
Cahaya menerbitkan senyuman lebar di wajahnya entah mengapa dirinya sangat bahagia walaupun hanya di pegang tangannya oleh Gemilang sang suami karena Cahaya berpikir bahwa Gemilang tidak mau kehilangan dirinya.
Cahaya yang tadi sudah punya ide briliant untuk menyadarkan suaminya dari lamunan langsung menjalankan aksinya tanpa aba aba Cahaya mendekatkan tubuhnya ke Gemilang lalu Cahaya berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang di telinganya Gemilang membuat Gemilang yang sedang melamun sontak kaget bahkan sampai bergeser dari posisi awal Gemilang berdiri.
"Papa sejak kapan ada di sini dan papa sedang melamun apa ?" teriak Cahaya dengan sangat keras dan sangat lantang di telinganya Gemilang sementara Gemilang yang mendapat serangan mendadak seperti itu berupa teriakan dari Cahaya langsung terlonjak kaget bahkan Gemilang sampai bergeser dari tempat dirinya berdiri saking kagetnya mendengar teriakannya Cahaya yang sangat menggema di ruang telinganya.
"Mama ngga usah teriak teriak di telinganya papa soalnya papa ngga budeg dan ngga tuli" jawab Gemilang sambil menatap ke arah Cahaya sementara Cahaya memutar bola matanya malas.
__ADS_1
"Papa itu mirip kayak orang tuli dan orang budeg kalau mama ngga teriak di telinganya papa pasti papa ngga dengar omongan mama" ketus Cahaya sambil mendelik ke Gemilang sementara Gemilang tersenyum kikuk dengan tangan yang masih memegang tangannya Cahaya.
"Masa sih papa kayak orang tuli dan budeg kalau mama ngga teriak teriak di telinganya papa ?" tanya Gemilang untuk memastikan pendengarannya karena Gemilang merasa pendengarannya sangat berfungsi dengan baik bahkan kedua telinganya Gemilang juga sangat tajam melebihi tajamnya cangkul sedangkan Cahaya melototkan kedua matanya ke arah Gemilang.
"Ih papa pikun ? memang kenyataannya kalau mama belum berteriak teriak di telinganya papa pasti papa ngga dengar semua omongan mama" teriak Cahaya dengan sangat keras dan sangat kencang karena tersulut emosi mendengar omongan dari Gemilang sedangkan Gemilang salah tingkah langsung menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali
"Papa ngga pikun koq mah buktinya papa masih ingat kalau mama istrinya papa, masa sih mah ? perasaan walaupun mama ngga berteriak teriak di telinganya papa tetap papa dengar suara merdunya mama" jawab Gemilang di sertai rayuan maut di dalamnya sementara Cahaya menatap nyalang ke Gemilang sungguh Cahaya sangat kesal dengan Gemilang yang tak merasa bahwa Cahaya berkali kali memangil Gemilang namun Gemilang tak mendengar panggilan dari Cahaya.
Memang Cahaya tidak sepenuhnya berbohong karena kenyataannya sebelum Cahaya dan Gemilang sama sama sibuk melamun Cahaya bertanya dan mengobrol ke Gemilang namun tak di jawab sehingga tadi Cahaya harus turun tangan berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang di telinganya Gemilang.
__ADS_1
Gemilang yang mendengar omongan Cahaya langsung membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sungguh dirinya tak menyangka bahwa kalau Gemilang menjadi tuli dan budeg bahkan katanya Cahaya harus berteriak di telinganya Gemilang dengan sangat keras dan sangat kencang terlebih dahulu supaya Gemilang dengar omongan Cahaya karena katanya kalau Cahaya belum berteriak di telinganya Gemilang dengan sangat keras dan sangat kencang Gemilang tidak mendengar omongan Cahaya
"Mama yang namanya pikun itu lupa segalanya pokoknya istilah pikun beda tipis sama amnesia bedanya sebelas sama seratus juta, masa kalau mama ngga berteriak di telinganya papa pasti papa ngga dengar suara mama ? tapi seingat papa itu papa ngga budeg dan ngga tuli, kata papa kan tadi bilang kalau papa dengar suara mama, koq bisa papa ngga dengar omongan mama ? apa mama bicaranya terlalu lirih sehingga papa ngga mendengar suara mama" jelas Gemilang dengan raut wajah bingung lalu sengaja menggunakan intonasi sangat lirih di akhir kalimat namun walau Gemilang sudah mengatur supaya Gemilang berkata dengan sangat lirih tetap saja Cahaya mendengar omongan Gemilang membuat Cahaya langsung melototkan kedua matanya ke arah Gemilang
"Papa mama juga tahu jadi ngga usah di jelaskan kalau pikun sama amnesia bedanya tipis, pah yang namanya beda tipis itu dari sebelas ke dua belas, atau dari sebelas ke sepuluh, masa dari sebelas sampai serius juta beda tipis, hitung hitungannya pasti dapat nilai nol besar, iya kenyataannya kalau mama belum berteriak di telinganya papa pasti papa belum dengar suara mama, tapi menurut mama papa itu budeg dan tuli, tapi papa ngga dengar omongan mama,mana mama tahu kan papa yang memasang telinga, jadi papa menyalahkan mama yang bersuara lirih, ingat pah mama itu kalau bersuara sangat keras dan sangat kencang jadi mama ngga pernah bersuara lirih menurut mama yang salah itu papa karena ngga mendengar omongan mama" teriak Cahaya dengan sangat keras dan sangat kencang serta Cahaya menatap nyalang ke arah Gemilang membuat Gemilang menelan salivanya berkali kali
"Iya mah papa kira mama belum tahu makanya papa jelaskan kalau pikun sama amnesia bedanya sangat tipis, beda tipis mah tetap walaupun dari sebelas sampai seratus juta, soalnya cara berhitung papa biar bedanya tipis dari sebelas langsung seratus juta kecuali kalau ada kata urutan angka memang dari sebelas sampai seratus selisihnya banyak ngga sedikit, ngga koq dulu hitung hitungannya ngga dapat nol besar tapi dapat nol kecil, tapi sebenarnya papa dengar suara mama walaupun tanpa mama berteriak di telinganya papa, koq mama menuduh papa tuli dan budeg ? mungkin papa tadi sibuk melamun mah makanya papa ngga dengar omongan mama, sebenarnya telinganya bukan papa yang masang mah tapi asal telinganya papa sejak sebelum lahir sudah di pasang sama Tuhan, papa ngga menyalahkan mama yang bersuara sangat lirih mungkin papa yang salah karena papa yang tadi melamun banyak pikiran mama ngga salah sama sekali, suara mama memang sangat keras dan sangat kencang apalagi mama hobi berteriak di jamin suara mama itu paling keras dan paling kencang tanpa mengunakan toa, iya papa yang salah karena ngga mendengar omongan dan suara mama yahh merdu" jelas Gemilang sambil menatap ke arah Cahaya
__ADS_1
Lagi dan lagi Gemilang harus mengalah kepada Cahaya dan membiarkan Cahaya wanita yang sangat di cintai dari dulu sampai sekarang sementara Cahaya melototkan kedua matanya ke arah Gemilang membuat Gemilang menelan salivanya berkali kali