
Cahaya menatap ke arah Bagas yang sibuk melamun dan asyik melamun entah apa yang Bagas lamunkan apakah Bagas habis melihat gajah terbang atau gajah bertelur sehingga dirinya bingung lalu menjurus ke melamun berpikir sendiri kenapa gajah bisa bertelur dan gajah bisa terbang
"Aku heran sama Bagas sebenarnya dia sedang melamun apa koq kayaknya serius banget bahkan aku yang statusnya mamanya Lintang yang berstatus pacarnya Bagas bahas gaulnya aku calon mertua Bagas malah di abaikan dan di anggurin tapi Bagas ngga melamun memikirkan wanita lain kan ? tapi aku harap Bagas cuma memikirkan masa depannya dengan anaknya aku Lintang bukan dengan wanita lain" batin Cahaya sambil mengeluarkan senyuman lebar di wajahnya yang masih cantik walaupun sudah berumur setengah abad lebih
"Gue jadi takut kalau mamanya Lintang sudah tahu perselingkuhan gue sama Jelek makanya tadi mamanya Lintang bilang mau ngomong sesuatu sama gue kalau mau ngomong sesuatu biasanya kan selalu di depan Lintang kenapa sekarang mamanya Lintang malah mau ngomong sesuatu di belakangnya Lintang apa jangan jangan mamanya Lintang benar benar sudah tahu perselingkuhan gue sama Jelek" batin Bagas harap harap cemas sambil mengeluarkan banyak keringat yang turun dari pohon maksudnya turun dari keningnya secara terus menerus sehingga keringat Bagas bercucuran seperti habis lomba memakan kerupuk tapi kalau cuma makan kerupuk doang ngga menyebabkan berkeringat banyak lebih tepatnya seperti Bagas habis berlarian maraton
Cahaya menatap ke arah Bagas yang masih sibuk melamun dan asyik melamun membuat Cahaya kepo apa yang di lamunkan oleh Bagas namun dirinya mampu menahan diri supaya tidak bertanya ke Bagas sehingga Cahaya hanya menatap ke arah Bagas sambil mengamati wajahnya Bagas yang sangat serius melamun namun sepertinya Cahaya tetap akan melakukan sesuatu supaya Bagas tersadar dari lamunannya
"Bagas" panggil Cahaya dengan nada lembut sambil kedua matanya masih menatap ke arah Bagas sementara Bagas tak bergeming karena Bagas masih sibuk melamun dan asyik melamun pokoknya Bagas seakan sibuk dengan dunianya
Cahaya menatap ke arah Bagas yang masih fokus melamun membuat Cahaya ingin sekali mendorong tubuhnya Bagas kalau Bagas bukan calon menantunya Cahaya namun karena Cahaya berpikir bahwa Bagas calon menantunya
Sebenarnya di otaknya Cahaya bukan cuma alasan itu tapi Bagas pacarnya Lintang sang anak juga sangat mencintai Bagas sehingga dirinya menelan keinginannya yang sudah ada di tenggorokan tinggal menyalurkan ke tangannya Cahaya doang Bagas akan terdampar ke lantai dan mencium wanginya lantai kalau Cahaya tega mendorong tubuhnya Bagas namun Cahaya tetap dengan pendiriannya dirinya hanya menelan keinginannya mentah mentah
__ADS_1
Setelah Cahaya menunggu selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Cahaya menunggu selama beberapa puluh menit namun Cahaya belum juga mendengar suaranya Bagas membuat Cahaya berpikir dan semakin yakin kalau Bagas sedang melamun
"Bagas" panggil Cahaya dengan mode nada suara yang hampir membentak mendengar suara orang yang hampir membentak membuat Bagas yang sibuk dan asyik dengan lamunannya kini Bagas langsung menghempaskan semua lamunan yang ada di otaknya lalu Bagas langsung menoleh ke arah sumber suara yaitu Cahaya yang sedang ada di depannya
Bagas menatap ke arah Cahaya yang kini sedang menatapnya membuat Bagas sangat malu dan mengeluarkan senyum kikuk sambil menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali karena salah tingkah membuat Bagas melakukan hal seperti itu
"Ada apa tante ?" tanya Bagas kikuk sambil menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal persis seperti monyet yang selalu garuk garuk kepala atau rambutnya Bagas banyak ketombenya sehingga rasanya rambutnya Bagas gatal lalu Bagas tak bosan bosannya menggaruk kepalanya yang tidak gatal tapi sepertinya Bagas menggaruk kepalanya bukan karena mirip monyet atau kepalanya Bagas yang banyak ketombenya tapi karena Bagas salah tingkah ada Cahaya yang sejak tadi menatap dirinya
"Bagas tante mau bicara serius ke kamu" ucap Cahaya membuka percakapan setelah puluhan jam kelamaan dong maksudnya yang tepat itu setelah puluhan menit Cahaya dan Bagas saling diam karena sibuk dengan pemikiran masing masing kini tatapan Cahaya mengarah ke Bagas dengan tatapan serius sementara Bagas mengeluarkan keringat dingin yang membanjiri lantai maksudnya Bagas mengeluarkan keringat dingin yang membanjiri tubuhnya Bagas
"Ta ta tante mau bicara apa sama saya ?" tanya Bagas sambil terbata bata sementara Cahaya menahan tawanya melihat ekspresi wajahnya Bagas apalagi melihat maksudnya mendengar cara bicaranya Bagas yang terbata bata mungkin kalau Bagas bukan calon menantunya Cahaya akan mengerjai Bagas supaya menjadi hiburan tersendiri bagi Cahaya namun karena Bagas adalah calon menantunya membuat Cahaya hanya menelan tawanya yang hendak meledak dari bibirnya
"Iya Bagas tante mau bicara hal penting ke kamu" jawab Cahaya sambil menatap ke arah Bagas membuat Bagas menelan air liurnya sendiri dan keringat yang semakin banyak membanjiri di seluruh wajahnya
__ADS_1
"Mem mem memangnya tante mau bicara hal penting apa ?" tanya Bagas lagi dan lagi dengan gaya bicara terbata bata karena Bagas sangat takut kalau Cahaya membicarakan perselingkuhan antara dirinya dan Jelek sementara Cahaya mengulum senyum tipis sambil menahan tawanya yang hampir saja meledak
"Bagas kamu kenapa terbata bata bicara sama tante ?" bukannya menjawab Cahaya malah balik bertanya ke Bagas membuat Bagas mengusap keringat yang mengucur dan mengalir dari keningnya
"So so soalnya saya grogi dan gugup kalau bicara sama tante soalnya tante itu calon mertuanya saya" elak Bagas masih dalam mode bicara terbata bata sedangkan Cahaya mengumbar senyum lebar di wajahnya
"Bagas kamu ngga usah grogi dan gugup anggap saja saya mama kamu juga soalnya sebentar lagi kan kamu jadi menantu saya" jelas Cahaya menatap ke Bagas sementara Bagas menganggukkan kepalanya mantap sambil tersenyum kikuk
"Iya tante" jawab singkat Bagas sambil tersenyum masam sedangkan Cahaya menatap ke arah Bagas yang sedang menatap ke arah lain
"Bagas tante mau bicara hal yang sangat penting" kata Cahaya mengulangi pembicaraan tadi sementara Bagas menatap ke arah Cahaya yang sedang menatapnya dengan tatapan serius membuat Bagas langsung mengusap keringat yang keluar dan menetes dari keningnya
"Tan tan tante mau bicara apa ?" tanya Bagas terbata bata karena hatinya di selimuti rasa panik dan cemas sedangkan Cahaya terkekeh kecil melihat Bagas lalu berkata
"Bagas tante mau bicara kalau tante mau pergi jadi kamu tunggu Lintang buatkan minum buat kamu soalnya tante mau ke ruang kerja suami tante" jelas Cahaya mengutarakan keinginannya hatinya yang sejak tadi di simpan rapat sementara Bagas menghembuskan nafas lega sambil mengeluarkan senyum lebar karena semua yang ada di pikirannya bahwa Cahaya mengetahui peselingkuhan Bagas dengan Jelek cuma hanya ketakutan Bagas semata
__ADS_1
"Iya tante" jawab singkat Bagas sambil menatap Cahaya dengan senyum lebar yang mengembang di wajahnya sedangkan Cahaya hanya mengangguk sebagai jawaban setelah mendapatkan anggukan kepala Bagas tanpa menjawab Cahaya langsung beringsut berdiri dan mulai berjalan ke arah ruang kerja suaminya sementara Bagas menatap Cahaya sambil tak henti hentinya mengumbar senyum lebar