
Fatir yang menyadari bahwa si pengemis gila itu ternyata mampu mengimbangi kecepatannya itu pun merasa harus menyerangnya menggunakan rencana untuk mengalahkan si pengemis gila itu.
Kemudian Fatir pun melompat tinggi ke atas dan mencoba menyerang si pengemis gila dari atas "WUUUUSSSSHHH!!!!".
Dengan kecepatan yang sangat cepat maka serangan itu pun seperti sebuah peluru yang menghujam dari atas ke bawah.
Melihat serangan itu lagi lagi si pengemis gila hanya berpikir untuk menghindari serangan itu dan kembali melompat mundur menghindari serangan itu.
Ketika pengemis gila itu bergerak mundur untuk menghindari serangan yang di lakukan oleh Fatir saat itu tiba-tiba serangan Fatir itu ternyata berubah arah dan berhasil mengarah ke tubuh si pengemis gila yang bergerak menghindari nya.
"DUUUUUAAARRR!!!!" Suara dentuman keras yang di keluarkan oleh suara serangan yang di buat oleh Fatir itu pun membuat tempat itu menggema hingga terdengar dari kejauhan.
Dan ternyata si pengemis gila itu masih berhasil menahan serangan dari Fatir itu menggunakan kedua tangannya dan dirinya pun masih bisa berdiri menahan serangan itu.
Fatir yang telah berhasil menyerang si pengemis gila itu pun kembali bergerak mundur karena melihat bahwa si pengemis gila itu masih mampu menahan serangan nya.
Fatir pun merasa apakah si pengemis gila itu benar-benar sangat kuat sehingga serangan yang di berikannya itu benar-benar tidak membekas sedikitpun pada tubuh si pengemis gila.
Baru saja Fatir mulai memikirkan kekuatan si pengemis gila yang sangat kuat itu tiba-tiba si pengemis gila itu merasa batuk batuk.
Dan seketika itu juga tangan dari si pengemis gila itu menutup mulutnya yang tengah batuk batuk itu.
Tapi setelah si pengemis gila itu melihat telapak tangannya yang di gunakan untuk menutupi mulut nya yang terbatuk itu pun membuat dirinya terkejut karena nampak bercak darah berada di telapak tangannya.
"BOCAH KURAAAANG AJAAAAR!!!!" Ucap si pengemis gila tidak menduga Jikalau dirinya harus muntah darah akibat menahan serangan cepat dari Fatir saat itu.
Hal itu ternyata menunjukkan bahwa serangan yang di berikan Fatir terhadapnya itu telah berhasil memberikan efek luka dalam pada tubuhnya hingga membuat nya mengeluarkan darah dari mulut nya.
"AKAN KU BALAS KALAU PERBUATAN MU INI BOCAH SIALAN !!!" teriak si pengemis gila sambil mencoba bergerak melakukan serangan balasan yang begitu cepat kepada Fatir.
Si pengemis gila itu pun menggunakan telapak tangan nya untuk menyerang Fatir berteriak "RASAKAAAAN INIII!!!!" Ucap si pengemis gila "BRAAAAAAKK!!!".
__ADS_1
"SEEEEEESSSSHHHH!" Fatir pun secara cepat menangkis serangan telapak tangan dari si pengemis gila itu dengan tangan kirinya untuk melindungi dirinya dari serangan telapak tangan yang terlihat sangat berbahaya itu.
Nampak terlihat di tangan kiri Fatir itu terdapat bekas merah berbentuk telapak tangan dari si pengemis gila itu dan terlihat membuat tangan kiri Fatir itu melepuh.
Fatir pun merasakan panas di tangan kirinya yang terasa menyebar ke seluruh tubuhnya dan berkata "AARGH KENAPA INI TERASA SANGAT PANAS MENYEBAR KE SELURUH TUBUHKU!!!" Ucap Fatir meringis menahan rasa panas.
"HAHAHA, RASAKAN TELAPAK TANGAN RACUN KALAJENGKING MILIKKU!!! RACUN ITU AKAN MENYEBAR DENGAN CEPAT KE SELURUH TUBUH MU DAN AKAN MEMBUAT DETAK JANTUNG MU SEMAKIN CEPAT DAN JUGA MEMBUAT DARAHMU MENDIDIH HINGGA DALAM 1 MENIT SAJA DARAH DALAM TUBUHMU ITU AKAN KELUAR MELALUI MATA, HIDUNG, MULUT DAN TELINGA KARENA PECAHNYA PEMBULUH DARAH DALAM TUBUHMU, HAHAHA RASAKAN ITU BOCAH SIALAN!!!" Ucap si pengemis gila itu kegirangan karena melihat bahwa serangan nya telah berhasil mengenai Fatir.
"FATIR!!!" teriak ilham dan guntur terkejut mendengar penjelasan dari si pengemis gila itu dan dirinya sangat mengkhawatirkan keadaan Fatir.
"FATIR APAKAH KAU BAIK BAIK SAJA!!!" teriak guntur sambil berlari mendekati Fatir.
Belum sempat guntur melangkah tiba-tiba Fatir pun berkata "BERHENTI!!! JANGAN MENDEKAT KE SINI GUNTUR!!! AKU HARUS MENYELESAIKAN INI SENDIRI!!! PERCAYALAH PADAKU AKU BISA MENGATUR INI!!!" Ucap Fatir yang masih terlihat menahan rasa sakit racun yang menyebar di seluruh tubuhnya.
Dan kemudian dirinya pun mencoba berdiri dengan sekuat tenaganya dengan wajah yang telah memerah.
"HAHAHA, SEBENTAR LAGI KAU AKAN MENEMUI AJALMU BOCAH MATA ELANG!!! SIMPAN SAJA TENAGAMU ITU,HAHAHA" Ucap pengemis gila itu mengejek Fatir yang sudah di anggap nya telah mendekati ajalnya itu.
Saat itu juga si pengemis gila pun tertawa dan berkata "HAHAHA, RACUN ITU KINI TELAH MELAKUKAN TUGASNYA DENGAN BAIK!!!!" Ucap si pengemis gila itu dengan kegirangan melihat darah yang keluar dari hidung Fatir.
Guntur dan ilham yang melihat hal itu pun sangat terkejut dan mereka berdua tidak memperdulikan larangan Fatir sebelum nya yang melarang mereka untuk mendekati Fatir.
Di karenakan rasa khawatir yang sangat kuat itu pun mengharuskan mereka berdua segera berlari untuk melihat kondisi Fatir saat itu juga.
Namun kali ini Fatir pun mengangkat tangannya ke arah guntur dan ilham yang ingin mendekati nya dengan memberikan tanda dengan telapak tangannya untuk menghentikan pergerakan mereka ke arahnya.
Kemudian Fatir pun berkata "Percayalah padaku!!! Aku tidak akan mati hanya oleh racun seperti ini!!!" Ucap Fatir yang saat itu nampak terlihat berdarah sangat banyak dari hidung dan kedua matanya.
Fatir pun kemudian berkata ke arah si pengemis gila "Kau pikir bisa mengalahkan ku hanya dengan racun seperti ini!!!" Ucap Fatir kepada si pengemis gila sambil memberikan senyuman di bibirnya.
Si pengemis gila pun menyahut dengan berkata "Tak usah kau buang - buang lagi tenagamu itu bocah ingusan!!! Beristirahat lah dengan tenang di sana bahkan Tuhanmu pun saat ini tidak bisa menolong mu, hahaha" Ucap si pengemis gila yang telah sangat yakin untuk menunggu kematian Fatir saat ini.
__ADS_1
Fatir pun tersenyum kemudian berucap "Tiada satu makhluk pun yang hidup dan mati melainkan semuanya atas kehendak Tuhan".
"Hentikan ocehanmu!!! Mereka semua yang mendahului mu itu kini telah menunggu kedatangan mu di sana, hahaha" Sindir si pengemis gila itu sekali lagi.
Kemudian Fatir pun mengucapkan kalimat di bibirnya sambil mengangkat satu tangannya ke atas dengan jari telunjuk mengarah ke langit "Lahaula walaquwwata illabillah hil aliyyil adzim" Teriak Fatir dengan keras.
Tiba-tiba seluruh tubuh Fatir bergetar dan di saat itu pula Fatir pun berkata "Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah".
Maka di saat itu pula seluruh tubuh Fatir tiba-tiba berselimut kan cahaya kuning dan merah yang seperti menjadi satu keluar dari tubuhnya.
"SEESSSHHH!!!" Dan darah yang mengalir dari hidung dan kedua matanya Fatir saat itu pun tiba-tiba seperti menghilang tanpa bekas dari wajahnya saat itu juga.
Si pengemis gila yang melihat hal itu pun nampak terkejut dengan apa yang terjadi pada Fatir saat itu dan berkata "SIALAN!!! APA YANG TERJADI!!! HARUSNYA SAAT INI KAU SUDAH MATI OLEH RACUN KU ITU!!!" ucap si pengemis gila yang kaget melihat hal itu di hadapan nya.
"LEPASKAN IBUKU!!! ATAU KAU AKAN MATI DI TEMPAT INI!!!" ucap Fatir yang telah kembali dengan kekuatan mata elangnya.
Ternyata kekuatan penyembuhan Fatir dari mata elangnya itu saat ini telah kembali sehingga dirinya bisa menetralisir kekuatan racun yang telah menyebar di tubuhnya dengan sangat mudah sehingga kinerja dari racun itu terhenti dan lenyap dari tubuhnya.
Si pengemis gila itu pun terlihat kesal dan dirinya pun menarik ibu Fatir yang terikat dan terbaring di atas penutup peti yang di bawanya itu ke tanah hingga terjatuh.
Dan kemudian dirinya mengeluarkan kekuatan nya yang mengakibatkan sesuatu yang berada di dalam peti itu bergerak gerak dan akhirnya keluar dari dalam peti tersebut.
"BRAAAAAK!!!!" ternyata itu adalah tubuh dari si pendekar mata iblis yang sebelumnya telah di ambil oleh si pengemis gila dari guntur waktu itu.
Dan saat ini tubuh si pendekar mata iblis itu pun di gunakan oleh si pengemis gila untuk melawan Fatir saat ini dengan mengendalikan nya.
Fatir pun terkejut melihat tubuh si pendekar mata iblis ternyata ada di hadapannya.
Dan tiba-tiba terdengar suara langkah kaki pasukan berlari ke arah pertarungan mereka saat itu yang berada tidak jauh dari pintu gerbang masuk markas pasukan bambu kuning.
Yang mana akibat suara dentuman keras dari pertarungan mereka sebelum nya itu dapat terdengar oleh pasukan bambu kuning yang menyebabkan mereka kini mendatangi tempat pertarungan mereka.
__ADS_1
Episode 127