Si Fatir Pendekar Mata Elang

Si Fatir Pendekar Mata Elang
Episode 29 "Mata Elang Legendaris"


__ADS_3

Mereka semua menatap Fatir yang masih di selimuti cahaya merah itu, dan juga angin pun terus berhembus kencang di sekeliling Fatir.


IBLIS ULAR PUTIH pun segera menyampaikan kepada PENDEKAR BUAYA PUTIH tentang huruf "LAM ALIF" yang ia lihat sebelumnya bercahaya pada mata Fatir dan menjelaskan kalau bocah itu adalah seorang anak terpilih yang memiliki kekuatan MATA ELANG legendaris.


Sehabis PENDEKAR BUAYA PUTIH mendengarkan apa yang di sampaikan IBLIS ULAR PUTIH itu dengan kebenaran yang ia ketahui itu, bahwa Fatir itu merupakan seorang anak dengan kemampuan MATA ELANG legendaris yang selama ini di rumorkan akan kedatangan nya.


Maka PENDEKAR BUAYA PUTIH pun tersenyum karena selama ini dia hanya bisa mendengar rumor tentang MATA ELANG legendaris itu dan tak disangka kini ia bisa bertemu dengan seorang anak yang memiliki kekuatan MATA ELANG legendaris itu di hadapannya secara langsung.


"WAAAH, AKHIRNYA AKU TIDAK PERLU SUSAH LAGI MENCARI YANG SELAMA INI KU CARI" Ucap PENDEKAR BUAYA PUTIH dengan mata berbinar - binar menatap Fatir karena mengetahui kekuatan mata elang yang di milikinya.


Kini Cahaya merah yang mengelilingi Fatir itu terus membesar hingga berubah menjadi warna merah kehitaman yang sangat pekat.


Fatir yang saat ini tengah terbakar emosinya yang bergejolak penuh amarah itu pun seperti orang yang hilang kendali atas kesadaran dirinya sendiri. Ia pun menatap mereka semua dengan tatapan tajam seperti hendak memangsa mereka satu persatu.


"SERANG DIA SEKARANG JUGA!!!" Ucap PENDEKAR BUAYA PUTIH kepada seluruh pasukannya untuk segera meringkus Fatir yang ada di hadapan mereka.


"AAAAAAAA" Teriak mereka semua pasukan bambu kuning itu sambil menyerang Fatir dan sambil melompat ke arah Fatir.


Namun ketika mereka mulai mendekati Fatir cahaya merah kehitaman yang disertai angin kencang itu pun langsung membuat mereka semua berterbangan hingga terjungkal menjauh dari Fatir.


Fatir terus berteriak seperti seseorang yang sedang kesakitan dan makin keras teriakannya maka semakin membesar pula cahaya merah kehitaman itu serta makin kencang pula angin yang mengelilingi nya.


IBLIS ULAR PUTIH pun berkata "Sepertinya keadaan ini akan berbahaya kalau aku makin lama disini" Gumam IBLIS ULAR PUTIH yang nampak sedikit ketakutan melihat kondisi fatir saat ini sambil mengingat kejadian yang terjadi di hutan saat itu.


"Apa yang sedang kau pikirkan IBLIS ULAR PUTIH" Tanya PENDEKAR BUAYA PUTIH kepada IBLIS ULAR PUTIH yang nampak terdiam.


"Ti... Ti... Tidak ada apa apa TUAN PENDEKAR BUAYA PUTIH, Aku hanya terkejut melihat nya" Tunjuk IBLIS ULAR PUTIH ke arah Fatir sambil menyembunyikan keinginannya untuk melarikan diri dari tempat itu.

__ADS_1


PENDEKAR BUAYA PUTIH pun terus memberi perintah kepada pasukan bambu kuning agar terus menyerang Fatir meskipun mereka semua sudah jatuh bangun berusaha menyerang Fatir namun tidak membuahkan hasil.


Kini pasukan bambu kuning itu pun sudah mulai ketakutan di buat oleh Fatir yang dari tadi masih tidak sadarkan dirinya karena di kendalikan oleh amarah nya sendiri.


"HEY, BERHENTILAH KAU BOCAH, KALAU TIDAK AYAHMU BENAR - BENAR AKAN KU BUNUH" Teriak PENDEKAR BUAYA PUTIH kepada FATIR sambil terus mengancam nyawa ayahnya.


Namun fatir yang sudah hilang kendali pun tidak menggubris perkataan itu dan ia terus saja menyerang para pasukan bambu kuning yang berusaha menyerang nya.


Kemudian PENDEKAR BUAYA PUTIH pun menyuruh ayah fatir berkata agar Fatir segera menghentikan perlawanannya sambil mengancam ayah fatir.


"FATIR, SADARLAH NAK, HENTIKAN PERLAWANAN MU, KENDALIKAN EMOSIMU AGAR ENGKAU TIDAK LEPAS KENDALI" Teriak Syamsuri terpaksa kepada fatir untuk menyerah karena telah di ancam nyawanya oleh PENDEKAR BUAYA PUTIH.


Seketika itu Fatir yang berada pada dimensi amarah itu pun samar samar mendengar suara ayahnya yang menyuruhnya untuk mengendalikan emosinya.


Maka hal itu pun membuat ia juga lagi lagi teringat pesan kakek amin agar selalu mengendalikan emosinya dan tidak selalu terjebak tipu daya syetan atas amarahnya yang tak terkendali terus menerus.


Ketika Fatir mencoba untuk keluar dari pintu amarahnya, ternyata ada sesosok bayangan hitam besar yang menjaga pintu amarah itu dan menghalangi Fatir untuk keluar dari pintu amarahnya itu.


"HEY, BOCAH KAU TIDAK BOLEH KELUAR DARI PINTU INI, KARENA ENGKAU MASIH MEMILIKI AMARAH DIDALAM HATIMU KARENANYA ENGKAU TIDAK PANTAS UNTUK MEMASUKI PINTU INI" Ucap sosok bayangan hitam besar kepada Fatir sambil menahannya untuk keluar melalui pintu itu.


"APA? AKU HARUS KELUAR DARI SINI JANGAN MENGHALANGI LANGKAHKU!!! " Ucap Fatir dengan Marah kepada sosok bayangan hitam besar itu.


"HAHAHA, KAU TIDAK AKAN PERNAH BISA MELEWATI PINTU INI KALAU ENGKAU MASIH MEMBAWA AMARAH ITU DIDALAM HATIMU, KARENA ITU HANYA AKAN SIA-SIA" Ucap sosok bayangan hitam besar itu sambil tertawa.


Fatir yang tidak mau mendengar omongan sosok bayangan Hitam besar itu pun berusaha menerobos penjagaan sosok itu dan memaksa masuk dari pintu itu.


Namun ternyata seketika itu juga Fatir terhempas menjauh dari pintu itu hingga terjungkal.

__ADS_1


Sosok bayangan hitam besar itu pun tertawa melihat keadaan Fatir yang terjungkal sejauh 4 meter dari pintu itu.


"APAKAH KAU SUDAH MENGERTI APA YANG KU KATAKAN BOCAH, HAHAHA" Kali ini sosok itu tertawa sejadi jadinya melihat wajah Fatir yang nampak kesakitan.


"Ternyata engkau benar, maafkan atas kesalahan ku tidak mendengar apa yang kau katakan, sekali lagi maafkan kekhilafan ku" Ucap Fatir dengan penuh rasa penyesalan.


"Tidak mengapa anak muda, justru dengan engkau meminta maaf maka amarah di hatimu pasti akan padam, dan dengan penyesalan di hatimu maka amarahmu akan menghilang seperti api yang di siram dengan air" Ucap sosok itu menasihati Fatir


Sejenak Fatir terdiam yang memusatkan konsentrasi nya agar amarah yang ada di hatinya segera memudar dan tidak terus bersarang di dalam hatinya.


Kemudian setelah ia merasa benar - benar siap untuk keluar, maka Fatir pun segera bersiap di depan pintu dimensi amarah itu untuk segera melewati nya.


Fatir pun melompat seraya berkata "BISMILLAHI ROHMANI ROHIM" kemudian setelah mendekati pintu itu ternyata dirinya berhasil masuk pintu itu dan keluar dari kuasa amarah yang mengendalikan dirinya dan sosok bayangan hitam besar penjaga pintu amarah itu pun akhirnya lenyap.


Seketika itu Fatir yang sedari tadi tubuhnya tidak terkendali kini dirinya pun perlahan mulai sadarkan dirinya, sehingga angin kencang di sekitarnya pun nampak perlahan lahan menghilang dan cahaya merah kehitaman itu pun kini perlahan menghilang dari tubuhnya.


Fatir pun seketika itu lemas dan tak sadarkan diri di lantai, kemudian pasukan bambu kuning pun perlahan mendekati nya dan memeriksa keadaan Fatir kemudian memberi tahu kepada PENDEKAR BUAYA PUTIH bahwa Fatir telah tidak sadarkan dirinya.


"SEGERA TANGKAP DIA, SELAGI DIA MASIH TIDAK SADARKAN DIRI" Teriak PENDEKAR BUAYA PUTIH kepada semua pasukan bambu kuning yang berada di dekat Fatir agar segera menangkap nya.


Mereka semua pun segera bergegas meringkus Fatir yang sedang tidak sadarkan diri itu dan segera membawanya kehadapan PENDEKAR BUAYA PUTIH.


Guntur yang telah terkena racun itu pun berusaha melarikan dirinya sekuat tenaga agar tidak tertangkap oleh pasukan bambu kuning yang berjaga dibawah.


Dirinya pun terus menghindari mereka semua yang mencoba menghentikan nya dari proses pelariannya itu, bahkan ia pun menggunakan jarum kilat sakti nya untuk membuat mereka semua agar berhenti mengejarnya.


sehingga ia pun berhasil melarikan diri dan menghilang jauh kedalam hutan di telan kegelapan malam dengan kondisi cuaca yang hujan deras pada malam itu.

__ADS_1


Episode 29


__ADS_2