Suami Yang Dapat Karmanya

Suami Yang Dapat Karmanya
Mama Membisikkan Apa Ke Telinga Papa


__ADS_3

Lintang masih setia menutup wajahnya dengan kedua tangannya, sungguh Lintang malu sekali karena tadi sempat adu mulut dengan Gemilang, Lintang belum ingat kalau ada Bagas di sekitarnya.



Gemilang menatap nyalang ke arah Lintang, walaupun Gemilang masih mendapatkan cubitan di pinggangnya dari tangan Cahaya, seolah cubitan itu tak terasa oleh Gemilang.



Mungkin Gemilang fokus marah kepada Lintang sehingga tak merasakan sakit akibat cubitan yang di layangkan oleh Cahaya, atau memang Gemilang melampiaskan amarahnya kepada Lintang hanya Gemilang yang tahu.



Cahaya menatap nyalang ke arah Gemilang, namun Gemilang tak mengetahui tatapan tak bersahabat yang di keluarkan oleh Cahaya, karena Gemilang sibuk menatap nyalang ke arah Lintang.



Bagas menggaruk garuk belakang kepalanya yang tak gatal sama sekali, sungguh Bagas takut karena sekarang keadaan sangat mencekam dan menakutkan, akibat aura aura yang di pancarkan oleh ketiga manusia di sekitarnya Bagas.


"Papa diam atau papa nanti malam ngga akan dapat jatah dari mama" ancam Cahaya berbisik di telinganya Gemilang.


Gemilang yang mendapat bisikan dari setan, maksudnya mendapatkan bisikan dari Cahaya sang istri, membuat nyalinya Gemilang menciut, sehingga kini Gemilang menghentikan tatapan nyalangnya kepada Lintang.



Sungguh Gemilang sangat takut kalau dia tak mendapatkan jatah dari Cahaya, sehingga Gemilang meredam emosi yang tak memuncak, kini Gemilang menatap ke arah Cahaya sambil mengeluarkan senyum manis melebihi manisnya gulali.


__ADS_1


Lintang yang sejak beberapa menit lalu masih diam mematung sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya, kini membuka wajahnya entah apa yang Lintang akan lakukan, lalu Lintang berkata.


"Lebih baik aku bikinkan minuman lagi buat papa, maaf tadi aku ngga tahu kalau papa ada di sini juga" ucap Lintang memecahkan keheningan yang tercipta sejak beberapa menit yang lalu.


Gemilang, Cahaya, dan Bagas kompak menatap ke arah sumber suara yaitu menatap ke arah Lintang.



Kini Lintang beringsut berdiri dari tempat duduknya, namun saat Lintang akan mengajak kedua kakinya melangkah ke dapur, tiba tiba Lintang mendengar suara yang sangat familiar dan sangat tak asing di telinganya.


"Lintang kamu ngga perlu repot repot membuatkan minuman buat papa kamu, lebih baik kalau papa haus minum minuman milik mama saja" sahut Cahaya sambil menatap Lintang yang sedang berdiri, sementara Lintang langsung menoleh ke arah Cahaya setelah Lintang mendengar suara Cahaya.


Setelah Lintang menatap Cahaya sekilas lalu Lintang menoleh ke arah Gemilang, dari tatapan Gemilang juga mengisyaratkan kepada Lintang supaya tidak usah ke dapur untuk membikin minuman buat Gemilang.




Gemilang juga berharap supaya Lintang bisa membebaskan dirinya dari cubitan tangannya Cahaya, sungguh Gemilang sudah tersiksa mendapat cubitan sejak tadi dari Cahaya.


"Betul kata mama kamu Lintang sebaiknya kamu ngga usah ke dapur untuk membuatkan minuman buat papa, nanti kalau papa pengin minum papa bisa meminum minuman miliknya mama kamu atau bisa minum bareng satu gelas dengan mama kamu itu juga terlihat romantis" jelas Gemilang sambil mengeluarkan senyum lebar di wajahnya.


Cahaya yang mendengar perkataan Gemilang itu langsung melototkan kedua matanya ke arah Gemilang, beda hal dengan Lintang yang langsung terkekeh setelah mendengar jawaban yang terlontar dari mulutnya Gemilang.



Sementara Bagas jangan di tanyakan lagi, karena Bagas sedang berusaha menutupi senyum lebar yang akan terpancar di wajahnya, namun Gemilang takut nanti senyum lebarnya akan menjadi boomerang sehingga Bagas hanya tersenyum sangat tipis.

__ADS_1


"Oke kalau papa ngga mau di buatkan minuman oleh aku, mending aku meminum minuman miliknya aku, kasihan minumannya sudah ngiler pengin di minum oleh aku" sahut Lintang dengan kedua matanya yang berbinar.


Setelah mengatakan hal itu Lintang langsung menjatuhkan bokongnya ke tempat duduknya seperti semula, lalu tanpa komando Lintang langsung mengambil gelas yang berisi minuman untuknya.


Setelah gelas itu ada di tangannya Lintang, membuat Lintang tak menyia nyiakan kesempatan yang ada, dengan cepat Lintang mulai meminum minuman miliknya, sungguh tenggorokan Lintang terasa adem gara gara minuman yang di minum olehnya tadi.



Gemilang mendengus sebal mendengar ocehan Lintang, tidak masuk akal sekali kalau minuman Lintang itu ngiler karena pengin di minum oleh Lintang.



Cahaya masih sibuk melototkan kedua matanya ke arah Gemilang, namun Gemilang sama sekali tak menyadari tatapan tak bersahabat yang di keluarkan oleh Cahaya.


"Papa sejak awal mama menyuruh papa meminum minuman mama bukan meminta papa buat meminum bareng dengan mama satu gelas, romantis apaan minum bareng satu gelas ngga di katakan romantis tapi di katakan ngga punya uang alias miskin, makanya cuma mampu minum satu gelas buat berdua, mama ngga mau minum bareng sama papa" balas Cahaya dengan nada yang terdengar ketus.


Mendengar hal itu membuat Gemilang langsung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali, sementara Lintang yang telah meletakkan minumannya ke tempat semula hanya terkekeh kecil, sedangkan Bagas sedang berusaha menyembunyikan senyum lebar yang akan terpancar di wajahnya.


"Papa makanya kalau mama sedang bicara itu pahami, aku saja dari tadi dengarnya mama menyuruh papa meminum minuman miliknya mama tapi mama ngga bilang segelas minum berdua sama papa" cibir Lintang lalu tertawa kecil, sementara Gemilang langsung mendelik ke arah Lintang.


Sungguh Gemilang kesal dengan Lintang, menurut Gemilang secara tidak langsung Lintang menuduh Gemilang tuli dan budeg karena tak mendengar omongan Cahaya.


Cahaya menganggukkan kepalanya samar sambil mengulum senyum tipis di wajahnya, sedangkan Bagas menatap ke arah minumannya, ingin sekali Bagas menyambar minumannya karena Bagas juga agak haus namun Bagas masih menjaga image di depan Lintang dan di depan kedua orang tuanya Lintang.


"Lintang papa juga dengar semua omongan mama kamu, papa juga dengar kalau mama kamu cuma menyuruh papa buat meminum minuman miliknya mama kamu, tapi ngga ada salahnya papa menawarkan untuk minum segelas berdua dengan mama kamu, itu akan terlihat sosweet dan romantis, jadi secara tidak langsung kamu menuduh papa itu tuli dan budeg, ingat pendengaran papa itu masih tajam, bahkan papa juga bisa mendengar suara semut" jelas Gemilang dengan ketus, sementara Cahaya langsung mendelik ke arah Gemilang.


"Papa ingat kan tadi mama membisikkan apa ke telinga papa ?" tanya Cahaya penuh penekanan sambil kedua matanya Cahaya melotot ke arah Gemilang, sedangkan Gemilang langsung diam seribu bahasa setalah mendengar suara dari Cahaya.

__ADS_1


Sementara Lintang dan Bagas kompak menatap ke arah Gemilang dan Cahaya secara bergantian, mereka berdua heran apa yang di bisikkan Cahaya ke Gemilang.


__ADS_2