkan tangannya kepada mereka semua.


Mereka semua pun makin bingung dibuat nya, siapa dari mereka yang berani beraninya mengkhianati PASUKAN BAMBU KUNING yang sangat kejam ini.


"KATAKAN PADAKU SIAPA YANG BERANI MENGKHIANATI KU DAN MELAKUKAN SEMUA INI" Ucap PENDEKAR BUAYA PUTIH


Namun mereka semua tidak ada satupun yang berani menyahut pertanyaan itu.

__ADS_1


"BAIKLAH KALAU MEMANG TIDAK ADA YANG BERKHIANAT PADAKU, MAKA SEGERA SINGKIRKAN POHON YANG TUMBANG ITU DARI JALAN AGAR KITA BISA MELANJUTKAN RENCANA INI" Ucap PENDEKAR BUAYA PUTIH sambil memalingkan wajahnya yang dipenuhi amarah yang memuncak.


Mereka pun segera mendekati pohon tumbang itu dan hendak menyingkirkan nya dari jalan.


Namun tak disangka Fatir Pun Keluar dari balik pepohonan dan berkata "HEY, PASUKAN BAMBU KUNING, AKULAH YANG MENGHENTIKAN PERJALANAN KALIAN, KALIAN SEMUA HARUS MENGHENTIKAN RENCANA KALIAN INI" Ucap Fatir dengan Tegas dan Gagah Sambil mengacungkan jarinya kepada mereka semua.


"DASAR BOCAH, JADI DIRIMU YANG MEMBUAT RENCANA KAMI HARUS TERHENTI DITENGAH JALAN INI, KAU HANYALAH CECUNGUK YANG TIDAK ADA APA APANYA, APAKAH KAU TIDAK KENAL PASUKAN BAMBU KUNING YANG TELAH MENGUASAI BEBERAPA DESA DISINI, SEMUA ORANG TAKUT DAN TUNDUK TERHADAP KAMI SEMUA, PERGILAH DARI SINI JANGAN HALANGI KAMI ATAU TIDAK KAU AKAN KAMI BUNUH" Ucap PENDEKAR BUAYA PUTIH dengan sombongnya kepada Fatir.


"APA PASUKAN NASI KUNING,? HAHAHA AKU TIDAK TAHU PASUKAN APA ITU, YANG KU TAHU KALIAN ADALAH ORANG-ORANG JAHAT YANG TELAH MENGAMBIL KEBAHAGIAAN ORANG ORANG DI DESA INI DAN DESA DESA LAINNYA," Ucap Fatir sambil tersenyum tipis kemudian matanya mempelototi mereka semua.


"CIIIIIH, DASAR ANAK INGUSAN, MARI KITA HABISI DIA DAN KITA KULITI DIA HIDUP HIDUP, DASAR BOCAH TIDAK TAHU DI UNTUNG" Ucap PENDEKAR BUAYA PUTIH mengerahkan seluruh pasukan bambu kuning untuk menyerang Fatir.


Fatir Pun memberi kode dan menjentikkan jarinya dan "RKKRKRKRKRRKRKR SREEEEEEEEETTTT" Terdengar suara api yang menyambar dari tempat penyimpanan bahan bakar mereka itu dan api itu terus menjalar ketanah karena tumpahan bahan bakar itu yang tercecer dari awal mereka tadi berjalan.


Kemudian pasukan bambu kuning yang melihat itu pun berteriak "API, API, API, BAHAN BAKAR KITA TERBAKAR" Ucap pasukan bambu kuning yang terkejut melihat api yang menyambar itu.


Mereka yang semua hendak menyerang Fatir pun jadi panik dan sibuk dibuat nya untuk mematikan api itu, dan PENDEKAR BUAYA PUTIH pun menatap Fatir dan berkata "APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN TERHADAP RENCANA KU BOCAH INGUSAN KURANG AJAR" Ucap PENDEKAR BUAYA PUTIH makin kesal dibuat nya badannya panas mendidih seperti bom hendak meledak karena kemarahan nya terhadap Fatir yang menghancurkan rencananya malam ini.


"AKAN KU BUNUH KAU DITANGANKU, TAKKAN KU BIARKAN ENGKAU MELARIKAN DIRI" Ucap PENDEKAR BUAYA PUTIH sambil berdiri diatas kereta kudanya.


"TUAAAAAN SEPERTINYA GUDANG PASUKAN BAMBU KUNING TERBAKAR OLEH API YANG MENYAMBAR DARI BAHAN BAKAR YANG KITA BAWA INI TUAN DAN MENYAMBAR KE TANAH HINGGA SAMPAI KE GUDANG KITA" Ucap salah satu pasukan yang melihat kepulan asap hitam dan api yang menyala di arah gudang mereka keluar sambil terengah-engah.


"RRRRRRHHHHGGGG, DASAR BOCAH TIDAK TAHU DIRI BERANI BERANINYA KAU MEMBAKAR GUDANG KAMI, APA SEBENARNYA MAUMU?" Ucap PENDEKAR BUAYA PUTIH pada Fatir sambil menahan amarahnya.


Belum sempat Fatir menjawab pertanyaan itu ternyata anak panah melesat menuju fatir dan tertancap di samping pohon tempat fatir keluar tadi.


Kemudian darah pun menetes di pipi Fatir yang ternyata anak panah itu sempat mengenai pipi Fatir yang saat itu hanya sempat menghindar sedikit karena terkejut.


pasukan bambu kuning yang melepaskan anak panah itu pun bergumam dalam hati sambil mencoba mengenali Fatir seperti tidak asing dalam benaknya.


Tak berapa lama ia teringat bahwa Fatir itu adalah seorang anak yang saat itu kakinya tidak menapak di tanah dan telah meledakkan 6 pasukan berkuda bambu kuning dan 10 kuda tunggangan mereka kemarin dengan sinar merah dimatanya.


Pasukan bambu kuning itu langsung bergegas mendekati PENDEKAR BUAYA PUTIH dan berbisik mengatakan kalau ia adalah anak yang ia lihat kemarin.


Fatir pun langsung mengusap luka di pipinya sambil berkata "ternyata kalian hanya bisa bertarung dengan senjata, kalau kalian pemberani mari bertarung dengan tangan kosong kepadaku" Ucap Fatir menantang dengan badannya yang sudah siap untuk bertarung.


PENDEKAR BUAYA PUTIH yang mendengar hal itu dari salah satu pasukan bambu kuning itu pun terkejut dan berkata "DASAR KURANG AJAR, TERNYATA KAMU LAH YANG MEMBUNUH 6 PASUKAN KU KEMARIN, MALAM INI KAU PUN AKAN MENEMUI AJALMU" Ucap PENDEKAR BUAYA PUTIH sambil memerintah kan pasukannya menyerang Fatir.

__ADS_1


Fatir yang saat itu pun sudah bersiap sedari tadi untuk menghadapi mereka pun mempersiapkan kuda kuda nya untuk melawan pasukan bambu kuning sambil berkata "BISMILLAHI ROHMANI ROHIM" Ucap Fatir sambil menunggu datangnya serangan. dan huruf LAM ALIF di mata kanannya mun mulai bercahaya berkedip kedip.


Kini 7 orang mengelilingi Fatir untuk menghajarnya, "WUUUSSSH" satu pukulan mengarah ke wajah Fatir,


namun dengan sigap Fatir menangkis nya "HAAP" dan merubah pukulan itu ke arah lain hingga "BRUUK" mengenai wajah pasukan bambu kuning yang lain dan kesakitan dibuat nya.


"WUUUUUUSSSH" Kembali 2 Tendangan pun mengarah kepada Fatir dari depan dan belakangnya dan kemudian Fatir pun menghindar "SEET" hingga membuat kedua orang itu bertabrakan dibuatnya "GUBRAKK",


gerakan Fatir yang ternyata lebih cepat ini pun membuat dirinya terkejut ternyata gerakan badannya seperti secara reflek bergerak sendiri untuk menghindari serangan serangan yang diberikan kepadanya seperti yang ia lihat waktu bersama elang sang malaikat saat itu.


"WUUUUUSSHH" terdengar kembali suara anak panah di lepaskan mengarah kepada Fatir, Dirinya yang saat itu membelakangi posisi itu tidak menyadarinya dan ketika beberapa centimeter lagi anak panah itu mengenai punggung Fatir dan "TIIIIING" Suara anak panah itu pun berubah arah dan terjatuh ke tanah.


Fatir yang mendengar itu pun terkejut ternyata hampir saja dirinya terkena anak panah itu lagi dikarenakan dirinya tidak menyadari datangnya anak panah itu, bahkan mata elangnya pun tidak merespon keberadaan anak panah yang datang padanya itu sambil Fatir memikirkan kenapa mata elangnya tidak merespon sama sekali tentang keberadaan anak panah itu pikirnya.


Ternyata guntur menggunakan jurus jarum kilat sakti miliknya yang menjadi senjata khas pondok pesantren al amin itu untuk menghentikan serangan anak panah itu terhadap Fatir.


Guntur yang sedari tadi menyamar menjadi pasukan bambu kuning dan ia jugalah yang membakar bahan bakar yang mereka bawa dan yang bertugas melubangi tempat bahan bakar itu hingga berceceran di tanah hingga gudang itu terbakar, ia pun segera membuka penyamarannya dan segera melompat ke arah Fatir dan berkata "Fatir kamu tidak apa apa" Ucap guntur mengkhawatirkan Fatir.


"Tenang saja aku masih baik baik saja" Ucap Fatir sambil tersenyum sebagai tanda ucapan Terima kasih atas pertolongan guntur kepadanya.


Kini mereka berdua bersatu dan berada diposisi saling membelakangi untuk saling melindungi satu sama lain.


"TERNYATA INI LAH PENYUSUP YANG MEMBUAT RENCANA KITA GAGAL DAN MEMBUAT BAHAN BAKAR KITA TERBAKAR HINGGA SAMPAI KE GUDANG KITA, HAAAAARRRGGGH SEGERA HABISI MEREKA BERDUA SEKARANG JUGA" Ucap PENDEKAR BUAYA PUTIH kepada pasukan bambu kuning yang masih tersisa meskipun wajah dan tubuh mereka terlihat lebam oleh perkelahian sebelumnya dengan Fatir.


Setelah mereka hendak kembali menyerang Fatir dan guntur mereka pun saling beradu kekuatan terus menerus dengan pasukan bambu kuning yang masih berdiri melawan mereka dan tak berapa lama guntur memberi kode kepada Fatir agar melakukan rencana selanjutnya.


Mereka berdua kemudian berlari terpisah ke kiri dan ke kanan sambil menuju ke arah yang direncanakan guntur yang telah diberitahukan sebelumnya kepada fatir.


Setelah sampai di posisi yang mereka rencanakan mereka pun membalikkan badan masing masing dan tak disangka ternyata mereka melemparkan sarang lebah ke atas pasukan bambu kuning dan ketika sarang lebah itu tepat berada di atas pasukan bambu kuning yang mengejar mereka.


Maka dengan cepat guntur melepaskan 2 jarum kilat sakti miliknya untuk menghancurkan sarang lebah itu dan kemudian lebah lebah itu pun menyerang pasukan bambu kuning hingga pasukan itu pun kocar kacir dibuatnya karena sengatan lebah lebah hutan itu.


Kini guntur dan Fatir pun segera menceburkan diri mereka ke aliran sungai untuk melarikan diri yang berada di samping jalan yang mereka tutup dengan pohon besar itu untuk mencegah pasukan bambu kuning berhasil melakukan rencana pembakaran pondok pesantren al amin seperti yang telah mereka rencanakan sebelumnya.


Hal itu pun membuat PENDEKAR BUAYA PUTIH sangat murka sejadi jadinya dibuatnya, seluruh badannya bergejolak hingga terlihat kepulan asap dari kepalanya karena amarah nya. akibat dua bocah itu rencana yang telah di rencanakan untuk menghancurkan Pondok pesantren al amin dengan membakarnya itu pun kini harus kembali gagal dibuatnya akibat Fatir dan guntur yang melakukannya hingga meninggalkan mereka di hutan dengan barang bawaan untuk penyerangan itu yang telah terbakar habis semuanya dilahap api.


Episode 23

__ADS_1


__ADS_2