
Bagas dan Lintang telah sampai di depan ruangan Bagas membuat tangannya Bagas langsung membuka pintu ruangan miliknya begitu pintu terbuka dengan lebar Lintang dan Bagas masuk ke ruangan miliknya Bagas lalu Bagas menutup pintu ruangannya setelah itu mereka berdua melangkah menuju ke sofa yang terletak di ruangan miliknya Bagas tanpa ragu Lintang menjatuhkan bokongnya di sofa tersebut sementara Bagas masih berdiri
"Sayang aku mau mengambil laptop ke meja kerja aku" pamit Bagas membuat Lintang menautkan kedua alisnya
"Sayang memangnya meja kerja kamu dimana ? apa meja kamu sudah pindah sejak kapan ?" Lintang mengebom pertanyaan ke Bagas membuat Bagas terkikik geli
"Sayang meja kerjanya aku masih tetap sama bukannya kamu sudah sering ke meja kerjanya aku ? meja kerja aku ngga pindah" jelas Bagas membuat Lintang mendelik ke Bagas
"Sayang aku kira meja kerjanya kamu sudah pindah makanya kamu bilang mau ke meja kerjanya kamu sana kamu ambil laptop sekarang" perintah Lintang sambil mendorong tubuhnya Bagas membuat Bagas menuruti perintah Lintang tanpa protes walaupun satu hurufpun
Lintang langsung mengambil handphone yang ada di saku roknya lalu Lintang membuka aplikasi go food untuk memesankan makanan buat Bagas karena Lintang tahu pasti Bagas lapar memindahkan semua cincin yang di pesan sementara Bagas baru sampai di sebelah meja kerjanya tanpa ragu Bagas mengambil laptop yang bertengger di atas meja kerjanya
"Sayang mau ayam panggang ?" tanya Lintang sambil menatap Bagas sementara Bagas langsung menoleh ke Lintang
"Sayang kamu mau pulang sekarang buat memasakkan ayam panggang buat aku ?" bukannya menjawab Bagas malah balik bertanya ke Lintang membuat Lintang mencebikkan bibirnya
"Sayang kamu menyuruh aku pulang oke kalau aku bakalan pulang" jawab Lintang sudah mengangkat bokongnya namun Bagas langsung menjawab
"Sayang aku ngga menyuruh kamu pulang malah aku penginnya kamu ada di sini yang lama menemani aku tadi itu aku cuma bertanya doang" jelas Bagas dengan. sangat cepat sambil berjalan ke arah Lintang membawa laptop di tangannya mendengar penjelasan Bagas membuat Lintang mendaratkan bokongnya ke sofa lagi
"Sayang aku kira kamu menyuruh aku pulang karena kamu banyak kerjaan kamu sudah dewasa pakai pengin di temani sama aku kayak anak kecil aku mau memesankan makanan buat kamu makanya tadi aku nanya kayak gitu bukan karena aku mau memasakkan makanan itu buat kamu" jelas Lintang lalu mengerucutkan bibirnya maju puluhan juta centi ke depan sementara Bagas tertawa gemas melihat tingkahnya Lintang
"Haha haha sayang aku ngga akan pernah menyuruh kamu pulang malah kalau kamu mau aku bakalan culik kamu dan bawa ke rumah aku walaupun aku banyak pekerjaan aku ngga bakalan menyuruh kamu pulang pasti aku bakalan menyuruh kamu menemani aku di sini atau kamu tiduran di kasur yang terletak di ruangan kerja miliknya aku soalnya wajahnya kamu sangat cantik jadi kalau ngga melihat wajah kamu sedetik saja bikin aku rindu boleh juga tapi kalau kamu memesankan makanan buat aku kamu harus ikut pesan juga dan yang paling penting aku yang bayarin tagihan makanannya kirain kamu mau memasakkan makanan itu buat aku" jawab Bagas di sertai gombalan sambil masih tertawa renyah melebihi renyahnya batu sedangkan Lintang menganggukkan kepalanya mantap lalu jari lentiknya langsung memilih makanan yang akan di pesan olehnya sementara Bagas menjatuhkan bobotnya ke sofa di sebelah Lintang dengan tawa yang tersisa
"Sayang kirain kamu menyuruh aku pulang sekarang aku bukan anak kecil yang bisa di culik oleh kamu aku takut kalau di suruh tidur di kasur yang ada di ruangan kamu soalnya takut kamu memperkosa aku dasar gombal iya aku bakalan ikut pesan makanan juga bukan karena di suruh sama kamu tapi karena aku masih lapar oke nanti kamu yang bayar makanannya aku memasaknya setelah menikah sama kamu" jelas Lintang lalu meletakkan handphone di saku roknya sementara Bagas berusaha menghentikan tawa di bibirnya sambil meletakkan laptop di meja yang ada di depan sofa
"Sayang aku ngga bakalan menyuruh aku pulang aku juga ngga mau pacaran sama anak kecil kamu tahu aja isi otaknya aku yang bakalan memperkosa kamu kalau kamu tidur di ranjang yang terletak di ruangan kerja miliknya aku aku serius ngga gombal kirain karena kamu menurut sama aku calon suaminya kamu oke aku mau berkerja dulu sini kamu tidur di pangkuan aku oke rasanya masakan kamu enak banget lho" sahut Bagas sambil meraih kepalanya Lintang lalu meletakkannya di atas pahanya membuat Lintang tersenyum lebar karena memang biasanya Bagas akan melakukan seperti itu saat dirinya banyak pekerjaan dengan senang hati Lintang bakalan mau tidur di pangkuan Bagas
Bagas membuka laptopnya lalu mulai mengerjakan berkas berkas sementara Lintang masih betah tidur di pangkuan Bagas lalu tangannya Lintang mengambil handphone yang terletak di saku roknya lalu Lintang berselancar dengan handphone yang ada di tangannya tiba tiba terdengar suara ketukan pintu
__ADS_1
TOK TOK
Suara pintu terdengar di ruangan kerja miliknya Bagas membuat Bagas dan Lintang kompak menoleh ke pintu lalu kepalanya Lintang akan menjauh dari pangkuan Bagas namun dengan cepat tangannya Bagas langsung menarik dengan pelan sehingga Lintang tetap tidur di pangkuan Bagas
"Sayang itu ada yang mengetuk pintu kayaknya pengantar makanan biar aku saja yang membukakan pintu" ucap Lintang menatap ke Bagas sementara Bagas menggelengkan kepalanya mantap
"Sayang biarkan saja dia yang masuk ngga usah kamu yang bukain kamu diam di tempat yang paling nyaman saja yaitu di pangkuan aku" jelas Bagas sambil menatap lekat wajah Lintang sedangkan Lintang memanyunkan bibirnya di luar ruangan orang tersebut masih mengetuk pintu
"Masuk" perintah Bagas dengan keras membuat orang yang mengetuk pintu membuka ruangan kerja miliknya Bagas lalu orang itu masuk ke dalam ruangan lalu mengepalkan tangan melihat Lintang yang tiduran di pangkuan Bagas sementara Lintang menatap ke orang tersebut
"Maaf pak saya mau mengantarkan berkas" jawab Bodoh sambil berjalan ke sofa sementara Bagas manggut manggut sedangkan Lintang menatap ke Bodoh dari atas sampai bawah
"Bodoh silahkan letakkan berkasnya di atas meja saya" perintah Bagas membuat Bodoh menganggukkan kepalanya satu kali lalu kakinya berjalan ke meja kerja miliknya Bagas sementara Lintang tersenyum masam melihat penampilan Bodoh
"Bodoh beberapa kancing kamu terbuka yang atas apa kamu sedang menggoda Bagas ?" tuduh Lintang beringsut dari pangkuan Bagas sementara Bodoh yang baru saja meletakkan berkas tersebut ke meja kerja Bagas tersenyum kecut sedangkan Bagas menepuk jidatnya sendiri
''Maaf bu saya belum tahu kalau kancingnya terbuka yang atas saya ngga berniat menggoda pak Bagas" elak Bodoh sambil pura pura tersenyum sementara Lintang menatap tajam ke Bodoh sedangkan Bagas menepuk pundaknya Lintang dengan pelan supaya tidak emosi kepada Bodoh
"Sayang kamu ngga usah belain Bodoh aku yakin dia sengaja membuka kancing atasnya untuk menggoda kamu aku ngga percaya kalau Bodoh ngga sadar kalau kancing atasnya terbuka" teriak Lintang masih menatap nyalang ke Bagas sementara Bagas tersenyum kikuk sedangkan Bodoh mengepalkan kedua tangannya mendengar omongan Lintang yang sangat sesuai dengan isi hatinya
"Sayang aku belain Bodoh walaupun Bodoh menggoda aku tapi aku ngga bakalan tergoda sama dia karena aku cintanya cuma sama kamu" jelas Bagas sejujur jujurnya sementara Lintang memeluk Bagas lalu menyandarkan kepalanya ke bahunya Bagas untuk membuat Bodoh sadar bahwa Bagas adalah pacarnya sementara Bodoh makin mengepalkan kedua tangannya makin emosi melihat tingkah Lintang
"Bodoh kamu denger sendiri kan kalau Bagas cuma cintanya sama aku jadi kamu ngga bakalan bisa memikat hatinya Bagas dan kamu ngga bakalan bisa menggeser posisi aku di hatinya Bagas" ledek Lintang menatap sinis ke Bodoh sementara Bodoh menganggukkan kepalanya sedangkan Bagas mengusap kepala Lintang
"Bodoh kalau kamu ngga ada kepentingan lagi lebih baik kamu keluar" perintah Bagas sambil menatap Bodoh sementara Bodoh menganggukkan kepalanya sedangkan Lintang mendelik ke Bagas
"Iya pak saya permisi keluar dulu" sahut Bodoh di balas anggukan kepala oleh Bagas lalu Bodoh keluar dari ruangannya Bagas dengan hati yang berkobaran api tak lupa Bodoh tetap menutup pintu ruangan kerjanya Bagas
"Sayang koq kamu menyuruh Bodoh keluar dari ruangan kamu ?" tanya Lintang dengan nada ketus sambil menjauhkan kepalanya dari bahunya Bagas sementara Bagas mengangkat satu alisnya
__ADS_1
"Sayang memangnya Bodoh harus apa di sini masa dia di sini terus ganggu aku sama kamu pacaran dong" jelas Bagas dengan nada lembut sambil tangannya mengusap pucuk kepala Lintang dengan cepat Lintang menepis tangannya Bagas
"Sayang harusnya Bodoh kamu biarkan di sini supaya dia tahu kalau aku sama kamu ngga bisa di pisahkan Bodoh ngga bakalan ganggu kita berdua pacaran malah membuat Bodoh sadar bahwa kamu sudah menjadi pacar aku jadi Bodoh ngga boleh merebut kamu dari aku" tegas Lintang lalu berdiri dan berjalan sambil menghentak hentakkan kakinya menuju ke meja kerjanya Bagas sementara Bagas mengusap wajahnya secara kasar dengan kedua tangannya setelah sampai di sebelah meja kerjanya Bagas tanpa ragu Lintang menjatuhkan bokong ke kursi kebesaran miliknya Bagas sementara Bagas kembali fokus ke layar laptopnya
Lintang yang duduk di kursi kebesaran Bagas memainkan handphone di tangannya sementara Bagas sibuk menatap layar laptopnya untuk mengerjakan berkas tiba tiba terdengar suara ketukan pintu membuat Bagas langsung berdiri lalu berjalan ke arah pintu setelah itu membuka pintu ruangan kerja miliknya yang terdapat seorang pengantar makanan
"Apa benar ini ruangan mba Lintang ?" tanya pengantar makanan membuat Bagas menganggukkan kepalanya mantap sementara Lintang tersenyum lebar karena dirinya yakin bahwa yang datang pasti pengantar makanan
"Iya benar pak berapa semua total harga makanannya ?" tanya balik Bagas sambil mengambil dompet yang ada di sakunya sementara pengantar makanan tersenyum ramah
"Totalnya seratus lima puluh ribu pak" jawab pengantar makanan sementara Bagas mengambil uang warna merah ratusan ribu dan warna biru lima puluhan ribu
"Ini pak" ucap Bagas sambil menyodorkan uang ke pengantar makanan sedangkan pengantar makanan mengambil uang yang di sodorkan Bagas
"Makasih pak ini makanannya" sahut pengantar makanan sambil menyodorkan bungkus makanan yang ada di tangannya sementara Bagas menerima bungkus makanan yang di sodorkan oleh pengantar makanan
"Sama sama pak" balas Bagas tersenyum lebar sedangkan pengantar makanan langsung melangkah pergi membuat Bagas menutup pintu lalu berjalan ke arah sofa
Bagas berjalan ke arah sofa sambil kedua matanya melirik ke arah Lintang yang sibuk memainkan ponsel di tangannya setelah Bagas sampai di sebelah sofa tanpa ragu Bagas mendaratkan tubuhnya ke sofa lalu Bagas meletakkan bungkus makanannya ke atas meja dirinya tahu kalau Lintang dalam mode mengambek sehingga dirinya tersenyum masam lalu berkata
"Sayang makanannya sudah sampai kamu makan sekarang katanya tadi lapar" ucap Bagas sambil memandang Lintang sementara Lintang tersenyum kecut
"Sayang aku mendadak kenyang jadi kamu makan saja semua makanannya soalnya aku mendadak kenyang melihat tingkah Bodoh" ketus Lintang sambil mendelik ke Bagas sedangkan Bagas tersenyum tipis melihat kecemburuan Lintang ke Bodoh
"Sayang kalau aku habiskan semua makanannya nanti kamu lapar dong masa cuma melihat Bodoh kayak tadi kamu menjadi kenyang ayo aku mau makan bareng kamu lho masa kamu biarkan aku makan sendirian" jelas Bagas tidak percaya dengan omongan Lintang sementara Lintang menatap tajam ke Bagas
"Sayang aku sudah kenyang aku bakalan turuti keinginan kamu makan bareng aku asal kamu telpon Bodoh supaya datang ke ruangan kamu sekarang juga kalau kamu ngga menelpon Bodoh jangan harap aku makan bareng sama kamu" ancam Lintang mendelik ke Bagas membuat Bagas mengambil handphone miliknya lalu menelpon nomornya Bodoh untuk memerintahkan Bodoh datang ke ruangan kerja miliknya setelah beberapa menit panggilan telpon di matikan oleh Bagas sementara Lintang tersenyum licik mendengar omongan Bagas dan Bodoh
"Sayang aku sudah menelpon Bodoh supaya ke sini buruan kamu makan makanan miliknya kamu" perintah Bagas lalu meletakkan handphone miliknya di saku celananya sedangkan Lintang beringsut berdiri lalu melangkah menuju ke sofa tempat Bagas duduk
__ADS_1
"Iya sayang aku makan makanan miliknya aku" jawab Lintang setelah dirinya menjatuhkan badannya ke sofa di sebelah Bagas sementara Bagas tersenyum masam