Suami Yang Dapat Karmanya

Suami Yang Dapat Karmanya
Hobi Banget Melamun


__ADS_3

Cahaya masih setia melototkan kedua matanya ke arah Gemilang dengan tangan yang memegang tangannya Gemilang dalam suasana seperti ini membuat Gemilang ketakutan, sungguh Gemilang sangat takut kalau tangannya Gemilang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga bahasa gaulnya jadi korban kekerasan dalam rumah tangga oleh Cahaya.



Cahaya masih sibuk melototkan kedua matanya ke arah Gemilang, pelototan mata dari Cahaya mampu membuat Gemilang ketar ketir sendiri, sungguh Gemilang sangat takut dengan tatapan lebih tepatnya pelototan kedua matanya Cahaya yang di berikan kepada Gemilang.


"Kenapa istri aku masih menatap ke arah aku sambil melototkan kedua mata ngga takut matanya istri aku terbang ke angkasa atau jatuh ke lantai sering melotot kayak gitu melulu, aku harus apa ini supaya keadaan ngga mencekam seperti ini padahal ini masih siang tapi kenapa sangat mencekam sekali keadaannnya" batin Gemilang sambil menelan salivanya berkali kali sedangkan Cahaya masih setia menatap ke arah Gemilang dengan pelototan kedua matanya.


Cahaya menatap ke arah Gemilang sambil memicingkan satu mata dirinya bisa menyimpulkan bahwa saat ini Gemilang sedang melamun entah apa yang membuat Gemilang melamun hanya Gemilang yang tahu karena semut dan tikus yang lewat juga tidak tahu apa penyebab Gemilang melamun.



Cahaya mengeluarkan senyum licik sepertinya Cahaya mendapatkan ide yang sangat briliant untuk menyadarkan Gemilang yang sedang melamun sehingga tanpa ragu, Cahaya langsung mendekatkan tubuhnya ke Gemilang, setelah itu Cahaya berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang di telinganya Gemilang.

__ADS_1


"Papa jujur sama mama sejak kapan papa memegang tangannya mama" teriak Cahaya dengan sangat keras sampai membuat kaget Gemilang yang sedang melamun sehingga Gemilang langsung menghilangkan semua lamunannya karena teriakan Cahaya yang sangat menggema di telinganya Gemilang.


Gemilang yang sejak tadi tangannya di pegang oleh Cahaya membuat tangannya Gemilang tidak bisa bergerak bebas sebenarnya Gemilang ingin sekali memukul dan menghajar orang yang telah berteriak di telinganya Gemilang, namun tidak bisa Gemilang lakukan karena tangannya masih di pegang oleh Cahaya.



Saat Gemilang menyadari siapa yang berteriak di telinganya Gemilang membuat Gemilang mengeluarkan senyum lebar di wajahnya karena ada gunanya tangannya Gemilang di tahan dan di pegang oleh Cahaya, soalnya kalau tadi tangannya Gemilang tidak di tahan dan di pegang oleh Cahaya, di jamin Gemilang akan mengeluarkan jurus kagetnya berupa pukulan yang sangat keras dan kencang.



"Papa masih ngga mendengar suara mama yang merdu ini" teriak Cahaya sambil menambhakan volume suaranya sampai ratusan milyar sedangkan Gemilang yang sedang menyelami lamunannya langsung membuyarkan lamunannya secara mendadak.


Gemilang menatap ke arah Cahaya yang masih menatap Gemilang dengan tatapan horor dengan cepat Gemilang menggelengkan kepalanya mantap sedetik kemudian setelah Gemilang sadar akan pertanyaan dari Cahaya membuat Gemilang dengan gerakan cepat menganggukkan kepalanya mantap melihat hal itu membuat Cahaya semakin emosi dan semakin melototkan kedua matanya ke arah Gemilang.

__ADS_1


"Papa benar benar ngga dengar suara merdunya mama" teriak Cahaya dengan sangat keras dan sangat kencang sedangkan Gemilang menelan salivanya berkali kali entah mengapa Gemilang sekarang seperti buah semangka koq jadi semangka maksudnya sekarang Gemilang seperti buah simalakama yang bingung menentukan pilihan dan jawaban yang tepat.


"Pa pa papa dengar suara merdunya mama koq" jawaban Gemilang agak terbata bata dan tergagap dengan keringat deras yang meluncur dari dahinya karena rasa ketakutan yang menyelimuti dan menghinggapi perasaan Gemilang, sedangkan Cahaya tersenyum masam menanggapi jawaban Gemilang lalu Cahaya berkata.


"Kalau papa dengar suara merdunya mama coba apa yang tadi mama ngomong apa saja" sahut Cahaya sambil mengeluarkan senyum devil sementara Gemilang mengeluarkan keringatnya dari atas pohon lebih tepatnya Gemilang mengeluarkan keringatnya dari dahi sungguh keringatnya Gemilang mengucur sangat deras sehingga sampai seperti anak sungai atau lautan yang sangat banyak airnya.


Gemilang yang mendapatkan serangan pertanyaan mendadak seperti itu dari Cahaya membuat Gemilang langsung kehabisan kata kata bahasa gaulnya Gemilang bingung mau jawab apa soalnya pada kenyataannya Gemilang memang tidak mendengarkan suara Cahaya tadi karena Gemilang sedang sibuk memikirkan nasibnya sendiri yang mendapat pelototan mata dari Cahaya sang istri.


"Gimana dong ini aku tadi ngga dengar suara istri aku karena aku sibuk dengan dunia aku sendiri, aku sedang melamun memikirkan nasib aku yang dari tadi mendapatkan pelototan mata dari istri aku apalagi di tambah tangan aku di pegang istri aku, mendapatkan serangan mendadak seperti ini membuat aku agak kaget banget, gimana dong sekarang nasibnya aku harus jawab apa aku ke istri aku" batin Gemilang berteriak teriak dengan sangat keras dan sangat kencang.


Cahaya yang telah menunggu selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Cahaya menunggu selama beberapa puluh menit namun Gemilang belum menjawab pertanyaan dari Cahaya membuat Cahaya yakin kalau tadi Gemilang tidak mendengar apa yang di bicarakan oleh Cahaya.


__ADS_1


Cahaya menatap ke arah Gemilang yang masih diam saja, Cahaya ingin sekali mendorong tubuhnya Gemilang dengan sangat kencang supaya Gemilang jatuh tersungkur ke lantai, namun Cahaya harus menelan keinginannya, karena Gemilang takut dosa kalau melakukan itu kepada Gemilang, biar bagaimanapun Cahaya adalah istri dari Gemilang sehingga Cahaya tidak mau menjadi istri yang durhaka kepada suami.


"Suami aku koq dari tadi diam saja jangan jangan benar dugaan aku kalau suami aku itu ngga mendengar suara merdunya aku, ketahuan juga kan kalau suami aku ngga mendengar suara merdunya aku, sebenarnya aku juga sangat yakin kalau suami aku tadi ngga mendengar suara merdunya aku soalnya tadi suami aku sibuk dengan dunia lamunannya sendiri, bahkan suami aku bisa mengobrol lebih tepatnya suami aku nyambung mengobrol karena aku yang berteriak teriak di telinganya suami aku, kalau aku tadi ngga teriak teriak di telinganya suami aku di jamin suami aku bakalan masih sibuk menyelami dunia lamunannya, sekarang suami aku pasti melamun lagi lebih baik aku pikirkan cara supaya suami aku ngga melamun lagi, hobi banget melamun" batin Cahaya sambil menggeleng gelengkan kepalanya samar dengan tatapan tertuju ke arah Gemilang.


__ADS_2