Suami Yang Dapat Karmanya

Suami Yang Dapat Karmanya
Jangan Memuji Jongkok


__ADS_3

Tanpa terasa hari yang di tunggu oleh Lintang dan orang tuanya Lintang tiba dimana sekarang adalah hari pertunangan untuk Lintang dan Bagas membuat tanpa henti hentinya Lintang menebarkan senyum di wajahnya dan merias wajahnya secantik mungkin dirinya sudah memakai pakaian dan celana yang terkeren dan termewah yang telah di siapkan sebelumnya sambil menyiapkan jawaban matang matang melebihi matangnya mangga


"Aku ngga nyangka hari ini aku akan bertunangan dengan Bagas aku harap mama aku dan papa aku mau menerima lamarannya orang tua Bagas semoga acara lamaran aku dan Bagas di mudahkan amin" gumam Lintang sambil tersenyum lebar


Cahaya sedang mengancingkan kemeja yang sedang di pakai oleh suaminya membuat suaminya tertawa dalam hati karena mempunyai istri yang sangat perhatian sama dirinya sehingga tanpa sadar Gemilang mengeluarkan senyum sangat lebar di wajahnya karena Cahaya sedang fokus dengan pekerjaannya membuat Cahaya tidak menyadari bahwa suaminya sedang tersenyum lebar melebihi lebarnya surga dunia miliknya


"Pah aku ngga nyangka Lintang anaknya kita berdua akan di lamar oleh Bagas dan orang tuanya Bagas" ucap Cahaya mengembangkan senyuman tipis di wajahnya setelah dirinya selesai mengancingkan kemeja miliknya suaminya sementara Gemilang tertawa terbahak bahak lalu berkata


"Haha haha iya dong mah Lintang anaknya kita berdua itu pacaran sama Bagas makanya di lamarnya sama Bagas dan orang tuanya Bagas bukan oleh jongkok dan orang tuanya jongkok artis terkenal itu lho" jelas Gemilang membuat Cahaya mendelik ke Gemilang


"Mama serius pah ngga usah bercanda memangnya ada artis terkenal yang namanya jongkok ?" tanya Cahaya dengan tatapan menyelidik sementara Gemilang mengangguk anggukkan kepala mantap


"Haha haha papa juga serius mah iya tapi menurut papa lebih tampan papa dari pada jongkok" jawab Gemilang dengan penuh percaya diri tinggi sambil masih tertawa terbahak bahak sedangkan Cahaya memutar bola matanya malas


"Kalau menurut mama pasti lebih tampan si jongkok dari pada papa apalagi tuh jongkok jadi artis" ketus Cahaya sambil berjalan ke arah sofa lalu menjatuhkan diri di sofa empuk tersebut membuat Gemilang langsung menghentikan tawanya lalu mengekori apa yang di lakukan Cahaya


"Mama jangan memuji jongkok soalnya takutnya dia besar kepala dan besar kepalanya lebih besar dari sapi atau gajah walaupun artis juga masih tampan papa tapi apa akan ada artis yang bernama berdiri" canda Gemilang sambil terkekeh kecil sedangkan Cahaya mencubit gemas pinggangnya Gemilang


"Papa memangnya acara kartun yang bisa membuat kepalanya menjadi besar masih tampan artis pah ngga sekalian di namakan duduk" celetuk Cahaya sambil melipat kedua tangannya di depan dada membuat Gemilang tersenyum kikuk


"Awwww mama mencubit papa pasti karena pengin minta jatah nanti malam saja mah soalnya kita berdua mau menerima lamaran dari orang tua Bagas takutnya pas mereka semua datang kita berdua belum selesai melakukan *** ***" jawab Gemilang tanpa dosa sambil mengusap pinggangnya sendiri yang habis terkena cubitan dari sang istri sementara Cahaya mendelik ke Gemilang

__ADS_1


"Mama mencubit papa bukan karena mau meminta jatah tapi karena mama nyuruh papa diam jangan berisik apaan sih pah pakai bahas *** *** segala mama ngga pengin *** *** tapi mama penginnya duit duit" oceh Cahaya lalu beringsut berdiri dan berjalan menghampiri pintu membuat Gemilang mengerutkan keningnya heran


"Papa ngga bakalan berisik dan bakalan mendesah kalau sedang melakukan hubungan intim sama mama oke nanti papa tambahin duit duit mama mau kemana ?" tanya Gemilang menatap punggung Cahaya sedangkan Cahaya tak bergeming tetap melanjutkan perjalanannya ke pintu kamarnya


"Otaknya papa mesum mama mau ke dapur menyiapkan makanan buat acara pertunangan anaknya kita berdua" jelas Cahaya sambil berjalan setelah dirinya ada di dekat pintu Cahaya langsung membuka pintu kamarnya tersebut lalu dirinya keluar dari kamar tanpa menutup pintu sementara Gemilang menatap Cahaya sampai menghilang di balik pintu


Cahaya berangkat ke dapur untuk menyiapkan semua makanan dan hidangan untuk acara pertunangan anaknya setelah sampai dapur Cahaya dengan gesit tangannya meraih nampan yang ada di rak piring lalu membawanya ke meja dapur setelah sampai dengan telaten Cahaya mengambil satu persatu makanan yang ada dalam piring, beserta lauk pauknya, dan hidangan pelengkap ke dalam nampan satu persatu setelah nampan terisi penuh Cahaya berjalan dengan cepat menuju ke ruang makan setelah sampai Cahaya meletakkan semua isi nampan di atas meja makan lalu Cahaya berangkat ke dapur sambil membawa nampan untuk mengambil minuman setelah sampai di dapur dengan cepat Cahaya meletakkan minuman ke dalam nampan dan sop ikan yang belum terbawa tadi setelah selesai Cahaya membawa nampan tersebut ke ruang makan setelah sampai di ruang makan Cahaya melemparkan semua isi nampan kalau melemparkan semua isi nampan pasti jadi berantakan sehingga Cahaya hanya meletakkan semua isi nampan ke atas meja makan


"Semoga acara pertunangan anaknya aku dan Bagas berjalan lancar tanpa suatu halangan apapun dan semoga Bagas dan orang tuanya Bagas suka dengan masakan aku soalnya aku mau pesan makanan ke go food tapi pasti makanannya terlalu biasa kalau aku yang mengolah makanan sendiri kan rasanya luar biasa karena banyak di tambah dengan bumbu tapi ngga banyak di tambah garam takutnya jadi asin malah di kira aku mau menikah lagi padahal aku sudah punya suami dan sudah punya anak besar apalagi anaknya aku saja hari ini bertunangan berarti sebentar lagi aku punya menantu dong" gumam Cahaya sambil mengeluarkan senyuman paling lebar yang dia punya


Bagas sedang mondar mandir di kamarnya dengan perasaan gugup sambil menatap ke arah jam di dindingnya setelah itu Bagas masih terus mondar mandir seperti setrika baju atau seperti ayam yang akan bertelur Bagas sudah nampak semakin tampan dengan pakaian dan celana yang di pilihkan oleh Rachel sang mama


"Ngga terasa aku sama Lintang mau bertunangan hari ini setelah berpacaran empat tahun tapi kenapa Lintang mau menunggu aku dan ngga mau di lamar oleh pria lain apa karena aku pria tertampan di dunia lebih baik aku tanya ke mama apakah persiapan seserahan sudah siap semua" batin Bagas lalu bergegas keluar dari kamarnya untuk menemui mamanya


"Mah sudah lengkap kan seserahan yang akan di bawa ?" tanya Bagas sambil menatap ke Rachel sementara Rachel dengan cepat menganggukkan kepalanya mantap


"Bagas semuanya sudah pas dan sesuai dengan apa yang mama beli jadi kamu tenang saja" jawab Rachel sambil mengusap punggung sang putra sedangkan Bagas mengangguk anggukkan kepalanya


"Mah berangkatnya sekitar pukul sembilan seperempat kan ?" tanya Bagas antusias sementara Rachel manggut manggut sambil menatap sekilas ke arah jam tangan yang bertengger di tangannya


"Iya Bagas ada sekitar setengah jam lagi dari sekarang" sahut Rachel tersenyum lebar membuat senyuman itu menular ke wajahnya Bagas

__ADS_1


"Tapi kalau mau berangkat sekarang ngga papa koq pasti masakan mereka sudah matang dan kita bertiga bisa tetap makan di sana" ucap Farel dari belakang mereka berdua membuat Bagas dan Rachel kompak menatap ke Farel


"Apaan sih pah pakai bahas masakan dan makan di sana segala jangan malu maluin pah" ketus Rachel mendelik ke Farel membuat Farel tersenyum kikuk sedangkan Bagas menggeleng gelengkan kepalanya


"Iya pah ke sana itu buat melamar Lintang bukan minta makanan gratis lagian makanan kayak gitu mama aku sama papa aku mampu membayar dan ngga bikin mama aku sama papa aku jatuh miskin jadi kalau papa makan di sana yang di makan itu nasinya dan lauk pauknya jangan di makan sama piring dan sendoknya" cibir Bagas membuat Farel menatap nyalang ke Bagas sementara Rachel tersenyum lebar karena mendapat pembelaan dari anaknya


"Iya mama sama Bagas tenang saja papa ngga akan minta makanan gratis tapi kalau di beri makanan secara gratis papa ngga bisa menolak ngga baik rezeki di tolak papa itu kaya raya dan banyak harta jadi ngga akan miskin sampai ratusan juta turunan papa juga ngga bakalan makan piring dan sendoknya soalnya papa bukan kuda lumping tapi papa bakalan menambah porsi makan" tegas Farel di sertai senyuman licik membuat Rachel dan Bagas serentak menatap ke Farel dengan tatapan menusuk seperti tajamnya silet


"Ayo Bagas mah berangkat sekarang" imbuh Farel mencoba mengalihkan topik pembicaraan sementara Rachel dan Bagas kompak menatap tajam ke Farel


"Bilang saja papa pengin makan gratis pakai bahas rezeki di tolak papa juga jangan nambah porsi makan sampai ribuan porsi di sana" perintah Bagas dengan nada ketus sementara Rachel menepuk jidatnya sendiri sedangkan Farel tersenyum menyeringai


"Bagas pah sebaiknya berangkat sekarang" ajak Rachel menatap ke Bagas dan Farel secara bergantian membuat Bagas dan Farel serentak menatap ke Rachel sambil menganggukkan kepalanya mereka berdua


"Ayo mah biar aku saja yang bawa seserahan ke mobil" kata Bagas lalu mengambil seserahan yang akan di bawa ke rumahnya Lintang membuat Farel memeluk pinggang Rachel dan mereka berdua berjalan di belakang Bagas


Farel membukakan pintu buat Rachel sambil tangannya tetap memeluk pinggang Rachel melihat pintu terbuka Rachel langsung masuk ke dalam mobil dan duduk dengan manis di mobil itu lalu Farel langsung menutup pintu mobilnya dan dirinya langsung berkelana ke arah kursi kemudi lalu membuka pintu mobilnya setelah itu masuk dan duduk dengan nyaman lalu menutup pintu mobilnya setelah itu Farel menatap lewat spion ke arah Bagas yang masih sibuk membawa seserahan dan memasukkan ke dalam mobil setelah semua terbawa dan terangkut ke mobil membuat Bagas masuk ke dalam mobil lalu duduk dengan tampan di mobil tak lupa dirinya menutup pintu mobilnya setelah melihat semut masuk maksudnya Bagas masuk membuat Farel langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke rumahnya Lintang


"Bagas kamu ngga usah grogi" ucap Rachel sambil menyandarkan tubuhnya ke kursi di samping kemudi membuat Bagas menganggukkan kepalanya mantap sementara Farel tersenyum tipis


"Iya Bagas kamu ngga usah grogi kayak sedang mau menerima raport kenaikkan kelas saja pakai grogi segala" ledek Farel dengan senyuman mengejek membuat Bagas memutar bola matanya jengah sementara Rachel ingin sekali mencubit Farel namun Farel dalam keadaan menyetir jadi takut akan menabrak burung yang terbang

__ADS_1


"Pah ngga usah becanda" tegur Rachel dengan ketus membuat Farel diam sementara Bagas terkekeh kecil


"Papa takut banget sama mama di tegur gitu saja langsung diam pasti takut ngga di beri jatah sama mama" ejek Bagas lalu tertawa terbahak bahak membuat Farel mendelik ke Bagas lewat kaca spion ingin sekali menyumpal mulutnya Bagas dengan cabai tapi di mobil tidak ada cabai, ingin sekali menyumpal mulutnya Bagas dengan camilan takutnya malah Bagas keenakan karena memakan camilan tersebut, ingin sekali menyumpal mulutnya Bagas dengan garam tapi tidak tersedia garam di mobil sementara Rachel tertawa dalam hati


__ADS_2