
Fatir dan guntur yang berada di dalam tempat itu pun mencium aroma darah yang sangat menyengat hingga mereka berdua menutup hidung mereka karena aroma yang terlalu menusuk hidung mereka berdua.
merasakan berdua pun juga merasakan aura negatif yang sangat kuat di tempat itu.
Perlahan-lahan mereka berdua menyusuri lorong tempat itu hingga mereka melihat sebuah ruangan penjara pertama yang di dalam nya hanya terlihat sebuah lampu penerangan dengan api kecil yang menerangi penjara itu.
Fatir pun memberanikan diri melihat ke dalam ruangan itu dan guntur pun sambil memperhatikan sekitar agar mereka berdua tidak di ketahui orang lain.
Namun betapa kagetnya Fatir ketika melihat di dalam ruangan itu ternyata terlihat ada seorang laki laki tinggi besar dengan rambut panjang yang sedang memakan sesuatu di hadapannya dengan lahap.
Ketika Fatir memperhatikan lebih detail lagi ternyata yang di makan laki laki itu adalah tubuh manusia yang di mana saat itu dirinya sedang memakan bagian jantung dari tubuh manusia yang ada di depannya itu dan terlihat darah yang berlumuran di tangan dan mulut lekaki itu.
Seketika itu juga Fatir terkejut dan menjauhkan wajahnya dari lubang yang ia lihat tersebut. Dan guntur yang melihat itu pun bingung dan bertanya tentang apa yang sebenarnya di lihat oleh Fatir.
Fatir pun menunjukkan wajah panik dan takut nya karena melihat kejadian itu.
Namun guntur terus bertanya pada Fatir tentang apa yang di lihatnya.
Kemudian Fatir pun menjelaskan pada guntur bahwa apa yang di lihatnya itu adalah sesuatu yang mengerikan dan menjijikan.
Guntur yang penasaran dengan hal itu pun mencoba melihat ke arah lubang itu.
Namun ketika guntur mendekatkan wajahnya ke arah lubang itu tiba-tiba Fatir menarik guntur dari lubang itu dan segera membawa nya menjauh dari tempat itu dan segera menjelaskan apa yang di lihatnya tadi pada guntur.
Mendengar cerita dari Fatir saat itu guntur pun terkejut dan merasakan mual di perutnya akibat mendengar cerita yang di ceritakan Fatir saat itu.
Ternyata dari dalam ruangan itu terlihat sepasang mata dengan sorot tajam yang tengah memperhatikan lubang yang sebelumnya di lihat oleh Fatir itu dan ternyata lelaki itu menyadari kehadiran mereka berdua di luar dan ia pun mengetahui kalau Fatir tadi sempat mengintip nya dari balik lubang itu.
Fatir dan guntur melanjutkan perjalanan mereka untuk mencari keberadaan Sinta di tempat itu.
__ADS_1
Namun, ternyata di ruang penjara lainnya terdengar seperti suara teriakan yang mana suara itu membuat Fatir dan guntur penasaran untuk menuju arah suara itu.
Setibanya mereka di ruangan itu pun mereka segera bersembunyi di balik sebuah lemari yang ada di tempat itu karena mereka melihat di depan ruang penjara yang menjadi asal suara teriakan itu tadi mereka melihat para pasukan dari tempat itu sedang mengerumuni salah seorang wanita yang di berteriak di dalam penjara itu.
Wanita itu mengamuk dan kemudian mereka pun memegangi wanita itu sekuat tenaga agar wanita itu tidak menyerang mereka.
Namun wanita itu terus mengamuk sejadi-jadinya hingga memukul salah seorang penjaga yang memegangi wanita itu terpukul di wajahnya hingga membuatnya terjatuh akibat pukulan wanita itu.
Pasukan itu pun marah terhadap wanita itu dan memukuli serta menendang wanita itu agar dirinya diam dan tidak mengamuk.
Namun wanita itu ternyata berteriak dan berkata "KALIAN SEMUA IBLIS!!! KALIAN SEMUA IBLIS!!! KALIAN SEMUA IBLIS!!!" teriak wanita itu yang masih mengamuk.
Akibat pukulan dan tendangan dari para pasukan itu, wanita itu pun terlihat berdarah darah di bagian bibir dan pelipis matanya dan juga terdapat memar di bagian wajahnya.
Perut wanita itu juga sempat di injak berkali kali hingga perempuan itu kesakitan sambil memegangi perutnya.
Ketika pasukan itu telah berhenti memukuli wanita seketika itu wanita itu pun tertawa sekeras-kerasnya sambil menatap mereka semua dan berkata "HAHAHAHA, SILAHKAN BUNUH AKU, AKU TIDAK TAKUT MATI, KALIAN SEMUA IBLIS YANG TELAH MENGAMBIL BANYAK NYAWA DI TEMPAT INI, BUNUH AKU SEKARANG JUGA!!!" Ucap wanita itu sambil tertawa dan berteriak pada mereka semua.
"BRAAAAAAAK" Tiba-tiba wanita itu langsung membenturkan kepalanya berkali kali ke lantai ruangan penjara itu sekeras-kerasnya hingga akhirnya kepalanya berdarah dan dia pun tergeletak di lantai ruangan penjara itu dengan bersimbah darah.
Ketika salah satu penjaga itu memeriksa keadaan wanita itu ternyata wanita itu telah tewas dan memilih untuk mengakhiri hidupnya di tempat itu dengan cara bunuh diri di bandingkan harus hidup di tempat itu menurut wanita yang mengakhiri hidupnya itu.
Fatir dan guntur yang melihat hal itu pun hanya terdiam dan nampak terkejut melihat kejadian itu.
Dan bertanya tanya sebenarnya apa yang mereka lakukan di tempat ini hingga membuat wanita itu lebih memilih mati di tempat itu daripada harus hidup di dalam penjara itu.
Pasti ada sesuatu yang tidak beres di tempat itu hingga membuat wanita itu mengambil keputusan untuk mengakhiri hidupnya seperti itu.
Fatir dan guntur terus memperhatikan orang orang itu membawa mayat wanita itu keluar dari penjara itu dan mereka pun mengikuti ke mana orang itu membawa mayat wanita itu.
__ADS_1
Dengan keadaan yang masih syok itu pun mereka berdua terus mengikuti hingga akhirnya mereka berada di tempat seperti sebuah ruangan yang mana ruangan itu terlihat sangat menyeramkan dan tiba-tiba mayat wanita itu mereka lemparkan ke dalam ruangan gelap itu begitu saja dan etelah itu mereka semua pergi dari tempat itu.
Fatir dan guntur yang melihat kejadian itu pun penasaran sebenarnya tempat apa itu.
Fatir dan guntur memberanikan diri kembali mengintip ruangan gelap yang menjadi tempat mayat wanita itu di buang.
Lagi-lagi aroma darah yang menyengat hidung pjn kembali terciun dari tempat itu.
Akhirnya mereka berdua sangat terkejut ketika melihat apa yang mereka lihat saat itu betapa mengerikan nya tempat itu karena terlihat di dalam ruangan itu terdapat banyak sekelompok orang yang berebut memakan daging mayat wanita yang di buang tadi hingga terkoyak koyak tubuh mayat wanita itu oleh sekelompok orang pemakan daging mayat itu.
Guntur yang menyaksikan hal itu tidak tahan dan akhirnya dia pun muntah di depan pintu ruangan itu.
Fatir yang melihat itu pun segera menarik guntur dan membawanya bersembunyi agar mereka berdua tidak ketahuan oleh orang-orang di tempat itu.
Terlihat ada dua orang pasukan yang melewati tempat itu dengan kembali membawa mayat lain menuju ruangan itu.
Guntur yang masih mual pun berusaha menahan rasa mualnya kembali agar persembunyian mereka tidak ketahuan.
setelah dua orang pasukan itu melemparkan mayat baru itu ke dalam ruangan itu mereka pun bersiap pergi dari tempat itu namun mereka pun terhenti ketika melihat ada muntahan di depan ruangan itu.
Fatir dan guntur yang melihat hal itu pun terdiam dan takut kalau keberadaan mereka akan ketahuan akibat muntahan guntur itu.
Tapi ternyata pasukan itu hanya berpikir kalau itu adalah muntahan sekelompok orang-orang pemakan mayat itu yang mungkin muntah hingga ke depan pintu ruangan itu pikir nya.
Dua Pasukan itu pun melanjutkan perjalanannya sambil berkata "Sebentar lagi mereka semua ini akan di gunakan oleh tuan sang raja penculik untuk memperkuat kekuasaannya" Ucap salah seorang pasukan itu pada rekannya.
"Benar sekali, sepertinya kalau mereka sudah siap di lepaskan maka kita pasti akan lebih banyak bersantai santai saja, haha" Sahut salah seorang pasukan itu kepada rekannya sambil tertawa.
"Benar sekali benar sekali, aku sudah tidak sabar menunggu waktu itu tiba" Kata salah satu pasukan itu sambil berlalu berjalan dan mereka berdua tertawa meninggalkan tempat itu.
__ADS_1
Fatir dan guntur yang mendengar hal itu hanya saling menatap dan memikirkan apa yang sebenarnya di maksud oleh kedua pasukan itu tadi.
Episode 53