
Bagas telah meletakkan handphone miliknya ke saku celananya lalu Bagas menatap Lintang yang sedang menyandarkan punggungnya ke sofa yang sedang mereka berdua duduki kini Bagas sedang memikirkan kenapa Jelek belum membalas chat whatsapp darinya apakah dirinya sibuk mengerjakan pekerjaan di perusahaan miliknya ? Lintang melihat Bagas dengan ekor matanya sehingga dirinya tahu bahwa Bagas telah selesai melakukan tugasnya
"Sayang kamu jadi pulang sekarang apa ngga ?" tanya Lintang sambil menatap Bagas yang sedang menatap ke depan dengan tatapan kosong sementara Bagas hanya diam dan masih meneruskan lamunannya
"Sayang" panggil Lintang sengaja menaikkan volume suaranya membuat Bagas terkesiap dan tersadar dari lamunan yang tadi hinggap di kepalanya kini Bagas menoleh ke arah Lintang yang sedang menatapnya
"Ada apa sayang ?" tanya Bagas sambil tersenyum kikuk dan menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal karena ketahuan melamun sedangkan Lintang menatap ke arah Bagas dengan tatapan penuh menyelidik
"Harusnya aku yang nanya ke kamu memangnya kamu kenapa ? koq dari tadi ngga fokus apa ada masalah di perusahaan ? cerita ke aku siapa tahu aku bisa bantu" cerca Lintang sambil memicingkan satu mata ke Bagas sedangkan Bagas dengan cepat menggelengkan kepalanya bahkan Bagas mengubah ekspresi di wajahnya menjadi mengumbar senyum lebar di wajahnya
"Sayang aku ngga punya masalah apa apa mungkin aku kecapekan saja makanya sering melamun ngga konsen gara gara kecapekan" elak Bagas sambil berusaha tak menghentikan senyuman lebar di wajahnya sedangkan Lintang menatap ke arah Bagas dengan tatapan yang seakan menguliti Bagas
__ADS_1
"Sayang kalau kamu ngga punya masalah apa apa kenapa aku kelihatan seperti memikul beban yang sangat berat makanya kalau kerja kamu harus ingat waktu supaya ngga kecapekan sehingga ngga menyebabkan kamu ngga konsen dan sering melamun" saran Lintang sambil beringsut menegakkan badannya sedangkan Bagas tersenyum masam mendengar ocehan Lintang
Bagas bukannya bahagia karena di perhatikan oleh Lintang tapi Bagas merasa muak karena beradu tatap dengan Lintang yang menurut Bagas bermuka dua berpura pura perhatian ke dirinya kalau Lintang mencintai Bagas pasti dia bakalan mau melakukan hubungan intim dengan Bagas dari dulu tapi kenyataannya setiap Bagas ajak hubungan intim Lintang selalu menolak dirinya itulah yang di tanamkan oleh Jelek di otak Bagas
"Sayang" panggil Lintang sambil memegang lengannya Bagas sementara Bagas yang tadi sempat sibuk dengan dunianya yaitu melamun langsung tersadar dari lamunannya
"Ada apa sayang ?"' tanya Bagas sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal sama sekali sedangkan Lintang mengerucutkan bibirnya ratusan juta centi ke depan
"Sayang aku ngga punya masalah apapun jadi lebih baik kita berdua pulang sekarang ayo" ajak Bagas mengalihkan topik pembicaraan sedangkan Lintang mencebikkan bibirnya
"Sayang aku tahu kamu pasti ada masalah cerita ke aku dong pasti aku bakalan bantu masalahnya kamu aku ngga mau pulang sebelum kamu cerita masalahnya kamu ke aku" ancam Lintang sambil menatap nyalang ke Bagas sementara Bagas menatap Lintang dengan tatapan tajam
__ADS_1
"Sayang kalau aku bilang ngga ada masalah berarti memang ngga ada masalah jadi ngga usah maksa aku buat cerita ke kamu aku bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa bantuan siapapun termasuk bantuan kamu ayo pulang sekarang soalnya aku ngga punya masalah apapun jadi buat apa kamu menunggu aku bercerita" jelas Bagas sambil mengeluarkan senyum yang di paksakan sedangkan Lintang mendelik ke Bagas
"Sayang walaupun kamu bilang ngga ada masalah tapi aku ngga bisa di bohongi jadi kamu ngga usah bohongi aku memang kamu bisa menyelesaikan masalah kamu sendiri tanpa bantuan aku tapi aku pengin tahu masalah apa yang kamu hadapi sekarang apa ini soal momongan setelah kita berdua menikah ?" cerca Lintang sambil menatap ke Bagas dengan tatapan menelisik sementara Bagas menatap Lintang dengan tatapan sangat tajam melebihi tajamnya silet
"Sayang jadi kamu menuduh aku bohongi kamu ? aku sudah jujur ke kamu tapi kamu malah menuduh aku bohongi kamu kalau kamu tahu aku bisa menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa bantuan kamu harusnya kamu ngga usah nanya masalah aku lagian aku juga ngga punya masalah sudah aku bilang berkali kali aku ngga punya masalah aku ngga mempermasalahkan momongan setelah kita berdua menikah" ketus Bagas sambil melototkan kedua matanya ke Lintang sedangkan Lintang menelan air ludahnya sendiri sambil ketar ketir melihat tatapan Bagas yang melotot seakan matanya Bagas hampir copot dari tempatnya
"Sayang aku ngga menuduh kamu bohongi aku tapi aku cuma bilang jujur ke kamu kalau aku ngga mau di bohongi iya aku percaya kalau kamu jujur ke aku dan asal kamu tahu aku ngga menuduh kamu bohongi aku tapi aku rasa kamu seperti punya masalah kirain kamu mempermasalahkan momongan setelah kita berdua menikah" sahut Lintang sambil menundukkan kepalanya sementara Bagas tersenyum licik karena bisa membuat Lintang merasa bersalah yaitu berpura pura menuduh Lintang tidak percaya kepada Bagas
"Sayang kalau kamu ngga menuduh aku bohongi kamu pasti kamu ngga bakalan menuduh aku punya masalah karena kenyataannya aku ngga punya masalah apapun aku tadi sering melamun itu karena kecapekan bukan karena punya masalah aku juga tahu kalau kamu ngga suka di bohongi bukannya kamu sudah bilang ke aku sebelum aku sama kamu pacaran jadi aku ingat kata kata kamu karena aku ngga pikun dan ngga amnesia sudah aku bilang kalau aku ngga punya masalah ayo pulang sekarang aku mau istirahat tidur di rumah supaya badannya aku ngga kecapekan lagi" jelas Bagas dengan nada masih terdengar ketus sementara Lintang mendongakkan kepalanya untuk menatap ke arah Bagas
"Sayang kenyataannya aku ngga menuduh kamu bohongi aku karena aku sangat yakin kamu serius ke aku buktinya kamu sama aku sudah bertunangan dan sebentar lagi kita berdua menikah iya aku percaya kalau kamu ngga punya masalah apapun mungkin benar kata kamu kalau kamu sering melamun karena kecapekan bukan karena punya masalah iya aku bilang ke kamu sebelum aku sama kamu pacaran ternyata kamu masih ingat dengan semua kata kata aku iya aku percaya kalau kamu ngga punya masalah apapun ayo pulang sekarang supaya kamu bisa istirahat tidur di rumah" ajak Lintang sambil beringsut berdiri lalu menggenggam tangannya Bagas yang masih duduk membuat Bagas tanpa di perintah langsung ikut berdiri sambil tersenyum menyeringai sambil membawa gaun pengantin dan jas pengantin di tangannya kini Lintang dan Bagas kompak mulai melajukan langkah kaki mereka berdua ke tempat kasir
__ADS_1