Suami Yang Dapat Karmanya

Suami Yang Dapat Karmanya
Kaki Papa Di Injak Semut


__ADS_3

Gemilang masih diam mematung sambil memikirkan cara supaya Cahaya tidak marah kepadanya, sedangkan Cahaya sedang memutar otaknya supaya Gemilang tidak melakukan drama di depan tunangannya Lintang yaitu Bagas.


Sedangkan Bagas saat ini di landa ketakutan, karena suasana yang sepi dan sunyi tanpa ada obrolan di antara mereka bertiga, membuat Bagas berpikir apakah kedua orang tuanya Lintang sudah mengetahui perselingkuhan antara Bagas dan Jelek.


Sungguh Bagas kini mengeluarkan keringat dingin, akibat rasa yang bercampur aduk menjadi satu, namun Bagas sambil berusaha mencari alasan yang tepat seandainya kedua orang tua Lintang mengetahui perselingkuhan dirinya dan Jelek.


"Papa katanya mau ngomong dengan Bagas kenapa diam saja" ucap Cahaya sambil menepuk secara kasar lengan Gemilang, sedangkan Gemilang yang mendapatkan serangan seperti itu langsung terlonjak kaget hampir saja menonjok wajahnya Cahaya, sementara Bagas yang mendengar perkataan Cahaya langsung berkali kali menelan salivanya, sungguh Bagas berpikir bahwa yang akan Gemilang bicarakan ke Bagas adalah tentang perselingkuhan dirinya dengan Jelek.


"Memangnya kapan papa bilang kalau papa mau ngomong sama Bagas ?" tanya Gemilang dengan kening yang mengernyit, sedangkan Cahaya yang kesal langsung melayangkan tangannya berupa cubitan ke pinggang Gemilang membuat Gemilang meringis kesakitan akibat perlakuan dari Cahaya, sementara Bagas yang mendengar jawaban menohok dari Gemilang semakin takut bahwa kedua orang tuanya Lintang sudah mengetahui perselingkuhan antara dirinya dan Jelek, sehingga Bagas berpikir karena marah sehingga membuat Gemilang tidak mau ngomong dengan Bagas.


Gemilang yang tadi sudah merasakan cubitan di pinggangnya dari tangan Cahaya sang istri, langsung paham maksud dan tujuan Cahaya, apalagi saat Gemilang menatap ke arah Cahaya namun Cahaya sedang menatap ke arah Gemilang dengan tatapan nyalang, sehingga kini dirinya paham kalau maksud dari Cahaya yaitu menyuruh Gemilang untuk mengajak Bagas mengobrol.


Gemilang menatap ke arah Bagas yang kini sedang menundukkan kepalanya, bahkan Bagas juga mengeluarkan keringat yang sangat banyak yang mengalir dari tubuhnya, karena paksaan dari Cahaya membuat Gemilang ingin mengajak mengobrol Bagas.


"Bagas om mau bicara sesuatu sama kamu" ucap Gemilang sambil menatap ke arah Bagas, sedangkan Bagas yang mendengar suara omongan Gemilang, membuat Bagas di selimuti dan di landa ketakutan.

__ADS_1


Sungguh Bagas takut kalau seandainya Gemilang mengajak Bagas bicara untuk mengatakan kalau Gemilang mengetahui perselingkuhan Bagas dengan Jelek, namun untuk menutupi semua ketakutan itu Bagas berusaha mendongakkan kepalanya menatap ke arah Gemilang sambil mengulum senyum tipis.


Cahaya yang mendengar bahwa Gemilang sang suami akan mengajak berbicara, membuat Cahaya menerbitkan senyuman lebar di wajahnya, sungguh Cahaya bahagia karena hanya menggunakan kode berupa cubitan di pinggang Gemilang dan matanya yang menatap nyalang ke arah Gemilang, membuat Gemilang paham keinginan Cahaya.


"Mem mem memangnya om mau bicara apa dengan saya ?" tanya Bagas dengan nada terbata bata, walaupun Bagas berusaha supaya mengatakan dengan santai namun alhasil kalimat yang di keluarkan oleh Bagas dari mulutnya adalah terbata bata.


Gemilang dan Cahaya yang kompak mendengar suara Bagas terbata bata, membuat Gemilang dan Cahaya saling menatap satu sama lain, namun keduanya tidak merasa curiga sama sekali dengan jawaban Bagas yang terbata bata


Gemilang dan Cahaya serentak berpikir bahwa kalimat yang di keluarkan Bagas terbata bata, mungkin karena Bagas ketakutan dan grogi saat harus berhadapan dengan kedua orang tua Lintang sang tunangan dari Bagas.


Bagas langsung mengumbar senyum lebar di wajahnya, karena Bagas salah duga Bagas mengira kalau kedua orang tuanya Lintang telah mengetahui perselingkuhan dirinya dengan Jelek, entah mengapa Bagas tak mampu menyembunyikan senyum lebar yang terpancar di wajahnya, karena kedua orang tuanya Lintang belum mengetahui perselingkuhan yang di lakukan Bagas.


Cahaya yang mendengar pertanyaan konyol dari Gemilang sang suami, membuat Cahaya banyak mengeluarkan tanduk di kepalanya, dalam hatinya Cahaya dirinya ingin sekali mengumpat kepada sang suami, namun Cahaya harus jaga sikap di depan Bagas sang calon menantu, sehingga kini Cahaya harus pintar main kode dengan Gemilang.


Bagas kini membuka mulutnya bersiap untuk menjawab pertanyaan yang terlontar dari Gemilang, namun sebelum menjawab tiba tiba terdengar suara wanita yang tak asing di telinganya Bagas, siapa lagi kalau bukan suara dari Cahaya.

__ADS_1


Sehingga Bagas buru buru menutup mulutnya kembali, karena Bagas takut mulutnya kemasukan gajah, memangnya gajah bisa masuk ke mulutnya Bagas, bisa kalau gajahnya harus di potong potong terlebih dahulu menjadi kecil.


"Papa bukannya tadi mama sudah jelaskan ke papa kalau Lintang sedang di dapur untuk membuatkan minuman buat Bagas" jelas Cahaya dengan suara yang di buat selembut mungkin, namun kakinya Cahaya menginjak kakinya Gemilang, membuat Gemilang meringis kesakitan, bahkan bukan hanya meringis saja tapi Gemilang juga mengeluarkan teriakannya.


"Aaaaawwww" teriak Gemilang setelah dirinya merasakan injakan kaki dari Cahaya, sedangkan Cahaya yang ada di dekatnya Gemilang mendengar teriakan Gemilang membuat Cahaya ingin sekali menyumpal mulutnya Gemilang dengan tangannya, namun Cahaya mengurungkan niatnya karena saat ini Cahaya sedang ada di depan sang calon menantunya.


Bagas yang mendengar suara teriakan dari Gemilang membuat Bagas langsung melunturkan senyum lebar yang ada di wajahnya, dalam hatinya Bagas dirinya bingung apa yang menyebabkan Gemilang berteriak sekeras dan sekencang seperti itu.


"Papa ngga usah teriak teriak dong ada apa memangnya ?" tanya Cahaya pura pura tidak tahu, sedangkan Gemilang menelan salivanya dan menahan rasa sakit yang melanda, karena sampai saat ini juga kakinya Cahaya dengan santainya menginjak kakinya Gemilang yang di dasari sepatu.


Bagas menatap ke arah Gemilang dengan tatapan serius, sungguh Bagas juga penasaran apa yang membuat Gemilang berteriak teriak dengan sangat keras dan sangat kencang seperti tadi, sampai membuat Bagas menghilangkan senyum lebar di wajahnya.


"Ng ng ngga papa mama tadi papa di gigit semut maksudnya kaki papa di injak semut" balas Gemilang dengan nada terbata bata, sedangkan Cahaya mendelik ke arah Gemilang membuat Gemilang paham artinya, sementara Bagas mengerutkan keningnya heran dalam hatinya Bagas berpikir memangnya semut bisa menginjak kaki manusia.


"Papa suka becanda ngga ada istilah semut menginjak kaki papa kecuali kalau kaki papa di gigit semut baru ada" sahut Cahaya sambil semakin dalam menginjak kakinya Gemilang, sedangkan Gemilang menahan rasa sakit akibat injakan kakinya Cahaya, sementara Bagas mengulum senyum tipis.

__ADS_1


"Betul banget papa memang suka becanda mama" jawab Gemilang sambil berpura pura tersenyum, sementara Cahaya menahan tawa yang hampir meledak, sedangkan Bagas mengeluarkan senyum tipis.


__ADS_2