Suami Yang Dapat Karmanya

Suami Yang Dapat Karmanya
Tanya Sama Rumput Yang Bergoyang


__ADS_3

Gemilang merutuki kebodohannya yang tadi keceplosan bilang kalau suaranya Cahaya lirih sehingga alhasil Cahaya sekarang melototkan kedua matanya ke arah Gemilang yang ada di hadapannya dengan posisi tangannya Gemilang yang masih memegang Cahaya.



Cahaya sangat geram sekali di tuduh suaranya lirih oleh Gemilang padahal pada kenyataannya menurut Cahaya suaranya Cahaya itu merdu bukan lirih kini Cahaya seperti mengeluarkan kepala yang bertanduk saking emosinya kepada Gemilang.


"Papa menuduh duds mama sangat lirih,

__ADS_1


suaranya lirih" teriak Cahaya dengan sangat keras dan sangat kencang membuat Gemilang yang berada di sebelahnya Cahaya langsung terlonjak kaget bahkan Gemilang sampai bergeser dari tempat dirinya berdiri saking kagetnya menerima serangan mendadak secara tiba tiba berupa teriakan Cahaya.


"Papa ngga menuduh suaranya mama lirih koq karena suaranya mama kenyataannya itu keras pakai banget malah suaranya mama sangat keras dan kencang, bahkan suara mama sangat menggema di telinganya papa berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang di telinganya papa" jelas Gemilang sambil menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali salah tingkah sedangkan Cahaya membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga


"Oh jadi papa menuduh suaranya mama sangat keras dan sangat lantang bukan suaranya mama yang lirih, papa tadi bilang apa mama keras kepala banget ? oh jadi sekarang papa menuduh mama berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang papa keterlaluan banget suara merdu mama di tuduh suara keras dan sangat kencang" teriak Cahaya dengan suara yang sangat keras dan sangat kencang sehingga membuat Gemilang meletakkan kedua tangannya di depan dadanya karena panik dan kaget.


"Ma ma mah pokoknya intinya menurut papa itu mama suaranya sangat merdu bikin papa selalu rindu sama mama, papa ngga pernah

__ADS_1


"Papa belajar gombal dari mana ? ngga usah gombalin mama karena mama ngga akan mempan sama semua gombalan papa pakai bilang suaranya mama merdu dan bikin papa selalu rindu sama mama, papa ngga mengakui kalau papa tadi bilang sendiri kalau papa itu bilang kalau suara mama merdu, kirain suaranya siapa ternyata suaranya mama yang sangat merdu dan sangat merdu dari tadi ngapain bahas mama doang". teriak Cahaya dengan sangat keras dan sangat kencang bahkan sampai membuat Gemilang langsung terlonjak kaget bahkan Gemilang tadi hampir saja mengeluarkan jurus andalannya dan jurus kagetnya yaitu menonjok wajahnya Cahaya dan membuat memberi bogeman mentah sampai Cahaya babak belur namun setelah Gemilang mendengar dan melihat dengan mata ekornya sendiri maksudnya setelah Gemilang telah melihat dengan mata kepala Gemilang sendiri bahwa yang berteriak adalah Cahaya langsung membuat Gemilang mengurungkan niatnya untuk memberikan tonjokan kepada wajahnya Cahaya dan memberikan bogeman mentah sampai babak belur ke Cahaya


"Papa ngga belajar menggombal dari mana mana terus mama bakalan minta apa dari papa supaya mama ngga marah lagi sama papa, terus mama mempannya sama apa dong kalau mama ngga mempan di gombalin oleh papa apa mama bakalan mau di rayu oleh papa menggunakan kartu ATM, kartu kredit, uang cash atau apa tinggal bilang ke papa nanti papa turutin, papa ngga merayu mama melulu soalnya papa juga yakin mama ngga bakal mempan sama gombalan maut dan rayuan maut papa" kata Gemilang dengan sangat lembut seperti lembutnya kain sutera.


"Mama mau jawab jadi papa diam saja" teriak Cahaya dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi kencangnya pesawat jet.


Gemilang yang ada di sebelahnya Cahaya ingin sekali mendorong tubuhnya Cahaya sampai ke dasar laut atau ke tempat ikan hiu, pokoknya Gemilang tahu kalau dirinya harus jangan berbuat kasar ke Cahaya atau taruhannya adalah Gemilang tidak akan dapat jatah dari Cahaya setiap harinya mendingan Gemilang mengalah kepada Cahaya.

__ADS_1


"Tapi mama yakin papa belajar gombal atau jangan jangan papa memang dari sebelum lahir sudah pintar ngegombal, mama minta tambahan uang belanja pah biar mama ngga marah lagi sama papa, nah itu tahu ternyata otaknya papa pintar juga karena bisa mengerti isi hati mama, benar kata papa mama mau di rayu sama kartu ATM, kartu kredit, dan uang cash janji bakalan papa turutin ? kalau gitu mama minta ratusan mobil lamborghini saja sama perusahaan mobil lamborghini sekalian, nah itu papa tahu kalau mama ngga bakalan mempan sama rayuan maut dan gombalan maut papa" teriak Cahaya sampai menaikkan ratusan juta oktaf suaranya sampai membuat Gemilang yang ada di sebelahnya Cahaya langsung terlonjak kaget bahkan Gemilang sampai bergeser dari tempat dirinya berdiri saking kagetnya menerima teriakan yang di keluarkan oleh Cahaya


"Papa beneran ngga belajar gombal mah kalau ngga percaya tanya sama rumput yang bergoyang, masa sebelum lahir papa sudah pintar ngegombal mama lucu banget bayi lahir ke dunia juga pasti tidak akan langsung bisa bicara masa langsung ngegombal padahal ngegombal itu pakai mulut lho, bayi itu kalau baru pertama lahir ke dunia cuma bisa menangis doang mah belum bisa bicara apalagi ngegombal, oke pasti papa tambahin uang belanja buat mama supaya mama ngga marah lagi sama papa, iya mama baru tahu kalau otaknya papa cerdas dan pintar makanya papa menjadi CEO dan punya banyak cabang perusahaan juga, oke papa bakalan beri kartu ATM, kartu kredit, dan uang chas buat mama supaya mama bakal dan ngga marah lagi sama papa, iya pasti papa bakal turutin semua keinginan mama asal keinginan mama jangan menyuruh papa mengambil bulan di langit soalnya langit tinggi banget mah, papa harus menyiapkan tangganya sampai ratusan milyar mungkin juga kayaknya belum cukup, mama minta ratusan mobil lamborghini sekalian sama perusahaan mobil lamborghini buat apa mah ? oke pasti papa turuti dan pasti papa belikan semua mobil lamborghini sekaligus sama perusahaan mobil lamborghini, iya soalnya kalau mama mempan sama gombalan maut dan rayuan maut papa pasti mama ngga bakal sering mengomel terus menerus sama papa kalau papa gombalin dan rayu mama" jawab Gemilang sambil tersenyum masam sedangkan Cahaya menatap nyalang ke arah Gemilang


__ADS_2