Si Fatir Pendekar Mata Elang

Si Fatir Pendekar Mata Elang
Episode 110 "Rasa Curiga"


__ADS_3

Di dalam kesedihan nya saat itu yang terus memikirkan nasibnya yang telah di fitnah oleh azam atas sesuatu yang tidak di lakukan nya itu membuat guntur menarik nafas panjang untuk menenangkan pikiran nya saat itu.


Guntur berpikir apa yang harus di lakukan nya untuk menghentikan fitnah yang di buat oleh azam itu kepadanya.


Di saat dirinya memikirkan cara tentang menghentikan fitnah itu tiba-tiba guntur pun teringat tentang Fatir yang saat ini sedang berada di desa mentaya untuk menyelamatkan kyai Abdullah.


Seketika itu juga guntur mendapatkan ide bahwa untuk menghentikan fitnah yang di buat oleh azam saat ini adalah dengan menemui Fatir karena Fatir pasti akan mempercayai dirinya.


Setelah memikirkan hal itu maka guntur pun segera menyeka air matanya dan lekas bangkit dari pohon tempat nya bersandar itu dan bersiap untuk menuju ke desa mentaya untuk menemui Fatir secepatnya.


"Alhamdulillah, Terimakasih ya Allah engkau telah memberikan jalan kepadaku untuk penyelesaian masalah ini" Ucap guntur sambil mengusapkan kedua telapak tangannya ke wajahnya tanda hatinya menjadi sedikit tenang karena bersyukur telah menemukan cara untuk menghentikan fitnah yang ditujukan kepada nya.


"Bismillahirrahmanirrahim" Ucap guntur sebelum memulai keberangkatan nya.


Dan guntur pun segera berlari dan berangkat menuju desa mentaya dengan penuh harapan untuk segera menemui Fatir di sana dan menceritakan semua yang terjadi padanya setelah mereka berpisah sebelum nya.


Dengan perasaan yang masih bercampur aduk guntur pun berlari dengan cepatnya untuk menuju desa mentaya saat itu juga sekaligus membantu Fatir yang sebelumnya berangkat sendirian untuk menyelamatkan kyai Abdullah yang di tangkap oleh pasukan sang raja penculik.


Sementara itu di pondok pesantren Al Amin saat itu terlihat azam yang masih terus mempengaruhi semua santri di pondok pesantren Al Amin dengan cerita nya yang menceritakan bahwa sebenarnya guntur saat ini sedang dalam pengaruh dari sang raja penculik sehingga guntur ingin membunuhnya dan juga ilham sehingga dirinya saat ini terluka di lengannya oleh perbuatan guntur terhadapnya begitu juga dengan ilham yang terkena racun juga disebabkan oleh guntur.


Padahal semua yang di ceritakan azam pada mereka semua itu adalah fitnah yang di buat oleh si pengemis gila yang telah mengendalikan azam saat ini karena dirinya berada dibawah kendali si pengemis gila.

__ADS_1


Si Pengemis gila itu terus memantau azam dari kejauhan agar dirinya dapat menjadikan azam sebagai jalan untuk memecah belah mereka semua yang ada di pondok pesantren dengan membuat fitnah kepada guntur seperti saat ini.


Kakek Amin yang baru mendengar cerita itu dari azam pun juga nampak bingung apakah harus percaya atau tidak namun juga sulit untuk nya tidak percaya karena apa yang telah di lihat nya saat itu azam benar benar terluka dan ilham juga terkena racun yang ada pada jarum sakti di miliki oleh guntur.


Saat itu kakek Amin hanya menahan rasa sedih di hatinya dan berjalan pergi terlebih dahulu meninggalkan mereka semua yang masih berkumpul di tempat itu untuk segera kembali ke kamarnya.


"Sungguh kasihan kakek amin ya, cucu yang di bangga banggakan nya selama ini ternyata mengkhianatinya" Ucap salah satu santri kepada mereka semua dengan perasaan kasihan kepada kakek amin yang terlihat saat itu.


Mereka semua yang melihat kakek Amin meninggalkan mereka pun juga merasa kasihan kepada kakek Amin karena kakek amin telah di khianati oleh cucunya sendiri hingga membuat nya merasa hancur dalam kesedihan.


Kakek Amin berjalan lesu dengan mata berkaca-kaca menuju kamarnya sambil memikirkan rasa tidak mungkin bahwa guntur melakukan hal yang di dengarnya dari azam saat ini.


Dan ibunda Fatir pun nampak mengerti akan apa yang di rasakan kakek Amin saat itu namun dirinya tidak berani berkata apapun sehingga membiarkan kakek Amin sendirian terlebih dahulu untuk menenangkan perasaan di hatinya sekarang.


Kakek Amin yang terus berjalan itu pun kini telah berada di depan kamarnya dan segera memasuki kamarnya yang kemudian langsung menutup pintunya secara perlahan.


Di dalam kamar itu kakek Amin langsung duduk di tempat tidurnya dengan raut wajah sedihnya sambil berpikir apa yang sebenarnya di pikir kan oleh guntur sehingga dirinya dapat di kendalikan oleh sang raja penculik seperti yang di katakan oleh azam pada mereka tadi.


Kakek Amin merasa ada sesuatu yang janggal ketika dirinya mengingat perkataan guntur padanya tadi yang mengatakan bahwa apakah dirinya tidak mempercayai guntur lagi.


Dan juga kakek Amin sedikit merasa aneh kalau guntur berada dalam kendali sang raja penculik kenapa dirinya berkata tolong untuk menyelamatkan ilham yang terkena racun yang padahal seharusnya dia cukup meninggalkan ilham saja dan tidak perlu di bawa ke sini jika memang dirinya berada dalam kendali sang raja penculik pikir kakek Amin saat itu.

__ADS_1


Namun berdasarkan cerita yang disampaikan oleh azam tadi bahwa semua yang di lakukan guntur saat itu adalah cara agar dirinya bisa menipu mereka semua dengan cara membuat cerita jikalau bukan dirinya yang mencelakai ilham dan azam agar dirinya yang sedang dalam kendali sang raja penculik itu dapat berbaur dengan mereka semua dan dirinya dapat menjadi mata mata dari sang raja penculik yang seandainya tadi guntur di anggap tidak bersalah oleh mereka semua.


kakek Amin pun merasa harus menyelidiki azam tentang apa yang sebenarnya terjadi untuk memastikan kebenaran yang di katakan azam pada mereka ataukah sebaliknya.


Sesaat dirinya memikirkan hal itu kakek Amin pun segera membuat rencana dirinya seolah-olah sedang tidur dan tidak ingin di ganggu di kamarnya dengan mengumpulkan banyak kain yang di bentuk di atas tempat tidurnya seperti seseorang yang sedang tidur.


Kakek amin yang merasa curiga kepada azam pun segera bersiap untuk pergi memastikan rasa yang mengganjal di hatinya untuk mencari tahu kebenaran yang sebenarnya dengan mencoba mengamati apa yang akan di lakukan azam nantinya di pondok pesantren ini.


Kemudian azam yang terlihat telah di bawa oleh para santri ke ruang medis untuk mengobati luka di tangannya itu pun nampak berbaring di ruang pengobatan bersama dengan ilham.


Kini ilham pun masih di berikan penanganan untuk membuat racun yang ada di dalam tubuhnya lenyap dengan memberikan obat penawar racun dari jarum sakti yang memang tersedia di ruang medis pondok pesantren.


Ilham yang terlihat sangat kesakitan akibat dari racun yang menjalar di tubuhnya itu pun membuat semua urat di tubuhnya nampak terlihat keluar namun perlahan lahan setelah obat penawar racun itu di berikan kepadanya maka perlahan lahan pula tubuh ilham mulai menjadi sedikit lebih baik dari sebelumnya dan petugas medis pondok pesantren pun membiarkan ilham beristirahat.


Azam yang juga terlihat sudah selesai di obati pada luka di tangannya itu pun kemudian di tinggalkan oleh petugas medis pondok pesantren di ruangan itu bersama ilham agar mereka berdua dapat beristirahat untuk memulihkan keadaan mereka saat ini.


Namun setelah para petugas medis hanya meninggalkan mereka berdua di ruangan medis itu pun membuat azam yang berada di bawah kendali si pengemis gila itu tiba-tiba bangun dari tempat tidurnya dan segera menyelinap masuk ke dalam tempat penyimpanan obat obatan untuk mencari obat penawar racun jarum sakti.


Tempat penyimpanan obat penawar racun yang baru saja di berikan kepada ilham oleh petugas medis tadi telah di perhatikan oleh azam sedari tadi untuk mengetahui di mana tempat mereka menyimpan obat penawar racun itu agar dirinya dapat mengambil obat penawar racun itu dengan mudah.


Episode 110

__ADS_1


__ADS_2