
Gemilang yang mendapat teriakan dari Cahaya bukannya tersadar dari lamunannya, malah Gemilang cuma tersadar sekilas lalu Gemilang melanjutkan lamunannya lagi karena Gemilang sedang memikirkan jawaban apa yang pas buat di jadikan alasan kenapa Gemilang tidak mendengar perkataan Cahaya.
Sementara Cahaya menatap ke arah Gemilang dengan tatapan yang sangat menusuk dan sangat horor, sungguh Cahaya ingin sekali menyeret paksa Gemilang dengan tangannya namun Cahaya tak bisa melakukan itu karena tidak mau menjadi istri yang durhaka kepada suaminya.
"Papa kenapa ngga dengerin suara merdunya mama, apa papa sibuk melamun atau papa sedang terkena serangan penyakit berbahaya dadakan yaitu tuli dan budeg" teriak Cahaya dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi kerasnya toa bahkan Cahaya melipat kedua tangannya di depan dadanya sambil menatap nyalang ke arah Gemilang dengan tatapan nyalang.
Gemilang yang mendengar suara teriakan dari Cahaya membuat Gemilang segera membubarkan lamunannya, kini Gemilang yang telah membubarkan lamunannya langsung menatap ke arah Cahaya.
Betapa terkejutnya dan syoknya Gemilang yang melihat tatapan maut dari Cahaya, kini Gemilang menelan salivanya berkali kali karena ketakutan bahkan Gemilang ingin sekali lari dari hadapannya Cahaya, namun Gemilang tak bisa melakukannya.
__ADS_1
Bukannya Gemilang tak bisa berlari namun yang Gemilang takutkan adalah Gemilang takut mendapatkan ceramahan panjang kali lebar kali luas selama 24 jam non stop tanpa iklan dan tanpa henti bahkan mungkin bukan hanya ceramahan doang tapi Gemilang juga akan mendapat teriakan dari Cahaya dengan suara yang begitu sangat keras dan kencang, bahkan bisa saja Gemilang malah tidak akan mendapatkan jatah dari Cahaya akibat perbuatannya.
"Papa pasti habis melamun kan, makanya ngga dengar semua omongan mama lebih tepatnya papa ngga dengar suara teriakan merdunya mama" teriak Cahaya dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi kerasnya toa sementara Gemilang yang mendapat teriakan dari Cahaya langsung terlonjak kaget bahkan sampai bergeser dari tempat dirinya berdiri.
"Mama kenapa teriak teriak, sebenarnya tanpa mama teriak papa juga dengar soalnya telinganya papa itu setajam silet dan pisau" teriak Gemilang dengan sangat keras dan sangat kencang dari teriakan Cahaya sedangkan Cahaya yang mendapat serangan mendadak dari Gemilang langsung terlonjak kaget bahkan habis saja lepas kontrol menonjok wajahnya Gemilang, namun Cahaya langsung tersadar lalu menghentikan keinginannya.
Kini Cahaya hanya melototkan kedua matanya ke arah Gemilang sementara Gemilang yang mendapat tatapan seperti itu hanya bisa menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal, sungguh Gemilang takut kalau Cahaya itu marah kepada Cahaya lalu akan berceramah lebih tepatnya Cahaya akan berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang sampai 24 jam non stop tanpa iklan dan tanpa jeda yang lebih parahnya lagi Gemilang tak akan di beri jatah oleh Cahaya.
"Papa kenapa bentak mama, papa marah sama mama gara gara mama berteriak di telinganya papa, soalnya papa ngga mendengar suara mama makanya mama berteriak di telinganya papa, kalau telinganya papa dengar ngga bakalan sampai buat mama berteriak teriak sangat keras dan sangat kencang di telinganya papa" teriak Cahaya tak kalah keras dan tak kalah kencang dari teriakan Gemilang sedangkan Gemilang tanpa sadar menganggukkan kepalanya mantap sedetik kemudian setelah dirinya tersadar langsung menggeleng gelengkan kepalanya bsrharap supaya Cahaya tak marah kepada Gemilang.
Sungguh Cahaya sangat kesal dan sangat emosi kepada Gemilang karena Cahaya mengira bahwa Gemilang marah kepada Cahaya, dalam hatinya Cahaya yang harusnya marah itu Cahaya kepada Gemilang kenapa malah Gemilang yang marah kepada Cahaya.
__ADS_1
Gemilang bersiap untuk menjawab perkataan dari Cahaya kini Gemilang sudah membuks mulutnya namun tiba tiba ada suara yang tidak asing yang di tangkap di telinganya Gemilang, lebih tepatnya suara Cahaya maksudnya teriakan Cahaya mengisi telinganya Gemilang membuat Gemilang menutup mulutnya kembali karena takut ada gajah yang masuk, memangnya gajah bisa masuk ke mulutnya Gemilang, bisa kalau gajahnya di potong menjadi kecil kecil.
"Oh jadi papa marah kepada mama, harusnya yang marah itu mama kepada papa karena papa bikin emosi mama masa mama harus mengeluarkan suara merdunya mama dan suara emasnya mama buat berteriak di telinganya papa, mama berteriak di telinganya papa itu karena papa ngga mendengar suara merdunya mama, kalau papa dengar suara mama ngga bakalan bikin mama berteriak teriak di telinganya papa dengan sangat keras dan sangat kencang" teriak Cahaya dengan sangat keras dan sangat kencang.
Gemilang kini sudah membuka mulutnya dan bersiap siap akan menjawab perkataan lebih tepatnya teriakan Cahaya namun lagi dan lagi di telinganya Gemilang terdengar suara yang tidak asing bagi Gemilang siapa lagi kalau bukan suaranya Cahaya, membuat Gemilang lagi dan lagi menutup mulutnya kembali dan bersiap mendengarkan suara teriakan Cahaya yang sangat keras dan sangat kencang.
"Papa kenapa diam saja dari tadi papa ngga bisa jawab karena faktanya papa memang marah kepada mama, sudah bisa di tebak pah kalau papa memang papa marah kepada mama, tapi yang harusnya marah itu mama kepada papa karena mama harus berteriak teriak dengan sangat keras dan sangat kencang di telinganya papa, padahal suaranya mama itu sangat mahal dan sangat merdu, sama saja papa membuat suara mama mubazir karena ngga di dengar oleh papa, semuanya salah papa karena penyebab mama berteriak itu papa yang ngga mendengar suara mama, kalau papa marah sama mama papa ngga bakalan dapat jatah dari mama ingat itu" teriak Cahaya dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi kerasnya toa sementara Gemilang membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga.
Dugaan Gemilang ternyata benar kalau Cahaya akan berteriak selama 24 jam non stop tanpa iklan dan tanpa jeda,. bahkan dugaan Gemilang juga benar kalau Cahaya ngga akan memberi jatah kepada Gemilang, membuat hidupnya Gemilang ketar ketir ketakutan, bingung harus bagaimana menghadapi situasi seperti ini.
Sebenarnya Gemilang ingin sekali menjawab kepada Cahaya bahwa suara merdunya Cahaya dan suara mahalnya Cahaya di dengar oleh kecoa dan semut, namun Gemilang takut malah Cahaya akan mengamuk dan akan semakin marah bahkan emosi kepada Gemilang.
"Papa ngga marah sama mama koq, mana mungkin papa bisa marah kepada mama orang yang paling papa cintai, jadi mama jangan menuduh papa marah kepada mama, karena kalau menuduh tanpa bukti itu bisa di katakan menjadi fitnah mah" jelas Gemilang dengan nada lembut sambil menggaruk garuk belakang kepalanya yang tidak gatal sedangkan kedua matanya Gemilang terbelalak lebar dengan mulut yang menganga.
__ADS_1