
Fatir yang mengetahui hal itu pun nampak terkejut karena guntur saat ini telah berada dalam kendali pendekar mata iblis.
Guntur pun terus menyerang Fatir dengan membabi buta dan Fatir pun terus berusaha menghindari serangan serangan guntur terhadapnya.
"Guntur!!! Sadarlah!!! Ini aku Fatir!!! Guntur kendalikan dirimu!!!" Teriak Fatir terus menerus kepada guntur yang menyerangnya.
Pendekar mata iblis pun tertawa terbahak bahak melihat hal itu sambil berkata "HAHAHA, RASAKAN ITU BOCAK TENGIK!!! AYO LAWAN LAH, JIKA ENGKAU TIDAK MELAWAN MAKA ENGKAU LAH YANG AKAN MATI OLEH PASUKAN KU INI!!! HAHAHA" ucap pendekar mata iblis yang mengejek Fatir karena dia tidak berani membalas serangan dari pasukannya yaitu guntur yang telah hilang kesadaran nya.
Fatir pun terus mencoba memanggil manggil guntur namun guntur tidak menyahut panggilan Fatir karena dirinya benar benar telah di kendalikan oleh pendekar mata iblis.
Sambil terus Menghindari serangan guntur, Fatir pun terus berusaha memikirkan cara untuk kembali menyadarkan guntur.
Disaat Fatir sedang memikirkan cara untuk menyadarkan guntur kembali, "BRAAAAK" maka disaat itu pula lah serangan guntur berhasil menghantam dadanya hingga membuat Fatir terjatuh kebelakang beberapa langkah.
Sambil memegangi dadanya Fatir pun terkejut karena serangan itu berhasil menghantam dadanya yang tengah lengah karena memikirkan cara untuk mengembalikan kesadaran guntur.
Guntur yang melihat Fatir terjatuh itu pun kembali berlari dan berteriak keras sambil berusaha menyerang Fatir kembali dengan mata yang melotot.
Disaat itu lah Fatir mulai menahan serangan guntur dengan tangannya dan bergerak cepat memegangi kedua tangan guntur di belakang badannya hingga membuat guntur kesulitan untuk menyerang Fatir.
Guntur pun hanya bisa terus mengamuk meskipun tangannya tidak bisa digerakkan sehingga guntur hanya terus melompat lompat dan berusaha menyerang Fatir dengan kakinya.
Fatir yang terus memegangi kedua tangan guntur itu pun merasa agak takut dengan kondisi tangan guntur. Karena jika guntur terus melompat lompat seperti itu maka itu dapat membuat tangan guntur patah jika terus menerus seperti itu.
Karena Fatir merasa kasihan dengan guntur karena takut terjadi sesuatu padanya maka ia pun melepaskan tangan guntur itu genggaman nya.
"Buuk" Tiba-tiba terlihat sebuah kantong terjatuh dari dalam baju guntur yang berusaha melepaskan tangannya itu.
"ZEEEEP" Segera saja Fatir mengambil kantong itu dengan sangat cepat. Dan setelah kantong itu sudah berada di tangannya lagi lagi guntur kembali berusaha menyerangnya sehingga membuat Fatir belum sempat mengetahui apa isi kantong itu.
__ADS_1
"HAHAHA, AKU HANYA MELIHAT DUA ORANG BODOH YANG TERLIHAT SEDANG MENARI NARI KONYOL, DASAR BODOH HAHAHA" Ucap pendekar mata iblis sambil tertawa melihat yang terjadi pada Fatir dan guntur saat itu.
Kemudiannya Fatir pun memegang tubuh guntur dari belakang hingga membuat guntur tidak bisa bergerak dan sambil berkata "GUNTUR!!!! DENGARKAN AKU!!! APAKAH KAU MENDENGAR KU!!!!" Teriak Fatir sambil menggenggam tubuh guntur.
"BRAAAAK" Guntur pun melompat ke atas dan mendorong dirinya untuk jatuh kebelakang hingga membuat Fatir pun terhempas dan membuat guntur menindih tubuh Fatir yang berada di belakang.
Fatir yang terkejut itu pun merasakan sakit karena hempasan itu hingga membuat darah di sudut bibirnya terlihat menetes.
Guntur pun terus mengelijang di atas tubuh Fatir hingga membuat Fatir nampak kesakitan karena hal itu.
"HAHAHA, DASAR BODOH!!! MELAWAN PASUKAN KU SAJA SUDAH SEPERTI ITU, APALAGI INGIN MELAWAN KU!!! JANGAN BERMIMPI KAU BOCAH BODOH!!! PULANG SANA SUDAH WAKTUNYA DIRIMU MINUM SUSU, HAHAHA" lagi lagi pendekar mata iblis tertawa puas melihat hal itu.
Fatir pun berusaha melepaskan diri dari guntur saat itu. Dirinya bukan tidak bisa mengalahkan guntur tapi dirinya hanya ingin menyadarkan guntur dari pengaruh pendekar mata iblis yang telah mengendalikannya.
Fatir tidak ingin terjadi sesuatu yang berbahaya terhadap guntur jika dia mengeluarkan seluruh kekuatan nya.
Fatir yang telah berhasil melepaskan diri dari guntur itu pun segera di datangi kembali oleh guntur dengan berlari menyerang nya.
Fatir pun tiba-tiba secara reflek langsung memukul perut guntur dengan pukulan biasa dan pukulan itu ternyata membuat guntur kesakitan hingga membuat tubuh nya berguling guling dan nampak berasap di bagian perutnya seperti bekas terkena sambaran api.
Fatir yang melihat hal itu pun nampak bingung kenapa hal itu bisa terjadi dan ketika dia melihat tangannya ternyata dia baru tersadar kalau tangan yang di gunakannya untuk memukul guntur itu sedang memegang kantong yang di ambilnya tadi.
Pendekar mata iblis pun melihat hal itu sedikit terkejut kenapa hal itu bisa terjadi namun dia berteriak "APA YANG TERJADI!!! BANGKITLAH DAN HABISI DIA!!!" Ucap pendekar mata iblis itu dengan wajah panik namun tetap dengan tatapan tajamnya.
Fatir pun memperhatikan kantong yang berada di genggamannya itu ternyata kantong itu telah terbuka sedikit dan isi dari kantong itu telah terkeluar ketika dia memukul guntur tadi.
Dan ternyata isi dari kantong itu adalah daun bidara yang di berikan oleh kakek amin sebelumnya untuk guntur sebagai bentuk penjagaan.
Dan Akhirnya Fatir pun menyadari bahwa Fatir saat ini sedang dirasuki seorang jin yang membuatnya hilang kendali atas tubuhnya.
__ADS_1
Hal itu disadari Fatir karena para jin itu tidak menyukai daun bidara oleh sebab itu kantong berisi daun bidara tadi terjatuh dari tubuhnya guntur karena jin yang menguasai tubuhnya merasakan panas sehingga membuatnya menjatuhkan kantong itu.
Dan begitu pula ketika tadi saat Fatir memukul nya maka serpihan dari daun bidara itu ternyata ikut terlempar mengenai tubuh guntur hingga membuat jin yang berada dalam tubuhnya merasakan panas akibat terkena daun bidara itu.
Kemudian Fatir pun mengeluarkan semua daun bidara dari kantong itu dan ia pun menggenggamnya erat dengan tangan nya seperti tinju.
Disaat itu juga guntur pun berdiri dan kembali menyerang nya maka saat itu pulalah Fatir meningkatkan kecepatan nya dan menyerang guntur di perutnya hingga membuatnya berteriak kesakitan.
Ketika guntur berteriak kesakitan itu lah Fatir memanfaatkan kesempatan itu untuk memasukan daun bidara itu kedalam mulut guntur dan menutupnya dengan tangannya agar guntur menelan daun bidara itu sambil berucap "AUDZUBILLAHI MINAS SYAITONIRROJIM".
"Makanlah ini wahai jin!!! Dengan atas izin Allah, maka keluarlah dari tubuh guntur!!!" Teriak Fatir sambil memegangi tubuh guntur dan terus menutupi mulut guntur dengan satu tangannya.
Guntur pun terus mengerang seperti seseorang yang kesakitan dan terlihat asap yang keluar dari bagian ubun ubun guntur.
Setelah asap itu menghilang dari kepala guntur maka saat itu pula tubuh guntur pun langsung pingsan tidak sadarkan diri.
"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah" Ucap Fatir saat hal itu telah berakhir dan jin itu telah selesai dikeluarkan dari tubuh guntur.
"BAJINGAAAAN!!! AKU AKAN BENAR-BENAR MEMBUNUHMU BOCAH!!!" Teriak pendekar mata iblis sambil melompat dan berdiri di hadapan Fatir saat itu.
Fatir pun meletakkan guntur yang sedang pingsan di lantai dan kemudian dia pun berdiri sambil berkata "PASUKANMU HANYALAH SEBUAH GANGGUAN KECIL YANG TIDAK BERARTI APA APA UNTUK MELAWAN KEKUATAN YANG BERASAL DARI TUHAN, KARENA TUHAN TIDAK AKAN MEMBIARKAN KEJAHATAN SEPERTI MU MERAJALELA, UNTUK ITU DENGAN IZIN TUHAN AKU AKAN MENGALAHKANMU" ucap Fatir dengan tatapan penuh keyakinan memandang pendekar mata iblis yang saat itu berdiri dihadapannya.
"BAIKLAH!!! AKAN KU KABULKAN PERMINTAAN MU BOCAH!!!" Sahut pendekar mata iblis saat itu hingga membuat kobaran api sebelum nya itu menjadi semakin membesar karena kekuatan dari pendekar mata iblis itu membuat hawa sekeliling nya menjadi lebih besar dan membuat kobaran api itu semakin besar dan semakin panas.
Fatir yang melihat hal itu pun berkata "KEMARILAH AKU AKAN MENGHADAPIMU!!!" Ucap Fatir sambil menggerakkan tangannya.
Tiba-tiba tubuh dari pendekar mata iblis itu pun menyerap api yang ada di sekeliling nya sehingga membuat tubuhnya menjadi berselimut kan api dan membentuk sebuah baju perisai yang melindungi tubuhnya dengan api itu yang membuat pendekar mata iblis itu pun semakin bertambah kekuatannya.
Episode 93
__ADS_1