
Setelah beberapa menit kelamaan bagi Bagas karena setelah beberapa detik sengaja memancing pertengkaran dengan Lintang kini Bagas mengambil handphone miliknya di saku celananya lalu dirinya bergeser menjauh dari Lintang dengan posisi saling berhadapan dengan Lintang supaya Lintang tidak tahu kalau dirinya akan berbuat apa dengan handphone miliknya sementara Lintang mengernyitkan keningnya heran karena biasanya Bagas tidak pernah berbuat seperti itu seperti maling yang takut ketahuan
"Gue heran sama Bagas kenapa dia cuma megang handphone doang harus menjauh dari gue dan yang lebih mencurigakan lagi Bagas sengaja merubah posisi supaya bisa berharap hadapan sama gue di kira lagi main catur atau main carambol berdirinya berhadap hadapan jangan jangan Bagas sedang mulai mencoba selingkuh dari gue tapi masa Bagas selingkuh dia pria yang dingin dan ngga gampang di dekati makanya gue mau menjadi pacarnya Bagas karena Bagas pria setia yang beda jauh dari mantan pacar gue koq gue jadi memikirkan hal negatif thinking ke Bagas harusnya gue berpikir positif thinking soalnya gue yakin Bagas ngga bakalan selingkuh dari gue bisa saja Bagas menjauh dari gue dan berdiri berhadap hadapan sama gue karena Bagas sedang mencari sinyal kartu atau sedang memotret wajah cantik gue bukan karena selingkuh dari gue" batin Lintang menggeleng gelengkan kepalanya samar sambil tersenyum getir membayangkan sesuatu yang akan terjadi jika Bagas selingkuh darinya
Bagas memegang handphone di tangannya tanpa mempedulikan Lintang yang dia khawatirkan adalah Jelek karena Jelek tadi belum membalas chat whatsapp dari dirinya justru Bagas takut Jelek marah gara gara Bagas pergi dengan Lintang untuk memilih gaun pengantin dan jas pengantin untuk dirinya dan Lintang kalau Jelek marah ke Bagas siapa yang akan menggoyang senjata Bagas sehingga Bagas buru buru memasuki aplikasi whatsapp membuat Bagas membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga melihat kenyataan bahwa Jelek belum membalas chat whatsapp dari dirinya dengan perasaan cemas dan panik dirinya langsung mengetikkan sesuatu ke nomor Jelek untuk di kirim ke nomornya Jelek sebenarnya Bagas bisa saja menelpon Jelek namun Lintang kini ada di sekitarnya sehingga Bagas memutuskan untuk mengirim chat whatsapp ke nomornya Jelek
Bagas
"Sayang koq kamu belum balas chat whatsapp dari aku kamu marah sama aku ? maaf aku ke butik sama Lintang juga karena memilih gaun pengantin dan jas pengantin untuk acara pernikahan aku sama Lintang jadi kamu jangan marah sama aku soalnya aku juga ke butik supaya tamu undangan yang di undang oleh orang tuanya aku dan tamu undangan yang di undang oleh orang tuanya Lintang tidak curiga kalau aku selingkuh sama kamu soalnya aku yakin kalau kita berdua ketahuan selingkuh di belakang yang namanya tercemar bukan aku doang tapi juga kamu karena kamu sudah tahu aku pacaran sama Lintang malah kamu mau selingkuh dengan aku yang lebih parah kamu akan di cap sebagai pelakor" Bagas mengetik sesuatu setelah dirinya merasa siap kini Bagas mengirimkan chat whatsapp tersebut ke Jelek
__ADS_1
Saat Lintang dan Bagas kompak sibuk dengan kesibukan mereka berdua masing masing tiba tiba pelayan butik datang berjalan menghampiri mereka berdua sambil membawa bungkus gaun pengantin dan jas pengantin untuk di pakai Lintang dan Bagas tak terasa kini pelayan butik sudah ada di depan Bagas dan Lintang tanpa sepengetahuan mereka berdua karena mereka berdua serentak asyik dengan dunianya sendiri
"Mba mas ini pesanannya sudah di bungkus" ucap pelayan butik sambil menatap ke arah Bagas dan Lintang secara bergantian sementara Bagas dan Lintang kompak masih sibuk dengan pemikiran masing masing entah apa yang di pikirkan oleh mereka berdua semut dan tikus juga tidak tahu sama sekali walaupun kadang semut dan tikus lewat di sekitar mereka berdua
"Mba mas" panggil pelayan butik sambil mengeraskan suaranya tapi bukan dengan toa takut mereka berdua marah dan kesal dengan pelayan butik yang mengagetkan Lintang dengan Bagas dengan suara toa mendengar suara panggilan yang samar samar membuat Lintang membuang semua lamunan yang tadi hinggap di kepalanya lalu dirinya menoleh ke depan ternyata sudah ada pelayan butik yang ada di hadapannya membuat Lintang tersenyum kikuk sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali sedangkan Bagas masih konsisten dengan lamunan yang menyerang kepalanya
"Saya sejak tadi ada di sini mba terus dari tadi saya sudah panggil panggil mba dan mas tapi mba dan mas belum dengar panggilan saya" jelas pelayan butik sambil mengeluarkan senyum ramah sedangkan Lintang langsung menengok ke arah Bagas yang sedang sibuk menatap ke depan dengan tatapan kosong seperti orang yang bingung mencari solusi yang terbaik membuat Lintang semakin yakin bahwa Bagas punya masalah namun Lintang tidak berani bertanya ke Bagas takut nanti Bagas marah kepadanya karena jujur kalau sama Bagas dirinya takut di omelin yang lebih parahnya lagi Bagas bakalan membatalkan semua pertunangan antara dirinya dan Bagas membuat Lintang tidak ingin hal itu terjadi
"Sayang" panggil Lintang sambil memegang wajahnya Bagas yang sangat tampan sementara Bagas yang sedang menatap nanar handphone miliknya langsung menoleh ke arah sumber suara lalu berkata
__ADS_1
"Ada apa sayang ?" tanya Bagas sambil memaksakan diri untuk tersenyum lebar sementara Lintang menautkan kedua alisnya bingung
"Sayang ini pelayan butik sudah selesai membungkus gaun pengantin dan jas pengantin untuk kita berdua aku senang banget sebentar lagi aku sama kamu akan menikah" jelas Lintang sambil mengumbar senyum lebar di wajahnya sedangkan pelayan butik tersenyum ramah ke Bagas sementara Bagas melemparkan handphone miliknya ke tempat semula yaitu ke saku celananya
"Iya sayang aku yang bayar semua total gaun pengantin dan jas pengantin kamu ngga usah bayar aku juga senang sebentar lagi dapat hadiah dari langit yaitu kamu" tegas Bagas menatap ke arah Lintang sementara Lintang dengan cepat menganggukkan kepalanya mantap sedangkan pelayan butik menatap ke arah Bagas dan Lintang secara bergiliran
"Iya sayang sebaiknya kamu bayar sekarang saja supaya kita berdua bisa cepat pulang dan kaku bisa istirahat supaya ngga kecapekan dan menyebabkan kamu sering melamun seperti tadi" jelas Lintang sambil menatap lekat ke wajahnya Bagas sementara Bagas menganggukkan kepalanya satu kali sambil mengeluarkan senyum lebar bukan karena mendapat perhatian dari Lintang tapi karena Bagas sebentar lagi akan bertemu dengan Jelek yang sejak beberapa saat lalu belum membalas chat whatsapp darinya
"Iya sayang aku bayar sekarang" jawab Bagas di jawab anggukan kepala oleh Lintang setelah mendapat anggukan kepala Bagas langsung menoleh ke penjaga butik yang sedang menatapnya
__ADS_1