Suami Yang Dapat Karmanya

Suami Yang Dapat Karmanya
Penyakit Tuli Dan Budeg


__ADS_3

Gemilang nampak bingung mendapatkan serangan pertanyaan yang sama dengan yang tadi dari Cahaya membuat Gemilang berkali kali menelan salivanya sendiri karena panik dan cemas Gemilang berkali kali menggaruk tengkuknya yang tidak gatal



Cahaya mencoba menahan tawanya yang hampir meledak gara gara ekspresi yang di keluarkan oleh Gemilang yang menurut Cahaya sangat lucu seperti badut


"Papa jawab papa mau beri hukuman ke mama atau papa mau memecat mama menjadi istri papa ?" tanya Cahaya sambil menatap ke arah Gemilang sedangkan Gemilang tak bergeming masih sibuk dan asyik dengan dunianya sendiri yang entah akan bertahan sampai kapan lamunannya Gemilang hanya Gemilang yang tahu jawabannya


Setelah Cahaya menunggu selama beberapa puluh tahun kelamaan dong maksudnya setelah Cahaya menunggu selama beberapa puluh menit Cahaya tidak mendapatkan jawaban juga dari Gemilang membuat Cahaya bingung apa sebenarnya yang terjadi dengan Gemilang dalam hatinya Cahaya berpikir apakah Gemilang mulai terserang penyakit budeg dan tuli



Cahaya berpikir bagaimana caranya menyadarkan Gemilang dari lamunannya atau dari penyakit budeg dan tuli yang menyerang membuat Cahaya memutar otaknya untuk berpikir sangat keras melebihi kerasnya batu dan kerasnya baja namun Cahaya belum juga menemukan ide yang pas buat menyadarkan Gemilang

__ADS_1


"Suami aku sebetulnya terserang penyakit tuli atau penyakit budeg koq hanya diam saja aku tanya tadi aku jadi curiga suami aku tuli dan budeg tapi gara gara apa suami aku punya penyakit tuli dan budeg tapi gimana caranya menyadarkan suami aku dari penyakit tuli dan budeg oh aku punya ide brilian di jamin bakal bikin suami aku tersadar dari penyakit tuli dan budeg" batin Cahaya sambil menerbitkan senyuman lebar di wajahnya


Cahaya mengeluarkan senyum licik di wajahnya entah apa yang ada di otaknya dan kepalanya sehingga Cahaya mengeluarkan senyum licik yang tercipta dari bibirnya lalu Cahaya berjalan mendekat ke arah Gemilang karena Gemilang sibuk dan asyik melamun membuat Gemilang tidak menyadari kalau ada Cahaya yang sudah ada di dekatnya



Cahaya lalu tanpa komando dan tanpa aba aba Cahaya berteriak dengan sangat kencang dan sangat keras di telinganya Gemilang membuat Gemilang ingin sekali menghajar Cahaya sampai babak belur namun begitu Gemilang tahu kalau yang berteriak di telinganya adalah Cahaya membuat Gemilang mengurungkan niatnya untuk menonjok wajahnya Cahaya sampai babak belur


"Papa kenapa ngga jawab pertanyaan mama apa papa lagi terserang penyakit budeg atau penyakit tuli" teriak Cahaya dengan sangat keras dan sangat kencang sangat menusuk di indera pendengarannya Gemilang


"Ada apa mah ? kalau mau bicara jangan teriak teriak lebih baik ngomong secara baik baik soalnya papa itu ngga budeg dan ngga tuli" jawab Gemilang tanpa dosa sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali sedangkan Cahaya langsung membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sungguh Cahaya tak habis pikir kalau Gemilang menjawab seperti itu


"Mama sudah panggil panggil papa berkali kali papa ngga jawab pertanyaan mama justru mama teriak di telinganya papa karena papa ngga mendengarkan suara mama kalau bicara secara baik baik, mama jadi curiga kalau papa itu budeg dan tuli makanya ngga dengar semua omongan mama" jawab Cahaya sambil menatap nyalang ke Gemilang sementara kedua matanya Gemilang langsung terbelalak lebar dengan mulut menganga sungguh Gemilang baru tahu dan baru sadar kalau dari tadi Cahaya mengajak mengobrol dirinya

__ADS_1


"Masa sih mah ? tadi mama manggilnya papa pakai apa ? koq papa ngga dengar suara mama dari tadi mungkin tadi papa sibuk melamun mah makanya ngga dengar suara merdunya mama, papa ngga budeg dan ngga tuli mah buktinya papa dengar suara merdu mama, mungkin tadi papa sedang melamun memikirkan nasibnya papa yang bingung karena mendengar pertanyaan mama yang menurut papa ngga bisa di jawab masa mama menyuruh papa memilih papa memberi hukuman ke mama atau papa memecat mama menjadi istrinya papa ngga ada yang di pilih dong mah" jelas Gemilang sejujur jujurnya sedangkan Cahaya menatap tajam ke arah Gemilang


"Papa tadi mama memanggil papa pakai mulut masa pakai hidung memangnya kedengaran kalau manggil pakai hidung ? gombal banget papa pakai bilang suara mama merdu kalau suara mama merdu pasti papa dengerin suara mama pokoknya papa harus jawab pertanyaan mama tinggal pilih papa mau beri hukuman ke mama atau papa mau pecat mama jadi istri" jelas Cahaya sambil menatap ke arah Gemilang dengan tatapan tajamnya sedangkan Gemilang menelan salivanya berkali kali mendapat tatapan tajam dan menusuk yang di layangkan oleh Cahaya


"Papa juga tahu kalau mama memanggil papa pakai mulut bukan pakai hidung apalagi pakai mata kalau pakai hidung kedengaran kalau lagi flu mah, papa bicara kenyataan kalau suara mama merdu alasan papa belum mendengar suara mama karena papa sedang melamun tadi sudah papa jelaskan melamun masalah apa ngga dua duanya mah soalnya papa cinta banget ke mama dan papa bucin akut ke mama jadi papa ngga memilih salah satu" jelas Gemilang sambil menatap ke arah Cahaya sedangkan Cahaya melototkan kedua matanya ke arah Gemilang


"Kalau papa sudah tahu kenapa pakai nanya mama memanggil papa pakai apa manggil ngga bisa pakai mata pah, kalau flu bukan karena hidung bisa bicara tapi karena flu jadi hidungnya hampir mengeluarkan ingus, makanya papa ngga usah repot repot melamun tinggal jawab saja mau papa mau memilih memberi hukuman ke mama atau papa mau memecat mama menjadi istrinya papa buruan jawab pah atau nanti malam papa ngga dapat jatah dari mama" ancam Cahaya sambil melototkan kedua matanya ke arah Gemilang sampai matanya Cahaya hampir copot gara gara pelototan yang di lemparkan oleh Cahaya


Gemilang membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sungguh dirinya tak menyangka akan mendapatkan ancaman seperti itu dari Cahaya tapi Gemilang yakin walaupun Cahaya protes tetap Cahaya tetap pada keputusannya



Gemilang memutar otaknya untuk berpikir bahwa dirinya harus menemukan jawaban yang tepat atas pertanyaan yang di keluarkan Cahaya walaupun dalam lubuk hatinya Gemilang tidak ingin memilih keduanya namun mendapatkan ancaman seperti itu dari Cahaya membuat Gemilang memaksa otaknya untuk berpikir

__ADS_1


"Aku harus gimana dong masa istri aku menyuruh aku untuk memilih salah satu padahal aku ngga niat memilih salah satu karena dua duanya salah aku harus mengajak otaknya aku supaya berpikir keras supaya aku tetap dapat jatah dari istri aku pokoknya aku harus memaksa otaknya aku untuk bekerja supaya menemukan jalan terbaik untuk aku" batin Gemilang sambil mengajak otaknya untuk berpikir keras


__ADS_2