Si Fatir Pendekar Mata Elang

Si Fatir Pendekar Mata Elang
Episode 32 "Tidak ada pilihan"


__ADS_3

Kini suasana di pondok pesantren al amin di sibukkan dengan berbagai hal yang dilakukan para santri dan ketika memasuki waktu sepertiga malam mereka semua saat ini sedang melakukan aktivitas ibadah untuk menghidupkan waktu istimewa itu.


"Allahu Akbar" Terdengar suara takbir dari santri yang sedang melakukan ibadah sholat malam yang dikerjakan secara berjamaah.


Ada yang mengerjakan qiyamul lail atau sholat malam, ada pula yang berdzikir, dan ada juga yang membaca alquran serta ada pula yang membaca amalan rutin di setiap malam yang tentunya di lakukan untuk menghidupkan waktu waktu yang sangat istimewa itu.


karena tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan untuk menghidupkan diwaktu sepertiga malam itu karena saat itu adalah waktu di mana doa doa sangat di permudah untuk di kabulkan Tuhan atau disebut waktu mustajab untuk berdoa.


Terlihat kyai abdullah juga memimpin mereka melakukan sholat malam bersama saat itu dan terlihat kekhusyukan para santri menjalankan ibadah pada malam itu.


Kemudian terdengar suara seseorang yang mengucapkan salam dengan sangat keras seperti orang yang sedang panik


"ASSALAMU'ALAIKUM ASSALAMU'ALAIKUM ASSALAMU'ALAIKUM" Teriak suara itu terdengar tidak asing itu dari luar pintu gerbang pondok pesantren al amin.


Kemudian salah seorang santri yang berjaga saat itu pun membukakan pintu gerbang pondok pesantren untuk melihat siapa yang berada dibalik pintu gerbang yang mengucapkan salam dengan nada panik tersebut.


"TREEEEEEET" Suara pintu gerbang dibuka oleh santri yang saat itu mendapatkan jadwal bertugas menjaga pintu gerbang pondok pesantren al amin pada malam itu.

__ADS_1


Ketika pintu gerbang itu dibuka maka terlihatlah seseorang yang sedang menggendong seorang anak yang terlihat sangat pucat wajahnya dan tubuhnya pun tidak bergerak sama sekali. Orang itu ternyata adalah kakek amin yang sudah berusaha secepat mungkin untuk membawa guntur ke pondok pesantren al amin agar menyelamatkan nyawanya yang saat ini sedang berada di ambang kematian.


"MASYA ALLAH, KAKEK AMIN APA YANG TERJADI INI, KENAPA GUNTUR SEPERTI INI?" Ucap santri yang berjaga itu karena terkejut melihat keadaan guntur yang di gendong kakek amin.


"SEGERA PANGGILKAN PETUGAS MEDIS AGAR SEGERA MENANGANI GUNTUR" Ucap kakek amin meminta tolong kepada santri yang berjaga agar segera meminta pertolongan kepada tim medis dari pondok pesantren al amin.


Seketika itu pun santri yang berjaga itu segera berlari ke ruangan tempat tim medis pondok pesantren al amin untuk memanggil para petugas medis di pondok pesantren al amin itu untuk membawa guntur agar segera di tangani.


Kakek amin saat itu yang terlihat basah kuyup di karenakan hujan deras yang membasahi tubuhnya di hutan itu tidak lagi sepertinya sudah memperdulikan keadaan dirinya sendiri saat itu, karena dirinya hanya berpikir bagaimana cucunya yaitu guntur saat itu agar bisa selamat dari racun yang telah menyebar di tubuhnya.


Bahkan kakek amin pun tidak sadar sama sekali ternyata kakinya sudah di penuhi darah akibat terkena duri dari tanaman berduri di hutan yang menusuk dan menggores di kakinya saat ia bergegas membawa guntur ke pondok pesantren al amin.


"Baik Terima kasih kyai abdullah atas nasihatnya, semoga Allah memberikan pada hati ini kekuatan untuk menerima tiap tiap yang Tuhan berikan, dan semoga guntur Tuhan berikan kesembuhan atasnya" Ucap kakek amin sambil melirik kepada kyai abdullah dengan mata berkaca kaca.


"Alhamdulillah jika hatimu telah Allah beri kelapangan atas masalah ini, teruslah berdoa dan di iringi dengan sholawat kepada Rasulullah dan kita tunggu hasilnya semoga Allah masih memberikan yang terbaik untuk guntur saat ini, dan kau juga harus memperhatikan kondisi mu, lihatlah kakimu dipenuhi luka seperti itu, obati lah juga kaki mu yang terluka itu dan jangan pernah berbuat dzolim dengan tubuhmu sendiri karena tubuh ini adalah titipan dari Tuhan jadi harus dijaga dengan sebaik baiknya pula titipan itu" Ucap kyai abdullah tersenyum kepada kakek amin sambil mendoakan kesembuhan guntur.


"Amiiin, Baik kyai setelah ini akan saya obati luka luka di kaki ini" Ucap kakek amin tertunduk dan sambil memandangi kakinya yang di penuhi luka oleh tanaman berduri di hutan.

__ADS_1


Kemudian terdengar langkah kaki keluar dari ruangan yang merawat guntur dan mendekati kepada kakek amin seraya berkata "kek, keadaan guntur saat ini sangat kritis, jarum yang kakek gunakan untuk menahan penyebaran racun di tubuhnya ternyata tidak mampu menahan lebih lama agar racun itu tidak menyebar."


"Kini racun itu terus menyebar hingga hampir ke seluruh tubuhnya, dan saat ini kami tidak memiliki penawar racun jenis ini karena ini racun jenis langka yang kami juga baru mengetahui nya saat ini, ini seperti nya racun yang menggunakan tekhnik tenaga dalam agar tingkatan racun ini makin kuat ketika seseorang telah terkena racun ini" Ucap tim medis pondok pesantren al amin itu kepada kakek amin menjelaskan keadaan guntur saat ini yang sedang berada dalam kondisi kritis nya.


"Masya Allah, lantas apa yang bisa ku bantu untuk menolong cucu ku saat ini" Ucap kakek amin yang memperlihatkan wajah cemasnya dan berharap bisa membantu untuk kesembuhan cucunya.


"Ada satu hal yang bisa kita lakukan yaitu mengambil racun utama dari tempat racun itu berasal agar racun ini bisa di netralisir dengan metode racun melawan racun" Ucap tim medis itu yang kini memberikan harapan untuk kesembuhan dari guntur kepada kakek amin yang menanyakan apa bisa dia perbuat untuk membantu kesembuhan cucunya.


Kakek amin yang telah mengetahui maksud tim medis itu pun mengerti kalau satu satunya penawar racun dari jurus terlarang itu memang hanya bisa di dapatkan dari IBLIS ULAR PUTIH sebagai tempat racun itu berasal.


Seperti dirinya dahulu di sembuhkan juga menggunakan racun dari IBLIS ULAR PUTIH untuk menetralisir racunnya ketika terkena racun yang sama seperti guntur saat ini.


"Baiklah aku akan mencoba mencarinya" Ucap kakek amin dengan wajah di penuhi semangat untuk segera menemukan yang di inginkan oleh tim medis pondok pesantren al amin itu.


Yang mana sudah bisa di pastikan bahwa kakek amin pasti akan menemui IBLIS ULAR PUTIH itu untuk meminta penawarnya demi menyelamatkan guntur cucunya dari keadaannya saat ini.


"Namun, yang harus kakek amin ketahui adalah waktu kita tidaklah banyak kita hanya mempunyai waktu kurang dari 5 jam karena kami masih bisa menahan sebentar penyebaran racun itu dengan menekan titik - titik vital pada tubuhnya sebelum guntur benar - benar tidak bisa bertahan lagi dari penyebaran racun ini di tubuhnya kek" Ucap tim medis pondok pesantren al amin itu mengingatkan kondisi guntur yang tidak bisa bertahan lebih lama lagi dari racun yang ada di tubuhnya.

__ADS_1


Episode 32


__ADS_2