
Setelah Cahaya puas memandangi pantulan dirinya yang sangat cantik di depan cermin Cahaya langsung bergegas berdiri lalu berjalan menuju ke almari tas yang menyimpan banyak semut maksudnya banyak tikus lebih tepatnya almari tas yang menyimpan banyak tas setelah sampai di depan almari Cahaya langsung membuka pintu almari dengan mata yang menelisik setiap tas yang ada di kolong ranjang maksudnya tas yang ada di almari tas almari tas Cahaya itu terbuat dari kaca sehingga walaupun belum terbuka pintunya tetap bisa tembus pandang dan bisa melihat ke dalam isinya seperti apa setelah pintu terbuka Cahaya langsung mengambil tas yang menjadi incaran matanya dirinya mengincar tas tersebut karena warna tas tersebut sangat cocok dan sesuai dengan warna pakaian yang di kenakan saat ini
"Walaupun aku punya banyak tas tapi gampang banget buat mencari tas yang cocok dengan warna pakaian aku lebih baik aku bawa tas yang ini aku ngga ganti pakaian supaya mempersingkat waktu lagian pakaian yang aku pakai saat ini juga masih terbilang mewah dan baru di pakai tadi pagi sebelum memasak makanan" gumam Cahaya sambil mengambil tas yang di pilih lalu Cahaya menutup pintu almari kembali supaya ngga ada burung yang terbang ke almari tas miliknya
Cahaya berjalan ke arah tempat berkumpulnya sepatu istilah gaulnya menuju ke almari sepatu soalnya Cahaya mau memilih celana yang akan di pakai lebih tepatnya sepatu yang akan di gunakan setelah sampai di almari sepatu Cahaya tetap menenteng tas di tangannya kedua matanya mencari dan berputar mencari sepatu yang ingin di pakai sambil satu tangan Cahaya membuka pintu almari sepatu setelah almari terbuka lebar dengan gerakan cepat Cahaya memilih sepatu yang di inginkan setelah sepatu itu ada di tangannya Cahaya dengan sigap Cahaya menutup pintu almari sepatu setelah itu Cahaya menuntun kakinya menuju ke ranjang empuk miliknya setelah berada di sebelah ranjang Cahaya tanpa permisi langsung mendaratkan bokongnya ke ranjang empuk miliknya lalu tas yang ada di tangannya di lemparkan ke atas ranjang miliknya setelah itu Cahaya meletakkan sepasang sepatu yang ada di tangannya ke lantai lalu Cahaya memasang sepatu ke kedua kakinya secara bergantian setelah sepatu terpasang rapi di kedua kakinya Cahaya langsung berdiri sambil mengambil tas yang ada di atas ranjang empuk miliknya lalu tangannya Cahaya mengambil kunci mobil yang ada di atas meja perlahan kakinya Cahaya melangkah menuju ke luar kamarnya setelah sampai di samping pintu tanpa ragu Cahaya membuka pintu kamarnya lalu Cahaya keluar dari kamarnya setelah itu Cahaya menutup pintu kamarnya soalnya takut kamarnya di intip oleh tikus setelah itu Cahaya berjalan ke arah halaman rumah menuju ke mobilnya
"Aku selesai juga mempercantik diri walaupun aku sudah cantik dari sebelum lahir lebih baik aku berangkat ke supermarket sekarang sekalian membeli makanan dengan porsi banyak buat camilan yang banyak" batin Cahaya melangkah menuju ke pintu lalu Cahaya membuka pintu kamar setelah itu Cahaya keluar dari kamar tak lupa menutup pintu dan Cahaya berjalan melangkah ke halaman rumah
Lintang telah sampai di depan pintu ruangan sang kekasih lalu Lintang mengetuk pintu ruangan miliknya Bagas membuat Bagas yang sedang membaca berkas langsung menoleh ke arah pintu lalu mempersilahkan orang yang mengetuk pintu masuk ke dalam ruangan miliknya
TOK TOK
Terdengar suara semut maksudnya suara ketukan pintu menggema di ruangan kerja miliknya Bagas membuat Bagas yang sedang membaca berkas menoleh sekilas ke arah pintu untuk mempersilahkan masuk lalu kembali fokus dengan berkas yang sedang dia baca
"Masuk" perintah Bagas sambil menatap ke arah berkas yang ada di tangannya sementara orang yang ada di depan pintu mendengar perintah masuk dari Bagas langsung membuka pintu lalu orang itu melangkah mendekati Bagas karena Bagas mengira orang itu adalah salah satu karyawannya membuat dirinya masih konsen ke berkas yang di baca olehnya
__ADS_1
"Sayang sedang sibuk ?" tanya Lintang manja sambil memeluk Bagas dari samping sementara Bagas yang mendengar suara yang tak asing di telinganya langsung menoleh ke arah sumber suara dan melihat Lintang sedang memeluk dirinya
"Sayang kamu ada di sini ?" tanpa menjawab pertanyaan Lintang malah Bagas melemparkan pertanyaan ke Lintang membuat Lintang tercengang mendengar pertanyaan konyol dari Bagas apakah dirinya tidak boleh ada di ruangan Bagas apakah hanya semut dan tikus yang boleh ada di ruangan Bagas
"Sayang memangnya aku ngga boleh di sini ?" tanya balik Lintang sambil menatap tajam ke arah Bagas membuat Bagas tersedak air liurnya sendiri sepertinya Bagas tadi salah melemparkan pertanyaan
"Sayang bukan gitu maksudnya aku pasti kamu boleh ada di sini soalnya kamu pacarnya aku dan calon istri aku maksudnya aku bukannya tadi kamu bilang kamu hari ini sibuk karena ada meeting dengan client tapi kenapa tiba tiba ada di sini ?" tanya Bagas panjang kali lebar sambil mengusap pipi halus Lintang sedangkan Lintang tersenyum lebar setelah mendengar maksud dari pertanyaan Bagas
"Sayang aku senang soalnya sebentar lagi aku sama kamu akan bertunangan dan aku sudah bilang ke mama sama papa aku bahwa kamu dan orang tua kamu akan datang melamar aku dan mereka berdua ngga keberatan meeting dengan client hari ini aku batalkan supaya aku bisa menemui kamu dan berjumpa dengan kamu untuk melepaskan rindu" oceh Lintang sambil mengerlingkan mata ke Bagas sementara Bagas langsung mengeluarkan senyum lebar di wajahnya
"Sayang maksudnya kamu apa ? orang tua aku itu sudah memberikan lampu hijau dari dulu bahkan kalau kamu dahulu melamar aku di jamin kedua orang tua aku tetap menerima kamu soalnya aku rindu banget sama kamu lepaskan aku soalnya aku ngga mau karyawan kamu melihat aku sedang di pangku oleh kamu" pinta Lintang manja sambil mencoba memberontak dari dekapan Bagas namun bukannya Bagas melonggarkan pelukan di pinggang Lintang malah Bagas mempererat pelukannya
"Sayang aku ngga ada maksud apa apa berarti aku itu termasuk calon menantu idaman orang tua kamu soalnya mereka merestui hubungan aku sama kamu tanpa aku repot repot meminta restu aku juga rindu banget sama kamu menurut kamu untuk acara pertunangan kita berdua cincin untuk pertunangan aku yang beli sama kamu secara langsung atau meminta mama aku buat membelikan cincin buat pertunangan kita berdua memangnya kalau ada karyawan aku yang melihat kamu duduk di pangkuan aku kenapa ? semua karyawan di kantor aku sudah tahu kalau kamu pacarnya aku kamu takut mereka semua terutama wanita minta aku pangku ? kamu tenang saja paha aku cuma buat kamu doang ngga berlaku buat siapapun" goda Bagas sambil mengerlingkan mata ke Lintang sedangkan Lintang memukul dada Bagas dengan pelan
"Sayang benar banget kamu adalah calon menantu idaman buat kedua orang tua aku iya mungkin karena kamu pria yang bertanggung jawab dan berani mengantarkan aku pulang ke rumah serta mengaku kalau kamu pacarnya aku mending kita berdua membeli dan memilih cincin secara langsung saja ngga usah menyuruh mama kamu untuk membelikan cincin buat pertunangan kita berdua soalnya takutnya ngerepotin mama kamu aku malu tahu kalau karyawan kamu tahu aku duduk di pangkuan kamu bukan gitu tapi aku takutnya di tuduh wanita murahan karena duduk di pangkuan kamu iya dong paha kamu cuma buat aku doang memangnya paha ayam buat banyak orang" cerocos Lintang sambil menatap nyalang ke Bagas sedangkan Bagas terkekeh kecil
__ADS_1
"Sayang kamu juga calon menantu idaman buat orang tua aku apalagi papa aku selalu menyuruh aku menikahi kamu dari dulu tapi aku belum tahu apakah aku akan menikahi kamu dalam waktu dekat atau gimana soalnya aku belum siap menikahi kamu ya sudah lebih baik kita berdua memilih cincin buat pertunangan kita berdua sekarang saja mumpung ketemu padahal kalau cincin buat pertunangan kita berdua mama aku yang memilihkan pasti mama aku malah senang dan ngga merasa di repotkan ngga usah malu lagian sebentar lagi kita berdua bertunangan jadi ngga masalah kalau karyawan aku tahu kamu duduk di pangkuan aku kalau kamu wanita murahan mungkin dari dulu kamu sudah mau berhubungan intim sama aku tapi kenyataannya kamu belum mau hubungan intim sama aku setiap aku ajak kamu bilangnya setelah kita berdua menikah baru kamu mau berhubungan intim sama aku paha yang banyak juga buat kamu soalnya sudah aku beli semua dengan porsi banyak orang ngga jadi makan paha ayam gara gara paha ayamnya sudah di borong oleh aku" canda Bagas sambil menatap Lintang sementara Lintang mengernyit menatap Bagas heran apakah wajahnya Lintang belum pakai bedak tebal sehingga Bagas belum mau menikahi dirinya dalam waktu dekat atau Lintang harus berdandan menor melebihi menornya ondel ondel atau badut supaya Bagas terkesima dan mau menikahi Lintang dalam waktu dekat apakah Bagas suka sesama jenis sehingga tidak begitu tertarik dengan Lintang
"Sayang kenapa papa kamu sering menyuruh kamu menikahi aku dari dulu ? kenapa kamu bimbang dan belum siap menikahi aku ? kalau kamu belum siap dalam hal uang aku ngga minta kamu mahar yang muluk muluk iya ayo kita berdua berangkat sekarang untuk memilih cincin buat pertunangan kita berdua tapi aku ngga enak kalau menyuruh mama kamu buat pertunangan cincin buat pertunangan kita berdua iya benar juga kata kamu iya maaf soalnya aku menjaga kehormatan diri aku dan aku sudah bertekad akan memberikan kehormatan aku itu kepada suami aku jadi kalau kamu menikah dengan aku pasti kamu orang yang bisa mengambil kehormatan aku kamu perhatian banget pakai memborong semua paha ayam buat di makan aku" cerocos Lintang sambil mengukir senyum tipis di wajah cantiknya sementara Bagas tersenyum masam mendengar perkataan Lintang
"Sayang papa aku bilang karena aku sudah pacaran lama sama kamu katanya papa aku bisa saja kamu dan kedua orang tua kamu menginginkan aku dan orang tua aku melamar kamu dari dahulu soalnya kalau aku ngga melamar kamu takutnya aku menyakiti hati kamu aku juga sudah bilang ke papa aku kalau kamu dan orang tua kamu itu ngga meminta aku melamar kamu dari dahulu karena aku masih ingin melihat keseriusan kamu aku sudah siap dalam hal uang soalnya orang tua aku kaya raya dan aku juga sudah menjadi ceo di perusahaan jadi sudah punya banyak uang seandainya kamu minta mahar sama aku dengan harga yang mahal aku bisa menuruti ayo kita berdua berangkat memilih cincin buat pertunangan kita berdua ke toko perhiasan paling mahal di negara ini kalau ngga enak di tambah daging ayam buat enak ngga masalah aku paham kalau kamu sangat menjaga kehormatan kamu aku malah bangga karena berpacaran sama kamu wanita yang ngga murahan aku pasti bakalan menikahi kamu jadi siap siap di ambil kehormatannya oleh aku aku selalu perhatian soalnya kamu satu satunya wanita yang aku cintai di dunia ini setelah mama aku" jelas Bagas sambil tersenyum tipis sementara Lintang melongo mendengar jawaban Bagas bahkan dirinya langsung melamun kenapa Bagas ngga mau menikahi dirinya dalam waktu dekat
"Sayang ayo kita berdua berangkat sekarang ke toko perhiasan" ajak Bagas dengan nada lembut sementara Lintang masih diam seperti patung
"Sayang" panggil Bagas untuk yang kedua kali namun Lintang masih tak bergeming membuat ide jahil Bagas keluar dengan sigap Bagas menggendong tubuh Lintang lalu berdiri dan mulai melangkahkan kakinya menuju ke parkiran mobil sementara Lintang yang merasa dirinya seperti terbang melayang dan seperti nyangkut di atas pohon langsung membuyarkan lamunannya lalu dirinya baru sadar bahwa sedang di gendong oleh Bagas
"Sayang aku bisa jalan sendiri turunkan aku" pinta Lintang sambil menatap ke Bagas sedangkan Bagas tersenyum licik
"Sayang kamu ngga usah minta di turunkan pasti aku turunkan kamu di parkiran mobil" jelas Bagas sambil tetap melangkah menuju ke pintu ruangan kerja miliknya membuat matanya Lintang terbelalak lebar dengan mulut menganga
"Sayang tapi aku malu sama karyawan kamu kalau aku di gendong sama kamu padahal aku baik baik saja dan ngga papa" ucap Lintang dengan kedua pipi yang merah merona seperti tomat matang sementara Bagas menahan tawanya melihat ekspresi wajah Lintang
__ADS_1
"Sayang kalau kamu malu kamu tutup mata kamu supaya ngga lihat kita berdua papasan sama karyawan aku" saran Bagas membuat Lintang langsung menutup kedua wajahnya dengan kedua tangannya