Suami Yang Dapat Karmanya

Suami Yang Dapat Karmanya
Aku Bakalan Omelin Dan Aku Marahin


__ADS_3

Gemilang mengira bahwa Cahaya bilang semut dan kecoa jantungan itu beneran malah karena semut dan kecoa yang kena serangan kaget membuat jatuh dari atas kursi, dari atas pohon, dan dari atas meja sedangkan Cahaya tersenyum licik bisa mengerjai Gemilang



Gemilang nampak berpikir bukan karena memikirkan semut dan kecoa yang katanya Cahaya bisa terkena serangan jantung namun Gemilang sedang berpikir bagaimana caranya supaya bisa selesai masalah ini tanpa memberi hukuman ke Cahaya dan tanpa memecat Cahaya jadi istrinya Gemilang


"Aku belum sadar kalau tadi suara istrinya aku yang membangunkan aku saat aku tidur gimana dong masa dari tadi istri aku nanya ke aku mau memberi hukuman ke istri aku atau mau memecat istrinya aku gimana dong ribet banget kalau cuma pilihannya kayak gini doang di jamin aku belum bisa menentukan apakah aku harus memberi hukuman ke istrinya aku atau aku memecat istrinya aku" batin Gemilang sambil memikirkan hal hal yang harus di lakukan supaya Cahaya tidak mempermasalahkan kata kata Gemilang yang masih dalam mode mengantuk


"Papa buruan pilih mau memberikan hukuman ke mama atau mau pecat mama jadi istrinya papa ?" tanya Cahaya dengan nada ketus sedangkan Gemilang masih diam tak bergeming masih memikirkan bagaimana jalan terbaiknya supaya Cahaya dan Gemilang bisa meneruskan pernikahan tanpa ada perceraian


Setelah Cahaya menunggu sampai puluhan jam kelamaan dong maksudnya setelah menunggu selama puluhan menit kini Cahaya telah menyimpulkan bahwa Gemilang sedang melamun namun tentang hal apa yang membuat Gemilang melamun Cahaya belum tahu jawabannya


"Suami aku kayaknya lagi melamun aku harus bikin suami aku tersadar dari lamunannya lagian suami aku cuma di suruh milih dua doang koq paket lama tinggal milih suami aku mau memberi hukuman ke aku nanti aku bakalan omelin dan marahin suami aku non stop 24 jam tanpa iklan dan jeda, terus kalau suami aku memilih memecat aku jadi istrinya suami aku pasti aku bakalan cari suami yang lebih tampan dan lebih kaya raya di banding suami aku oh seperti aku ada ide supaya suami aku tersadar dari lamunannya" batin Cahaya sambil mengeluarkan senyum licik di wajahnya


Gemilang masih sibuk melamun memikirkan bagaimana caranya supaya terbebas dari pertanyaan konyol miliknya Cahaya sedangkan Cahaya menatap ke arah Gemilang lalu tanpa sadar dan tanpa komando Cahaya menerbitkan senyuman lebar di wajahnya

__ADS_1



Cahaya mendekat ke arah Gemilang lalu Cahaya berteriak sekencang kencangnya ke telinganya Gemilang yang sedang sibuk dan asyik melamun sementara Gemilang yang mendengar serangan mendadak dari Cahaya langsung terlonjak kaget bahkan Cahaya hampir saja jadi korban jurus andalan Gemilang


"Papa jangan melamun buruan pikirkan papa mau beri mama hukuman atau papa mau pecat mama jadi istrinya papa" teriak Cahaya dengan nada keras dan nada lantang menggema di telinganya Gemilang sementara Gemilang yang mendengar suara Cahaya di telinganya lebih tepatnya Gemilang mendengar teriakan Cahaya yang hampir saja merusak gendang telinga Gemilang


Seandainya tadi Cahaya tidak bergeser setelah berteriak di telinganya Gemilang di jamin Cahaya akan mendapatkan jurus serangan mendadak dari Gemilang berupa dorongan tangannya Gemilang di jamin pasti Cahaya akan tersungkur ke lantai dan Cahaya mencium wanginya lantai namun Cahaya bisa menghindari itu semua karena menjauh dari Gemilang setelah Cahaya berteriak di telinganya Gemilang



"Kamu ngga usah teriak teriak di telinganya saya atau kamu mau saya pec" perkataan Gemilang belum selesai namun Gemilang langsung terbelalak lebar dengan mulut menganga melihat orang yang di omelin dan di teriakin bahkan hampir di ancam oleh Gemilang adalah Cahaya sang istri dari Gemilang


Gemilang sebenarnya ingin sekali membalas perlakuan orang yang berteriak di telinganya, namun niatnya di urungkan begitu melihat orang yang berteriak di telinganya adalah Cahaya sang istri tercinta


__ADS_1


Membuat Gemilang menelan kembali umpatan dan kekesalan yang akan di keluarkan dari mulutnya kepada orang yang berteriak di telinganya Gemilang yang ternyata adalah Cahaya sang istri dari Gemilang


"Ada apa mah ?" tanya Gemilang tersenyum kikuk sambil menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali sedangkan Cahaya menatap nyalang ke Gemilang


"Papa ngga usah sok pura pura nanya pakai nanya ada apa menurut papa ada apa ?" tanya balik Cahaya dengan suara yang setengah berteriak sedangkan Gemilang menelan salivanya berkali kali bingung harus menjawab apa karena dirinya seperti lupa ingatan dan orang linglung gara gara mendapat teriakan yang sangat keras dari Cahaya di telinganya Gemilang


"Papa memang benar benar nanya mah bukan pura pura nanya kalau menurut papa ada meja, kursi, laptop, jas, kemeja, sepatu" perkataan Gemilang belum selesai sudah di potong oleh Cahaya


"Iya papa memang benar benar nanya tapi papa ngga usah sok bodoh dan sok tolol itu nama barang barang pah ngga usah di sebutin pasti ngga akan ada habisnya" teriak Cahaya dengan sangat keras dan sangat lantang mengisi ruang kerja Gemilang sedangkan Gemilang menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal seperti monyet


"Mama papa itu ngga pernah sok bodoh dan sok tolol kenyataannya papa itu hebat karena pintar makanya papa jadi CEO di banyak perusahaan terkenal di negara ini dan di beberapa negara lainnya kan tadi mama nanya ada apa saja makanya papa sebutkan nama barang barang tersebut masa ngga ada habisnya kalau langsung di buang pasti habis mah" jelas Gemilang tanpa dosa sambil menyengir kuda sedangkan Cahaya melototkan kedua matanya ke arah Gemilang hampir saja kedua matanya Cahaya copot gara gara melotot terus ke arah Gemilang


"Terserah papa mau ngomong apa yang penting papa sering memberikan uang bulanan ke mama setiap bulan kalau perlu tambahin uang bulanannya dasar papa sombong jadi CEO di perusahaan di negara ini dan di berbagai negara sudah sombong maksudnya mama itu bertanya ke papa, mama memanggil papa itu ada apa" teriak Cahaya sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya sementara Gemilang menelan salivanya berkali kali mendengar omongan Gemilang yang mendarat dengan selamat di telinganya Gemilang


"Iya mah pasti papa bakalan sering memberikan uang bulanan ke mama setiap bulan dan papa tambahin juga uang bulanan mama papa bukan sombong tapi pamer doang mah papa belum tahu kenapa mama memanggil papa sampai berteriak kayak tadi" jelas Gemilang sambil menatap ke arah Cahaya sedangkan Cahaya tersenyum menyeringai

__ADS_1


"Mama cuma mau nanya papa mau beri hukuman ke mama atau papa mau memecat mama menjadi istrinya papa ?" tanya Cahaya sambil memicingkan satu mata ke arah Gemilang sedangkan Gemilang membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga


__ADS_2