
Cahaya menatap ke arah cermin besar yang terpajang di depannya kini Cahaya menerbitkan senyuman lebar di wajahnya entah apa yang membuat Cahaya tersenyum lebar hanya Cahaya yang tahu karena semut dan kecoa yang lewat juga tidak tahu apa penyebab Cahaya menerbitkan senyuman lebar di wajahnya.
Cahaya memutar kran air yang terletak di depannya lalu Cahaya mengambil air yang mengalir dari kran air dengan tangannya untuk membasuh mukanya Cahaya supaya mukanya Cahaya lebih bersinar dan lebih terang seperti lampu taman.
Setelah Cahaya membasuh mukanya berkali kali kini Cahaya menutup kran air yang ada di depannya dengan tangannya, setelah kran air mati kini Cahaya menatap ke arah cermin besar yang ada di hadapannya kini Cahaya menatap pantulan dirinya yang berada di cermin besar yang terletak di depannya, setelah itu Cahaya mengambil handuk yang ada di sebelahnya setelah handuk ada di tangannya dengan gerakkan cepat Cahaya mengusap wajahnya yang basah dengan handuk yang ada di tangannya supaya wajahnya Cahaya kering dan tidak basah.
__ADS_1
"Ternyata wajah aku tetap cantik walaupun belum cuci muka dan setelah cuci muka tetap saja wajahnya aku cantik seperti bidadari, setelah cuci muka kan wajahnya aku jadi lebih fresh dan aku bisa memoleskan bedak di wajahnya aku lagi, soalnya aku jamin pasti bedaknya aku tadi sudah agak luntur gara gara kelakuan suaminya aku yang bikin emosi kalau suami aku ngga bikin emosi aku pasti bedak di wajah aku tadi ngga luntur" batin Cahaya sambil menatap ke arah pantulan dirinya di cermin besar yang terletak di depannya lalu Cahaya meletakkan handuk ke tempat semula setelah wajahnya kering.
Setelah Cahaya meletakkan handuk ke tempat semula, Cahaya bercermin sebentar lalu Cahaya berjalan ke arah pintu keluar kamar mandi ruangan kerja miliknya Gemilang sang suami Cahaya, entah mengapa Cahaya melangkahkan kakinya sambil menerbitkan senyuman lebar di wajahnya yang masih cantik walaupun umurnya sudah setengah abad.
"Lebih baik aku ke ruangan kerja suami aku, sekalian aku mau memakai dan memoleskan bedak lagi, alhamdulillah aku kan masih menyimpan bedak di ruangan kerja miliknya suami aku jadi ngga perlu repot repot buat aku ke kamarnya aku untuk mengambil bedak buat memoleskan bedak di wajahnya aku, ternyata ada gunanya juga aku beli bedak dengan porsi banyak jadi aku bisa letakkan bedak di berbeda tempat dan berbagai tempat, ada yang aku letakkan di kamarnya aku, di tasnya aku, di ruangan kerja miliknya suami aku, dan masih banyak lagi" batin Cahaya tanpa melunturkan senyum lebar di wajahnya.
Setelah Cahaya menutup pintu kamar mandi kini kedua kakinya Cahaya di gunakan untuk melangkah menuju ke Gemilang, Cahaya melangkah sambil menatap ke arah Gemilang yang masih mematung di tempatnya dengan tatapan kosong mengarah ke depan membuat Cahaya mempercepat langkah kakinya setelah melihat adegan di depan matanya yaitu Gemilang masih mematung di tempatnya.
__ADS_1
"Heran aku sama suami aku sampai sekarang masih diam di tempat seperti patung, aku heran sebenarnya suami aku itu ngga dengar suara aku karena sedang melamun atau suami aku terserang penyakit budeg dan tuli, lebih baik aku harus mempercepat langkah kaki aku supaya aku cepat sampai di dekat suami aku, soalnya aku mau cek suami aku itu sedang melamun atau sudah terkena penyakit berbahaya yaitu budeg dan tuli" batin Cahaya melangkah menuju ke Gemilang sambil mempercepat langkah kakinya supaya cepat sampai ke Gemilang.
Setelah Cahaya melangkah selama beberapa jam kelamaan dong maksudnya setelah Cahaya melangkah selama beberapa menit kini Cahaya telah sampai di dekat Gemilang, lalu Cahaya menatap ke arah Gemilang dengan tatapan heran bahkan Gemilang juga belum menyadari kehadiran Cahaya sang istri di dekatnya.
"Kalau aku lihat tatapan matanya suami aku kosong apa artinya suami aku ngga mendengar suara aku karena suami aku itu sedang melamun, tapi aku takut kalau suaminya aku terkena penyakit berbahaya seperti penyakit budeg dan tuli, tapi bagaimana caranya mengecek suami aku melamun atau suami aku terkena penyakit budeg dan tuli aku belum punya akal nih lebih baik aku paksa otaknya aku buat memikirkan cara supaya aku bisa menemukan cara untuk mengecek suami aku ngga dengar suara aku karena melamun atau karena sudah terkenal penyakit budeg dan tuli" batin Cahaya sambil menatap ke arah Gemilang sedangkan Gemilang tidak tahu kalau dirinya sedang di tatap oleh Cahaya karena Gemilang sibuk dengan dunianya sendiri lebih tepatnya Gemilang sibuk dan asyik melamun.
Setelah Cahaya memutar otaknya untuk berpikir dan Cahaya memaksa otaknya untuk berpikir bagaimana cara menentukan Gemilang melamun atau Gemilang terkena penyakit budeg dan tuli, kini Cahaya mengeluarkan senyum lebar di wajahnya, mungkin Cahaya telah menemukan ide briliant cara menentukan suami Cahaya itu tadi ngga mendengar suara Cahaya karena melamun atau karena penyakit budeg dan tuli.
"Ternyata otaknya aku pintar dan cerdas juga aku baru beberapa menit berpikir sudah menemukan cara supaya bisa menentukan suami aku itu sedang melamun atau suami aku sudah terkena penyakit berbahaya budeg dan tuli, lebih baik aku tes menggunakan cara aku menepuk pundaknya suami aku saja entah suami aku sedang melamun atau terkena penyakit tuli dan budeg pasti bakal menatap ke arah aku lalu aku tes dengan suara merdunya aku, kalau suami aku tadi ngga mendengar suara aku karena melamun pasti suami aku bakalan mendengar suara merdunya aku dan suara mahalnya aku, tapi kalau suami aku tadi ngga dengar suara aku karena budeg dan tuli pasti suami aku tetep ngga bakalan dengar suara merdunya aku dan suara mahalnya aku, soalnya kalau aku berteriak di telinganya suami aku takut suara aku yang mahal dan merdu mubazir selain itu juga kalau aku teriak di telinga suami aku walaupun suami aku budeg dan tuli juga bakal mendengar suara merdunya aku dan suara mahalnya aku berbeda kalau aku ngga berteriak kan ketahuan suami aku itu tadi melamun atau suami aku terkena penyakit budeg dan tuli" batin Cahaya tak henti hentinya mengeluarkan senyuman lebar di wajahnya sedangkan Gemilang masih tak bergeming dengan tatapan lurus ke depan.
__ADS_1