
Setelah Lintang melangkah dengan kakinya sekarang dirinya sedang berada di depan ruangan kerja miliknya lalu Lintang dengan gerakan cepat tangannya memegang gagang pintu lalu membuka pintu membuat Lintang langsung masuk ke dalam ruangan miliknya tak lupa dirinya menutup pintu setelah itu Lintang berjalan ke arah kursi kebesaran miliknya
"Gue heran sama Bagas ngga percaya sama omongan gue masa gue harus pasang cctv di rumahnya Bodoh tapi ngapain gue repot repot masang cctv gue percaya bahwa Tuhan maha adil dan ada pepatah yang mengatakan sepandai pandainya tupai molompat akan jalan juga maksudnya sepandai pandainya tupai melompat akan jatuh juga" batin Lintang sambil tersenyum lebar dan melangkah ke kursi kebesaran miliknya
Bagas masih memikirkan perilaku Lintang yang menurutnya sangat keterlaluan menuduh Bodoh akan merebut dirinya dengan langkah gontai dan tak bersemangat Bagas berjalan ke arah sofa setelah sampai sofa dirinya menatap ke arah makanannya yang belum habis sehingga tangannya terulur mengambil makanan miliknya yang tadi belum habis tanpa banyak bicara karena dirinya sedang sendirian di ruangan kerja miliknya hanya di temani semut dan tikus yang lewat Bagas langsung menyantap makanan miliknya sambil tersenyum tipis
"Gue heran sama Lintang kenapa dia cemburu banget sama kedekatan gue dan Bodoh padahal kedekatan gue sama Bodoh itu cuma sebatas atasan dan sekertaris kenapa sampai Lintang menuduh kalau Bodoh akan merebut gue dari dia lebih baik gue makan supaya perutnya gue kenyang dan perutnya gue ngga membunyikan musik" kata Bagas sambil berkali kali menyuapkan makanan ke dalam mulutnya
Lintang telah sampai di sebelah kursi kebesaran miliknya lalu tanpa komando Lintang mendaratkan bokongnya di kursi kebesaran miliknya lalu Lintang menggapai handphone miliknya yang ada di saku roknya setelah dirinya meletakkan tas di meja kerjanya setelah itu Lintang menatap nanar kontak miliknya Bagas dirinya baru sadar mungkin sikapnya tadi keterlaluan walaupun Bodoh mencintai Bagas namun Bagas sudah membuktikan rasa cintanya yang sangat besar kepada Lintang sampai Bagas rela menghabiskan uang triliunan cuma untuk membeli ratusan cincin bahkan puluhan juta cincin yang Lintang inginkan namun dirinya ragu untuk menelpon Bagas terlebih dahulu sehingga dirinya hanya menatap handphone yang ada di tangannya
"Gue kayaknya tadi keterlaluan sama Bagas harusnya gue ngga bersikap kayak tadi habisnya gue kesal sama Bodoh yang niat banget menggoda Bagas sampai dnegan sengaja mencopot kancing atasnya walaupun Bodoh mencintai Bagas tapi gue yakin Bagas cuma mencintai gue soalnya dia juga sudah membuktikan bahwa Bagas rela mengeluarkan uang dengan jumlah banyak sampai triliunan hanya untuk membelikan cincin yang aku inginkan jadi gue yakin Bagas ngga bakalan tergoda sama Bodoh soalnya secara uang dan cantik lebih cantik dan banyak uang gue di banding Bodoh" gumam Lintang sambil mengetuk ngetukkan bolpoin di meja kerjanya
Bagas selesai menyantap makanan miliknya lalu dirinya meminum air yang tersedia di meja setelah itu Bagas menghidupkan laptopnya kembali berniat untuk melanjutkan mengerjakan berkas tadi namun tiba tiba Bagas berubah pikiran dirinya langsung meraih handphone yang ada di saku celananya lalu menelpon Lintang sementara Lintang yang sedang memegang ponselnya langsung mengangkat telpon dari Bagas
Bagas
"Sayang kamu sudah sampai perusahaan apa belum ?" tanya Bagas sambil menerbitkan senyuman lebar karena telpon darinya di angkat oleh Lintang sementara Lintang tertawa riang dalam hati
Lintang
__ADS_1
"Aku sudah sampai perusahaan sayang" jawab Lintang dengan datar sedangkan Bagas tersenyum masam
Bagas
"Sayang jangan lupa kamu makan soalnya tadi makanan kamu belum di habiskan oleh kamu" perintah Bagas dengan lembut sementara Lintang tak mampu menyembunyikan senyum lebar yang tadi di simpan beruntung dirinya cuma sedang telponan dengan Bagas bukan beradu tatap langsung atau video call sama Bagas sehingga Lintang tidak ketahuan sedang bahagia mendengar perhatian Bagas
Lintang
"Iya sayang nanti aku makan kamu tenang saja sudah dulu yah soalnya aku banyak pekerjaan dan aku sibuk banget sekarang" kata Lintang dengan hati hati sementara Bagas tersenyum tipis
Bagas
"Iya sayang buruan kamu pesan makanan atau mau aku pesankan makanan lewat go food kamu pilih makanan yang akan kamu makan lalu kamu kirim ke aku biar aku pesankan lewat go food dan aku kirim ke alamat perusahaan kamu maaf kalau ganggu kamu kalau kamu banyak kerjaan lebih baik aku ke perusahaan kamu sekarang juga biar aku yang mengerjakan pekerjaan kamu" jelas Bagas panjang lebar melebihi panjangnya rel kereta api sedangkan Lintang menahan tawanya yang hampir meledak
Lintang
Setelah mematikan panggilan telpon dari Bagas tangannya Lintang meloncatkan handphone miliknya ke saku roknya lalu tangannya mengambil tas yang terpajang di atas meja setelah itu dirinya Lintang berjalan menuju ke pintu setelah itu Lintang langsung membuka pintu begitu pintu terbuka Lintang keluar dari ruangan miliknya tak lupa menutup pintu setelah itu Lintang berjalan ke arah parkiran mobil bukan parkiran semut
"Ternyata Bagas sangat mencintai gue belum ada sejam gue balik dari perusahaan miliknya Bagas langsung menelpon gue bikin gue makin cinta sama Bagas gue memang banyak pekerjaan soalnya gue mau pulang ke rumah untuk melihat lihat cincin yang tadi gue beli pakai uangnya Bagas berarti gue ngga salah karena gue banyak kerjaan dan sibuk" oceh Lintang tak pernah melunturkan senyum lebar di wajahnya
__ADS_1
Cahaya sampai di rumah dengan gesit dirinya mengerem mobilnya membuat mobilnya berhenti lalu Cahaya membuka pintu mobilnya dan keluar dari mobilnya sambil membawa beberapa bungkus barang barang yang tadi di beli di supermarket setelah semua barang barang ada di tangannya buru buru Cahaya menutup pintu mobilnya lalu dirinya berjalan ke dalam rumah setelah sampai di dekat pintu Cahaya membuka pintu rumahnya lalu dengan cepat Cahaya melangkah masuk sambil tangannya membawa barang barang yang tadi di beli di supermarket setelah itu Cahaya melangkah menuju ke kamarnya
"Mobilnya suami aku dan mobilnya anak anak aku belum ada di rumah berarti mereka bertiga belum pulang ke rumah lebih baik aku bawa barang barang belanjaan aku ke kamarnya aku supaya ngga jadi bahan percobaan soalnya aku jamin kalau tergeletak di atas sofa ruang tamu atau ruang makan di jamin bakalan jadi bahan percobaan mereka bertiga" kata Cahaya sambil menaiki anak tangga satu persatu dengan tangan yang masih setia membawa barang barang belanjaannya
Lintang sampai di parkiran mobilnya lalu dirinya membuka pintu mobilnya setelah itu Lintang masuk ke dalam mobilnya tak lupa Lintang memasang sabuk pengaman di tubuhnya setelah dirinya menutup pintu mobilnya dan meletakkan tasnya di samping kursi kemudi lalu Lintang langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang
"Gue harap semoga Bagas secepatnya menikahi gue supaya ngga ada orang yang berani mengganggu hubungan gue sama Bagas soalnya gue sudah cinta banget sama Bagas makanya selama empat tahun gue bertahan sama Bagas dan mau pacaran sama Bagas walaupun gue belum di lamar tapi gue cuma selalu berharap Bagas dan orang tua Bagas akan melamar gue ternyata keinginan gue sebentar lagi akan terkabul" batin Lintang sambil tetap fokus mengemudi mobil ke rumahnya
Bagas menatap nanar handphone miliknya setelah panggilan di putuskan sepihak oleh Lintang namun dirinya sudah senang karena Lintang mau mengangkat telpon darinya tidak menyuruh semut untuk mengangkat telpon darinya memangnya semut bisa mengangkat telpon ? Bagas berjalan ke arah meja kerjanya sambil membawa laptop yang berada di tangannya
"Gue senang Lintang mau mengangkat telpon dari gue tandanya Lintang ngga marah sama gue dan gue yakin sebelum acara pertunangan gue sama Lintang pasti hubungan gue sama Lintang membaik lagi seperti dahulu apalagi gue yakin kalau Lintang sangat mencintai gue sampai cemburu sama Bodoh" batin Bagas tetap melajukan kakinya ke meja kerja miliknya
Rachel telah sampai di depan kamarnya lalu tanpa ragu Rachel membuka pintu kamarnya lalu Rachel berjalan ke arah almari pakaian miliknya tempat menyimpan banyak semut maksudnya tempat menyimpan banyak pakaian setelah Rachel berada di depan almari pakaian dirinya langsung membuka pintu almari setelah itu kedua matanya mencari pakaian dan celana yang akan di pakai ke supermarket setelah beberapa menit Rachel menemukan pakaian dan celana yang akan di pakai membuat tangan Rachel langsung mengambil kedua barang tersebut lalu Rachel menutup almari pakaian miliknya setelah itu Rachel berjalan ke arah ranjang setelah itu Rachel langsung meletakkan kedua barang tersebut ke ranjang empuk miliknya lalu Rachel buru buru mencopot pakaian yang menempel di tubuhnya lalu membuang ke tempat pakaian kotor lalu Rachel mencopot celana yang berada di tubuhnya lalu Rachel membuang ke tempat pakaian kotor setelah itu Rachel mengambil pakaian yang ada di atas ranjang lalu memakaikan ke badannya setelah itu Rachel mengambil celana yang ada di ranjang lalu memakaikan ke tubuhnya setelah itu Rachel berjalan ke meja riasnya
"Aku ngga menyangka sebentar lagi aku akan melamarkan seorang wanita buat putra aku perasaan baru kemarin aku melahirkan putra aku kenapa sekarang tiba tiba putra aku akan bertunangan tapi aku senang artinya aku sebentar lagi akan punya besan dan menantu" kata Rachel mengembangkan senyuman lebar di wajahnya
Rachel berjalan meja riasnya untuk merias wajahnya karena dirinya akan ke supermarket untuk membeli semua keperluan acara pertunangan anaknya dengan Lintang setelah sampai di meja riasnya Rachel menjatuhkan bokongnya ke kursi yang letaknya di depan meja riasnya lalu dirinya mengambil bedak dan menaburkan ke wajahnya lalu Rachel meletakkan bedak tersebut ke tempat semula lalu Rachel mengambil lipstik merah menyala untuk di oleskan di kedua pipinya kalau di oleskan di situ di jamin Rachel bakalan mirip badut sehingga Rachel mengoleskan lipstik tersebut ke bibirnya setelah itu Rachel meletakkan lipstik tersebut ke meja setelah itu Rachel mengambil blush on lalu memakaikan ke kedua pipinya secara bergantian setelah selesai Rachel meletakkan blush on tersebut ke meja lalu Rachel mengambil eye shadow dan mengaplikasikan di kedua atas matanya secara bergiliran setelah itu Rachel meletakkan eye shadow tersebut lalu Rachel mengambil pensil alis dan mulai membuat alis buatan di kedua alisnya secara bergantian setelah itu Rachel meletakkan pensil alis tersebut lalu Rachel melangkah ke tempat tasnya untuk mengambil tas setelah ada di depan almari tas Rachel membuka pintu almari tersebut lalu Rachel mengambil tas yang akan dirinya pakai setelah itu Rachel menutup pintu almari tas kembali lalu Rachel melangkah menuju ke pintu untuk berjalan ke arah halaman rumahnya
"Aku berangkat ke supermarket sekarang buat membeli semua keperluan acara pertunangan anaknya aku sama Lintang aku senang Bagas melamar Lintang beberapa hari lagi tapi kenapa suami aku seperti memaksa Bagas untuk menikahi Lintang dalam waktu dekat kasihan banget Bagas aku akan bela Bagas" kata Rachel sambil tetap berjalan ke halaman rumahnya
__ADS_1
Setelah Rachel berkelana Rachel sampai di samping mobilnya tanpa ragu Rachel membuka pintu mobilnya lalu masuk ke dalam mobilnya dan menjatuhkan bokongnya ke kursi kemudi setelah dirinya menjatuhkan tas di samping kursi kemudi setelah itu Rachel menutup pintu mobilnya dan Rachel mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang
"Aku harus membeli pakaian buat aku, suami aku, dan anaknya aku tapi kayaknya beli sepatu sekalian biar baru soalnya walaupun punya banyak sepatu yang baru satu kali pakai tetap saja acara penting karena acara pertunangan anaknya aku harus serba baru dan belum pernah terpakai sebelumnya" gumam Rachel sambil tetap menjalankan mobilnya menuju ke supermarket