
Lintang dan Bagas tersenyum dengan pemikiran sendiri sendiri Lintang senang karena Bagas orangnya setia dan tidak tergoda oleh wanita manapun termasuk ke Jelek sekertarisnya Bagas sendiri yang sering membuka kancing blouse bagian atas beberapa kancing sementara Bagas tersenyum karena perselingkuhannya dengan Jelek belum tercium oleh Lintang
"Sayang" panggil Lintang sambil bergelayut manja ke lengannya Bagas sementara Bagas langsung menampar lamunannya supaya lenyap dari hadapannya
"Ada apa sayang ?" tanya Bagas sambil menautkan kedua alisnya sedangkan Lintang melonggarkan pelukannya di lengan Bagas lalu dirinya mengangkat gaun pengantin dan jas pengantin yang ada di tangannya ke depan hadapannya Bagas
"Ini sayang jas buat kamu supaya warnanya cocok sama gaun pengantin aku" jawab Lintang sambil menerbitkan senyuman lebar di wajahnya sementara Bagas juga tersenyum tak kalah lebar karena sebentar lagi dirinya dan Lintang akan pulang ke rumah
"Iya sayang warnanya cocok sama warna gaun pengantin kamu kalau gitu kita berdua langsung pulang sekarang" ajak Bagas tak henti hentinya menebarkan senyum lebar di wajahnya sementara Lintang menatap Bagas dengan tatapan heran
"Sayang walaupun kita berdua sudah menentukan pakaian untuk acara pernikahan kita berdua tapi kita berdua belum membeli sepatu yang akan di gunakan pas acara pernikahan kita berdua lagian kamu kenapa menyuruh pulang segala apa kamu ada meeting dengan rekan bisnis kamu harusnya mereka ngerti kalau kamu sebentar lagi akan menikah sama aku pasti sibuk banget mengurusi keperluan ini dan itu" jelas Lintang sambil menyandarkan tubuhnya ke sofa yang dia duduki sementara Bagas tersenyum masam mendengar perkataan Lintang
__ADS_1
"Sayang kalau masalah sepatu itu masalah gampang yang penting kita berdua sudah punya pakaian yang akan di gunakan saat acara pernikahan kita berdua kalau sepatu bisa minta pihak wedding organizer buat menyiapkan sepatunya yang penting kamu tahu ukuran kakinya kamu dan kalau untuk warna kita berdua bisa memfoto gaun pengantin dan jas pengantin yang akan kita berdua kenakan saat acara pernikahan kita berdua soalnya aku takut kamu kecapekan kalau kamu memilih sepatu buat acara pernikahan kita berdua" elak Bagas panjang kali lebar melebihi panjangnya rel kereta api dirinya harus menyembunyikan alasan kenapa dirinya minta pulang lebih cepat sementara Lintang mengerucutkan bibirnya ratusan juta centi ke depan
"Terserah kamu saja sayang kamu mau pesan sepatu secara langsung atau mau minta pihak wedding organizer yang menyiapkan aku pasti tahu ukuran kakinya aku tapi kamu yang memfoto gaun pengantin dan jas pengantin yang akan di gunakan saat acara pernikahan kita berdua soalnya aku malas buat memfoto kayak gitu" ketus Lintang sambil menyodorkan jas pengantin dan gaun pengantin yang ada di tangannya ke Bagas sementara Bagas tertawa riang dalam hati ingin sekali Bagas melompat lompat di atas meja tapi nanti di kira kodok
"Sayang kalau pesan secara langsung pasti kelamaan muter muter mencari sepatu yang cocok aku kasihan sama kamu takut kecapekan jadi lebih baik kamu sama aku pesan sepatu lewat wedding organizer saja kalau kamu tahu ukuran kakinya kamu akan semakin gampang oke aku bakalan memfoto gaun pengantin dan jas pengantin yang akan kita berdua pakai di acara pernikahan kita berdua oke kamu tunggu sebentar aku mau memfoto gaun pengantin dan jas pengantin buat kita berdua" jelas Bagas sambil mengambil jas pengantin dan gaun pengantin yang di sodorkan oleh Lintang sementara Lintang melipat kedua tangannya di depan dadanya
Bagas mengambil handphone yang ada di saku celananya setelah itu Bagas langsung memfoto gaun pengantin dan jas pengantin yang ada di tangannya sedangkan Lintang fokus memperhatikan Bagas entah mengapa ada perasaan bahagia yang membuncah mendengar Bagas memperhatikan dirinya
"Iya sayang aku mau kirim gaun pengantin dan jas pengantin yang akan kita berdua pakai saat acara pernikahan kita berdua sekarang saja supaya pihak wedding organizer menyiapkan sepatu yang cocok buat kita berdua" jelas Bagas sambil menoleh ke Lintang sekilas lalu dirinya sibuk menatap layar ponselnya bukan untuk menatap hasil jepretan dirinya kepada gaun pengantin dan jas pengantin yang akan dia kenakan dengan Lintang namun karena Jelek yang belum membalas chat whatsapp dari Bagas
"Iya benar juga sayang harus di kirim dari sekarang supaya mereka menyiapkan sepatu yang akan kita berdua gunakan saat acara pernikahan kita berdua warnanya harus serasi sama jas pengantin dan gaun pengantin yang kita berdua pakai jangan asal warna" nasehat Lintang sementara Bagas menganggukkan kepalanya samar
__ADS_1
"Iya sayang ini aku mau kirim fotonya sekarang ke wedding organizer supaya menyiapkan sepatu yang cocok dengan warna gaun pengantin dan jas pengantin kita berdua" tegas Bagas sambil fokus menatap ke arah layar ponsel miliknya namun Bagas duduk dengan posisi miring menghadap Lintang dari awal pertama memfoto gaun pengantin dan jas pengantin supaya Lintang belum tahu kalau Bagas sedang berselancar ke chat whatsapp sebentar untuk mengecek apakah Jelek sudah membalas chat whatsapp darinya atau belum
Bagas kini mengetikkan sebuah nomor seseorang lalu Bagas mengirimkan chat whatsapp kepada orang tersebut sambil mengrimkan gaun pengantin dan jas pengantin yang akan di pakai untuk acara pernikahan dirinya dengan Lintang memang Bagas kini mengrimkan sesuatu ke wedding organizer
Bagas
"Gue sama pacar gue membutuhkan sepatu ukuran empat puluh buat Lintang kalau buat gue ukuran empat puluh empat warnanya harus serasi sama gaun pengantin dan jas pengantin yang gue kirim" ketik Bagas mengirimkan chat whatsapp ke wedding organizer
Bagas telah selesai mengirimkan chat whatsapp ke wedding organizer namun dirinya belum juga mendapat balasan chat whatsapp dari Jelek dalam hatinya Bagas dirinya takut Jelek marah gara gara dirinya akan menikah dengan Lintang sehingga setelah otaknya berpikir Bagas langsung mengetik nomor Jelek di kontaknya dirinya menulis nomor kontak Jelek dengan nama samaran pria lalu Bagas mengetik sesuatu di chat whatsapp
Bagas
__ADS_1
"Sayang koq kamu belum balas chat whatsapp dari aku ? apa kamu sangat sibuk banget ? kalau kamu sibuk aku bakal bilang ke karyawan lain di perusahaan miliknya aku supaya menggantikan kamu mengerjakan tugas yang menumpuk" begitu isi pesan chat whatsapp dari Bagas kepada Jelek setelah Bagas mengirim pesan chat whatsapp ke Jelek kini tangannya Bagas langsung meletakkan ponselnya di saku celananya lalu tangannya Bagas masih memegang gaun pengantin dan jas pengantin untuk dirinya dan Lintang