
Guntur dan ilham saat ini telah kembali pulang ke pondok pesantren Al Amin membawa kakek amin yang terluka parah dan betapa terkejutnya mereka ketika mengetahui bahwa ternyata pondok pesantren Al Amin kini terlihat telah porak poranda seperti baru saja di serang.
Mereka pun perlahan berjalan memasuki pondok pesantren yang telah sepi karena tidak terlihat satu orang pun yang ada di pondok pesantren dan hanya terlihat sisa asap di bangunan pondok yang telah terbakar dan bangunan yang sudah hancur saat itu di hadapan mereka bertiga.
Kini mereka bertiga pun nampak bingung dengan apa yang mereka lihat saat ini karena mereka tidak tahu apa sebenarnya yang telah terjadi di pondok pesantren hingga menjadi seperti ini.
"WUUUSSSH" Tiba-tiba sebuah anak panah menyerang mereka dan guntur berhasil menangkis serangan itu dengan jarum saktinya hingga membuat anak panah itu terpental jauh dari mereka.
Dan ternyata itu adalah serangan dari para santri yang mengira kalau kedatangan mereka adalah para pasukan yang sebelumnya telah menyerang pondok pesantren Al amin hingga porak-poranda seperti ini.
Mereka pun terkejut kalau ternyata yang mereka serang bukanlah pasukan jahat itu melainkan guntur dan ilham yang sedang membawa kakek amin yang sedang terluka.
Mereka yang melihat kakek amin sedang terluka itu pun terkejut dan segera saja para santri membantu membawa kakek amin untuk di obati ke tempat persembunyian mereka sementara saat ini.
Guntur dan ilham pun tak menyangka jikalau setelah kepergian mereka dari pondok pesantren malah berakibat jadi seperti ini.
Guntur pun menanyakan tentang apa gerangan yang sebenarnya terjadi di pondok pesantren al amin hingga menjadi seperti ini dan siapa yang melakukannya.
Salah satu santri yang bernama azam pun menceritakan kejadian yang menimpa mereka di pondok pesantren itu kepada guntur dan ilham sambil membawa mereka ke tempat persembunyian mereka saat ini.
Azam pun menceritakan jikalau Pasukan yang menyerang mereka itu berkata kalau mereka adalah pasukan sang raja penculik yang ingin mencari Fatir dan Guntur karena sebelumnya telah merusak tempat mereka dan datang untuk menuntut balas.
__ADS_1
Saat itu Kyai Abdullah yang mengetahui kedatangan pasukan sang raja penculik itu pun keluar sendirian dengan wajah tenang untuk menghadapi mereka semua dan menyuruh semua orang untuk bersembunyi di dalam dan jangan keluar karena itu perintah kyai Abdullah saat itu.
Azam yang saat itu penasaran pun mengintip keluar dan menyaksikan kalau pimpinan mereka mencari fatir dan guntur dengan bertanya kepada kyai Abdullah.
Namun kyai Abdullah berkata jikalau tidak ada yang namanya fatir dan guntur di tempat ini kepada pimpinan mereka.
Pimpinan mereka sangat marah karena merasa kyai Abdullah telah berani berbohong kepadanya.
Padahal kyai Abdullah hanya mengatakan yang sebenarnya kalau saat itu kalian berdua memang sedang tidak ada di pondok pesantren maka dari itu kyai Abdullah mengatakan hal itu kepada mereka dan itu bukanlah suatu kebohongan yang disampaikan kyai Abdullah.
Namun karena mereka sangat marah maka mereka pun menangkap dan membawa kyai Abdullah dan mengatakan jikalau pondok pesantren tidak menyerahkan fatir dan guntur kepada mereka secepatnya maka mereka akan memastikan kalau kita semua akan melihat bahwa kyai Abdullah akan di kembalikan dalam keadaan tidak bernyawa oleh sang raja penculik.
Seorang mata mata yang memperhatikan mereka sewaktu meninggalkan desa mentaya itu adalah suruhan dari sang raja penculik untuk mencari informasi keberadaan mereka tinggal agar sang raja penculik dapat membalaskan dendam nya kepada mereka yang telah memporak porandakan markasnya saat itu.
Setelah mata mata itu terus mengikuti mereka dan telah mengetahui tempat tinggal mereka maka mata mata itu pun segera kembali dan memberitahu kan kepada sang raja penculik di mana tempat tinggal mereka.
Kini sang raja penculik telah berhasil menemukan tempat tinggal mereka namun karena sang raja penculik belum menemukan keduanya maka mereka pun menyerang pondok pesantren hingga terbakar dan juga membawa kyai Abdullah untuk dijadikan sandera yang berkorban agar sang raja penculik tidak menghancurkan pondok pesantren dan juga tidak membunuh orang orang yang tidak bersalah di sana dan menunggu pertukaran fatir dan guntur untuk menyelamatkan nyawa kyai Abdullah dari tangan sang raja penculik.
Azam pun juga menceritakan jikalau Ayah fatir saat ini sedang dalam kondisi kritis yang disebabkan oleh kobaran api yang membakarnya akibat terjebak reruntuhan bangunan yang terjatuh menimpanya saat dirinya ingin menyelamatkan istrinya dari kobaran api.
Setelah ayah fatir berhasil menyelamatkan istrinya dari kobaran api itu dengan mendorong nya hingga keluar dari bahaya itu namun ternyata tidak dengan dirinya sendiri yang harus tertimpa reruntuhan bangunan pondok pesantren yang terbakar saat itu karena tidak sempat lagi untuk menyelamatkan dirinya dan hal itulah yang mengakibatkan ayah fatir saat ini mengalami luka bakar yang sangat parah dan dalam proses perawatan.
__ADS_1
Bangunan pondok pesantren itu dibakar dan dihancurkan oleh serangan dari pasukan sang raja penculik yang sebelumnya telah membawa kyai Abdullah dan sang raja penculik pun memerintahkan pasukannya untuk menyerang dan membakar pondok pesantren sebelum mereka meninggalkan pondok pesantren saat itu.
Setelah mereka semua selesai menyerang pondok pesantren dalam keadaan hancur dan terbakar maka mereka pun langsung meninggalkan pondok pesantren dan segera membawa kyai Abdullah bersama mereka.
Kemudian azam pun segera membawa guntur dan ilham bertemu dengan diana yang saat itu tengah menenangkan ibunya fatir yang sedang bersedih karena memikirkan keadaan suaminya yang sedang terluka parah.
Ibu fatir pun terlihat sangat sedih menerima kenyataan itu dan menceritakan kejadian yang menimpa mereka saat itu pada guntur.
Guntur pun berusaha menguatkan ibu fatir agar tetap berkeyakinan kalau ayah fatir akan baik baik saja.
Kemudian ibu fatir menarik tangan guntur dan ingin membisikkan sesuatu kepadanya sehingga ilham dan diana pun tidak bisa mendengar apa yang dikatakan ibu fatir kepada guntur saat itu.
Dan setelah ibu fatir selesai membisikkan hal itu kepada guntur kemudian ibu fatir pun menyerahkan kotak hitam yang selama ini di bawa suaminya yang dititipkan kepadanya dan itu berisi pusaka rahasia keluarga mereka.
Hal itu di lakukan ibu fatir untuk di titipkan kepada guntur agar dirinya memberikan itu kepada fatir nanti sebagai peninggalan dari ayahnya yang mungkin bisa berguna untuknya yaitu mandau terbang milik panglima burung, yakni milik ayahnya Fatir yang selalu di simpannya bertahun-tahun selama ini.
Ibu fatir takut jikalau terjadi sesuatu pada dirinya dan suaminya nanti untuk itu dia mempercayakan pusaka rahasia itu kepada guntur untuk di berikan kepada Fatir nantinya.
Guntur yang menerima amanah itu pun merasakan beban yang sangat berat di pundaknya karena harus menerima amanah itu, namun sebagai seseorang yang telah di berikan kepercayaan untuk menjalankan amanah maka guntur pun menyanggupi amanah itu dan akan berusaha sekuat mungkin untuk menyerahkan amanah itu nantinya kepada Fatir.
Episode 85
__ADS_1