
Lintang masih menerbitkan senyuman lebar di wajah cantiknya sambil masih duduk manis dan duduk cantik di mobil miliknya Bagas sementara Bagas juga masih setia duduk di mobilnya sambil menatap Lintang seakan akan Bagas ingin sekali mengusir Lintang supaya tidak duduk melulu di mobilnya Bagas ingin sekali Lintang keluar dari mobilnya supaya Bagas bisa cepat menemui Jelek wanita yang menjadi selingkuhan Bagas
"Sayang" panggil Bagas membuat Lintang yang sedang menyebarkan senyuman lebar di wajahnya langsung menoleh ke Bagas dengan alis yang berkerut
"Ada apa sayang ?" tanya Lintang sambil menatap ke arah Bagas dengan tatapan serius sedangkan Bagas dengan cepat menggelengkan kepalanya mantap sambil mengulum senyum getir
"Ngga ada apa apa sayang" elak Bagas ingin sekali Bagas bilang ke Lintang supaya cepat turun sekarang juga soalnya Bagas mau menemui seseorang apalagi kalau Bagas berterus terang akan menemui Jelek nanti Lintang bakalan curiga bukan hanya itu bisa bisa Bagas bakalan di ekorin dan di buntutin kemanapun Bagas pergi kalau Bagas menyuruh Lintang buat turun dari mobilnya sekarang juga Bagas juga takut Lintang bakalan semakin curiga dengan kelakuan Bagas yang berubah sikap sehingga untuk menjaga image di depan Lintang lebih tepatnya supaya Bagas tidak di omelin dan di marahin oleh sang papanya membaut Bagas tidak jadi menyuruh Lintang untuk turun dari mobilnya
__ADS_1
"Sayang" panggil Lintang dengan manja namun Bagas masih diam saja karena sibuk dengan lamunannya yang entah mengapa hinggap secara mendadak dan tidak bisa di negosiasi
Setelah Lintang memanggil Bagas satu kali tidak di dengar kini Lintang yakin kalau Bagas sedang melamun apalagi tahu kalau pikiran Bagas kosong dan tatapan Bagas juga kosong mungkin Bagas tidak punya uang untuk membeli tatapan supaya ngga kosong membuat pikiran Lintang berkelana dan berjalan jalan jauh untuk memikirkan apa yang sebenarnya di pikirkan oleh Bagas apa Bagas memikirkan kenapa tidak pernah melihat gajah terbang ? atau Bagas memikirkan kenapa tidak pernah melihat gajah bertelur ? jawabnya hanya Bagas sendiri yang tahu karena gajah, semut, kecoa dan barang barang hidup serta barang barang mati tidak tahu apa yang ada di pikirannya Bagas
"Sebenarnya gue heran Bagas melamun apa koq hari ini Bagas hobi banget melamun apa dia sedang memikirkan masalah yang besar yang besarnya masalah Bagas melebihi besarnya semut tapi semut kan kecil maksudnya masalahnya Bagas besarnya melebihi besarnya kecoa tapi kecoa juga bentuknya kecil mungkin lebih tepatnya masalahnya Bagas melebihi besarnya gajah heran gue sama Bagas semoga saja Bagas tidak menyembunyikan sesuatu hal yang penting dari gue" batin Lintang sambil menatap ke arah Bagas yang masih sibuk dengan lamunan yang ada di kepalanya
"Lintang kenapa belum turun juga dari mobilnya gue harusnya dia turun dong supaya gue bisa secepatnya ke rumah Jelek buat meminta maaf soalnya gue tahu pasti Jelek sakit hati gara gara gue ke butik buat memilih gaun pengantin dan jas pengantin buat pernikahan gue sama Lintang tapi mau gimana lagi papa gue memaksa gue buat menikah sama Lintang walaupun jujur untuk sekarang gue sudah ngga ada rasa sama Lintang karena dia selalu menolak gue saat gue ajak hubungan intim sama gue heran gue apa karena itu gue jadi nyaman sama Jelek dan walaupun gue belum menikah sama Lintang gue tetap puas karena gue selalu di puaskan oleh Jelek ada gunanya gue mau di rayu sama Jelek dan menjalin hubungan sama Jelek karena gue bisa merasakan surga dunia terlebih dahulu sebelum gue terikat dengan pernikahan kalau gue ngga menerima Jelek gue yakin sampai sekarang juga pasti Lintang ngga mau melakukan hubungan intim sama gue pokoknya gue harus menjalin hubungan dengan Jelek secara diam diam di belakang Lintang dan di belakang semua orang pokoknya gue harus menikah sama Jelek karena cuma dia satu satunya wanita yang mengerti gue selain mama gue" batin Bagas sambil mengumbar senyum lebar di wajahnya
__ADS_1
"Sayang" panggil Lintang sambil menatap ke arah Bagas sementara Bagas belum mau menghentikan lamunannya yang tadi tanpa pamit datang menghampiri kepalanya setelah beberapa jam menunggu maksudnya setelah beberapa menit menunggu Lintang tak mendapat jawaban dari Bagas membuat Lintang berpikir sebenarnya Bagas itu sedang melamun atau Bagas tuli mendadak dan budeg mendadak sampai tidak mendengar perkataan Lintang namun Lintang tetap semangat dan pantang menyerah tetap maju tak mundur tapi memang kalau maju tak mundur siap selalu makan bubur peribahasa yang benar adalah maju tak gentar membela yang benar dirinya langsung memanggil Bagas lagi dengan caranya yang di jamin ampuh membuat Bagas tersadar dari lamunannya lalu tanpa basa basi Lintang mulia menjalankan aksinya yaitu mendekatkan tubuhnya ke Bagas lalu tanpa komando terlebih dahulu Lintang membisikkan sesuatu ke telinga Bagas dengan nada agak di keraskan supaya Bagas mendengar karena Lintang mengira Bagas sudah tuli dan budeg
"Sayang" panggil Lintang dengan suara sangat keras yang menggema di telinga Bagas membuat Bagas terlonjak kaget beruntung dia tidak mendorong Lintang kalau tadi Bagas mengeluarkan jurus kagetnya yaitu mendorong tubuhnya Lintang di jamin bukan Bagas yang kaget karena di panggil malah Lintang yang kaget mendapat serangan mendadak dari Bagas bahkan bisa saja Lintang sampai terbentur pintu kalau Bagas tadi mendorong tubuhnya atau yang lebih parahnya lagi Bagas bakalan menonjok mukanya Lintang
"Ada apa sayang ?" tanya Bagas sambil tersenyum kikuk dan memegang telinganya yang tadi habis jadi korban bisikan Lintang lebih tepatnya telinga Bagas tadi menjadi korban teriakan Lintang yang sangat keras melebihi kerasnya toa sementara Lintang menatap tajam ke arah Bagas
"Sayang kamu melamun ?" bukannya menjawab Lintang malah melemparkan pertanyaan ke Bagas membuat Bagas dengan cepat menggeleng gelengkan kepalanya mantap
__ADS_1
"Aku ngga sedang melamun sayang" kilah Bagas sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali sedangkan Lintang tersenyum keuxt mendengar omongan Bagas yang menurutnya berbohong
"Sayang ngga usah bohong aku tahu kamu tadi sedang melamun aku ngga suka di bohongi lagian kalau membohongi orang duluan bakalan dapat karmanya di bohongi orang lain ingat kalau bohongi orang kamu bakalan di bohongi oleh orang lain" tegas Lintang sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya sementara Bagas meneguk air ludahnya sendiri berkali kali dan mengeluarkan keringat yang sebiji biji jagung