
Cahaya menatap nyalang ke arah Gemilang yang benar benar lupa dengan pertanyaan yang terlontar dari mulutnya Cahaya itu sudah terbukti dari anggukan kepala dari Gemilang sementara Gemilang menelan salivanya berkali kali sambil meremas kedua tangannya sendiri karena takut dengan kondisi yang mencekam saat ini
Gemilang sebenarnya sudah mengajak otaknya untuk berpikir keras melebihi kerasnya baja untuk mencari pertanyaan dari Cahaya mana yang belum di jawab oleh Gemilang namun otaknya seakan tak mau memberikan jawaban kepada Gemilang membuat Gemilang ingin sekali mengamuk kepada otaknya namun Gemilang masih membutuhkan otaknya untuk bekerja jadi ceo di salah satu perusahaan terkenal
"Papa lupa sama pertanyaan yang mama tanyakan ?" teriak Cahaya dengan suara yang sangat keras dan sangat lantang melebihi suara toa sedangkan Gemilang hanya menganggukkan kepalanya samar namun walaupun anggukkan kepala Gemilang samar dapat di lihat anggukan kepalanya Gemilang oleh Cahaya membuat Cahaya tersulut emosi
"Iy iy iya mah mungkin karena papa banyak kerjaan jadi papa lupa pertanyaan dari mama" elak Gemilang sambil menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali sementara Cahaya melototkan kedua matanya ke arah Gemilang sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya
"Walaupun papa banyak kerjaan kalau papa ngga pikun juga ngga akan lupa banyak koq orang yang banyak kerjaan tapi ngga pelupa bilang saja papa sudah berumur tua jadi bisa di katakan papa pelupa karena faktor usia" cibir Cahaya dengan tatapan mengejek ke arah Gemilang sedangkan Gemilang membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sungguh ingin sekali Gemilang memberikan tonjokan dan bogeman mentah kepada orang yang mengatakan bahwa Gemilang pikun dan sudah berumur tua apalagi sampai membahas faktor usia
Tapi Gemilang tidak bisa memberikan tonjokan dan bogeman mentah kepada Cahaya karena Cahaya adalah wanita nanti di kira Gemilang pengecut karena beraninya sama wanita apalagi Cahaya statusnya menjadi istri Gemilang sehingga kalau Gemilang memberikan tonjokan dan bogeman mentah kepada Cahaya akan di tuduh kdrt
__ADS_1
Gemilang juga sangat mencintai Cahaya sampai bucin akut ke Cahaya sehingga Gemilang tidak akan tega memberikan tonjokan dan bogeman mentah kepada Cahaya yang lebih parah pasti Cahaya akan mengomeli Gemilang 24 jam nonstop tanpa iklan dan tanpa jeda
"Iya mah mungkin karena faktor umur jadi papa lupa sama pertanyaan yang mama tanyakan ke papa" jawab Gemilang sambil tersenyum masam dirinya lebih memilih menjawab seperti itu supaya Cahaya tidak marah dan tidak emosi kepada Gemilang sedangkan Cahaya tersenyum kecut mendengar jawaban Gemilang
"Papa lupa sama pertanyaan mama kenapa ngga bertanya ke mama ? apa karena papa malu bertanya ke mama takut di tuduh pikun sehingga papa ngga bertanya ke mama ?" teriak Cahaya bertubi tubi meloncatkan pertanyaan kepada Gemilang sedangkan kedua matanya Gemilang terbelalak lebar dengan mulut menganga
Gemilang ingin sekali menjawab omongan Cahaya bahwa Gemilang juga tadi sudah berkali kali bertanya pertanyaan mana yang belum di jawab oleh Gemilang namun Cahaya tidak menjawab pertanyaan Gemilang sebenarnya tangannya Gemilang sudah ingin menonjok orang yang bikin emosi namun Gemilang menonjok siapa soalnya yang bikin emosi adalah Cahaya sang istri yang sangat di cintai oleh Gemilang
Cahaya ingin sekali menonjok wajahnya Gemilang atau menendang Gemilang karena emosi namun Cahaya bisa menahan semuanya alasannya adalah Cahaya menyandang status istri dari Gemilang dan Cahaya tidak mau durhaka dan dosa kalau sampai melakukan hal kekerasan kepada Gemilang
"Oh jadi papa sekarang menyalahkan mama karena ngga jawab pertanyaan papa ? Kaka pertanyaan papa belum di jawab oleh mama harusnya papa tanya lagi kepada mama jangan malah diam" ketus Cahaya sambil menatap nyalang ke arah Gemilang sementara Gemilang menganggukkan kepalanya mantap supaya Cahaya tidak emosi dan marah
__ADS_1
Gemilang sudah membuka mulutnya untuk bersiap menjawab perkataan dari Cahaya namun dengan cepat Cahaya langsung berkata lagi membuat Gemilang menutup mulutnya kembali supaya mulutnya Gemilang tidak kemasukan gajah memangnya gajah muat masuk ke mulutnya Gemilang ? muat kalau daging gajahnya di potong menjadi kecil kecil
"Papa ngga usah cuma mengangguk angguk doang papa paham ngga maksudnya mama ? jawab pakai mulut pah jangan cuma pakai kepala kayak lagi dugem manggut manggut" teriak Cahaya sangat keras dan sangat lantang sementara Gemilang yang kaget mendengar teriakan Cahaya sampai bergeser dari posisi duduknya menjauh dari Cahaya dengan hati yang mengepul soalnya harusnya giliran Gemilang yang menjawab tapi kenapa malah Cahaya lagi yang menjawab lebih tepatnya berkata lagi sungguh kalau Cahaya bukan istrinya di jamin Gemilang tersulut emosi bahkan sampai menghajar orang itu orang yang bikin emosi Gemilang sampai babak belur
"Iya mah papa paham maksudnya mama lain kali kalau papa belum paham bakalan nanya ke mama terus kalau mama belum jawab papa tanya lagi ke mama" jawab singkat Gemilang di lanjutkan dalam hatinya Gemilang kalau ingat kini Gemilang mengeluarkan senyuman yang terpaksa bukan karena tidak mencintai Cahaya karena Gemilang sangat mencintai Cahaya namun Gemilang terpaksa tersenyum paksa karena di tuduh bermacam macam oleh Cahaya
"Nah gitu dong pah jawab jangan cuma geleng geleng kepala doang" ketus Cahaya sambil menatap nyalang ke Gemilang sedangkan Gemilang tersenyum masam mendengar omongan Cahaya
"Iya mah" jawab singkat Gemilang sambil menganggukkan kepalanya mantap sedangkan Cahaya menatap ke arah Gemilang dengan tatapan menusuk membuat Gemilang menelan salivanya berkali kali dalam hatinya Gemilang berpikir kesalahan apalagi yang Gemilang perbuat kepada Cahaya padahal Gemilang selalu mengalah kepada Cahaya
"Papa ngga nanya pertanyaan dari mama yang mana yang belum papa jawab ?" tanya Cahaya sambil melototkan kedua matanya ke arah Gemilang sedangkan Gemilang langsung membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga bukankah dari tadi Gemilang sudah bertanya ke Cahaya pertanyaan yang belum Gemilang jawab tapi kenapa sekarang malah Cahaya yang bilang Gemilang ngga mau bertanya ke Cahaya tentang pertanyaan yang belum di jawab oleh Cahaya
"Papa sudah nanya mah tapi belum mama jaw" perkataan Gemilang belum selesai langsung di potong oleh Cahaya
__ADS_1
"Belum mama jawab maksudnya papa ?" tanya Cahaya dengan suara sangat keras sedangkan Gemilang menganggukkan kepalanya sedetik kemudian menggelengkan kepalanya mantap
"Belum papa tanyakan soalnya papa tadi lupa" elak Gemilang sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sementara Cahaya menatap nyalang ke Gemilang