
Cahaya tersenyum menyeringai menatap ke arah Gemilang karena dirinya sudah mempunyai ide briliant yaitu akan menepuk pundaknya Gemilang sebagai tanda apakah Gemilang itu ternyata melamun atau Gemilang itu terserang penyakit berbahaya yaitu budeg dan tuli.
Gemilang masih diam mematung dengan tatapan kosong dalam hatinya dirinya bingung sendiri kenapa Cahaya menatap ke arah Gemilang dengan tahapan yang menusuk setajam silet padahal Gemilang tak punya salah apapun entah mengapa itu membuat Gemilang pusing ratusan milyar keliling.
Cahaya menatap ke arah Gemilang sekilas lalu Cahaya mengulurkan tangannya untuk menepuk pundak Gemilang, merasa ada yang menepuk pundaknya membuat Gemilang buru buru membuyarkan lamunannya, lalu Gemilang menoleh ke arah sumber tangan yang memegang pundaknya Gemilang betapa kagetnya dirinya karena orang yang menepuk pundak Gemilang adalah sang istri tercinta dari Gemilang yaitu Cahaya yang kini menatap Gemilang dengan tatapan horor dan menusuk.
"Papa ngapain ngga mendengarkan suara merdunya mama dan suara mahalnya mama" teriak Cahaya dengan sangat keras dan sangat kencang namun tidak berteriak di telinganya Gemilang, tidak berterima di telinganya Gemilang saja membuat Gemilang terlonjak kaget bahkan hampir jatuh tersungkur ke lantai namun Gemilang dapat menahan berat badannya sehingga Gemilang tidak jatuh tersungkur ke lantai.
"Pa pa papa ngga ngapa ngapain koq mah papa dengar suara merdunya mama dan suara mahalnya mama koq" elak Gemilang dengan nada bicara terbata bata tak mau mengakui bahwa dirinya tadi tidak mendengar suara Cahaya, Gemilang berharap emosi Cahaya akan turun dan mereda beigtu mendengar perkataan Gemilang, namun dugaannya salah karena bukannya emosi Cahaya turun dan mereda malah emosinya Cahaya tambah naik dan memuncak mendengar omongan dan jawaban bohong dari Gemilang.
__ADS_1
"Papa ngga usah bohongi mama karena mama tahu kalau papa itu tadi ngga mendengarkan suara merdunya mama dan suara mahalnya mama jangan bohongi mama karena mama ngga suka di bohongi" bentak Cahaya dengan sangat keras dan sangat kencang sungguh Cahaya sangat geram dan kesal melihat tingkah dan kelakuan Gemilang yang membohongi dirinya, sedangkan Gemilang berkali kali menelan salivanya.
Dalam hatinya Gemilang rupanya Cahaya tahu kalau Gemilang tidak mendengar omongan dari Cahaya, membuat Gemilang ketar ketir sendiri, mau menjawab Gemilang tak mendengar suaranya Cahaya tadi sudah terlanjur Gemilang bilang bahwa mendengar suaranya Cahaya, mau bilang mendengar suaranya Cahaya memang kenyataannya Gemilang tak mendengar suaranya Cahaya.
Sungguh saat ini Gemilang seperti buah semangka lho koq malah buah semangka maksudnya saat ini Gemilang seperti buah simalakama mau bilang terus terang kepada Cahaya pasti Cahaya marah, Gemilang tidak berterus terang kepada Cahaya membuat Cahaya juga marah, terus keputusan apa yang harus di ambil oleh Gemilang sungguh Gemilang ingin sekali pingsan di tempat tidur supaya Gemilang tidak merepotkan orang untuk membawa ke kasur empuk.
Cahaya menoleh ke arah Gemilang yang sejak tadi diam saja, setelah Cahaya menunggu selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Cahaya menunggu selama beberapa puluh menit kini Cahaya belum juga mendapatkan jawaban dari Gemilang membuat Cahaya geram sekali rasanya Cahaya ingin menonjok dan memberikan bogeman mentah kepada Gemilang.
Namun keinginannya Cahaya yang ingin memberikan bogeman mentah dan menonjok wajahnya Gemilang harus sirna setelah mengingat bahwa Gemilang berstatus menjadi suaminya Cahaya. memikirkan hal itu membuat Cahaya pusing ratusan milyar keliling.
__ADS_1
Cahaya takut dosa sehingga dirinya tak berani melakukan kdrt terhadap sang suami yaitu Gemilang, mendapatkan istri yang tidak main karet maksudnya tidak main tangan seperti Cahaya membuat Gemilang di hinggapi dan di selimuti rasa bahagia yang sangat banyak bahkan Gemilang ingin meloncat loncat di atas lantai namun takut di sangka Gemilang orang gila oleh banyak orang, Gemilang mau meloncat di atas memangnya bisa cara turunnya kalau kamu belum bisa turun dari atas pohon dengan cara melesat.
"Aku heran sama suami aku kenapa masih diam di tempat apa suami aku sedang melamun atau suami aku terserang penyakit tuli dan budeg dadakan, tapi aku yakin kayaknya suami aku tidak terserang penyakit tuli dan budeg, soalnya tadi di ajak ngobrol sama aku nyambung tapi kenapa sekarang diam saja apa suami d aku kayaknya cuma terserang penyakit melamun doang, memangnya melamun merupakan penyakit setahu aku melamun itu bukan penyakit" teriak Cahaya berteriak dengan sangat
sangat keras dan sangat kencang menatap ke arah Gemilang dengan tatapan yang membunuh dan menusuk membuat Gemilang ketar ketir mendapatkan teriakan dari Cahaya.
Gemilang yang mendapati teriakan sangat keras dan sangat kencang dari Cahaya tanpa menggunakan toa, membuat Gemilang menelan salivanya berkali kali sungguh Gemilang sangat ketakutan melihat tatapan menusuk dan tatapan membunuh yang di keluarkan Cahaya.
"Gimana dong ini kayaknya istri aku mau mengamuk lebih baik aku berpura pura tidak mendengar tapi kalau nanti istri aku tambah marah gara gara aku ngga mendengar suaranya istri aku gimana dong, aku harus apa nih, bukan hanya itu saja tapi kalau aku berpura pura tidak mendengar teriakannya dari istri aku takutnya istri aku akan berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang di telinga aku, kasihan pasti telinga aku sangat tersiksa mendengar suara Cahaya yang sangat bising sekali" batin Gemilang sambil memikirkan apa ide yang pas untuk membuat Cahaya tidak marah dan tidak emosi lagi terhadap Gemilang.
Cahaya menatap ke arah Gemilang dengan tahapan sinisnya, sungguh Cahaya sangat marah sekali kepada Gemilang kalau Cahaya tidak takut dosa akan Cahaya beri Gemilang pukulan yang dahsyat, tapi aku ngga mau menanggung dosa, walaupun suami aku bikin emosi ke aku tetap aku ngga bisa melakukan kdrt terhadap suaminya kamu, karena aku terlanjur terlahir jadi orang baik, jadi lebih baik suami aku mendengar kabar bahagia dari aku besok saja, soalnya aku akan menjelaskan kenapa suami aku jadi sibuk seperti sekarang lebih tepatnya aku akan menyadarkan suami aku" batin Cahaya sambil mengeluarkan senyum licik di wajahnya entah apa yang di pikirkan oleh Cahaya hanya Cahaya yang tahu
__ADS_1