
Gemilang yang tak punya pilihan lain akhirnya menganggukkan kepalanya mantap sebagai tanda bahwa Gemilang tadi bicara seperti itu sementara Cahaya mengeluarkan senyum tipis sangat tipis sehingga hanya dirinya yang tahu kalau dirinya sedang tersenyum kini Gemilang baru sadar dan baru tahu kalau alasan Cahaya mengomel dan memarahi dirinya karena alasan perkataan Gemilang yang masih dalam mode mengantuk
Gemilang berkali kali menelan salivanya dan menarik nafasnya berkali kali bukan untuk melahirkan karena Gemilang pria jadi ngga mungkin Gemilang melahirkan tapi Gemilang berusaha meredakan ketakutan yang tadi melanda hatinya kini Gemilang berniat menjelaskan kepada sang istri tercinta kenapa tadi Gemilang berbicara seperti itu
"Papa tadi memang bicara seperti itu mah tapi papa benar benar belum ingat kalau yang membangunkan papa itu mama kalau papa tahu yang membangunkan papa itu mama pasti papa ngga bakalan bilang seperti itu ke mama" ucap Gemilang sejujur jujurnya sambil menundukkan kepalanya merasa bersalah karena atas perbuatan dirinya Cahaya marah sedangkan Cahaya menahan tawanya yang akan keluar dari bibirnya melihat ekspresi wajahnya Gemilang yang menurut Cahaya sangat lucu seperti seekor kucing yang ketakutan kepada induknya
"Makanya kalau papa sudah terbangun dari tidur buka mata jangan masih menutup mata kayak lagi main petak umpet tutup mata segala" ketus Cahaya sambil menatap nyalang ke Gemilang sedangkan Gemilang masih setia menundukkan kepalanya
"Iya mah maaf soalnya papa tadi masih mengantuk makanya papa masih menutup mata kalau main petak umpet ngga dalam keadaan mengantuk" jawab Gemilang sambil masih menundukkan kepalanya sementara Cahaya tersenyum licik di wajahnya
"Papa ingat kata kata papa yang tadi papa katakan kan ?" tanya Cahaya mengalihkan topik pembicaraan sedangkan Gemilang menganggukkan kepalanya satu kali
__ADS_1
"Iya mah papa ingat kata kata papa yang tadi keluar saat papa dalam mode masih mengantuk" jawab Gemilang merutuki kebodohannya sendiri sambil tetap menundukkan kepalanya entah apa yang ada di lantai apakah Gemilang melihat ada gajah terbang atau ada gajah beranak hanya Gemilang yang tahu jawabannya sedangkan Cahaya tersenyum menyeringai entah apa yang ada di otaknya dan kepalanya membuat Cahaya seperti itu
"Terus sekarang mau di apakan pah ?" tanya Cahaya sambil menyembunyikan tawanya yang hampir keluar dan meledak sementara Gemilang sontak mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah Cahaya sambil menautkan kedua alisnya bingung dan heran dengan pertanyaan ambigu dari Cahaya sang istri
"Maksudnya mama mau di apakan bagaimana pah ?" bukannya menjawab Gemilang malah balik bertanya kepada Cahaya sedangkan Cahaya menaburkan senyum tipis di wajahnya sangat tipis sekali sehingga hanya dirinya yang tahu kalau saat ini Cahaya sedang tersenyum
"Itu pah tadi kan papa bilang siapa yang teriak teriak di telinganya aku bakal aku beri hukuman kalau perlu bakalan aku pecat jadi berhubung mama yang tadi membangunkan papa terus papa mau beri hukuman ke mama atau mau pecat mama jadi istrinya papa ?" tanya Cahaya sambil menatap ke arah Gemilang dengan tatapan serius sementara Gemilang yang mendengar pertanyaan dari Cahaya langsung menelan salivanya berkali kali dan Gemilang langsung mengeluarkan keringat dingin lebih dingin dari air yang dari dalam kulkas
"Mah kata kata papa itu ngga usah di pikirankan soalnya tadi papa belum sadar sepenuhnya karena papa masih mode mengantuk jadi lebih baik mama lupakan kata kata papa yang tadi" kata Gemilang memberi saran kepada Cahaya sambil menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali sedangkan Cahaya menatap nyalang ke arah Gemilang
"Pah tetap saja kata kata papa harus di tepati entah papa belum sadar sepenuhnya karena papa masih mode mengantuk atau papa sudah sadar sepenuhnya harus tetap papa tepati papa mau beri hukuman ke mama atau papa mau pecat mama jadi istrinya papa ?" jelas Cahaya sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya sedangkan Gemilang berkali kali menelan salivanya berkali kali bahkan kedua tangannya meremas pakaiannya sendiri karena panik dan cemas harus berbuat apa
"Mama lebih baik ngga usah menepati kata kata papa lebih baik kita berdua makan berdua saja di restoran mahal atau mama mau belanja ke supermarket biar papa antar mama ke supermarket papa sangat mencintai mama jadi papa ngga akan beri hukuman ke mama dan papa juga ngga akan beri pecat mama jadi istri" jelas Gemilang sejujur jujurnya walaupun berat hati tetap Gemilang harus mengutarakan isi hatinya kepada Cahaya supaya Cahaya tidak memperpanjang masalah sedangkan Cahaya melototkan kedua matanya ke arah Gemilang
__ADS_1
Dalam hatinya Gemilang sangat ketakutan melihat tatapan Cahaya yang sangat menakutkan kedua matanya Cahaya melotot seakan kedua matanya Cahaya akan jatuh ke lantai
"Pah tetap pokoknya papa harus menepati kata kata papa kita berdua bisa makan di restoran mahal kapan kapan lagi pah dan kita berdua juga bisa belanja ke supermarket kapan kapan lagi penting papa harus pilih sekarang papa mau beri hukuman ke mana atau papa mau memecat mama jadi istrinya papa" ketus Cahaya sambil menatap nyalang ke Gemilang sedangkan Gemilang menelan salivanya berkali kali karena ketakutan dengan perkataan Cahaya
Jujur saat ini Gemilang bingung harus menjawab apa soalnya Gemilang waktu mengatakan itu masih dalam kondisi tidur atau mengigau sehingga Gemilang mengira yang membangunkan dirinya adalah karyawan di perusahaan miliknya karena Gemilang mengira Gemilang sedang tidur di ruangan kerja miliknya Gemilang yang ada di perusahaan miliknya
"Mah sudah ngga usah di pikirkan kata kata papa tadi soalnya pa" perkataan Gemilang belum selesai sudah di potong oleh Cahaya
"Pokoknya papa harus tepati kata kata yang papa katakan tadi papa mau memberikan hukuman ke mama atau papa mau memecat mama menjadi istrinya papa" tegas Cahaya sambil mendelik ke Gemilang sedangkan Gemilang menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal sama sekali
"Mah papa itu ngga bisa mem" lagi dan lagi perkataan Gemilang belum selesai sudah di potong oleh Cahaya
"Pokoknya papa harus menepati kata kata papa atau papa ngga bakalan dapat jatah nanti malam dari mama pilihannya cuma dua papa mau beri hukuman ke mama atau papa mau memecat mama menjadi istrinya papa ?" teriak Cahaya dengan sangat keras dan sangat kencang sambil Cahaya menatap ke arah Gemilang dengan tatapan menusuk sedangkan Gemilang hanya mampu menelan salivanya berkali kali karena pertanyaan konyol yang keluar dari mulutnya Cahaya sungguh sekarang Gemilang seperti buah semangka maksudnya buah simalakama
__ADS_1