Suami Yang Dapat Karmanya

Suami Yang Dapat Karmanya
Ngumbar Senyum Lebar Di Wajahnya


__ADS_3

Cahaya menatap nyalang ke Gemilang sementara Gemilang memutar otaknya untuk menemukan jawaban yang tepat untuk menghadapi Cahaya yang sedang marah kepada Gemilang



Sementara Cahaya mendelik ke Gemilang namun Gemilang tidak menyadari tatapan Cahaya tiba tiba Gemilang menerbitkan senyuman lebar di wajahnya membuat Cahaya mengerutkan keningnya heran apa yang di pikirkan oleh Gemilang sampai membuat dirinya menerbitkan senyuman lebar di wajahnya


"Kenapa suami aku tiba tiba ngumbar senyum lebar di wajahnya apa suami aku sedang memikirkan hal hal yang lucu tapi memikirkan apa aku jadi penasaran sama apa yang di pikirkan oleh suami aku lebih baik aku cari akal supaya suami aku ngga melamun lagi seperti ini seperti patung padahal aku ngga ngutuk suami aku jadi batu dan jadi patung sepertinya aku punya ide supaya suami aku terbangun dari lamunannya" batin Cahaya sambil menatap ke arah Gemilang dengan tatapan heran


"Dari tadi istrinya aku mengancam aku memberi hukuman ke istri aku atau aku pecat istri aku menjadi istri aku kayaknya setelah otak aku berpikir dengan keras melebihi kerasnya batu otaknya aku telah memberikan saran terbaik aku ada ide bakalan aku kerjai istrinya aku lebih baik aku beri hukuman dari pada aku memecat istrinya aku jadi istri aku sehingga membuat aku ngga punya istri dong" batin Gemilang sambil menerbitkan senyuman lebar di wajahnya entah apa yang ada di otaknya tidak ada yang tahu karena semut dan tikus yang lewat juga tidak tahu isi hatinya Gemilang


Cahaya mengamati wajah Gemilang yang masih tersenyum lebar di wajahnya membuat Cahaya berpikir macam macam apakah Gemilang sedang memikirkan hal yang jorok atau Gemilang sedang bahagia sehingga gampang menaburkan senyuman lebar di wajahnya



Cahaya berpikir sekarang waktu yang tepat melakukan misinya kini Cahaya tanpa ragu mendekatkan tubuhnya ke tubuh Gemilang lalu Cahaya berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang membuat Gemilang terlonjak kaget hampir saja jatuh tersungkur ke lantai kalau Gemilang tidak bisa menahan berat badannya


"Papa jangan melamun buruan jawab papa mau memberikan hukuman ke mama atau papa mau memecat mama" teriak Cahaya dengan sangat keras dan sangat kencang di telinganya Gemilang membuat Gemilang hampir saja mendorong Cahaya namun di urungkan saat melihat yang berteriak adalah Cahaya bukan orang lain kalau Gemilang tadi melanjutkan mendorong tubuhnya Cahaya di jamin Cahaya akan semakin marah kepada Gemilang

__ADS_1


Gemilang menatap ke arah Cahaya yang sedang melototkan kedua matanya ke arah Gemilang membuat Gemilang menelan salivanya berkali kali sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali melihat tatapan yang sangat menusuk dari Cahaya


"Ada apa mah ?" tanya Gemilang kikuk sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali salah tingkah sedangkan Cahaya menatap nyalang ke Gemilang


"Papa jangan pura pura nanya ada apa, papa ngga pikun kan ?" bukannya menjawab Cahaya malah melemparkan banyak pertanyaan ke Gemilang membuat Gemilang tersenyum masam mendengarnya


"Mah papa ngga pikun koq jadi mama ngga bakalan malu soalnya papa ngga pikun" jelas Gemilang sambil menatap ke arah Cahaya sedangkan Cahaya menatap nyalang ke Gemilang


"Kalau papa ngga pikun kenapa papa nanya ada apa ke mama ? mama juga ngga mau ngajak papa ke supermarket kalau papa pikun biar ngga bikin malu mama" celetuk Cahaya sambil melototkan kedua matanya ke arah Gemilang sementara Gemilang menggaruk garuk belakang kepalanya yang tidak gatal


"Stop pah pokoknya mama marah sama papa jangan jelaskan soalnya mama ngga mau mendengar alasan papa yang panjangn kali lebar melebihi panjangnya rel kereta api pokoknya sekarang intinya papa mau pilih memberi hukuman ke mama atau papa mau memecat mama menjadi istrinya papa" ancam Cahaya sambil menatap nyalang ke Gemilang sedangkan Gemilang mengeluarkan senyum licik di wajahnya


"Terus kalau mama sedang marah sama papa mama maunya gimana ? masa sih mah ? perasaan kalau papa menjelaskan pasti ngga sampai panjang kali lebar melebihi panjangnya rel kereta api oke setelah papa pikir pikir papa sudah menentukan pilihan antara kedua pilihan itu dan yang" lagi dan lagi perkataan Gemilang belum selesai sudah di potong oleh Cahaya


"Papa memilih apa di antara keduanya apakah papa memilih memberi hukuman ke mama ? atau papa memecat mama jadi istri papa ?" cerca Cahaya sambil menatap ke arah Gemilang dengan tatapan harap harap cemas sedangkan Gemilang mengumbar senyum devil


Sungguh Cahaya berpikir yang tidak tidak seperti Gemilang lebih memilih menceraikan Cahaya rasanya tak rela karena Cahaya tadi berkali mendesak seperti itu juga hanya ingin mengerjai Gemilang saja tapi jujur dalam hatinya Cahaya tidak yakin kalau Gemilang akan menceraikan dirinya karena Gemilang sangat bucin akut ke Cahaya

__ADS_1



Namun setelah melihat Gemilang yang tersenyum lebar tadi dan katanya Gemilang telah memutuskan sesuatu membuat Cahaya harap harap cemas terhadap keputusan yang di berikan oleh Gemilang dirinya berpikir bahwa Gemilang akan menceraikan dirinya memikirkan itu membuat kepala Gemilang hampir pecah gara gara omknh banyak Gemilang


"Setelah mama bertanya berkali kali kepada papa kini papa sudah memutuskan untuk" lagi dan lagi perkataan Gemilang belum selesai sudah di potong oleh Cahaya


"Mama yakin keputusan papa itu yang terbaik tapi mama mohon jangan biarkan anak anak kita berdua berpisah dengan kita berdua" pinta Melisa dengan mimik wajah memelas sedangkan Gemilang membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sedetik kemudian tawa menggelegar di hatinya Gemilang menyala namun Gemilang mampu menahan tawanya yang akan keluar


Sebenarnya Gemilang tadi belum paham dengan arah pembicaraan Cahaya yang menurutnya ambigu namun Gemilang setelah sedetik kemudian tahu arah pembicaraan Cahaya mungkin maksudnya Cahaya kalau suatu saat nanti Gemilang mati pasti masih ada istrinya Gemilang dan besan Gemilang



Kini giliran Cahaya yang ketakutan bila tiba tiba surat perceraian di antar oleh Gemilang karena ada pria bule yang mendekat ke arah Gemilang membuat Gemilang menatap ke arah Cahaya dengan tatapan halusnya sementara Byson gemka


"Kayaknya istri aku cemburu sama aku tidak biasanya dia bahas sikut ngga bahas jangan biarkan anak anak kita tanpa kita berdua oh aku tahu pasti cemburu sama wanita lain ada ada saja mama lebih baik aku harus hati hati supaya tidak muncul pertengkaran yang lebih sengit" batin Gemilang sambil menatap ke arah Cahaya


"Loh koq jadi gini harusnya kan suami aku yang bilang kayak gitu tapi kenapa kenapa malah kamu di ajak memberikan wajah uban we re baru keren ceritanya semanga, juga mau aku simpan ke dompetnya aku harusnya" batin Cahaya sambil menelan salivanya berkali kali

__ADS_1


__ADS_2