
Gemilang masih memegang tangannya Cahaya yang tidak tertutup kain, Gemilang hanya berharap bahwa Cahaya tersadar dan membuyarkan semua lamunan Cahaya yang sejak tadi menyerang Cahaya.
Setelah Gemilang memegang tangannya Cahaya selama berpuluh puluh tahun kelamaan dong maksudnya setelah Gemilang memegang tangannya Cahaya selama beberapa puluh menit namun belum ada tanda tanda Cahaya membubarkan lamunannya dan membuyarkan lamunannya.
"Istri aku sudah aku pegang tangannya dari tadi apalagi tangan yang aku pegang tangan yang ngga tertutup pakaian koq istri aku belum tersadar dari lamunannya juga sebenarnya istri aku sedang melamun apa sampai belum kelar kelar melamunnya apa istri aku sedang melamun memikirkan gajah yang terbang atau gajah yang bertelur tapi memangnya ada gajah yang terbang dan gajah bertelur ? entah aku juga belum tahu apa yang sebenarnya di pikirkan oleh istri aku sampai istri aku betah melamun" batin Gemilang sambil menatap ke arah Cahaya yang sedang menatap ke arah depan dengan tatapan kosong.
Cahaya merasakan ada yang menempel di tangannya yang tidak tertutup pakaian tapi Cahaya kira itu cuma semut yang menempel di tangannya Cahaya jadi Cahaya tidak berpikir bahwa yang menempel di tangannya Cahaya adalah tangannya Gemilang sang suami.
__ADS_1
Cahaya masih sibuk memikirkan nasib dirinya berpikir bahwa Gemilang akan menceraikan dirinya entah mengapa ada perasaan kesal, kecewa, marah, dan emosi menjadi satu kalau sampai Gemilang mengajak Cahaya bercerai karena Cahaya sangat mencintai Gemilang.
"Aku heran kenapa semutnya betah banget hinggap di tangannya aku, padahal aku sedang sibuk melamun kalau aku sedang tidak sibuk melamun memikirkan keputusan apa yang di ambil oleh suami aku pasti itu semut bakalan aku bunuh dan semut itu akan mati di tangannya aku, tapi semut ini koq beda dari semut biasanya apa semut ini kebanyakan makan sehingga bentuknya semut ngga terlalu kecil, kenapa aku jadi memikirkan semut yang banyak makan, yang harus aku pikirkan itu kira kira suami aku bakalan memberikan hukuman ke aku atau suami aku lebih memilih menceraikan suaminya aku" batin Cahaya sambil kembali fokus memikirkan nasibnya dengan sang suami.
Gemilang melirik sekilas ke arah Cahaya yang masih sibuk dan asyik melamun membuat Gemilang memutar otaknya untuk mencari akal supaya bisa menyadarkan Cahaya dari lamunannya yang sejak tadi menimpa Cahaya.
"Istri aku masih melamun sampai sekarang gimana dong cara menyadarkan istri aku supaya ngga melamun, sebenernya itu masalah gampang buat aku karena kalau aku niat aku tinggal berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang di telinganya istri aku atau aku mendorong tubuh istri aku supaya istri aku jatuh tersungkur ke lantai di jamin itu cara ampuh banget menyadarkan lamunannya istri aku tapi sebab akibatnya nanti berdampak istri aku bakalan emosi dan marah marah sampai teriak teriak dengan sangat keras dan sangat kencang 24 jam non stop tanpa iklan kalau aku berani melakukan teriak di telinganya istri aku dan berani mendorong tubuhnya istri aku sampai tersungkur ke lantai" batin Gemilang sambil tersenyum masam membayangkan Cahaya yang marah marah dan ngegas ke Gemilang sambil berteriak teriak dengan sangat keras dan sangat kencang selama 24 jam non stop tanpa jeda iklan walaupun satu detikpun.
Kedua matanya Ane menatap ke arah Gemilang yang ada di sebelahnya dengan tatapan kosong mengarah ke depan membuat Ane tersenyum tipis sangat tipis sehingga hanya dirinya yang tahu kalau dirinya sedang tersenyum.
__ADS_1
"Suami aku sejak kapan pegang tangannya aku koq aku baru sadar kalau tangannya suami aku menempel di tangannya aku apa jangan jangan yang aku kira tadi semut adalah tangannya suami aku ? aku baru nyadar pasti yang aku kira semut itu adalah tangannya suami aku bukan semut yang menempel di tangannya aku, pantes aku curiga sama yang menempel di tangannya aku masa semut besar banget bentuknya sebesar besarnya bentuk semut ngga akan sampai sebesar benda yang menempel di tangannya aku, malah yang menempel di tangannya aku adalah tangan suami aku" batin Cahaya sambil mengulum senyum menatap ke arah Gemilang.
Dalam hatinya Cahaya bingung ngapain Gemilang suaminya Cahaya memegang tangannya Cahaya apakah mungkin karena Gemilang bucin akut ke Cahaya sehingga Gemilang memegang tangannya Cahaya membuat Cahaya mengeluarkan senyum lebar di wajahnya.
Cahaya kini sedang memutar otaknya untuk menyadarkan Gemilang dari lamunannya sehingga kini Cahaya mengajak otaknya untuk mau membantu mencari jalan keluarnya supaya Gemilang tersadar dari lamunannya.
"Kayaknya suaminya aku sedang melamun tapi memangnya suami aku sedang melamun apa jangan jangan suami aku sedang sibuk melamun untuk memilih untuk memberi hukuman ke aku atau akan memecat aku jadi istrinya suami aku tapi bukannya tadi suami aku bilang suami aku sudah menentukan keputusan ? kenapa suami aku sekarang melamun, oh aku tahu pasti suami aku tadi sudah mengambil keputusan untuk menceraikan aku tapi karena suami aku ngga bisa jauh dari aku istilah gaulnya suami aku bucin akut ke aku buktinya suami aku belum mengajak aku bercerai sudah memegang tangannya aku pasti suami aku ngga akan mampu hidup tanpa aku karena istilah bahasa gaulnya dan bahasa gombalnya aku adalah separuh nafasnya suami aku, suami aku pasti menyesal karena telah hampir menceraikan aku tapi gimana caranya menyadarkan lamunan suami aku" batin Cahaya berteriak sangat keras dan sangat kencang
Setelah Cahaya berpikir selama beberapa puluh menit kini Cahaya telah menemukan ide briliant yang bisa menyebabkan Gemilang terbangun dari lamunannya yang sejak entah kapan menyerang Gemilang kini Cahaya mengumbar senyum lebar di wajahnya
__ADS_1
"Suami aku sampai sekarang masih melamun jadi penasaran suami aku melamun apa sebenarnya ? apa suami aku sedang melamun gajah yang bisa terbang atau suami aku sedang melamun gajah bertelur memangnya gajah ada yang terbang dan memangnya gajah ada yang bertelur ? bikin penasaran banget suami aku melamun apa dari tadi belum selesai, sekarang aku tahu cara menyadarkan suami aku dari lamunannya suami aku supaya ngga melamun terus, aku jamin cara ini bakalan berhasil memancing Gemilang supaya tidak melamun lagi ngga sia sia aku punya otak cerdas dan otak pintar karena bisa di gunakan untuk mencari jalan keluar setiap aku punya masalah" batin Gemilang sambil menatap ke arah Cahaya sedangkan Cahaya menatap ke arah Gemilang dengan tatapan datarnya