Suami Yang Dapat Karmanya

Suami Yang Dapat Karmanya
Pertunangan Lintang Dan Bagas


__ADS_3

Lintang yang sudah siap dengan penampilannya yang semakin cantik nampak semakin gugup sambil melihat jam yang tidak berjalan jalan memangnya jam bisa berjalan ? kayaknya jam bakalan diam di tempat walaupun di ceburkan ke kolam atau tempat yang banyak airnya juga tuh jam bakalan diam ngga bisa jalan tapi Lintang menatap jarum jamnya yang terus berputar putar


"Sepertinya sebentar lagi Bagas dan orang tuanya Bagas akan sampai ke sini lebih baik aku menatap ke layar jendela supaya kelihatan sorot mobilnya Bagas dan orang tuanya Bagas" gumam Lintang sambil tak henti hentinya tersenyum lebar


Suara mobil nampak terdengar memasuki halaman rumahnya Lintang walaupun kamarnya Lintang berada di kamar dua namun pendengaran Lintang masih tajam melebihi tajamnya cangkul membuat gadis yang dari tadi tersenyum lebar dan berniat mengintip setelah dirinya berdandan langsung mengintip melalui kaca mata maksudnya kaca jendela yang terpajang di kamarnya membuat Lintang melihat Bagas dan orang tuanya Bagas turun dari mobilnya sambil membawakan seserahan untuk acara pertunangan dirinya dan Bagas


"Ternyata Bagas dan orang tuanya Bagas sudah datang semoga saja acara pertunangan aku sama Bagas lancar dan semoga Bagas secepatnya menikahi aku soalnya aku sudah pengin cepat menjadi istri Bagas" gumam Lintang tak melunturkan senyuman di wajahnya lalu dirinya berjalan ke arah pintu saat akan membuka pintu ternyata ada orang yang membuka pintu terlebih dahulu


"Lintang buruan keluar Bagas sama orang tuanya Bagas sudah sampai" ajak Cahaya tersenyum lebar ke arah Lintang sementara Lintang menganggukkan kepalanya mantap sambil mengeluarkan senyuman tak kalah lebar dari Cahaya


"Iya mah aku juga mau keluar koq" jawab Lintang lalu dirinya keluar dari kamarnya membuat Cahaya dengan gerakan cepat menutup pintu kamarnya Lintang


Cahaya menggandeng tangannya Lintang lalu Cahaya dan Lintang kompak menuruni anak tangga menuju ke ruang tamu tempat berkumpulnya semut maksudnya tempat berkumpulnya tikus lebih tepatnya tempat berkumpulnya Gemilang, Bagas, dan orang tuanya Bagas setelah sampai di ruang tamu Lintang langsung duduk sambil menunduk seakan menatap uang yang jatuh di lantai, atau seakan sedang menatap semut yang bertengkar dengan di pimpin oleh Gemilang semua orang yang berada di ruang tamu melamun maksudnya supaya acara lamaran antara Lintang dan Bagas berjalan dengan lancar tanpa suatu halangan apapun


"Saya akan mengutarakan niat saya, istri saya, dan anak saya datang kemari mungkin kalian semua juga sudah tahu maksud dan tujuan saya datang ke sini putra tunggal saya yang bernama Bagas sangat mencintai putrinya Bu Cahaya dan pak Gemilang putra saya ingin menjadikan putrinya kalian istri jadi langsung saja ke intinya yaitu apakah kalian setuju dan bersedia kalau Lintang dan Bagas menikah ?" tanya Farel menatap ke arah Cahaya, Lintang, dan Gemilang secara bergantian sementara Cahaya, Lintang, dan Gemilang tersenyum sangat lebar seakan mereka bertiga baru mendapatkan jackpot Cahaya dan Gemilang sangat senang karena anaknya di lamar oleh Bagas dan orang tuanya Bagas orang yang sangat di cintai oleh Lintang sementara Lintang sangat senang karena dirinya di lamar oleh Bagas dan orang tuanya Bagas orang yang selalu di harapkan dan orang yang sangat di cintai sementara Rachel dan Bagas serentak menunggu jawaban dengan hati yang berdebar debar walaupun mereka berdua tahu Lintang sangat mencintai Bagas bisa saja Lintang tiba tiba menolak lamaran dari Bagas dan orang tua Bagas karena menganggap bahwa Bagas orang dan orang tuanya Bagas terlalu lama melamar Lintang sampai Lintang harus menunggu selama empat tahun baru di lamar seperti saat ini


"Saya selaku papanya hanya menyerahkan semua jawaban kepada Lintang jadi yang terlebih dahulu menjawab harus Lintang karena dia yang akan menikah dengan Bagas bukan saya karena saya sudah punya istri yang sangat cantik" jawab Gemilang di sertai candaan untuk mengurangi ketegangan membuat Lintang, Farel, Rachel, dan Bagas kompak mengeluarkan tawanya mereka sementara Cahaya tersenyum kikuk mendengar perkataan suaminya


"Pah ini acara serius acara pertunangan anaknya kita berdua lebih gaulnya acara pertunangan Lintang dan Bagas jadi jangan becanda" tegur Cahaya dengan nada suara yang di lembutkan melebihi lembutnya kain sutra sementara Gemilang hanya cengengesan sedangkan Lintang tersenyum kikuk melihat tingkah kedua orang tuanya sementara Farel, Rachel, dan Bagas serentak menghentikan tawa yang keluar dari mereka bertiga soalnya mereka bertiga tidak enak dengan Cahaya


"Bagaimana dengan kamu Lintang apakah kamu bersedia menikah dengan Bagas anaknya saya ?" tanya Farel dengan serius membuat semua yang ada di sana kompak menatap ke arah Farel termasuk Farel sendiri masa Farel menatap mukanya Farel sendiri maksudnya termasuk semut yang lewat

__ADS_1


Semua orang yang ada di sana yaitu Cahaya, Gemilang, Bagas, Farel, dan Rachel menatap ke Lintang yang sudah satu jam diam kelamaan dong maksudnya sudah beberapa menit hanya diam sambil menunduk mereka semua menunggu dengan perasaan yang campur aduk ada rass harap harap cemas dan penasaran dengan jawaban yabg


"Setelah aku pikir pikir aku menerima lamaran dari Bagas dengan senang hati dan tanpa paksaan dari siapapun" jawab Lintang membuat semua orang yang ada di sana tersenyum lebar membuat semut jika bisa tersenyum pasti akan ikut tersenyum lebar


"Alhamdulillah" sahut semua orang yang ada di ruang tamu tak lupa di sertai senyuman lebar di wajah mereka


"Terima kasih Lintang karena kamu sudah mau menerima lamarannya dan bersedia menjadi istri Bagas" kata Rachel sambil mengembangkan senyum lebar di wajahnya membuat Lintang buru buru mengangguk anggukkan kepala


"Sama sama tante" jawab Lintang mengeluarkan senyum paling lebar


"Berhubung lamaran sudah di terima oleh Lintang sekarang lanjutkan ke acara selanjutnya" ajak Cahaya menatap ke arah mereka semua satu persatu membuat mereka semua kompak mengerutkan keningnya heran


"Mba Cahaya memang acara selanjutnya apa ?" tanya Rachel yang belum tahu maksud dari Cahaya sementara Lintang dan Gemilang kompak mencoba menahan tawanya karena tahu maksud perkataan Cahaya sedangkan Bagas dan Farel serentak menatap ke arah Cahaya dengan tatapan penuh tanya


"Gemilang Cahaya apa di bolehkan kalau saya makan di sini ?" tanya Farel hati hati sambil menatap ke Rachel yang sedang menatapnya tajam sementara Bagas menepuk jidatnya sendiri sedangkan Lintang, Cahaya, dan Gemilang serentak tersenyum tipis


"Om pasti di bolehkan koq kalau makan di sini soalnya om itu calon mertua saya" tegas Lintang di sertai senyuman lebar sementara Farel langsung mengeluarkan senyuman sangat lebar


"Pah makannya jangan banyak banyak jangan bikin malu" bisik Rachel di telinga Farel membuat Farel tersenyum masam sementara semua orang yang ada di sana menatap ke arah Farel dan Rachel secara bergantian


"Pah jangan nanya kayak gitu dong masa nanya di bolehkan makan di sini atau ngga" bisik Bagas di telinga Farel membuat Farel merasakan bisikan bisikan dari telinga kanan dan telinga kiri

__ADS_1


"Koq malah saling bisik bisik ayo semua ke ruang makan ini makanannya sudah menunggu dari tadi sana pengin di santap" canda Gemilang lalu dirinya berdiri dan berjalan ke arah ruang makan di ikuti oleh Lintang dan Cahaya yang kompak mengekori Gemilang dari belakangnya sementara Rachel, Bagas, dan Farel yang serentak membuntuti Gemilang yang berada paling depan


Setelah Lintang dan orang tua Lintang menerima lamaran dari Bagas dan orang tua Bagas di lanjutkan acara selanjutnya yaitu acara makan malam yang sudah tersaji di ruang makan seakan semua makanan yang ada di meja makan melambai lambai ingin di makan dan ingin di santap oleh semua orang yang ada di sana setelah mereka semua sampai di ruang makan mereka semua kompak duduk di kursi yang telah di sediakan lalu menatap ke arah makanan yang sangat menggugah selera


"Ayo di makan jangan malu malu koq malah cuma di lihatin doang ngga bakal kenyang anggap saja rumah sendiri" perintah Gemilang setelah dirinya duduk manis di kursi lalu tanpa ragu dirinya menyendokkan nasi dan lauk pauk ke piring yang ada di tangannya lalu tanpa ragu langsung menyantap makanan miliknya sementara Lintang dan Cahaya kompak memasang senyum tipis sambil mengambil nasi dan lauk pauk ke piring masing masing lalu Cahaya dan Lintang serentak memasukkan makanan ke dalam mulutnya mereka berdua masing masing sedangkan Rachel, Bagas, dan Farel kompak menatap ke arah Gemilang


"Iya om tante saya saja kalau di rumahnya om dan tante selalu makan makanan yang di masakkan oleh tante sayang kamu makan dong supaya orang tua kamu ikut makan" kata Lintang sambil tersenyum kikuk mendengar omongan Lintang membuat Rachel tak enak hati lalu tangannya mengambil makanan yang akan di santap membuat Bagas dan Farel mengikuti jejak tangannya Rachel


"Lintang ini tante mau makan koq" jawab Rachel sambil menunjukkan satu sendok makanan lalu dirinya menyuapkan makanan tersebut ke dalam mulutnya membuat Gemilang, Cahaya, dan Lintang kompak tersenyum lebar sementara Bagas dan Farel ikut memfollow semua perilaku Rachel


"Iya sayang, tante, dan om ini aku juga makan koq" celoteh Bagas sambil mengunyah makanan di mulutnya membuat Lintang menahan tawanya karena melihat kedua pipinya Bagas yang makin menggelembung


"Rasa makanannya enak banget jadi pengin nambah porsi mak ups" perkataan Farel belum selesai namun dengan cepat dirinya menutup mulutnya setelah tahu apa yang akan keluar dari mulutnya sementara Rachel mendelik ke Farel sedangkan Bagas menatap tajam ke Farel sementara Lintang, Cahaya, dan Gemilang kompak memberikan senyuman lebar di wajah mereka


"Itu istri saya yang memasak makanan pasti rasanya enak banget saya saja sering ketagihan sama makanan masakan istri saya silahkan kalau mau menambah porsi makanan habiskan saja kalau perlu soalnya ini makanannya buat di makan oleh manusia bukan oleh semut atau hewan" jelas Gemilang dengan bangga sementara Lintang dan Cahaya kompak memutar bola matanya malas


"Pah habiskan makanannya buruan katanya tadi papa ada banyak pekerjaan" perintah Rachel membuat Farel langsung menatap ke arahnya sementara Bagas tersenyum senang


"Iya pah lagian bukannya papa tadi sebelum ke sini sudah makan" timpal Bagas sambil mengedipkan mata ke Farel namun Farel malah tidak bisa mengartikan kedipan dari Bagas


"Bagas kamu cacingan dari kapan ? koq kamu ngga bilang sama papa ?" cerca Farel menghentikan makannya untuk fokus menatap ke Bagas sementara Bagas membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga di tuduh cacingan sedangkan Cahaya, Lintang, dan Gemilang kompak menatap ke Bagas sementara Rachel memijat pelipisnya sendiri

__ADS_1


"Sayang matanya kamu ngga cacingan kan ? kenapa cacingnya mau menempel di matanya kamu ? apa perlu aku siram air supaya cacingnya kabur dan pergi ?" tanya Lintang mengeluarkan jurus ampuh mengeluarkan cacingan dari matanya Bagas sementara Cahaya dan Gemilang kompak menggaruk garuk tengkuknya mereka berdua yang tidak gatal sementara Bagas melongo mendengar ocehan Lintang sedangkan Rachel ingin sekali menyumpal mulutnya Farel dengan cabai sampai ratusan juta kilo namun Rachel ngga akan sanggup membopong cabai dengan jumlah segitu sedangkan Farel melanjutkan memakan makanan miliknya bukan karena mau mengurus anaknya yang cacingan tapi karena dirinya ingin mempergunakan kesempatan mumpung anaknya dan istrinya sedang sibuk memikirkan Bagas yang cacingan


"Makanya papa cepetan makannya soalnya kita berdua mau mengecek apakah Bagas cacingan atau gimana" cibir Rachel mendelik ke Farel yang sedang menatapnya buru buru membuat Farel menganggukkan kepalanya mantap melihat tatapan Rachel sementara Bagas membulatkan kedua matanya kenapa mamanya juga malah mengira dirinya cacingan ? padahal Bagas tadi niatnya membela Rachel malah kenapa dirinya yang di jatuhkan harga dirinya sementara Lintang, Cahaya, dan Gemilang kompak menatap ke arah Rachel, Bagas, dan Rachel secara bergantian


__ADS_2