Si Fatir Pendekar Mata Elang

Si Fatir Pendekar Mata Elang
Episode 106 "Si Pengemis Gila"


__ADS_3

Fatir pun dengan cepat memasuki istana sang raja penculik itu untuk segera menemukan tempat kyai abdullah di tangkap.


Dengan mengikuti pandangan mata elangnya Fatir pun bersegera menuju tempat kyai abdullah.


Tapi ternyata di dalam istana sang raja penculik itu sudah bersiap para pasukan sang raja penculik yang telah menunggu kedatangan Fatir ke tempatnya ini.


Melihat hal itu Fatir pun berkata "APAKAH SETAKUT INI SEORANG RAJA PENCULIK DENGAN KEDATANGANKU HINGGA HARUS MENGERAHKAN SEBANYAK INI PASUKAN HANYA UNTUK MENGHADAPI KU SEORANG DIRI, HEHE" Ucap Fatir meledek para pasukan sang raja penculik yang berada di hadapan nya.


"JANGAN BANYAK OMONG KAU!!! SERAAAAANG!!!!" teriak para pasukan sang raja penculik yang telah bersiap untuk menyerang Fatir saat itu juga.


"AKAN KU LAYANI KALIAN SEMUA, DENGAN BISMILLAH AKAN KU KALAHKAN KALIAN SEMUA" sahut Fatir yang saat itu langsung bergerak secepat kilat untuk menyerang balik mereka semua yang ada disitu dengan mengeluarkan beberapa pukulan dan tendangan pada semua pasukan sang raja penculik yang menghadangnya.


"BAAAAK!!!! BUUUUK!!! SRAAAAK!!!" Pukulan cepat yang di layangkan Fatir kepada para pasukan sang raja penculik itu dengan mudah membuat mereka semua yang menghadang Fatir saat itu terlempar dan terhempas ke dinding akibat kekuatan pukulan yang di keluarkan oleh Fatir.


Setelah para pasukan yang menghadang Fatir itu telah terkapar maka segera saja Fatir bergerak menuju kyai abdullah yang terlihat sedang di tangkap dengan keadaan terikat di dalam sebuah kerangkeng besi di tengah ruangan.


Fatir pun berjalan ke hadapan kerangkeng besi itu dan mengatakan kepada kyai abdullah kalau mereka harus segera keluar dari tempat ini dengan cepat sebelum para pasukan dari sang raja penculik semakin banyak mengepung mereka di tempat ini.


Namun kyai abdullah menyampaikan kepada Fatir bahwa mereka harus terlebih dahulu menyelamatkan azam.


Mendengar hal itu Fatir pun sedikit bingung dan mengatakan kalau dirinya dan guntur sebelum nya telah bertemu azam sebelum Fatir ke tempat ini.


Dan Fatir pun mencoba menanyakan kepada kyai abdullah tentang apa yang seharusnya di selamat kan dari azam saat ini.


Kyai abdullah menceritakan jikalau azam saat ini terkena manipulasi pikiran oleh anak buah sang raja penculik yang memiliki julukan pengemis gila yang dapat membuat azam melakukan sesuatu tanpa sadar karena pikirannya telah di kendalikan oleh si pengemis gila itu atasnya.

__ADS_1


Si pengemis gila itu memanipulasi pikiran azam saat mereka berdua yakni azam dan ilham ketahuan oleh si pengemis gila itu saat sedang mengintai keberadaan kyai abdullah di istana sang raja penculik.


Hal itu menyebabkan azam tanpa sadar menyerang ilham yang saat itu berada di samping nya dengan senjata jarum sakti miliknya yang beracun akibat ulah si pengemis gila itu yang telah memanipulasi pikiran nya.


Setelah kejadian itu si pengemis gila memerintah kan kepada azam untuk kembali ke pondok pesantren dan mengatakan jikalau mereka berdua di serang oleh pasukan sang raja penculik dan berhasil melarikan diri agar memancing emosi Fatir setelah mendengar nya agar Fatir segera datang ke istana sang raja penculik sendirian.


Saat ini pengemis gila itu di perintahkan oleh sang raja penculik untuk terus mengikuti dan mengawasi azam dari kejauhan agar dapat terus memanipulasi pikirannya terus menerus.


Mendengar penjelasan dari kyai abdullah kepadanya Fatir pun sekarang mengerti jikalau dirinya saat ini ternyata telah memasuki jebakan yang di siapkan oleh sang raja penculik terhadap dirinya.


dan Fatir pun menyadari bahwa saat ini guntur sedang dalam bahaya karena dia saat ini bersama dengan azam yang telah di manipulasi pikirannya oleh si pengemis gila.


Tiba-tiba di sekeliling tempat itu seluruh pasukan sang raja penculik telah mengepung mereka berdua di tempat itu dan telah siap dengan senjata panah di tangan mereka.


Fatir yang menyaksikan hal itu berkata "PENGECUT!!! KELUARLAH RAJA PENCULIK!!! MARI KITA BERTARUNG SATU LAWAN SATU!!!" Ucap Fatir yang menyindir sang raja penculik karena tidak berani berhadapan dengan dirinya secara langsung.


Dengan tatapan tajamnya Fatir pun segera menatap sang raja penculik dan berkata "KALI INI AKU TIDAK AKAN MELARIKAN DIRI DARIMU!!! DENGAN IZIN ALLAH KALI INI AKU AKAN BENAR BENAR MEMBUAT MU MENYESALI PERBUATAN YANG TELAH KAU LAKUKAN SELAMA INI PADA ORANG-ORANG YANG TIDAK BERSALAH!!!"


sang raja penculik yang saat itu di tangan nya sedang memegang gelas itu pun segera meminum sesuatu di gelas itu dan kemudian dia pun berkata "AAAAAAAH,DARAH ANAK - ANAK INI SANGAT LAH SEGAR!!! AKU AKAN SEGERA MENDAPATKAN KEMBALI DARAH ITU DARI MU!!! AKU SANGAT TIDAK SABAR UNTUK MEMINUM DARAH MU JUGA, HAHAHA" ucap sang raja penculik yang ternyata telah meminum darah dari anak anak yang telah menjadi tumbal pada proses ritual yang mereka lakukan di istana mereka.


"ASTAGHFIRULLAH!!! SUNGGUH KAU TELAH KEHILANGAN AKAL SEHATMU!!! KAU BENAR-BENAR TELAH DI BUAT GILA OLEH TIPU DAYA IBLIS HINGGA HARUS MEMINUM DARAH ANAK KECIL!!!" Ucap Fatir yang terkejut setelah mengetahui apa yang di minum oleh sang raja penculik saat itu.


Kyai abdullah yang mengetahui hal itu juga pun nampak terkejut tidak percaya akan hal yang sangat kejam di lihat oleh nya di depan matanya saat ini yakni seseorang yang dengan sadar meminum darah seorang anak kecil yang telah di jadikan tumbal.


"Innalillahi wa inna ilaihi roji'un, semoga Allah mengampuni dosa-dosa mu!!!" Ucap kyai abdullah mendoakan kebaikan atas apa yang di lakukan oleh sang raja penculik saat ini.

__ADS_1


"HAHAHA, TAK PERLU KAU MENDOAKAN KU, KAU URUS SAJA NYAWAMU SAAT INI, KARENA SEKARANG INI AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN KALIAN BERDUA KELUAR DENGAN SELAMAT DARI HADAPANKU!!! ucap sang raja penculik sambil tertawa keras di atas tandunya.


"PASUKAAAAAN!!! SERAAAAANG MEREKAAAA!!!" Teriak sang raja penculik saat itu yang memerintah kan kepada seluruh pasukan nya saat itu untuk segera melepaskan anak panah mereka kepada Fatir dan kyai abdullah di tempat itu.


"WUUUUUSH!!! WUUUUUSH!!! WUUUUUSH!!!!" semua anak panah beracun beterbangan ke arah mereka berdua di tempat itu.


Fatir yang melihat hal itu pun langsung saja menangkis serangan anak panah beracun itu dengan mandau terbang nya.


Dan terlihat kyai abdullah tidak terlihat panik sedikit pun bahkan beliau terlihat terus berdzikir dengan tenang di tempat beliau di kurung.


Fatir yang berusaha keras menangkis ratusan serangan anak panah yang beterbangan dari segala arah itu pun nampak kewalahan karena dirinya takut anak panah beracun itu mengenai kyai abdullah.


Dengan sangat cepat kekuatan mata elang Fatir berhasil mengidentifikasi pergerakan dari setiap anak panah yang beterbangan itu dengan cepat untuk di hentikan.


Namun, karena anak panah yang sangatlah banyak dan ditembakkan terus menerus itu pun membuat satu anak panah berhasil masuk ke dalam kerangkeng besi yang menangkap kyai abdullah saat ini.


Ketika Fatir menyadari hal itu betapa paniknya Fatir yang sangat takut dan gugup jikalau anak panah itu berhasil mengenai kyai abdullah di dalam tempat itu.


"WHOOOOSSSHH!!!" anak panah beracun itu dengan cepat bergerak ke arah kyai abdullah yang terlihat sedang duduk berdzikir di dalam kerangkeng besi itu.


Terlihat keringat di wajah Fatir yang terkejut melihat hal itu karena dirinya tidak sempat lagi menghentikan pergerakan dari satu anak panah beracun yang lolos itu karena dirinya saat ini juga masih menghentikan ratusan anak panah yang lain yang mengarah kepada mereka juga.


Namun anehnya ternyata anak panah yang hampir mengenai tubuh kyai abdullah itu pun tiba-tiba melayang dan terhenti di samping tubuh kyai abdullah yang sedang berdzikir itu seolah-olah terhenti oleh sesuatu yang tidak terlihat.


"SRRRAAAAAKKK!!!" Anak panah itu pun tiba-tiba berbalik arah dan malah bergerak kembali menyerang pemilik dari pasukan yang melesatkan anak panah itu hingga membuat tewas satu pasukan dari sang raja penculik saat itu juga dengan bersimbah darah.

__ADS_1


Episode 106


__ADS_2