
Lintang yang sedang fokus menatap ke arah Bagas tiba tiba ada langkah sepatu yang mendekat namun tidak di hiraukan oleh Lintang karena Lintang sibuk menatap kejanggalan dalam dirinya Bagas setelah ada yang memanggil dirinya sambil melambaikan tangan di depannya Lintang membuat Lintang tersadar dari lamunannya lalu tersenyum canggung ke pelayan butik
"Apa jasnya sudah menemukan yang cocok mba ?" tanya Lintang sambil menerbitkan senyuman lebar di wajahnya sementara pelayan butik menganggukkan kepalanya mantap sambil tersenyum lebar
"Sudah mba ini jasnya" jawab pelayan butik sambil menyodorkan jas yang ada di tangannya lengkap dengan gaun pengantin yang tadi di letakkan Lintang kepada dirinya
"Makasih mba" sahut Lintang sambil mengambil jas dan gaun pengantin yang di sodorkan oleh pelayan butik tak lupa Lintang memberikan senyuman tak kalah lebar dari pelayan butik sedangkan pelayan butik menganggukkan kepalanya satu kali
__ADS_1
Lintang berjalan ke arah Bagas sambil membawa jas dan gaun pengantin yang dirinya pilih tadi Lintang berjalan dengan sangat cepat seakan akan takut di kejar kejar maling atau di kejar kejar kecoa Lintang berjalan ke arah Bagas dengan hati yang resah dan cemas karena dirinya baru tahu kalau tadi Bagas tersenyum lebar bukan karena sedang berkomunikasi dengan Rachel mamanya Bagas membuat Lintang berpikir siapa yang tadi membuat Bagas tersenyum lebar apakah hanya dengan melihat semut yang berjalan membuat Bagas tersenyum lebar atau hanya karena melihat tikus yang berkejar kejaran sehingga membuat Bagas tersenyum lebar
"Gue penasaran sebenarnya apa yang membuat Bagas tersenyum lebar kayak tadi apa dia berkomunikasi sama wanita lain tapi gue yakin Bagas ngga bakalan mencari dan berkomunikasi sama wanita lain karena gue sudah pacaran sama Bagas selama empat tahun dan selama itu Bagas selalu setia ke gue dan gue juga yakin Bagas ngga bakalan selingkuh dari gue soalnya Bagas sering berani sumpah ke gue kalau Bagas bohongi gue dan kalau Bagas dekat sama wanita lain selain gue Bagas berani mati ketabrak mobil beneran dan mati kesambar geledek gue yakin sumpah yang di ucapkan Bagas sudah di saksikan oleh Tuhan dan para malaikat malaikat bukan cuma di saksikan doang gue yakin semua omongan Bagas semua perkataan Bagas bahkan semua sumpah Bagas sudah di catat oleh malaikat dan pasti akan di mintai pertangungjawaban atas semua omongan Bagas semua perkataan Bagas dan semua sumpah Bagas dan gue juga yakin kalau Bagas berani bohongi gue dan berani dekat sama wanita lain selain gue Bagas bakalan kena sumpahnya sendiri yaitu mati ketabrak mobil beneran dan mati kesambar geledek beneran" batin Lintang tanpa sadar mengeluarkan senyum lebar di wajah cantiknya sambil tetap melangkah mendekat ke Bagas
Bagas masih berpikir banyak hal dirinya takut Lintang curiga bahwa Bagas selingkuh di belakangnya dan Bagas takut Lintang curiga dirinya tadi tersenyum lebar padahal Lintang sangat tahu wataknya Bagas itu tidak mudah tersenyum lebar kecuali kalau dengan orang orang yang sangat spesial di hatinya beberapa detik kemudian Bagas sudah menemukan alasan yang tepat seandainya Lintang bertanya perihal dirinya yang tadi tersenyum lebar entah mengapa membuat Bagas tersenyum lebar lagi membuat Lintang yang kini sedang ada di hadapannya mengernyitkan keningnya lalu menatap ke arah layar ponsel Bagas yang sedang tidak menampakkan adegan lucu atau adegan yang membuat tertawa lalu Lintang langsung menjatuhkan bokongnya di sofa sebelah Bagas
"Sayang aku dari tadi senyam senyum sendiri karena aku sedang membayangkan kehidupan kita berdua setelah menikah aku ngga nyangka kita berdua sebentar lagi menikah aku sangat bahagia" elak Bagas sambil mencoba tersenyum lebar lagi supaya Lintang tak curiga sedangkan Lintang menampilkan wajah yang bersemu merah merona seperti kepiting rebus yang siap di santap
__ADS_1
"Sayang aku kira kamu kenapa dari tadi senyam senyum sendiri malah kamu sedang membayangkan kehidupan aku sama kamu setelah menikah pasti akan bahagia apalagi kalau aku sama kamu langsung di karuniai anak pasti lebih bahagia lagi" jelas Lintang sambil mengumbar senyum lebar dan rasa curiga di hatinya hilang dan lenyap entah kemana sementara Bagas tersenyum lebar bukan karena bahagia akan menikah dengan Lintang tapi karena bahagia dirinya berhasil membohongi Lintang dan bisa menyembunyikan perselingkuhan dirinya dengan Jelek
"Sayang apa kamu kira dari tadi aku senyam senyum sendiri karena aku sedang berkomunikasi dengan wanita lain ? makanya kamu lebih baik nanya dulu ke aku jangan asal menuduh iya kehidupan aku sama kamu setelah menikah pasti bahagia dan walaupun aku sama kamu ngga langsung di beri momongan aku juga tetap bahagia bisa menikah sama kamu" sahut Bagas sambil tersenyum licik sedangkan Lintang tanpa sadar menganggukkan kepalanya mantap saat mendengar perkataan Bagas
"Iya sayang jujur aku curiga sama kamu sedang berkomunikasi sama wanita lain maaf soalnya aku kan perhatikan kamu dari jauh sebenarnya aku bisa komunikasi kirim chat whatsapp ke kamu tapi takutnya kamu sedang sibuk membalas chat whatsapp dari rekan bisnis kamu atau teman kerja kamu walaupun kehidupan aku sama kamu setelah menikah bahagia tetap saja aku ingin setelah kita berdua menikah kita berdua langsung di beri momongan kamu ngga keberatan kan kalau seandainya setelah kita berdua menikah kita berdua langsung di beri momongan ?" cerocos Lintang sambil menatap ke arah Bagas sementara Bagas menggaruk garuk belakang kepalanya yang tidak gatal
"Sayang kamu ngapain curiga sama aku beruntung aku langsung jelaskan apa yang ada di pikiran aku ngga papa lain kali ngga usah menuduh aku sedang berkomunikasi sama wanita lain karena di hati aku cuma ada kamu iya tadi aku sedang balas chat whatsapp dari rekan bisnis aku dan teman bisnisnya aku makanya aku tadi pegang handphone melulu di tangannya aku iya terserah kamu kalau seandainya kamu ingin aku sama kamu langsung di beri momongan aku tinggal menurut saja" balas Bagas sambil tersenyum masam dalam hatinya Bagas dirinya harus lebih berhati hati lagi supaya perselingkuhan dirinya dengan Jelek tidak di ketahui oleh Lintang Lintang menambahkan porsi senyum di wajahnya yang cantik entah mengapa Lintang percaya dengan semua omongan Bagas dan pikiran negatif yang tadi hinggap di otaknya sekarang hilang entah kemana
__ADS_1