
Lintang telah sampai di depan pintu ruangan kerja miliknya lalu tangannya Lintang langsung membuka pintu ruangan kerja miliknya setelah pintu terbuka Lintang langsung menyelonong masuk ke dalam ruangannya tak lupa dirinya menutup pintu dan Lintang langsung melangkah menuju ke meja kerjanya
"Sebaiknya gue batalkan meeting hari ini soalnya gue sedang pengen bertemu sama Bagas lebih baik gue telpon sekertaris gue supaya merubah jadwal meeting buat client yang di jadwalkan hari ini kira kira Bagas lagi ngapain sekarang" kata Lintang sambil mempercepat langkah kakinya ke meja kerjanya
Setelah mengendarai mobilnya selama tiga puluh menit Gemilang sampai di perusahaan miliknya membuat dengan gesit Gemilang memarkirkan mobilnya di tempat biasa setelah itu Gemilang menginjak rem di kakinya lalu Gemilang membuka sabuk pinggang maksudnya sabuk pengaman yang menempel di tubuhnya setelah itu Gemilang membuka pintu mobilnya dan keluar dari mobilnya lalu Gemilang menutup pintu mobilnya dan mulai melangkahkan kakinya menuju ke ruang kerjanya
"Lintang mengakui aku sebagai papanya kirain Lintang ngga bakalan bilang kalau dirinya akan di lamar oleh Bagas dan orang tua Bagas tapi ternyata Lintang memberitahu aku tapi aku beruntung tadi sudah di beri tahu sebelumnya oleh istri aku kalau belum aku jamin aku bakal kaget dan pingsan di atas tempat tidur biarin aku di tuduh tidur kenyataannya aku nyaman dan jadi ngantuk kalau di atas tempat tidur" batin Gemilang sambil melangkahkan kakinya menuju ke ruangan kerja miliknya di tengah jalan banyak karyawan yang tersenyum ramah ke arah Gemilang bahkan ada yang dengan sopan menyapanya namun Gemilang hanya membalas dengan senyuman ramah karena otaknya sedang sibuk berpikir
Farel sampai di perusahaan miliknya lalu Farel menuju ke tempat parkir yang biasa untuk menampung mobilnya setelah sampai Farel langsung menginjak rem di kakinya setelah mobil berhenti Farel membuka pintu mobilnya setelah itu Farel turun dari mobilnya bukan turun dari kelapa tak lupa Farel menutup pintu mobilnya lalu Farel melangkahkan kakinya menuju ke ruangan kerja miliknya
"Lintang adalah calon menantu idaman aku soalnya menurut aku dia wanita yang sempurna pokoknya aku jamin anak aku Bagas bakalan beruntung bisa menikah dengan Lintang wanita yang paling sempurna di dunia ini dan aku jamin pasti Lintang bahagia bisa menikah dengan anak aku" kata Farel sambil melangkah ke ruangan kerja miliknya
Cahaya berjalan ke arah ruang makan dengan langkah sedang setelah berkelana selama beberapa menit Cahaya sampai di ruang makan lalu tangan Cahaya mengambil sapu setelah itu Cahaya mulai menyapu seluruh isi ruang makan dengan telaten ruang makan menjadi kinclong dan bersih setelah di sapu oleh Cahaya bahkan semut yang akan hinggap tidak mampu karena saking kinclongnya setelah semua ruang makan selesai di sapu oleh Cahaya tanpa di komando Cahaya meletakkan sapu yang ada di tangan ke tempat semula setelah meletakkan sapu Cahaya melangkah menghampiri ke ruang kamar mandi untuk mengambil ember dan pel lantai soalnya Cahaya berniat mengepel lantai ruang makan
"Aku sudah selesai menyapu di ruang makan dan aku jamin berkat tangan aku semut dan tikus ngga akan mau hinggap saking kinclongnya dan bersihnya lantai ruang makan lebih baik aku mengambil ember dan pel lantai supaya lantai ruang makan maki bersih dan kinclong sehingga bisa buat bercermin di lantai ruang makan" gumam Cahaya sambil tetap melanjutkan misinya ke kamar mandi untuk mengambil ember dan pel lantai yang akan di gunakan untuk mengepel ruang makan
Setelah kepergian sang suami dan anaknya membuat Rachel bisa bernafas dengan lega dan sekarang dirinya langsung memulai kegiatannya yaitu melanjutkan menyantap makanan miliknya dengan lahapnya bahkan setelah makanan yang ada di piring Rachel habis dengan senang hati Rachel menambahkan lauk pauk ke piring tersebut setelah menambahkan lauk pauk Rachel langsung memakan makanan miliknya lagi dengan lahapnya
__ADS_1
"Koq aku jadi nambah porsi makan aku ini karena rasa makanan aku yang enak atau aku yang agak kecapekan gara gara marah marah tadi tapi aku yakin suami aku ngga bakalan punya wanita simpanan pasti itu Farel yang ngerjain supaya suami aku di omelin Sam aku tapi ada gunanya Farel mengerjai kayak gitu sehingga aku bisa mengancam suami aku lebih baik aku lanjutkan makan lagi saja biar ngga mubazir apa perlu semua makanan yang tertata di meja aku makan semua kalau di beri ke semut dan ke tikus di jamin pasti makanannya pasti habis tapi lebih baik aku di santap oleh aku saja semut dan tikus ngga boleh memakan makanan miliknya aku soalnya semutnya dan tikusnya selalu rebutan makanan ngga bisa anteng" monolog Rachel sambil masih sibuk dan asyik menyantap makanan miliknya
Lintang telah sampai di samping kursi kerja miliknya tanpa ragu Lintang langsung menjatuhkan bokongnya di kursi kebesaran miliknya lalu Lintang melepaskan tas yang ada di tangannya ke meja kerjanya setelah itu Lintang mengambil ponselnya yang tersimpan rapi di saku roknya setelah Lintang mendapatkan ponsel yang dia cari tanpa basa basi Lintang mencari kontak seseorang yang menjadi sekertarisnya
"Lebih baik gue nelpon ke Jelek sekertarisnya gue soalnya keputusan gue sudah bulat yaitu membatalkan meeting hari ini supaya gue bisa bebas di perusahaan miliknya Bagas terserah Jelek mau mengatur jadwal meeting kapan gue cuma terima beres doang" batin Lintang sambil mulai menelpon sang sekertaris setelah beberapa detik sambungan telpon langsung di angkat oleh Jelek
Lintang
"Jelek gue mau batalkan meeting gue hari ini" ucap Lintang mengawali pembicaraan dengan sang sekertaris sementara Jelek mengerutkan keningnya heran apakah Lintang habis menginjak semut sehingga mau meeting hari ini di batalkan, atau Lintang habis berlari lari balapan sama tikus menyebabkan Lintang kecapekan dan membatalkan meeting hari ini
Jelek
Lintang
"Gue mau ketemu sama pacar gue yang sebentar lagi jadi tunangannya gue kalau gue cuma menginjak semut doang gue bakalan tetap meeting dan gue juga ngga pernah kejar kejaran sama tikus soalnya lebih baik gue mengejar supaya punya banyak uang di banding mengejar tikus gue tahu meeting hari ini penting makanya gue mau lo rubah meeting hari ini" tegas Lintang dengan nada mulai ketus sementara Jelek tersenyum masam mendengar ocehan Lintang
Jelek
__ADS_1
"Tapi lebih baik bos meeting saja hari ini kalau bos mau ketemu pacarnya bos bisa di hari lain soalnya" lagi dan lagi perkataan Jelek belum selesai namun sudah di potong lagi oleh Lintang
Lintang
"Pokoknya gue hari ini mau ketemu sama pacar gue jadi lo ngga usah protes karena lo kerja sama gue dan gue yang gaji lo kalau lo ngga mau membatalkan meeting hari ini gue bakalan pecat lo dan gue bakalan mencari sekertaris yang lebih pintar dari lo walaupun wajah ngga ada yang menandingi kecantikan gue termasuk lo" ancam Lintang sambil menaikkan suaranya beratus ratus oktaf membuat Jelek menjauhkan ponselnya dari telinganya bukan karena kaget tapi teriakan Lintang bikin sakit kepala Jelek ingin sekali Jelek menyumpal mulutnya Lintang dengan kue tapi takutnya malah Lintang keenakan memakan kue itu, ingin sekali rasanya Jelek menyumpal mulutnya Lintang dengan cabai tapi takutnya bukannya diam malah Lintang makin teriak sangat keras ingin sekali Jelek menyumpal mulutnya Lintang dengan sepatu namun takutnya malah sepatunya ngga di kembalikan oleh Lintang dan yang lebih parahnya lagi Jelek di pecat oleh Lintang tanpa di beri uang pesangon sehingga Jelek hanya diam sambil tersenyum masam
Jelek
"Iya bos nanti saya atur jadwal meeting lagi supaya bos bisa ketemu sama pacarnya bos jangan pecat saya bos soalnya saya sudah nyaman kerja di perusahaan miliknya bos gajinya gede banget melebihi gedenya kereta api cuma saya orang terpintar di dunia ini yang menjadi sekertaris bos jadi saya jamin walaupun bos mutar muter mencari ngga bakalan dapat sekertaris baru saya sebenarnya juga cantik bos tapi" lagi dan lagi perkataan Jelek belum selesai sudah di potong oleh Lintang
Lintang
"Gue mau ketemu sama pacar gue sekarang gue telpon lo buat membatalkan janji meeting hari ini bukan buat mengobrol sama lo perusahaan gue memang gajinya gede supaya karyawan puas dan selalu memberikan yang terbaik buat perusahaan miliknya gue" sahut Lintang sambil mengeluarkan senyuman liciknya lalu Lintang memutuskan sambungan telepon sepihak membuat Jelek ingin sekali melemparkan Lintang ke genteng tapi jelek ngga akan bisa mengangkat tubuhnya Lintang yang besar
Gemilang sampai di depan pintu ruangan kerja miliknya lalu tanpa ragu Gemilang membuka pintu ruangan kerja miliknya setelah itu Gemilang langsung nyelonong masuk ke ruangan kerja miliknya lalu tak lupa Gemilang menutup pintu ruangan kerja miliknya setelah itu Gemilang tanpa komando menuntun langkah kakinya menuju ke kursi kebesaran miliknya
"Aku ngga nyangka perasaan baru kemarin aku membesarkan Lintang dan melihat Lintang masih kecil tapi sekarang Lintang sudah dewasa dan sebentar lagi akan bertunangan sama Bagas semoga kamu bahagia Lintang karena papa tahu kamu sangat mencintai Bagas" batin Gemilang sambil menerbitkan senyuman lebar di wajahnya
__ADS_1
Cahaya sampai di depan pintu kamar mandi membuat tangan Cahaya langsung membuka pintu kamar mandi lalu Cahaya melangkah masuk ke dalam kamar mandi dan Cahaya langsung mengambil ember yang kosong setelah itu Cahaya mengisi ember kosong itu dengan air yang ada di bak kamar mandi setelah itu Cahaya mengambil soklin lantai lalu Cahaya menaburkan di ember yang berisi air setelah itu Cahaya melangkah untuk mengambil pel lantai setelah mendapatkan pel lantai Cahaya langsung melangkah menuju ke ember yang berisi air setelah sampai pel di tangan Cahaya di lemparkan ke ember itu lalu dengan gerakan cepat tangannya Cahaya langsung mengangkat ember yang berisi pel dan air lalu membawa ke ruang makan
"Aku harus mengepel lantai di ruang makan mumpung masih pagi soalnya biar lantainya bersih setelah selesai mengepel lantai aku mau siap siap ke supermarket buat memberi keperluan pertunangan anak aku sama Bagas sekalian beli camilan buat ngemil aku kalau sedang sendirian di rumah di tinggal oleh suami aku untuk bekerja dan kedua anak aku juga berkerja" batin Cahaya dengan langkah hati hati membawa ember yang berisi pel dan ember ke ruang makan