Si Fatir Pendekar Mata Elang

Si Fatir Pendekar Mata Elang
Episode 48 "Pilihan Yang Membingungkan"


__ADS_3

Ketika melihat semua yang terjadi di hadapan mereka saat itu juga Fatir terkejut melihat hal itu dan berkata "Ternyata selama ini Sinta yang menjadi penculik berjubah hitam itu dan menculik ibuku, kenapa aku bisa tidak sadar sama sekali" Ucap Fatir dengan ekpresi tidak percaya melihat hal itu.


"Masya Allah ternyata Sinta penjahat dari semua hal terjadi ini, semoga Allah mengampuni mu" Ucap kakek amin yang masih kesakitan dengan mata berkaca kaca.


"Dasar kurang ajar, ternyata kau wanita jahat, aku tidak akan membiarkan mu hidup" Ucap guntur yang turut emosi akibat mengetahui hal itu.


Ayah Fatir segera membuka kain penutup mulut istrinya dan segera menenangkan istrinya saat itu. Namun tiba-tiba ibu Fatir itu pun langsung berkata "Kalian semua salah faham, itu bukan Sinta, dia adalah penculik berjubah hitam yang sesungguhnya dan Sinta yang asli sebelumnya masih di sembunyikan di markas mereka, waktu pertemuan pertama si penculik berjubah hitam itu memang sengaja menyamar menjadi Sinta dan meninggalkan Sinta terikat di markas mereka agar dia bisa memata matai kalian semua yang membawanya saat itu untuk lebih cepat menangkap Fatir katanya" Ungkap ibu Fatir menjelaskan kronologi kejadiannya pada mereka semua.


Mendengar hal itu mereka semua mengangguk dan memahami hal yang mereka hadapi saat ini yaitu musuh yang bisa dengan mudah menyerupai menjadi mereka semua.


Fatir yang mendengar hal itu mengerti akan bahaya musuh yang di hadapi saat ini karena dia bukan musuh yang sembarangan untuk dihadapi.


Dirinya pun berpikir kalau tidak mudah jika harus bertarung dengan orang banyak di sekeliling nya. Hal itu pasti di manfaat kan kembali oleh penculik berjubah hitam itu untuk menyandera mereka lagi dan pasti akan digunakan untuk mengancam agar Fatir tidak melawan lagi seperti ancaman sebelumnya.


Fatir pun bergerak dengan cepat menghadapi si penculik berjubah hitam itu dan mengarahkan Guntur untuk segera membawa kakek amin ke pondok serta membawa ayah dan ibunya untuk ikut mereka dan membiarkan Fatir yang akan melawan mereka semua.


Melihat hal itu guntur tidak setuju dengan keputusan Fatir karena itu dapat membahayakan nya.


Namun, Fatir segera membantah perkataan guntur dan mengatakan kalau kakek amin sudah harus benar benar diselamatkan sekarang juga sambil Fatir menunjuk keadaan kakek amin yang saat itu terus berlumuran darah.


Fatir mengatakan jangan buang waktu hingga membuat kakek amin kehabisan darah disini dan membuat nya mati sia-sia di sini.


Dirinya pun memohon kepada guntur untuk membawa orang tuanya agar dirinya bisa fokus bertarung dengan mereka semua tanpa adalagi yang harus jadi sandera untuk di ancam oleh mereka.


Guntur yang memahami maksud Fatir pun mengerti dan segera bergerak menggendong kakek amin dan juga mengajak orang tua Fatir untuk ikut bersamanya melarikan diri dari tempat itu.


Namun, penculik berjubah hitam itu tidak membiarkan mereka dengan mudah untuk melarikan diri dari tempat itu.


Tiba-tiba penculik berjubah hitam itu mengibaskan jubahnya dan saat itu pula mucul asap tebal yang mulai mengelilingi mereka semua.


Mereka semua terbatuk batuk akibat asap itu dan pandangan mereka tidak bisa melihat satu sama lain kecuali hanya bisa menyentuh saja satu sama lainnya.


Setelah asap itu perlahan menghilang kini muncul permasalahan baru dari pandangan Fatir.


Dirinya melihat bahwa guntur menjadi dua orang dan sama sama memegang kakek amin.

__ADS_1


Kakek amin pun terkejut melihat hal itu karena tidak menyangka kalau penculik berjubah hitam itu ternyata kini menyamar menyerupai cucunya yaitu guntur.


Mereka berdua sangat mirip sekali hingga tidak bisa di bedakan sedikitpun.


Fatir yang melihat hal itu hanya melongo kebingungan untuk mengenali guntur yang asli yang mana.


Tiba-tiba para pengawal dari penculik berjubah hitam itu pun menyerang mereka dan pertarungan pun kembali terjadi.


2 Guntur itu pun ikut bertarung melindungi kakek amin.


Fatir terus bertarung menghadapi para pengawal itu dan sambil memperhatikan 2 guntur itu sambil mencari yang manakah guntur yang asli namun dirinya tidak bisa membedakan guntur yang asli.


Kakek amin yang sudah banyak kehabisan darah itu pun samar samar matanya melihat 2 cucunya itu tapi karena tubuhnya sudah kekurangan banyak darah meskipun darah yang keluar sudah di hentikan oleh guntur dengan jarum kilat sakti nya untuk menekan pendarahannya tapi hal itu tidak bisa membuatnya bertahan dan akhirnya dirinya pun pingsan karena terlalu banyak darah yang dia keluarkan.


Melihat hal itu 1 guntur pun mendatangi kakek amin dan menangis memegangi kakek amin. Kemudian dirinya pun tanpa sadar di pukul oleh pengawal penculik berjubah hitam itu di bagian kepalanya hingga dirinya terpental jauh dengan lebam di wajahnya.


Kemudian guntur ke 2 yang melihat kakek nya hendak di dekati pengawal itu akhirnya di pukul oleh guntur hingga pengawal itu terjatuh sejauh 6 meter dari tempat kakek amin.


Melihat hal itu Fatir menyimpulkan jikalau guntur yang asli dari mereka berdua itu sudah dirinya perkirakan.


Tiba-tiba Fatir mendekati guntur kedua itu dan berkata "Tenanglah kakek amin pasti akan bisa di selamatkan" Ucap Fatir pada guntur kedua.


"Benar, aku setuju padamu" Ucap guntur ke 2 itu pada Fatir.


"FATIR, APA YANG KAU LAKUKAN KENAPA KAU MALAH MEMIHAK PENCULIK ITU" Teriak guntur ke 1 pada Fatir dengan wajah kesal.


"Kau yang palsu, kau terlalu lemah" Ucap Fatir mengejek guntur ke 1.


"Benar, kau sangat lemah" Ucap guntur ke 2 membenarkan perkataan Fatir.


"Fatir, apakah kau harus berkata sekejam itu padaku" Ucap guntur ke 1 dengan wajah kesal pada Fatir.


"Kemarilah aku akan memukuli mu" Ucap Fatir.


"Benar pukul saja orang lemah itu" Ucap guntur ke 2 menimpali.

__ADS_1


Kemudian Fatir pun mempersiapkan tinjunya dan tiba-tiba tangannya diselimuti cahaya merah pada kepalan tangannya dan Fatir pun segera bergerak untuk memukul.


"BRAAAAAAAK" Terdengar suara yang sangat dahsyat akibat pukulan Fatir saat itu.


Guntur ke 1 hanya terpejam matanya karena tidak bisa mengelak pukulan Fatir. Tapi ternyata Fatir malah memukul guntur ke 2 yang berada di samping nya hingga terbang sejauh 10 meter dan terhempas hingga terbentur batu besar dan membuat batu itu retak akibat terbentur tubuh guntur ke 2 itu dengan sangat keras.


"Aaaaah, kenapa kau malah memukulku" Ucap guntur ke 2 itu kesal pada Fatir namun dengan dadanya sangat kesakitan serta darah menetes di bibirnya.


"Bukankah kau hendak memukulku kenapa jadi memukulnya Fatir" Ucap guntur ke 1 kebingungan.


Fatir pun menjelaskan analisisnya


Sebelum nya aku melihat bahwa yang bereaksi cepat menolong kakek amin Ketika kakek amin pingsan adalah dirimu guntur ke 1. Sejak saat itu aku sudah menduga bahwa kamu lah guntur yang asli.


Dan guntur kedua yang terlambat bereaksi pun berpura-pura berakting menyelamatkan kakek amin seolah-olah menjadi pahlawan agar aku mempercayainya.


Kemudian aku mencoba mengetes analisa ku kembali ketika aku mencoba menyudutkan mu.


Ternyata guntur ke 2 itu tidak pernah memanggil ku sama sekali dengan namaku.


Dan hanya kamu lah yang selalu memanggil namaku.


Sejak saat itu aku sudah menyakinkan bahwa guntur ke 2 itu adalah guntur yang palsu. untuk itu aku menghajarnya dengan tinju elang ku ini agar jadi pelajaran buatnya.


Mendengar hal itu guntur yang asli mengangguk memuji kecerdasan analisa Fatir.


Seketika itu juga Fatir segera mengatakan kepada guntur agar segera membawa kakek amin dan orang tua nya untuk segera pergi dari tempat ini.


Seketika itu penculik berjubah hitam yang terkapar itu tersenyum dan berkata "TERNYATA KAU BOLEH JUGA BOCAH DENGAN KEKUATAN MATA ELANG, BARU KALI INI AKU MENEMUKAN MUSUH YANG SETARA MENURUT KU" ucap penculik berjubah hitam itu mencoba bangkit dari tempat terjatuh nya.


Guntur segera berlari dan membawa kakek amin serta orang tua Fatir.


Fatir pun menghadang penculik berjubah hitam itu yang mencoba bangkit dan berkata "Ternyata kau masih belum menyerah juga, dengan izin Allah aku pasti akan mengalahkan mu" Ucap Fatir sambil menatap penculik berjubah hitam yang sedang berdiri itu.


"Hehehe, kau jangan terlalu cepat puas dulu bocah, aku belum mengeluarkan kekuatan ku sepenuhnya, mari temani aku bermain main" Ucap penculik berjubah hitam kepada Fatir sambil mengelap darah dari sudut bibirnya dan tertawa terkekeh.

__ADS_1


Episode 48


__ADS_2