Suami Yang Dapat Karmanya

Suami Yang Dapat Karmanya
Aku Ngga Sia Sia Bertahan


__ADS_3

Cahaya masuk ke dalam rumah sambil menerbitkan senyuman lebar di wajahnya karena melihat pria yang di cintai anaknya mampir ke rumah membuat wajahnya Lintang bahagia dengan senyuman lebar yang tak pernah luntur di wajahnya


"Aku senang melihat senyuman lebar dari Lintang anaknya aku dia kelihatan bahagia banget padahal Bagas cuma mampir dan ngga bawakan buah tangan bahasa gaulnya oleh oleh ke aku tapi dia tetap ngga bosan tersenyum lebar aku juga senang karena Bagas lebih mementingkan Lintang di banding pekerjaannya aku tadi dengar ceritanya Lintang yang bilang bahwa Bagas mampir ke sini buat bisa membahagiakan Lintang dan Bagas rela membatalkan janji dengan rekan bisnis dari luar negeri soalnya rekan bisnis dari luar negeri itu jauh tapi Bagas rela melakukannya demi Lintang semoga Bagas menjadi calon pendamping hidup yang cocok buat Lintang" batin Cahaya sambil tetap melangkah tak bosan bosannya mengeluarkan senyum lebar di wajahnya


Sebelum Bagas mampir ke rumah Lintang sering mengeluh ingin bertemu dengan Bagas tapi Lintang setelah bertunangan dengan Bagas tidak bisa saling bertemu dengan Bagas karena kesibukan mereka berdua



Cahaya sering bilang ke Lintang semoga saja kamu bisa bertemu lagi dengan Bagas sebelum acara pernikahan kalian berdua sehingga kini keinginan Cahaya telah tercapai karena terbukti sekarang Bagas ada di rumahnya


__ADS_1


Lintang dan Bagas masih bergandengan tangan bahkan Lintang tak pernah melunturkan senyuman di wajahnya walaupun hanya satu detik sedangkan Bagas tersenyum masam karena paksaan Lintang


"Aku senang banget Bagas bisa mampir ke rumahnya aku bahkan Bagas rela membatalkan janji ketemuannya dengan rekan bisnis yang dari luar negeri supaya aku ngga ikut Bagas ketemu sama rekan bisnis Bagas yang dari luar negeri padahal aku ngga merasa kecapekan sama sekali setelah memilih gaun pengantin dan jas pengantin buat acara pernikahan aku sama Bagas mungkin karena rasa capeknya terobati dengan rasa bahagianya aku yang sebentar lagi menjadi istrinya Bagas ternyata aku ngga sia sia bertahan dengan Bagas dengan cara menjalin asmara dan pacaran sama Bagas selama empat tahun karena aku sebentar lagi statusnya berubah menjadi istrinya Bagas" batin Lintang tanpa melunturkan senyuman lebar yang dia tebarkan dari tadi


"Kalau tadi Lintang ngga mengancam gue ngga akan turun dari mobilnya gue kalau Lintang ngga boleh ikut ketemu rekan bisnis gue yang dari luar negeri gue malas mampir ke rumahnya Lintang lagian gue juga punya tujuan sendiri mau ke rumahnya Jelek buat minta maaf terus berbagi keringat sama Jelek tapi kalau tadi Lintang ngga turun dari mobilnya gue dan ikut mobilnya gue di jamin Lintang bakalan mengetahui kebohongan gue yang katanya bilang ketemu rekan bisnis dari luar negeri kenyataannya ketemu sama Jelek bukan itu doang gue yakin perselingkuhan gue sama Jelek juga bakalan ketahuan oleh Lintang kalau tadi gue tetap menjalankan tujuannya gue ke rumahnya Jelek" batin Bagas sambil tersenyum masam dan tetap menjalankan kakinya untuk berjalan


Setelah beberapa jam berjalan kelamaan dong maksudnya setelah beberapa menit berjalan kini Cahaya, Lintang, dan Bagas sampai di ruang tamu lalu Cahaya membalikkan badannya supaya menatap ke arah Lintang dan Bagas


"Mama biar aku yang bikin minuman buat Bagas jadi mama tolong temani Bagas sebentar lagian yang jadi pacarnya Bagas itu aku bukan mama iya sayang kamu anggap saja rumahnya aku itu rumahnya kamu juga soalnya sebentar lagi kita berdua menikah jadi ini pasti akan jadi rumahnya kamu" timpal Lintang sambil menatap Bagas dengan kedua matanya yang berbinar sedangkan Cahaya mengulum senyum melihat protes yang di keluarkan oleh Lintang sementara Bagas tersenyum masam sambil memalingkan wajah ke sembarang arah supaya senyuman Bagas tidak terlihat oleh Lintang dan Cahaya


"Tante saya ngga haus jadi ngga usah repot repot bikin minum sayang aku ngga haus jadi kamu ngga usah bikin minum buat aku lebih baik kamu temani aku duduk saja di sini iya sebentar lagi kita berdua menikah jadi rumahnya aku juga harus kamu anggap rumah sendiri" jelas Bagas menatap ke Lintang sedangkan Lintang dengan gerakan cepat langsung menganggukkan kepalanya mantap sambil masih menaburkan senyuman yang lebar di wajahnya sementara Cahaya terkikik geli melihat ekspresi Lintang

__ADS_1


"Lintang kamu lebih baik temani Bagas duduk soalnya kalau di temani mama pasti Bagas canggung iya kan Bagas ?" tanya Cahaya sambil menatap ke arah Bagas sementara Bagas langsung menganggukkan kepalanya satu kali sambil tersenyum kikuk sedangkan Lintang yang melihat anggukan kepalanya Bagas terkekeh kecil lalu berkata


"Mama justru kalau Bagas canggung sama mama harus sering berduaan supaya Bagas ngga canggung lagi sama mama pokoknya aku yang bakalan bikin minuman buat Bagas dan mama tugasnya cuma menemani Bagas doang sayang aku bikin minum dulu kamu ngga usah canggung sama mama aku soalnya sebentar lagi kamu juga jadi calon menantunya mama aku jadi otomatis mama aku mama kamu juga begitu sebaliknya mama kamu mama aku juga" jelas Lintang menatap ke arah Bagas lalu melepaskan tangannya dari genggaman Bagas namun Bagas tidak bisa mencegah perbuatan Lintang yang melepaskan genggaman tangannya


Setelah semua tubuhnya Lintang bebas dengan gerakan cepat Lintang langsung berlalu dengan senyuman yang merekah di wajahnya tanpa menunggu jawaban dari Cahaya dan Bagas kini Lintang langsung menuju ke dapur untuk membuat minuman buat Bagas



Bagas dan Cahaya kompak menatap ke arah punggung Lintang yang berjalan menjauh dari mereka berdua sebenarnya ingin sekali Cahaya dan Bagas mencegah Lintang supaya tidak ke dapur namun entah mengapa kata kata mereka berdua hanya berhenti di tenggorokan sehingga Lintang belum mendengar jerit hati mereka berdua


"Lebih baik gue langsung kabur buat membuat minuman buat Bagas biar mama saja yang menemani Bagas mengobrol lagian Bagas aneh banget sudah tunangan sama gue terus sebentar lagi mau menikah sama gue masih canggung sama mama gue ada ada saja lagian gue saja sama om Farel

__ADS_1


papanya Bagas dan tante Rachel mamanya Bagas ngga canggung sama sekali kenapa Bagas masih canggung sama mama gue padahal mama gue juga manusia sama seperti Bagas" batin Lintang sambil berjalan ke arah dapur sambil tak henti hentinya mengeluarkan senyuman lebar di wajah cantiknya


__ADS_2