
Kakek pun sekuat tenaga membawa Fatir yang belum sadarkan diri melarikan diri dari bahaya yang terjadi tadi.
Meskipun bahu kakek terasa sangat sakit akibat anak panah yang menusuk di bahunya. Kakek amin yang wajahnya nampak pucat terus membawa Fatir menjauh dari tempat kejadian yang terjadi tadi.
Ternyata kakek telah berada di pintu gerbang pondok pesantren al amin dan memanggil manggil penjaga yang berjaga di pondok pesantren al amin saat itu.
Setelah pintu gerbang pondok pesantren Al Amin terbuka ternyata guntur lah yang saat itu bertugas menjaga pintu gerbang dan ia pun terkejut dikarenakan ternyata kakek amin yang berada dihadapannya itu langsung ambruk karena lemas di tanah sambil menggendong Fatir yang masih pingsan.
Guntur pun segera memanggil santri yang lain dan meminta bantuan untuk segera membawa kakek amin dan Fatir ke dalam pondok untuk diselamatkan.
Kakek amin pun kini telah beristirahat dan panah ditubuhnya pun telah di lepaskan, dan ternyata panah itu adalah panah beracun yang membuat kakek amin terkulai lemas didepan pintu gerbang tadi. Namun masalah racun itu sudah dapat diatasi oleh santri pondok al amin yang memang menguasai pengobatan dan racun itu telah di netralisir dari tubuh kakek amin yang hanya perlu beristirahat untuk memulihkan kondisi nya.
Fatir pun sudah kembali siuman dari pingsannya setelah dirawat oleh guntur. Dan ia pun berkata "Kakek, apa yang terjadi? Sekarang kita berada dimana kek?" Ucap Fatir dengan lirih,
"Tenanglah Fatir, ini aku guntur yang sedang merawatmu, tadi kamu kesini dalam keadaan pingsan dibawa oleh kakek amin, kini kakek amin sudah dalam keadaan sadar dan hanya perlu istirahat untuk pemulihan" Ucap guntur kepada Fatir.
Fatir pun memaksa badannya untuk duduk dan ingin menemui kakek amin, guntur yang mencoba menahan Fatir pun untuk beranjak dari tempat istirahat nya tidak bisa menahan Fatir yang bersikeras untuk menemui kakek amin.
Maka guntur pun berusaha memapah Fatir dan membawa Fatir menemui kakek amin yang sedang istirahat.
"Kek, apa kakek baik baik saja? " Ucap Fatir yang masih agak pusing yang baru memasuki kamar tempat kakek beristirahat
__ADS_1
"Fatir, kamu sudah sadar dari pingsannya, bagaimana keadaanmu sekarang? " Ucap kakek mengkhawatirkan
"Aku sekarang sudah lumayan sehat kek" Ucap Fatir sambil memegangi kepalanya yang masih agak sedikit pusing dan masih dibantu guntur untuk duduk mendekati kakek amin.
"Sebenarnya apa yang terjadi kek kenapa aku tidak ingat dengan apa yang terjadi tadi, aku hanya ingat setelah melihat ayahku yang di ikat oleh jaka temannya saja kek setelahnya aku tidak ingat sama sekali kek" Ucap Fatir sambil mencoba mengingat ingat kejadian itu.
"Fatir, kejadian tadi terjadi sangat berbahaya sekali, engkau tadi telah membangkitkan mata elang mu yang di luar kendali karena amarahmu yang mengendalikan nya hingga engkau tadi membunuh 4 org pasukan bambu kuning dan 10 kuda tunggangan mereka tadi meledak akibat sinar merah dari mata elang yang kau keluarkan dari kendali amarahmu itu Fatir" Ucap kakek menjelaskan
"Astagfirullahal adzim, apa aku membunuh? Apa yang telah ku lakukan kek," Ucap Fatir tertunduk kaget
"Bukan kesalahanmu Fatir, engkau melakukan hal itu dalam keadaan tidak sadar, maka jangan pernah menyalahkan dirimu atas kejadian yang tidak disengaja itu, kini engkau harus belajar mengendalikan amarahmu ketika engkau marah agar hal itu tidak terjadi lagi padamu dan jangan biarkan amarahmu kembali menguasai kekuatan mata elang mu karena bisa mengakibatkan bahaya yang luar biasa disekitar mu bahkan orang yang kau cintai sekalipun Fatir " Ucap kakek terus menjelaskan dan menasihati Fatir agar dirinya tidak mudah dikuasai amarahnya lagi
"Baik kek aku akan terus mengingat pesan kakek, " Ucap fatir kepada kakek dengan tertunduk.
"Maaf Fatir sepertinya kita belum bisa menyelamatkan ayahmu dan sepertinya ayahmu kembali di tangkap oleh mereka lagi yang di akibatkan pengkhianatan temannya jaka dan pasti akan di bawa ke tempat mereka menawan ayahmu kembali lagi fatir, kita akan segera menyelamatkan ayahmu setelah kakek pulih dari keadaan ini Fatir, kita harus benar benar merencanakan dengan matang untuk menyelamatkan ayahmu kembali" ucap kakek dengan sorot mata serius menatap Fatir.
Fatir hanya tertunduk sambil berpikir dan mengangguk pelan setelah mendengar apa yang kakek amin sampaikan.
"Guntur, nanti malam di tengah malam akan ada penyerangan ke pondok pesantren al amin ini yang dilakukan oleh pasukan bambu kuning yaitu mereka merencanakan untuk membakar pondok pesantren ini, untuk itu kakek menyampaikan ini padamu agar engkau bersama Fatir untuk mencegah kejadian itu terjadi nanti malam, kakek sudah sangat percaya kalau kekuatan bela dirimu sudah sangat cukup di ajarkan di pondok ini untuk menumpas kejahatan yang ada, dan ingatlah jangan bilang rencana ini kepada kyai karena hal itu akan menganggu pikiran kyai nantinya, kakek takut kalau kyai jatuh sakit lagi mendengarnya karena beliau mengalami lemah jantung, untuk itu berjanjilah merahasiakan hal ini dan cegahlah bersama Fatir penyerangan nanti malam." Ucap kakek amin menatap guntur kemudian ia memejamkan matanya karena sudah lelah.
"Guntur mari kita bersama sama menghentikan penyerangan pasukan bambu kuning nanti malam" Ucap fatir dengan penuh keyakinan kepada guntur
__ADS_1
"Bukan kah engkau masih belum pulih fatir, apakah engkau masih bisa bertarung nanti malam" Ucap guntur kepada fatir bertanya.
"Tenanglah guntur aku hanya perlu melatih diriku sebentar untuk memulihkan tenagaku, karena saat ini aku memiliki mata elang maka tenagaku sangat mudah untuk kembali pulih karena keistimewaan mata elang ini" Ucap fatir meyakinkan guntur
"Baiklah kalau begitu fatir, silahkan engkau melatih dirimu untuk memulihkan tenagamu untuk persiapan nanti malam Fatir, dan selamat beristirahat kek" Ucap guntur sambil berdiri dan berjalan meninggalkan mereka berdua dengan membawa nampan tempat obat obatan yang telah digunakan untuk mengobati kakek.
Kemudian fatir pun samar samar pandangannya berubah menjadi kabur dan ia pun masuk ke dalam dimensi lain yang bertemu dengan elang sang malaikat dalam wujud manusia kembali.
Elang sang malaikat itu kemudian berkata "Fatir, kemarilah" Ucap elang sang malaikat kepada Fatir sambil menyurungkan tangannya.
Fatir pun mendekat kepada elang malaikat dan kemudian elang sang malaikat pun menempelkan telapak tangannya ke mata kanan fatir dan sekejap saja situasi yang Fatir lihat berubah ubah seperti perputaran waktu yang cukup cepat hingga ia melihat banyak hal hal yang belum pernah ia lihat sebelumnya saat itu.
Setelah itu fatir pun juga diperlihatkan jurus jurus bela diri legendaris dari mata elangnya, bahkan di dalam penglihatan nya itu ia melihat dirinya sendiri sedang bertarung bersama elang sang malaikat dengan jurus jurus legendaris itu seperti latihan yang begitu berat.
Sekujur tubuh fatir saat ini gemetar dan darahnya pun terasa mendidih hingga keringat mengucur dengan deras dari tubuhnya.
Fatir pun kemudian berlutut karena terlalu lemas menahan badannya, elang sang malaikat itu pun berkata "Kini engkau telah menguasai jurus jurus bela diri legendaris mata elang itu dan engkau harus menggunakan nya untuk menyelamatkan orang-orang yang tidak berdaya oleh kejahatan" Tatap elang sang malaikat kepada Fatir yang tertunduk lemas.
Belum sempat Fatir menjawabnya kemudian dirinya telah kembali dari dimensi lain dan kini berada dikamar kakek amin lagi.
Ia pun merasakan badannya menjadi lebih bugar dan lebih kuat dari sebelumnya dan otot - ototnya pun kini menjadi lebih besar dari sebelumnya, genggamannya pun terasa lebih lebar ia rasakan.
__ADS_1
Kakek amin pun masih terpejam beristirahat dan tidak menyadari apa yang terjadi pada fatir saat itu.
episode 22