Suami Yang Dapat Karmanya

Suami Yang Dapat Karmanya
Beli Cincin Dalam Porsi Banyak


__ADS_3

Cahaya sampai ke tempat tas yaitu tempat berkumpulnya semut maksudnya tempat berkumpulnya tikus lebih tepatnya tempat berkumpulnya tas yang bertengger jejer jejer di sana membuat matanya Cahaya berbinar binar sambil menelusuri tas yang ada di hadapannya setelah dirinya memilih tas yang akan di pakai Cahaya langsung mengambil tas tersebut dengan senyum lebar yang menghiasi wajahnya


"Ini tas limited edition yang aku inginkan dari kemaren alhamdulilah aku masih kebagian tas ini walaupun dalam acara pertunangan anggap saja tas ini sebagai bonus buat aku karena membelikan semua keperluan anak anaknya aku dan suami aku" gumam Cahaya tersenyum lebar dengan tas yang bertengger di tangannya lalu dirinya clingak clinguk mencari pelayan supermarket setelah dirinya menemukan dirinya memanggil pelayan supermarket tersebut membuat pelayan supermarket tersebut langsung menghampiri dirinya


"Ada apa bu ?" tanya pelayan supermarket ramah sementara Cahaya membalas senyuman itu tak kalah ramah


"Mba saya mau beli tas ini tolong di bungkuskan" jawab Cahaya dengan senyum yang masih mengembang di wajahnya dan menyodorkan tas ke pelayan supermarket sedangkan pelayan supermarket dengan cepat menganggukkan kepalanya


"Baik bu apa ada lagi yang mau di beli ?" tanya pelayan supermarket sambil mengambil tas yang di sodorkan Cahaya sementara Cahaya menggelengkan kepalanya


"Sudah mba itu saja" sahut Cahaya sambil tersenyum sementara pelayan supermarket menganggukkan kepalanya satu kali


"Sebentar bu saya bungkuskan terlebih dahulu" jawab pelayan supermarket mendapat anggukan kepala dari Cahaya lalu Cahaya melangkah pergi ke tempat bedak untuk membeli bedak sedangkan pelayan supermarket melenggang pergi untuk membungkus tas yang di pilih Cahaya


Cahaya sampai di tempat bedak lalu kedua matanya menelisik bedak satu persatu dirinya akan membeli bedak dua porsi koq kayak makanan maksudnya Cahaya akan membeli bedak dua wadah apakah yang satu wadah bedak untuk semut ? memangnya semut bisa pakai bedak ? atau bedak untuk tikus ? tapi tikus pasti ngga bisa pakai bedak soalnya takut kelilipan bedak hanya Cahaya yang tahu


"Mau beli bedak merk apa bu ?" tanya pelayan supermarket yang ada di hadapan Cahaya sementara Cahaya langsung mendongakkan kepalanya menatap ke sumber suara


"Saya mau beli bedak merk nyaman satu sama bedak merk cincin satu" jelas Cahaya menjelaskan sebuah merk bedak membuat pelayan supermarket tanpa basi basi mengambil bedak yang Cahaya maksud


"Ini bu bedaknya" ucap pelayan supermarket sambil menyodorkan dua bedak ke Cahaya sementara Cahaya tersenyum lebar dan menerima bedak yang di sodorkan oleh pelayan supermarket


"Makasih mba" ucap singkat Cahaya sedangkan pelayan supermarket menganggukkan kepalanya mantap


"Sama sama bu" sahut pelayan supermarket singkat lalu tanpa komando Cahaya pergi meninggalkan tempat tas menuju ke kasir supermarket untuk membeli semua barang belanjaannya


Lintang dan Bagas sampai di sofa lalu Lintang menjatuhkan bokongnya ke sofa empuk dengan tangan yang berusaha melepaskan genggamannya dari tangan Bagas namun Bagas tidak melepaskannya membuat tangan mereka berdua masih saling menggenggam tanpa aba aba Bagas menjatuhkan diri ke sofa sebelahnya Lintang


"Sayang lepaskan tangan aku" ucap Lintang mendelik ke Bagas sementara Bagas cengengesan


"Sayang mumpung masih ada di sini tangannya aku bisa bebas menggenggam kamu kalau aku nanti menyetir mobil pasti di jamin ngga bebas menggenggam kamu" jelas Bagas mengedipkan mata ke Lintang sedangkan Lintang menampilkan wajah masam


"Sayang tapi aku mau menancapkan bedak lagi di wajah aku" ucap Lintang membuat Bagas mau tak mau melepaskan genggamannya dari tangan Lintang membuat Lintang tertawa di dalam hati tanpa ragu Lintang mengambil bedak yang tersimpan di tasnya

__ADS_1


"Sayang kenapa kamu cuma beli cincin tiga doang kenapa ngga beli lagi kalau kamu banyak suka sama cincinnya kamu beli lagi saja biar aku yang bayar" jelas Bagas menatap lekat wajah Lintang sedangkan Lintang yang sedang menaburkan bedak menoleh ke Bagas


"Sayang itu baru sebagian nanti aku bakalan beli cincin dalam porsi banyak jadi siap siap dompetnya kamu terkuras habis oleh aku" tegas Lintang di sertai senyuman licik sementara Bagas melongo mendengar jawaban Lintang


Saat Lintang telah selesai menaburkan bedak Lintang langsung meletakkan bedak tersebut ke tas lalu dirinya mengambil tas yang ada di saku roknya dirinya mulai berselancar dengan handphone yang ada di tangannya sementara Bagas yang melihat itu juga ikut mengambil handphone yang ada di sakunya setelah beberapa jam keduanya memainkan handphone miliknya masing masing tiba tiba terdengar suara sepatu yang mendekat membuat atensi keduanya menoleh ke sumber suara terdapat pelayan toko perhiasan


"Mba mas ini pesanannya silahkan di cek dahulu" ucap pelayan toko perhiasan menyodorkan cincin yang terpasang di tempat cincin membuat Lintang dengan buru buru melemparkan handphone miliknya ke saku celananya lalu menerima cincin yang di sodorkan pelayan toko perhiasan sementara Bagas menatap Lintang sambil tersenyum lebar


"Iya mba ini cincin yang aku pesan" sahut Lintang dengan kedua mata berbinar setelah mengetahui cincin yang di pesan sedangkan pelayan toko perhiasan mengangguk anggukkan kepala sementara Bagas meletakkan handphone miliknya di waktu celananya


"Mba berapa total semuanya ?" tanya Bagas menatap ke pelayan toko perhiasan saat pelayan toko perhiasan membuka mulutnya akan menjawab dengan cepat Lintang menjawab sehingga pelayan toko perhiasan menutup mulutnya kembali


"Sayang aku belum selesai membeli cincin jadi ngga usah bertanya harga terlebih dahulu" jelas Lintang mendelik ke Bagas sementara pelayan toko perhiasan tersenyum lebar karena Lintang akan membeli cincin lagi sedangkan Bagas mematung di tempatnya


"Mba aku mau beli cincin yang lain bolehkan ?" tanya Lintang menatap ke penjaga toko perhiasan membuat penjaga toko perhiasan langsung menganggukkan kepalanya mantap tanpa menunggu jawaban Lintang beringsut berdiri lalu kaki jenjangnya melangkah menuju ke tempat cincin yang tadi sementara pelayan toko perhiasan mengekori langkah Lintang sedangkan Bagas tersadar dari lamunannya lalu mengikuti jejak kaki Lintang


Cahaya telah sampai di kasir supermarket lalu dirinya celingak celinguk ke kanan, kiri, depan, belakang, atas, dan bawah untuk mencari pelayan supermarket yang dari tadi membungkuskan pesanannya namun Cahaya harus menelan pil pahit karena dirinya tidak menemukan pelayan tersebut keluyuran di tempat itu lalu Cahaya menyodorkan bedak ke kasir


"Berapa totalnya mba ?" tanya Cahaya sambil menyodorkan bedak ke pelayan supermarket membuat pelayan supermarket yang sedang menghitung uang langsung menoleh ke Cahaya


"Itu apa mba bukan bom kan ?" tanya Cahaya dengan raut wajah syok membuat pelayan supermarket menahan tawanya yang akan keluar


"Ini bukan bom bu apa barang barang ini semua barang yang di pesan ibu ?" tanya pelayan supermarket lalu dirinya membuka bungkus plastik yang berisi barang satu persatu membuat kedua matanya Cahaya langsung terbelalak lebar dengan mulut menganga


"Iya mba itu barang barang yang saya pesan ke pelayan supermarket tapi kenapa semua barangnya ada di mba tapi mba bukan pencuri kan ?" tanya Cahaya sambil memicingkan satu mata ke pelayan supermarket dengan cepat pelayan supermarket menggeleng gelengkan kepalanya heran kenapa dirinya di tuduh mencuri padahal kalau dirinya mau membeli barang tersebut banyak terpajang di supermarket


"Saya bukan pencuri bu tadi teman teman saya membawa barang tersebut ke saya karena mereka semua mencari ibu tapi ibu belum di temukan sehingga menitipkan barang barang tersebut ke saya" jelas pelayan supermarket tersenyum ramah lalu membungkus semua barang barang yang tadi di buka oleh dirinya sementara Cahaya manggut manggut


"Soalnya tadi aku belanja barang barang dengan porsi banyak sehingga sibuk ke tempat barang yang akan di beli berapa total semuanya mba ?" jelas Cahaya dengan senyum kikuk sementara pelayan supermarket langsung menghitung barang barang yang di beli satu persatu


"Total semuanya sembilan juta enam ratus bu" ucap pelayan supermarket sambil tersenyum ke arah Cahaya sedangkan Cahaya mengambil dompet yang ada di tasnya lalu Cahaya mengambil kartu ATM yang ada di dompetnya


"Ini mba" ucap Cahaya menyodorkan kartu ATM ke pelayan supermarket sementara pelayan supermarket mengambil kartu ATM yang ada di tangannya Cahaya

__ADS_1


"Sebentar bu" ucap pelayan supermarket sedangkan Cahaya manggut manggut


"Ini bu kartu ATM nya makasih bu" imbuh pelayan supermarket sambil menyodorkan kartu ATM ke Cahaya setelah proses pembayaran selesai sementara Cahaya menerima kartu ATM yang di sodorkan pelayan supermarket


"Sama sama mba" jawab singkat Cahaya lalu memasukkan kartu ATM ke dompetnya lagi setelah dirinya mengambil dompet membuat pelayan supermarket tersenyum lebar


"Ini barang barangnya bu" ucap pelayan supermarket menyodorkan barang barang belanjaan Cahaya membuat Cahaya dengan senang hati menerima barang barang tersebut


"Iya mba" sahut singkat Cahaya lalu setelah semua barang di terima dirinya tanpa ragu langsung melenggang pergi menuju ke parkiran mobil


Lintang telah sampai di depan toko perhiasan lalu dirinya menoleh ke arah semua perhiasan yang ada di hadapannya sementara pelayan toko perhiasan langsung bergegas berjalan cepat dan berdiri di depan Lintang di batasi oleh tempat cincin sedangkan Bagas berdiri di samping Lintang tanpa ragu Lintang langsung memberi komando untuk mengambilkan beberapa cincin maksudnya berpuluh puluh cincin lebih tepatnya berpuluh puluh juta cincin yang di pilih Lintang membuat pelayan toko perhiasan kewalahan mendengar semua perintah Lintang sementara Bagas melongo melihat begitu banyaknya cincin yang bertengger di meja


"Berapa total semuanya mba ?" tanya Lintang dengan kedua matanya yang berbinar dan wajahnya yang berseri seri sementara pelayan toko perhiasan sedang sibuk menghitung semua cincin yang di pesan Lintang sambil dirinya juga membungkuskan semua cincin yang Lintang inginkan sementara Bagas menelan air liurnya sendiri dan hampir tersedak gara gara ulahnya Lintang


"Sebentar mba" jawab pelayan toko perhiasan sambil tetap menghitung cincin cincin yang menyangkut di pohon lebih tepatnya cincin cincin yang menyangkut di meja sementara Lintang menganggukkan kepalanya mantap sedangkan Bagas menelan savilanya melihat pelayan toko perhiasan yang sedang sibuk membungkus semua pesanan sang kekasih


"Total semuanya itu sembilan triliun mba" jelas pelayan toko perhiasan setelah selama delapan jam dirinya menghitung total cincin yang di beli oleh Lintang sementara Lintang dan Bagas yang sedang duduk di kursi yang ada di depan pelayan toko perhiasan langsung kompak mendongakkan kepalanya memang setelah beberapa menit menunggu pelayan toko perhiasan menawarkan supaya Lintang dan Bagas duduk di kursi yang ada di hadapannya membuat Bagas dan Lintang kompak menjatuhkan bokongnya mereka


"Sayang bayar sekarang" ucap Lintang menepuk pundak Bagas dengan lembut Bagas masih melongo mendengar penjelasan pelayan toko perhiasan langsung tersadar ke dunianya lagi lalu Bagas langsung mengambil dompet yang menempel di saku celananya setelah itu Bagas mengambil kartu atm yang ada di dompet


"Ini mba" ucap Bagas singkat sambil menyodorkan kartu ATM ke pelayan toko perhiasan


"Sebentar mas" jawab singkat pelayan toko perhiasan sambil menerima kartu ATM yang di sodorkan oleh Bagas


"Ini mas kartu ATM nya" ucap pelayan toko perhiasan sambil menyodorkan kartu ATM ke Bagas sementara Bagas mengangguk anggukkan kepalanya seperti sedang dugem sedangkan Lintang tak berhenti menerbitkan senyum lebar di wajahnya


"Makasih mba" jawab singkat Bagas menerima kartu ATM yang di sodorkan oleh pelayan toko perhiasan lalu Bagas langsung meletakkan kartu ATM yang telah berkurang uangnya ke dompet yang tadi sudah di ambil lalu meletakkan ke kantong sakunya


"Sama sama mas ini barang barangnya mba mas" ucap pelayan toko perhiasan sambil menyodorkan semua bungkus cincin yang di pesan Lintang membuat Lintang dengan senang hati menerima semua bungkus cincin yang di sodorkan oleh pelayan toko perhiasan


"Makasih mba" jawab Lintang masih tetap menerima bungkus cincin sementara pelayan toko perhiasan menganggukkan kepalanya mantap sedangkan Bagas menepuk jidatnya sendiri


"Sama sama mba" sahut pelayan toko perhiasan dengan senyum ramah setelah semua barangnya ada di tangannya Lintang menoleh ke Bagas yang juga sedang menenteng cincin cincin yang di bungkus

__ADS_1


"Ayo sayang kita berdua pulang sekarang" ajak Lintang sambil menatap ke Bagas sementara Bagas menganggukkan kepalanya mantap


"Ayo sayang" balas Bagas singkat tanpa di komando Lintang berjalan terlebih dahulu dengan kedua tangannya yang menenteng bungkus cincin cincin yang di pesannya tadi sementara Bagas juga mengekori Lintang sambil membawa banyak bungkus bungkus cincin yang ada di kedua tangannya mereka berdua melangkah menuju ke mobil miliknya Bagas


__ADS_2