Suami Yang Dapat Karmanya

Suami Yang Dapat Karmanya
Aku Pukul Tuh Lamunan Di Otaknya Kamu


__ADS_3

Lintang menatap nyalang ke Bagas namun sepertinya Bagas tidak menyadari tatapan menusuk dan membunuh yang Lintang keluarkan untuk Bagas karena Bagas sibuk menyetir mobil dan sibuk menatap ke arah depan sehingga tidak memperhatikan tatapan Lintang yang sangat menusuk dan sangat tajam melebihi tajamnya cangkul dan silet


"Sayang maksud kamu apa koq kamu bilang walaupun kamu melamun kita berdua ngga kecelakaan kamu masih melamun ?" tanya Lintang sambil mendelik ke Bagas sementara Bagas yang di keroyok di berbagai tempat maksudnya Bagas sudah maju kena mundur kena cari alasan apapun tidak akan di percaya oleh Lintang entah hanya Lintang yang tahu jawabannya apakah masih percaya dengan Bagas atau sudah tidak percaya dengan Bagas


"Sayang aku ngga ada maksud apa apa maksudnya cuma istilah doang seandainya aku melamun sambil menyetir mobil pasti mobilnya tidak akan kecelakaan aku ngga melamun buktinya aku dengar obrolan kamu" elak Bagas sambil menyembunyikan raut wajah yang panik dan cemas karena di curigai melamun oleh Lintang padahal kenyataannya Bagas memang melamun tentang Jelek yang belum menjawab chat whatsapp dari Bagas namun sebisa mungkin Bagas menutupi semuanya dari Lintang supaya perselingkuhan antara dirinya dan Jelek tidak tercium oleh banyak orang termasuk oleh Lintang

__ADS_1


"Sayang awas saja kalau kamu belum membuyarkan lamunan miliknya kamu bakalan aku pukul tuh lamunan di otaknya kamu supaya kamu ngga melamun lagi saat sedang menyetir mobil walaupun kamu dengar omongan aku tapi itu karena jaraknya lumayan dekat kalau jaraknya jauh juga aku yakin kamu ngga bakalan dengar omongan aku sehingga kamu bakalan lebih parah dari Bolot yang menjadi pelawak" ketus Lintang sambil menatap nyalang ke Bagas sementara Bagas meneguk air liurnya sendiri mendengar jawaban Lintang yang ketus dirinya bisa tahu kalau saat ini Lintang sedang marah dan kesal dengan Bagas


"Sayang aku bakalan membuyarkan semua lamunan aku supaya ngga di pukul oleh kamu harusnya kamu bangga sama aku karena punya pacar yang hebat selain CEO di perusahaan terkenal aku juga bisa menjadi pelawak dan membuat semua orang tertawa ingat membuat orang tertawa gara gara ulah kita bisa bikin orang yang bikin ketawa dapat pahala dari pada orang yang bikin menangis orang malah orang itu akan mendapat dosa dan karmanya" jelas Bagas sambil mengeluarkan senyum tipis di wajahnya dengan kedua tangan yang masih menyetir mobil sedangkan Lintang memutar bola matanya malas


"Sayang kamu menyetir mobilnya hati hati dan jangan sambil melamun supaya ngga kecelakaan" perintah Lintang kepada Bagas sedangkan Bagas manggut manggut sambil menatap sekilas ke arah Lintang dan menatap ke arah depan lagi

__ADS_1


Bagas kini mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang Lintang memang sering menasehati Bagas supaya jangan terlalu mengebut mengendarai mobil dan jangan melamun saat mengendarai mobil namun entah mengapa hari ini Bagas pertama kali melamun tentang Jelek yang belum membalas chat whatsapp darinya biasanya memang Bagas tidak pernah melamun hal apapun


"Gue heran hari ini Bagas sudah berkali kali melamun sebenarnya apa yang Bagas lamunkan gue jadi penasaran tapi setiap gue tanya sama Bagas pasti Bagas ngga pernah menjawab walaupun Bagas menjawab pasti bilang ke gue kalau dia ngga kenapa napa apa Bagas punya masalah sangat berat dan Bagas sengaja ngga mau berbagi sama gue dan Bagas sengaja ngga cerita ke gue supaya gue ngga memikirkan masalah yang Bagas hadapi" batin Lintang sambil tersenyum lebar ke arah Bagas menatap dengan seksama wajah tampan sang kekasih yang sudah bertahun tahun dia pacari malah sebentar lagi akan menikah dengan Bagas sehingga membuat Lintang sangat bahagia dan tidak bisa di gambarkan dengan kata kata kebahagiaan yang Lintang rasa sehingga Lintang merasa banyak bunga bunga yang bermekaran di hatinya sementara Bagas tersenyum lebar karena dirinya sudah tidak sabar bukan untuk menikah sama Lintang namun Bagas sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Jelek nanti malam dan rencananya Bagas dan Jelek akan mandi keringat bersama dan bertukar keringat bersama membayangkan itu membuat Bagas tanpa sadar tersenyum lebar namun sedetik kemudian senyuman Bagas menghilang bak di telan bumi setelah mengingat bahwa Jelek belum membalas chat whatsapp dari dirinya


"Gue senang banget karena Lintang ngga curiga sedikitpun kenapa gue minta pulang cepat saat di butik dan dengan gampangnya Lintang percaya kalau gue ada janji ketemu dengan rekan bisnis gue yang datang dari luar negeri walaupun Lintang awalnya ngga percaya tapi setelah gue jelaskan Lintang percaya dengan omongan gue gampang banget membohongi Lintang ternyata gue jadi ngga merasa takut ketahuan kalau gue selingkuh dengan Jelek melihat betapa bodohnya Lintang dan betapa gampangnya dirinya di bohongi tapi kenapa Jelek belum membalas chat dari gue padahal biasanya Jelek pasti membalas chat gue dengan cepat apa Jelek sibuk banget hari ini sehingga tidak sempat membalas chat whatsapp dari gue pokoknya gue setelah mengantar Lintang pulang ke rumah entah Jelek sudah balas chat gue atau Jelek belum balas chat gue tetap gue bakal datangi rumahnya Jelek sekalian gue mau minta maaf sama Jelek apa dia belum balas chat whatsapp dari gue karena dia sakit hati sama gue karena gue ke butik untuk menyiapkan gaun pengantin dan jas pengantin buat acara pernikahan gue sama Lintang walaupun gue pria dan gue bukan wanita pasti Jelek sakit hati karena gue sibuk menyiapkan pernikahan gue sama Lintang tapi gue setelah menikah sama Lintang gue ngga bakalan mau berhubungan intim sama Lintang sebagai ajang balas dendam gue ke Lintang karena dulu setiap gue minta berhubungan intim sama Lintang dari sebelum pertunangan gue sama Lintang dia menolak dengan alasan baru sekedar pacaran setelah empat tahun gue pacaran sama Lintang dan statusnya gue sudah berubah menjadi tunangannya Lintang gue kira dia bakalan mau gue ajak hubungan intim ternyata Lintang tetap ngga mau jadi gue harus balas dendam dengan sakit hati yang gue rasakan atas penolakan Lintang yang bertubi tubi" batin Bagas tetap menyetir mobil sambil mengeluarkan senyum licik di wajahnya

__ADS_1


__ADS_2