
Lintang yang telah melajukan kedua matanya maksudnya melajukan kedua kakinya untuk berjalan ke arah rak piring kini tanpa sadar sudah berada di depan rak piring setelah dirinya berjalan selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Lintang berjalan selama beberapa puluh menit kini Lintang sudah ada di depan rak piring
Lintang menerbitkan senyuman lebar di wajah cantiknya setelah berada di tempat yang di inginkan lalu Lintang menatap ke arah rak piring sekilas lalu tanpa ragu mengambil gelas yang tadi menjadi tujuan utama dari tunangan Bagas
Setelah Lintang mengambil gelas yang di inginkan kini Lintang melangkah menuju ke meja dapur namun di tengah kakinya melangkah dirinya baru teringat kalau Lintang harus mengambil sirup dan es yang di butuhkan guna membuat es sirup
"Gue ingat tujuan gue itu bukan cuma mengambil gelas doang tapi mengambil sirup dan es guna membuat es sirup beruntung gue belum sampai meja dapur masih setengah perjalanan menuju meja dapur sehingga gue masih bisa ke kulkas buat mengambil barang barang yang di butuhkan oleh gue seperti es dan sirup gue jadi ngga tahan pengin cepat minum minuman dingin soalnya cuaca panas gini enaknya minum yang segar segar yang ada manis manisnya gitu" batin Lintang sambil melangkah kakinya menuju ke kulkas tempat menyimpan semut maksudnya menyimpan kecoa lebih tepatnya Lintang ke kulkas ke tempat menyimpan makanan dan minuman segar bahkan tempat membuat es batu juga
Setelah Lintang mengikuti jejak kakinya sendiri kini Lintang telah sampai di depan kulkas membuat Lintang mengumbar senyum lebar di wajahnya lalu Lintang membuka pintu kulkas membuat kulkas terbuka oleh ulah tangannya Lintang
__ADS_1
Setelah pintu kulkas terbuka Lintang kedua matanya Lintang langsung menatap ke arah es batu lalu mengambil es batu tersebut dengan tangannya setelah es batu ada di tangannya Lintang masih mengamati isi kulkas apakah sedang menyaksikan semut yang berjalan atau kecoa yang terbang hanya Lintang yang tahu jawabannya
Sebenarnya tujuan Lintang menatap ke arah kulkas itu bukan untuk melihat semut yang berjalan atau kecoa yang terbang namun Lintang mengamati berbagai rasa sirup yang ada di kulkas
Kini tangannya Lintang terulur untuk mengambil sirup yang tadi menjadi pilihan hatinya dan incaran kedua matanya setelah sirup di dapatkan dan sudah ada di tangannya Lintang kini Lintang tanpa ragu menutup pintu kulkas setelah kulkas tertutup rapat kini Lintang berjalan ke arah meja dapur
Lintang berjalan ke arah meja dapur sambil tak henti hentinya mengeluarkan senyuman lebar di wajah cantiknya dengan kedua tangannya yang berisi barang yang di ambil seperti es batu, sirup, dan juga satu gelas
"Kini waktunya gue bikin sirup buat gue, mama gue, dan Bagas di jamin rasa sirupnya bikin ketagihan karena rasanya enak dan segar kayak habis melihat aku segar pokoknya aku harus cepat cepat buat minum soalnya kasihan Bagas takut kehausan soalnya lama di butik buat memilih jas pengantin dan gaun pengantin buat gue sama Bagas terus Bagas juga habis menyetir mobil pasti haus pakai banget" batin Lintang sambil berjalan ke arah meja yang terletak di dapur
__ADS_1
Setelah Cahaya berjalan selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Cahaya berjalan selama beberapa puluh menit kini Cahaya telah sampai di depan pintu ruangan kerja Gemilang dengan pintu tertutup rapat
Cahaya langsung membuka pintu ruangan kerja milik Gemilang sang suami begitu pintu terbuka kedua matanya Cahaya terbelalak lebar dengan mulut menganga melihat peristiwa yang ada di depan mata kepalanya sendiri yaitu sang suami sedang enak enakan tidur di sofa ruang kerja milik sang suami
"Aku kira suami aku sedang sibuk mengerjakan banyak pekerjaan di ruang kerjanya malah enak enakan tidur di sini pamitnya ke aku mau mengerjakan pekerjaan dan mengecek berkas berkas yang mau di tanda tangani malah suami aku sibuk tidur dan asyik menyelami dunia mimpi harus aku bangunkan suami aku supaya dia tahu kalau dia habis tidur sebenarnya suami aku memang sengaja tidur atau karena ketiduran" batin Cahaya sambil menutup pintu ruang kerja Gemilang lalu dirinya melangkah menuju ke Gemilang yang sedang tidur di sofa empuk ruang kerja miliknya Gemilang
Cahaya berjalan dengan cepat seakan dirinya sedang lomba makan kerupuk memangnya lomba makan kerupuk pakai berjalan ? kayaknya lomba makan kerupuk cukup diam di tempat maksudnya Cahaya berjalan cepat seperti mengikuti lomba balap karung memangnya lomba balap karung pakai berjalan ? perasaan lomba balap karung itu pakai loncat meloncat seperti katak kalau lomba balap karung pakai berjalan ngga bisa membayangkan soalnya tuh kaki bakalan kesandung sama karungnya lebih tepatnya Cahaya berjalan dengan cepat seperti lomba maraton atau lomba jalan sehat entah Cahaya juga belum tahu Cahaya seperti apa
"Suami aku tidur apa semua pekerjaannya sudah beres sehingga suami aku tidur atau suami aku ketiduran karena pusing memikirkan pekerjaan yang menumpuk seperti bata tapi biasanya suami aku kalau pusing karena memikirkan banyak pekerjaan pasti suami aku cuma minum kopi atau minum minuman yang manis bakalan ngga pusing lagi suami aku pokoknya obatnya pusing buat suami aku itu gampang banget cuma minum minuman manis atau cuma di temani oleh aku pasti suami aku di jamin ngga bakalan pusing lagi tapi kenapa suami aku tidur saat ini apa suami aku sudah menyelesaikan pekerjaan makanya dia tidur lebih baik aku percepat langkah kakinya aku supaya cepat sampai di samping suami aku bukan buat mesra mesraan tapi buat membangunkan suaminya aku yang masih tidur" batin Cahaya sambil mempercepat langkah kedua kakinya menuju ke sofa tempat untuk tidur suaminya
Cahaya berjalan dengan pemikiran yang bercabang antara memikirkan suaminya yang sedang tidur di sofa dan memikirkan Bagas yang menurutnya hari ini aneh karena kebanyakan melamun membuat Cahaya merasa agak curiga dengan sikapnya Bagas hari ini yang menurut dirinya aneh tidak seperti biasanya
__ADS_1