
Setelah mobilnya Bagas berjalan selama beberapa puluh menit membuat mobilnya Bagas berhenti di rumah mewah miliknya Lintang lebih tepatnya kakinya Bagas menginjak rem mobilnya supaya berhenti setelah mobil berhenti Lintang mencopot sabuk pengaman yang dia pakai dengan kedua tangannya sementara Bagas hanya diam saja tak bergeming setelah Lintang selesai mencopot sabuk pengaman yang tadi melekat di tubuhnya kini Lintang menoleh ke arah Bagas yang sedang menyandarkan punggungnya ke kursi jok kemudi sambil mengerutkan keningnya
"Koq ada yang aneh dari sikapnya Bagas biasanya dia selalu membukakan pintu mobil dan menutup pintu mobil buat gue setiap gue mau turun dari mobil dan mau masuk ke mobil tapi kenapa sekarang Bagas malah ngga buka pintu mobil buat gue padahal gue mau turun dari mobil pasti gue yakin Bagas punya masalah besar dan sekarang pasti Bagas sedang melamun memikirkan bagaimana caranya menyelesaikan masalah yang dia hadapi lagian kenapa Bagas ngga cerita ke gue kalau dia punya masalah besar gue yakin pasti Bagas ngga mau cerita ke gue supaya gue ngga memikirkan masalah yang Bagas hadapi" batin Lintang sambil mengumbar senyum tipis di wajah cantiknya
"Lintang kenapa belum turun juga dari mobilnya gue dia tahu kan caranya membuka mobil dan caranya turun dari mobil kenapa malah masih betah duduk di sebelah gue terus gue harus gimana dong masa gue harus mengusir Lintang ? gue ngga mungkin dong mengusir Lintang kalau dia ngadu ke papa gue bisa marah marah papa gue lebih baik gue diam saja lagian harusnya Lintang pengertian langsung pergi dong dari mobil gue padahal gue mau ke rumah Jelek dan minta maaf ke Jelek soalnya gue takut Jelek marah sama gue" batin Bagas sambil memalingkan wajahnya dari Lintang dan dirinya kini menatap ke arah luar jendela
"Sayang" panggil Lintang sambil menatap ke arah Bagas yang masih memalingkan wajahnya sementara Bagas yang mendengar panggilan dari Lintang langsung menatap ke arah Lintang sambil menarik garis senyum paksa ke Lintang
__ADS_1
"Ada apa sayang ?" tanya Bagas sambil menatap ke arah Lintang sementara Lintang yang sudah menyiapkan pertanyaan untuk Bagas langsung menelan pertanyaan itu kembali ke dalam kerongkongan dan berjalan menuju ke perutnya Lintang lalu Lintang menggelengkan kepalanya samar
"Ngga papa sayang kamu kenapa belum turun dari mobil ?" tanya Lintang sambil menatap lekat wajah Bagas sementara Bagas membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga ingin sekali Bagas berteriak ke Lintang ini mobil miliknya jadi ngga usah menyuruh Bagas turun dari mobil namun Bagas masih menjaga sikap di depan Lintang sehingga kini Bagas hanya tersenyum tipis
"Sayang ini mobilnya aku koq malah aku di suruh turun dari mobil" jawab Bagas sambil tersenyum devil sementara kedua matanya Lintang langsung terbelalak lebar dengan mulut menganga
"Kirain kamu belum ingat sayang kalian ini mobilnya aku kayaknya aku ngga mampir ke rumahnya kamu soalnya aku mau mengadakan pertemuan sama rekan bisnis aku yang datang dari luar negeri maaf mungkin lain kali bakalan mampir ke rumahnya kamu" jelas Bagas sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali sementara Lintang hanya menganggukkan kepalanya mantap mencoba mengerti pekerjaan Bagas soalnya dia juga jadi CEO jadi paham kalau CEO itu sangat sibuk dan kadang mengadakan meeting dengan rekan bisnis yang datangnya dari luar negeri
__ADS_1
"Sayang aku itu orangnya ngga pelupa jadi aku tahu kalau ini mobilnya kamu cuma aku niatnya menawari kamu masuk ke dalam rumahnya aku makanya aku nanya ke kamu kenapa belum turun dari mobil oke ngga papa koq kalau kamu ngga bisa mampir ke rumahnya aku pasti kamu capek karena habis ke butik buat memilih gaun pengantin dan jas pengantin buat acara pernikahan kita berdua malah kamu langsung di ajak ketemuan oleh rekan bisnis kamu yang dari luar negeri harusnya rekan bisnis kamu memahami kamu dong kan sebentar lagi kamu akan menikah sama aku jadi harusnya memahami kalau kamu bakalan menyiapkan segala sesuatu buat acara pernikahan kita berdua oke aku tunggu kamu mampir ke rumahnya aku supaya kita berdua bisa mesra mesraan soalnya semenjak aku sama kamu tunangan kita berdua jarang pacaran dan mesra mesraan" jelas Lintang mengutarakan keinginannya kepada pria yang sangat di cintainya yaitu Bagas sementara Bagas tersenyum manis
"Iya sayang aku ingat kalau kamu ngga pelupa oh kirain kamu menyuruh aku keluar dari mobil karena mengira aku sedang ada di mobilnya kamu kirain kamu nyuruh aku turun dari mobil karena mengira ini mobilnya kamu bukan mobilnya aku ngga masalah aku ngga capek koq walaupun aku habis dari butik buat memilih jas pengantin dan gaun pengantin buat acara pernikahan kita berdua aku ngga capek karena di butik ngga berlari larian jadi kalau ada rekan bisnis aku mengajak aku ketemuan sekarang untuk membahas masalah kerja sama aku ngga keberatan biarkan saja mungkin rekan bisnis aku yang dari luar negeri sempatnya cuma sekarang dan dia mungkin orang sibuk jadi walaupun tahu aku dan kamu sebentar lagi akan menikah bahkan sibuk mempersiapkan acara pernikahan kita berdua tapi mungkin dia sempatnya datang sekarang iya aku bakalan mampir ke rumahnya kamu kalau aku sempat kan setelah kita berdua tunangan sama sama sibuk banget jadi jarang pacaran dan jarang mesra mesraan" sahut Bagas sambil tersenyum ke arah Lintang sementara Lintang terkekeh kecil mendengar jawaban Bagas
"Kirain kamu lupa sayang aku juga tahu kalau ini mobilnya kamu memangnya ayam betina di kejar kejar ayam jago pakai berlari lari segala kamu memang pria yang bertanggung jawab aku beruntung karena sebentar lagi akan mendapat suami yang bertanggung jawab seperti kamu mungkin bisa jadi rekan bisnis kamu orang yang sangat sibuk makanya kamu sempatin dong mampir ke rumahnya aku soalnya aku rindu sama kamu iya kita berdua sama sama sibuk banget sampai kita berdua komunikasi cuma telponan doang, video call, dan chat lewat whatsapp ngga secara langsung saking sibuknya kita berdua" celoteh Lintang sambil tersenyum lebar membayangkan apa saja yang di lakukan dengan Bagas setelah dirinya dan Bagas resmi bertunangan sementara Bagas tersenyum devil
"Sayang kamu tenang saja setelah kita menikah kita berdua banyak waktu buat mesra mesraan" kata Bagas sambil tersenyum sinis sementara kedua matanya Lintang langsung berbinar dengan kedua pipi yang merah merona
__ADS_1
"Iya sayang kamu benar juga" jawab Lintang sambil mengumbar senyum lebar di wajah cantiknya sedangkan Bagas tersenyum devil