
Cahaya masih sibuk dan asyik menatap ke arah Gemilang dengan tatapan bingung dan heran kenapa teriakan Ane tidak di dengar sama sekali oleh Gemilang, apakah Gemilang sudah sangat menderita budeg dan tuli akut atau karena Gemilang tidak mendengar teriakannya Cahaya gara gara Gemilang sibuk melamun dan asyik dengan lamunannya sehingga Gemilang hanya diam mematung di tempat
Gemilang masih sibuk dan asyik dengan dunianya sendiri membuat Gemilang tidak mendengar suara teriakan yang di keluarkan oleh Cahaya, hari ini Cahaya berprinsip harus berhasil menyadarkan lamunan dari Gemilang.
"Aku heran sama suami aku sebenarnya suami aku ngga mendengar suara teriakan aku, menurut kalian apa memang suami aku mendengarkan ini suara aku lebih tepatnya suara merdunya aku, ternyata caranya cuma gitu doang lebih baik aku ikutan, pokoknya suami aku harus tersadar dari lamunannya" batin Cahaya sambil menatap ke arah Gemilang yang masih tak bergeming sekarang Gemilang masih sibuk dan asyik melamun membayangkan kenapa Cahaya marah marah kepadanya.
Cahaya melangkahkan kedua kakinya buat ke arah kamar mandi karena memang Cahaya berniat mau cuci muka supaya wajahnya terlihat fresh dan aura kecantikan Cahaya uang memang cetar membahana dan membuat heboh dunia Cahaya berprinsip akan tetap terlihat cantik walaupun baru terbangun dari tidur.
__ADS_1
Setelah Cahaya melangkah selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Cahaya melangkah selama beberapa puluh menit kini Cahaya telah sampai di depan pintu kamar mandi di ruangan kerja miliknya suami aku, lebih baik aku langsung serbu masuk saja soalnya aku pengin secepatnya tampil cantik makanya langsung mau sudah tua.
"Ternyata akhirnya aku sampai juga di depan pintu kamar mandi yang terletak di depan ruangan kerja miliknya suami aku, lebih baik aku langsung masuk saja soalnya aku juga sudah tidak sabar melihat penampilan aku setelah aku membersihkan muka pasti akan bertambah kadar kecantikannya aku" batin Cahaya sambil menerbitkan senyuman lebar di wajah cantiknya
Cahaya tanpa ragu membuka pintu kamar mandi yang terletak di ruangan kerja milik Gemilang sang suami, lalu setelah pintu terbuka tanpa komando dan tanpa aba aba Cahaya langsung masuk ke dalam kamar mandi yang terletak di ruangan kerja miliknya Cahaya.
Gemilang yang masih sibuk dan asyik dengan dunianya sendiri sehingga tidak tahu kalau Cahaya sudah ke kamar mandi dan kini Gemilang hanya seorang diri dan hanya di temani oleh semut dan kecoa yang lewat saja, sungguh Gemilang masih memikirkan kenapa Cahaya marah marah kepada Gemilang.
__ADS_1
"Aku heran sama istrinya aku sebenarnya dia kenapa marah marah ngga jelas ke aku, apa jangan jangan istrinya aku sedang pms makanya dia marah marah melulu ke aku, gimana dong caranya supaya istrinya aku ngga marah marah lagi sama aku, apa aku pancing sama kartu kredit saja, tapi kalau istrinya aku semakin marah gimana dong, lebih baik aku pikirkan cara lain supaya istrinya aku ngga marah lagi sama aku tanpa aku iming iming kartu kredit, sepertinya aku harus memaksa otaknya aku bekerja untuk mencari akal supaya istrinya aku ngga marah marah lagi ke aku tanpa aku pancing dengan kartu kredit" batin Gemilang sambil mengangguk anggukkan kepalanya mantap.
Beruntung Gemilang hanya sendirian sehingga walaupun Gemilang menganggukkan kepalanya mantap tidak ada yang marah coba saja kalau Cahaya masih ada di situ di jamin Cahaya akan marah dan emosi kepada Gemilang, bahkan tanpa ragu Cahaya akan mengeluarkan teriakannya yang seperti kaleng rombeng selama 24 jam non stop tanpa iklan dan tanpa jeda bahkan bisa lebih dari 24 jam Cahaya berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang tanpa jeda dan tanpa iklan.
Setelah Cahaya melangkah beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Cahaya melangkah beberapa puluh menit kini Cahaya telah sampai di dalam kamar mandi yang terletak di ruangan kerja miliknya sang suaminya Cahaya, lalu Cahaya menatap ke arah cermin menetap ke arah pantulan dirinya yang ada di depan cemin, Cahaya tetap menatap ke arah pantulan dirinya yang terpancar di cermin besar yang terletak di dalam kamar mandi yang terletak di ruangan kerja milik suami Cahaya.,
"Aku heran sama suami aku sebenarnya dia itu melamun atau terserang penyakit budeg dan tuli, kenapa aku sampai berteriak teriak dengan sangat keras dan sangat kencang tetap suami aku ngga mendengarkan suara merdunya teriakan aku, kalau suami aku cuma melamun doang pasti suami aku bakalan mendengar teriakannya aku tapi kenapa suami aku ngga mendengar teriakan suami aku, jangan jangan suami aku mulai terkena penyakit budeg dan tuli gimana dong ini masa suami aku terkena penyakit budeg dan tuli" batin Cahaya dengan raut wajah cemas dan khawatir kalau Gemilang terserang penyakit budeg dan tuli makanya tidak mendengar omongan lebih tepatnya teriakan dari Cahaya.
__ADS_1
Setelah Cahaya beberapa puluh menit menatap ke arah pantulan dirinya yang terdapat di cermin, kini Cahaya baru menyadari tujuan dirinya ke kamar mandi untuk cuci muka bukan untuk melamun sehingga kini Cahaya membubarkan dan membuyarkan semua lamunan yang tadi menyerang kepalanya.
"Kenapa aku jadi membahas dan memikirkan suami aku yang tadi sedang melamun atau suami aku sudah terserang penyakit tuli dan budeg, harusnya aku cuci muka di sini soalnya aku bertujuan ke sini cuma buat cuci muka bukan buat melamun memikirkan suami aku yang tadi tidak mendengar suara merdunya aku dan suara mahalnya aku karena suami aku sibuk dan asyik dengan dunianya sendiri yaitu suami aku melamun atau suami aku terkena penyakit budeg dan tuli aku belum tahu sehingga lebih baik ke poli THT kamu kak" batin Cahaya sambil tersenyum tipis sangat tipis sehingga hanya dirinya yang tahu kalau dirinya sedang tersenyum.