
Lintang dan Bagas kompak sibuk dan asyik melamun memikirkan pikirannya masing masing Lintang memikirkan tentang Bagas yang perhatian terhadap gaun pengantin dan jas pengantin yang akan mereka berdua pakai di acara pesta pernikahan mereka berdua sementara Bagas sibuk melamun dan memikirkan bagaimana caranya Lintang turun dari mobilnya Bagas supaya Bagas bisa langsung meluncur ke rumahnya Jelek karena Bagas sudah ingin bertemu dengan Jelek untuk meminta maaf karena Bagas pergi dengan Lintang untuk memilih gaun pengantin dan jas pengantin yang akan Lintang dan Bagas kenakan selain untuk meminta maaf Bagas yang akan pergi ke rumahnya Jelek sudah membayangkan juga akan meminta jatah ranjang pada Jelek
"Gue senang soalnya Bagas perhatian banget ke gue walaupun masalah sepele yaitu menanyakan gaun pengantin dan jas pengantin yang akan di pakai apakah sesuai dengan selera gue jawabannya selera gue dan Bagas mengimbangi gue tapi yang gue heran dari Bagas adalah kenapa setelah gue sama Bagas bertunangan Bagas jarang main ke rumahnya gue dengan alasan sibuk padahal gue yakin sesibuk sibuknya Bagas pasti ada waktu kalau niat ketemu gue entah mengapa gue menduga kalau Bagas selingkuh di belakang gue dan Bagas mengkhianati gue tapi gue harap itu cuma pemikiran gue saja semoga saja kenyataannya Bagas ngga mengkhianati gue dan ngga selingkuh dari gue" batin Lintang sambil menerbitkan senyuman lebar di wajah cantiknya
"Lintang kenapa belum turun juga dari mobilnya gue harusnya dia turun sekarang juga soalnya gue mau ke rumahnya Jelek buat meminta maaf karena gue tadi pergi sama Lintang dan yang lebih parahnya lagi Jelek tahu kalau gue akan menikah sama Lintang jadi gue harus meminta maaf sama Jelek dan merayu Jelek supaya ngga marah sama gue karena gue yakin pasti Jelek bakalan luluh sama gue karena dia wanita yang bakal mau menuruti keinginan gue" batin Bagas sambil menatap ke arah depan dengan tatapan yang sayu
__ADS_1
Bagas dan Lintang masih kompak saling melempar sapu maksudnya saling melempar buah semangka maksudnya saling melempar bola lebih tepatnya Bagas dan Lintang masih kompak saling diam sambil sibuk dengan pemikirannya sendiri sendiri Bagas berkali kali melirik Lintang lewat ekor matanya berharap Lintang akan turun dari mobilnya namun berkali kali Bagas melirik ke arahnya Lintang malah Lintang sibuk dengan lamunannya yang belum selesai sehingga Bagas memutar otaknya supaya Lintang bisa turun dari mobilnya Bagas dalam waktu secepatnya setelah beberapa menit berpikir tanpa terasa Bagas mengeluarkan senyuman licik di wajahnya sedangkan Bagas menatap ke arah Lintang yang masih sibuk dan asyik melamun membuat Bagas mulai menjalankan misinya supaya Lintang bergegas turun dari mobilnya Bagas bahkan Lintang secepatnya pergi dari rumahnya Bagas
"Sayang" panggil Bagas sambil memegang pundaknya Lintang dengan lembut membuat Lintang yang otaknya berkelana langsung membuyarkan lamunannya lalu menoleh ke arah sumber suara yang tak asing di matanya maksudnya sumber suara yang tak asing di telinganya sementara Lintang menerbitkan senyuman kikuk sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali
"Ada apa sayang ?" tanya Lintang sambil menatap ke arah Bagas sementara Bagas berpura pura tersenyum di depan Lintang walaupun dalam hatinya Bagas dirinya ngomel ngomel tidak penting cuma gara gara Lintang yang belum turun dari mobilnya
__ADS_1
"Iya sayang aku lapar ayo kita berdua masuk ke dalam rumah pasti mama aku memasak makanan banyak" jelas Lintang sambil tak melunturkan senyum lebar di wajahnya dengan kedua matanya yang berbinar sementara Bagas membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga
"Sayang kalau kamu lapar mending kamu masuk ke dalam sekarang saja supaya kamu bisa makan di dalam rumahnya kamu dengan tenang aku masih kenyang jadi lebih baik kamu saja yang masuk ke dalam rumah buat makan kasihan kalau mama kamu memasak makanan banyak lebih baik kamu habiskan dari sekarang" tegas Bagas sambil menatap ke arah Lintang sedangkan kedua matanya Lintang terbelalak lebar dengan mulut menganga refleks Lintang menutup mulutnya dengan kedua tangannya sambil menatap ke arah Bagas
"Sayang kamu mengusir aku ? aku ngga terlalu lapar banget jadi aku bisa tahan dengan keinginan aku yang ingin memakan makanan tapi kalau aku masuk ke dalam rumahnya aku kamu bakalan sendirian karena kamu ngga mau masuk lebih baik kamu ikut masuk ke rumahnya aku lagian aku itu statusnya sekarang calon istri kamu dan sebentar lagi statusnya aku berganti menjadi istri kamu lebih baik aku makannya bareng sama kamu biarkan saja makanannya juga kalau belum habis bisa di panaskan lagi supaya ngga basi kalau kamu kasihan sama mamanya aku harusnya kamu mampir ke rumahnya aku buat makan soalnya biar makanannya ngga mubazir kalau aku habiskan makanan dalam porsi banyak mungkin aku bakalan gendut dadakan" celoteh dari Lintang membuat Bagas langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal sama sekali
__ADS_1
"Sayang aku ngga mengusir kamu karena aku kasihan ke kamu soalnya tadi kamu waktu aku tanya kamu lapar apa ngga kamu jawab lapar makanya lebih baik kamu makan di rumahnya kamu lagian aku yakin mama kamu pasti memasak makanan banyak biar ngga mubazir kamu makan dong masakan mama kamu aku berani koq sendirian di sini kalau kamu mau makan di rumah lain kali soalnya aku hari ini sibuk banget dan ngga bisa mampir buat masuk ke rumahnya kamu iya aku tahu kamu calon istrinya aku yang sebentar lagi akan jadi istrinya aku tapi aku masih kenyang kalau makan bareng aku mungkin malam dong soalnya aku kan ada meeting dan ketemu sama client rekan bisnis dari luar negeri kami ingatkan ? iya benar juga kata kamu makanannya bisa di panaskan lagi kalau belum habis kalau aku ngga ada kerjaan dan ngga sibuk aku mau mampir ke rumahnya kamu dan menghabiskan makanan yang di olah sama mama kamu tapi sekarang aku sibuk walaupun kamu gendut tetap aku cinta sama kamu dan kamu ngga usah takut kamu gendut karena walaupun kamu berubah gendut dalam sekejap gara gara makan dengan porsi yang sangat banyak tapi statusnya kamu sebentar lagi akan menjadi istrinya aku" jelas Bagas mengeluarkan gombalannya kepada Lintang membuat kedua pipinya Lintang merah merona seperti kepiting rebus yang siap di santap tanpa terasa Lintang mengeluarkan senyum tipis di wajahnya yang cantik