
Kini diana terlihat lemas di pangkuan Sinta dan wajahnya nampak pucat karena terkena gigitan kalajengking.
Melihat hal itu Guntur pun langsung bergegas mendekati diana dan segera mengeluarkan jarum kilat sakti milik nya untuk menghentikan racun kalajengking itu.
Sementara itu Fatir pun segera mengusir kalajengking itu dengan memasukkan nya kembali ke dalam lubang tempat nya keluar dengan potongan kain.
"Kenapa tidak di bunuh saja kalajengking itu sekalian!!!" Ucap ilham pada Fatir yang terlihat memasukkan kalajengking itu ke dalam lubang.
"Semua makhluk itu memiliki hak untuk hidup, dan tidak berhak kita membunuh makhluk ini karena sesungguhnya dia menggigit diana bukan atas dasar keinginannya sendiri melainkan karena memang Tuhan telah mentakdirkan nya untuk menggigit diana saat ini" Ucap fatir menjelaskan pada ilham alasan diri nya tidak membunuh kalajengking itu meskipun sudah menggigit diana.
Tak berapa lama jarum kilat sakti milik guntur itu kini terlihat menjadi hitam karena menyerap racun kalajengking itu.
"Sepertinya diana sudah mulai sadar" Ucap Sinta sambil memandangi wajah diana yang berangsur-angsur sadar.
Kemudian guntur pun melepaskan jarum kilat sakti miliknya dan wajah diana pun mulai kembali memerah dan badan nya pun terasa hangat dan juga mengeluarkan keringat.
"Alhamdulillah akhirnya selesai!!!" Ucap guntur yang telah melepaskan jarum kilat sakti nya dari diana.
Sinta pun mencoba membangunkan diana dan akhir nya diana pun tersadar dan duduk kembali di samping sinta meskipun badan nya masih sedikit lemas.
"Bagaimana keadaan mu apakah sudah mulai baikan?" Tanya fatir yang memandangi diana yang masih terlihat sedikit lemas di bantu sinta untuk duduk.
"Alhamdulillah seperti nya tangan dan badanku sudah tidak terasa sakit seperti tadi lagi" Ucap diana sambil memegangi kepala nya yang terasa agak pusing.
"Alhamdulillah kalau memang sudah tidak apa apa" Ucap fatir sambil merasa sedikit tenang.
"Kira kira berapa lama lagi kita bertahan di tempat ini?" Tanya sinta pada Guntur dan Fatir.
"Sepertinya tidak lama lagi!!!" Sahut guntur.
Ternyata Hujan di tempat itu makin bertambah deras.
__ADS_1
"Bagaimana ini kapten waktu sudah semakin senja kalau semakin lama di sini nanti tempat ini akan semakin gelap kapten ??? Apakah kita terobos saja hujan ini agar tidak keburu malam???" Tanya ilham yang sudah tidak tahan untuk segera melanjutkan perjalanan karena melihat waktu yang sudah semakin senja.
"Tunggu sebentar!!!" Sahut fatir sambil diri nya memperhatikan sekeliling di bagian luar dari gua itu.
Kemudian fatir pun memanggil guntur dan mengajak nya untuk mengikuti nya keluar.
Melihat hal itu ilham pun ingin ikut juga. Namun di tahan oleh fatir agar dia tetap bersama sinta dan diana di dalam gua itu.
Setelah fatir dan guntur keluar dari gua itu. fatir pun mengajak guntur untuk membuat payung dari dedaunan untuk mereka gunakan berjalan di dalam hujan ini menuju pondok pesantren terutama untuk melindungi sinta dan diana yang saat ini baru keluar dari penjara dan tentu saja badan mereka sedang tidak fit dan akan rentan sakit.
Dan juga di karenakan kalau mereka terlalu lama berada di tempat itu maka waktu malam akan segera tiba dan membuat perjalanan mereka nanti nya akan segera di tutupi oleh kegelapan malam di dalam hutan.
Guntur yang mendengar ide fatir itu pun sepakat. maka mereka pun segera mengumpulkan dedaunan yang di rasa cocok untuk di jadikan sebagai payung untuk melindungi perjalanan mereka nanti dari hujan.
Sementara itu di dalam gua, ilham yang sedang bosan menunggu fatir dan guntur pun merasa ingin buang air kecil.
Kemudian dia pun meminta izin kepada sinta untuk buang air kecil di luar tidak jauh dari gua itu.
Ilham pun bergegas keluar gua dan berjalan ke samping gua untuk mencari tempat tertutup untuk dia buang air kecil.
Tak berapa lama setelah ilham selesai buang air kecil dan membersihkan nya. Maka ilham segera kembali ke dalam gua menemui sinta dan diana kembali.
Namun, betapa terkejut nya ilham ketika diri nya tidak mendapati sinta dan diana di dalam gua itu.
Ilham pun panik dan mencoba mencari cari ke tiap sisi dari gua itu mungkin saja sinta dan diana hanya berjalan tidak jauh dari gua itu.
Ketika ilham terlihat sangat panik karena tidak menemukan mereka berdua maka ilham pun berteriak dan memanggil fatir dan guntur untuk segera kembali ke gua.
Mendengar teriakan itu fatir dan guntur yang sedang mengumpulkan dedaunan itu pun langsung bergegas kembali dan meninggalkan dedaunan yang mereka kumpulkan tadi.
Setelah sampai di depan gua fatir pun langsung bertanya pada ilham apa yang terjadi.
__ADS_1
Ilham pun menceritakan kejadian nya hingga akhirnya dia menemukan kalau sinta dan diana menghilang dari dalam gua itu.
Mendengar cerita itu fatir dan guntur pun langsung memperhatikan sekeliling gua itu untuk mencari tahu ke mana sinta dan diana menghilang.
Setelah fatir mencoba memperhatikan dan mengecek sekeliling gua ternyata di balik gua itu terdapat seperti celah yang terbuka.
Dan ketika fatir mencoba memperhatikan celah itu tiba-tiba ilham yang ikut mencari keberadaan sinta dan diana saat itu pun tidak sengaja terjatuh karena tertendang batu yang ada di bawah nya.
Akibat hal itu ternyata bagian gua yang memiliki celah yang sedang di perhatikan oleh fatir saat itu pun akhir nya terbuka seperti sebuah pintu.
Mereka pun akhirnya terkejut ketika mengetahui kalau di dalam gua itu ternyata terdapat sebuah pintu rahasia menuju tempat lain.
"Ternyata kau anak beruntung!!!" Ucap fatir sambil mengusap kepala ilham yang baru berdiri akibat terjatuh oleh batu yang tidak sengaja tertendang olehnya tadi.
Fatir pun mencoba melangkahkan kaki nya menuju pintu itu dan ingin membuka nya namun di hentikan guntur.
"Hentikan fatir!!! Sebelum memasuki pintu itu, baik nya kita harus sangat berhati hati karena kita tidak pernah tahu apa yang ada di balik pintu itu. Bisa saja itu adalah hal yang berbahaya, kita harus tetap waspada" Ucap guntur mengingatkan fatir sebelum memasuki pintu rahasia itu.
"Benar guntur, aku akan mencoba memasuki pintu ini dengan mengaktifkan kecepatan ku, agar aku bisa menghindari hal hal yang tidak terduga di balik pintu ini" Ucap fatir pada guntur sambil menyiapkan diri nya untuk masuk ke dalam pintu itu.
Fatir pun memfokuskan diri nya untuk mengaktifkan kecepatannya dan setelah hawa kuning mengelilingi tubuh nya maka saat itu pula fatir pun bersegera memasuki pintu rahasia itu dengan cepat.
Ketika fatir membuka pintu itu terlihat seperti sebuah cahaya hitam yang ada di balik pintu itu dan ketika fatir memasuki cahaya hitam yang ada di pintu rahasia itu ternyata pintu itu membawa fatir ke tempat lain yang di mana tempat itu seperti sebuah lapangan yang sangat besar.
Dan di sekeliling nya banyak sekali terdapat patung patung kepala binatang buas yang terukir dengan sangat besar di tempat itu.
Sementara itu ketika guntur melihat fatir memasuki cahaya hitam di pintu rahasia itu maka guntur dan ilham pun juga ingin memasuki pintu itu namun aneh nya cahaya hitam di pintu itu tiba tiba menghilang begitu saja dan berubah menjadi dinding gua kembali.
Melihat hal itu guntur dan ilham pun panik dan memikirkan bagaimana cara nya mereka berdua untuk menemukan fatir yang sudah berada di dalam tempat itu.
Guntur dan ilham hanya bisa terdiam ketika mengetahui cahaya hitam itu menghilang. Padahal sinta dan diana yang baru menghilang saja belum mereka temukan kini malah fatir juga ikut menghilang dari mereka.
__ADS_1
Episode 60