Suami Yang Dapat Karmanya

Suami Yang Dapat Karmanya
Aku Lebih Kaya Raya


__ADS_3

Tanpa terasa kue yang ada di piring yang tadi di bawa Lintang sudah di habiskan oleh gajah maksudnya oleh sapi lebih tepatnya kue yang ada di piring di habiskan oleh Lintang karena dirinya sibuk menyantap kue sementara Bagas tanpa di sadari oleh Lintang dirinya hanya melamun dengan tatapan kosong setelah Lintang puas menghabiskan kue dengan piringnya yang masih tergeletak di atas nampan buru buru Lintang mengambil minumannya lalu meneguknya sampai habis setelah itu dirinya meletakkan gelas tersebut ke atas nampan lagi lalu dirinya menoleh ke Bagas yang masih asyik dan sibuk dengan lamunannya


"Sayang kamu mau minum lagi apa ngga ?" tanya Lintang sambil menatap Bagas namun Bagas masih tak bergeming membuat Lintang mengerutkan keningnya bingung


"Sayang" panggil Lintang sambil memegang pundak Bagas membuat Bagas membuyarkan semua lamunannya


"Ada apa sayang ?" tanya Bagas dengan senyum tipis sementara Lintang tersenyum kecut


"Sayang kamu melamun tentang apa ? apa kamu melamun tentang uang yang buat beli cincin yang buat aku sampai triliunan ? kamu tenang saja pasti aku" perkataan Lintang belum selesai sudah di potong oleh Bagas


"Sayang aku melamun tentang status kita berdua yang sebentar lagi akan bertunangan kamu tenang saja aku ngga mikirin uang aku yang di pakai buat membeli cincin buat kamu dan kamu ngga perlu ganti soalnya kamu pacar aku" jelas Bagas menatap lekat wajah Lintang sedangkan Lintang menganggukkan kepalanya mantap


"Aku kira kamu melamun tentang apa sayang beneran kamu ngga mikirin uang yang aku pakai tadi ? serius kamu ngga minta ganti uang yang kamu keluarkan ?" cerca Lintang dengan raut wajah bahagia dan kedua matanya yang berbinar sementara Bagas mengangguk anggukkan kepalanya


"Iya sayang buat apa aku bohong ngga ada gunanya serius kamu ngga usah ganti uangnya sama aku kita berdua berangkat ke perusahaan aku sekarang ayo" ajak Bagas setelah dirinya menangkap bahwa kue yang ada di piring telah ludes ke perutnya Lintang sedangkan Lintang manggut manggut paham


"Makasih sayang kamu memang beda sama mantan pacar aku oke tapi aku bawa nampan ke dapur dulu" bangga Lintang sambil mencolek hidung Bagas sementara Bagas tersenyum masam mendengar kata mantan pacar dari Lintang


"Sama sama sayang iya aku beda dari mantan pacar kamu karena aku lebih tampan, lebih ganteng, dan aku lebih kaya raya dari mantan pacar kamu kalau sedang sama aku ngga usah bahas mantan pacar kamu iya biar aku saja yang bawa ke dapur nampannya" celetuk Bagas sambil memegang nampan yang ada di atas meja sedangkan Lintang menangkup wajahnya Bagas dengan kedua tangannya


"Iya sayang kamu pria paling sempurna di dunia ini aku beruntung punya pacar seperti kamu apalagi status kita berdua sebentar lagi menjadi tunangan aku bahagia banget maaf kalau membuat kamu merasa ngga nyaman gara gara bahas mantan pacar ak oppsss" dengan buru buru Lintang langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya saat mulutnya akan mengucapkan kata mantan pacarnya lagi sementara Bagas tersenyum tipis sangat tipis sehingga hanya dirinya yang tahu kalau dirinya sedang tersenyum


"Sayang kamu sedang memuji aku atau sedang gombalin aku ngga cuma kamu aku juga bahagia banget bisa sampai ke tahap akan bertunangan sama kamu ngga papa aku bawa nampan ke dapur dahulu" jawab Bagas lalu beringsut berdiri saat akan melangkah tangannya di pegang oleh Lintang

__ADS_1


"Sayang aku serius bilang kalau kamu pria paling sempurna di dunia ini biar aku saja yang bawa nampan ke dapur kamu duduk manis saja soalnya kamu tamu di rumah ini" cerocos Lintang dirinya berdiri lalu merebut paksa nampan yang ada di tangannya Bagas membuat Bagas hanya menghela nafas kasar lalu Lintang melangkahkan kakinya menuju dapur dengan langkah cepat sementara Bagas menjatuhkan bokongnya ke sofa sambil menatap punggung Lintang


Lintang sampai di dapur lalu Lintang menaruh nampan yang berisi gelas kotor, piring kotor, sendok kotor, sirup, dan air minum lalu meletakkan air minum ke meja dapur lalu meletakkan sirup ke kulkas setelah dirinya membuka kulkas setelah itu Lintang menyalakan kran air lalu mengisi air untuk nampan dan teman temannya lalu dengan cepat Lintang mengambil alat pencuci piring lalu dirinya mengoleskan ke semua piring bergantian, setelah itu Lintang menaburkan alat pencuci piring ke gelas secara bergilir, setelah itu Lintang mencolek ke semua sendok secara bergantian setelah itu Lintang mengoleskan pencuci piring ke nampan lalu Lintang membilas semua piring, semua gelas, nampan, dan semua sendok lalu Lintang melangkah ke rak piring sambil membawa semua sendok, semua gelas, semua piring, dan nampan ke rak piring lalu meletakkannya satu persatu setelah itu Lintang melangkah menuju ruang tamu di sana terdapat Bagas setelah beberapa menit melangkah Lintang sampai di ruang tamu dirinya melihat Bagas yang sedang menatap ke arah jam yang bertengger di tangannya


"Ayo sayang kita berdua berangkat sekarang" ajak Lintang


"Oke sayang" jawab singkat Bagas lalu berdiri dan mengulurkan satu tangannya untuk di genggam atau di gandeng oleh Lintang sementara Lintang melangkah mendekat ke Bagas lalu menggenggam tangannya Bagas


"Sayang kamu ngga lapar ?" tanya Lintang sambil berjalan beriringan melangkah menuju ke halaman rumah menghampiri mobilnya Bagas sedangkan Bagas menggelengkan kepalanya mantap


"Aku ngga lapar sayang" sahut Bagas singkat membuat Lintang menyandarkan kepalanya ke bahunya Bagas sembari mereka berdua masih tetap melangkahkan kakinya mereka lalu tangannya Bagas mengusap pucuk kepala Lintang


Setelah beberapa menit melangkah dan berselancar Lintang dan Bagas sampai di samping mobilnya Bagas lalu tangannya Bagas langsung membuka pintu mobilnya sambil melepaskan genggaman tangannya Lintang lalu Bagas membungkukkan badannya membuat Lintang terkekeh kecil tanpa komando Lintang masuk ke dalam mobil karena semenjak pacaran dengan Bagas memang Bagas selalu membukakan pintu mobil dan menutupkan pintu mobil untuk Lintang setelah Lintang duduk dengan nyaman Bagas menutup pintu mobilnya lalu dirinya berlari menuju ke tempat kemudi lalu membuka pintu mobilnya setelah itu dirinya masuk ke dalam mobil dan menutup pintu mobilnya lalu Bagas mulai menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang


"Ini sayang" jawab singkat Lintang sambil menyodorkan camilan itu ke Bagas sementara Bagas tersenyum licik


"Sayang aku sedang menyetir jadi tolong suapin aku camilan dong soalnya aku mendadak lapar" kilah Bagas sembari mengeluarkan senyum menyeringai sedangkan Lintang melototkan kedua matanya dirinya baru sadar bahwa dia sedang di kerjain


"Sayang bilang saja kalau kamu pengin di suapin oleh aku pakai modus bilang kamu sedang menyetir mobil padahal setelah kamu bawa semua cincin aku ke dalam kamarnya aku kamu bisa ambil camilan dan bawa masuk ke rumahnya aku supaya bisa makan sepuasnya" cibir Lintang lalu mengerucutkan bibirnya lima centi ke depan tapi dirinya tetap membuka camilan yang ada di tangannya membuat Bagas tersenyum lebar


"Sayang takutnya kalau aku langsung bilang pengin di suapin sama kamu takutnya kamu ngga mau jadi aku gunakan modus sedang menyetir mobil tapi lebih enak di suapin sama kamu" jelas Bagas menyengir kuda sedangkan Lintang tersenyum tipis


"Sayang ini di makan" ucap Lintang sambil menyodorkan camilan ke depan mulutnya Bagas yang sedang fokus mengemudi mendengar perintah Lintang tanpa di pernah dua kali Bagas langsung menerima camilan yang di sodorkan oleh Lintang

__ADS_1


"Makasih sayang" jawab Bagas sambil mengunyah camilan yang ada di mulutnya sementara Lintang menganggukkan kepalanya mantap


"Sama sama sayang" balas Lintang sambil mengambil camilan di tangannya lalu memasukkan ke dalam mulutnya membuat Bagas tersenyum lebar melihat tingkah Lintang


"Sayang gimana rasa camilannya enak kan ?" tanya Bagas melirik sekilas ke Lintang lalu fokus ke depan lagi sedangkan Lintang mangut manggut sambil mengunyah camilan yang beberapa kali di comot oleh tangannya


"Iya sayang ini enak banget kamu mau lagi ?" tanya Lintang sambil menyodorkan camilan ke depan mulutnya Bagas namun Bagas merebut camilan yang ada di depannya lalu menyodorkan ke mulutnya Lintang membuat Lintang dengan cepat menerima camilan tersebut bukan karena kalaparan namun karena Bagas sedang menyetir mobil


"Camilannya habiskan kamu saja sayang" perintah Bagas sambil menyetir mobil dengan kedua tangannya dan kedua mata yang mengarah ke depan sementara Lintang menambahkan porsi senyum di wajahnya


"Oke sayang dengan senang hati aku bakalan habiskan camilan ini" tegas Lintang lalu mulai mencomot sampai camilannya habis lalu Lintang membuat Bagas menggeleng gelengkan kepalanya


Bagas dan Lintang telah sampai di perusahaan miliknya Bagas setelah menempuh perjalanan selama empat puluh lima menit lalu Bagas menginjak rem mobil yang ada di kakinya setelah itu Lintang langsung membuka sabuk pengaman namun dengan cepat Bagas yang membuka sabuk pengaman Lintang membuat Lintang tersenyum manis setelah Bagas selesai mencopot sabuk pengaman Lintang dirinya bergegas membuka pintu mobilnya tak lupa langsung menutup pintu mobilnya lalu berlari dan membuka pintu mobilnya yang ada di sebelah Lintang persis lalu Lintang turun dari mobil dengan membawa tas di tangannya setelah itu Bagas menutup pintu mobilnya lalu Bagas menggandeng tangan Lintang membuat Lintang membalas ikut menggandeng tangan Bagas


"Sayang kamu capek ngga ?" tanya Bagas sambil berjalan sementara Lintang menoleh ke Bagas sambil menggeleng gelengkan kepalanya


"Aku ngga capek sayang kayaknya kamu yang kecapean gara gara membawa semua cincin pesanan aku" tuduh Lintang menatap Bagas membuat Bagas tersenyum kikuk memang dirinya sangat capek harus bolak balik turun naik pohon maksudnya turun naik genteng lebih tepatnya turun naik tangga membawa semua cincin pesanan Lintang


"Ngga dong sayang aku itu pria perkasa jadi ngga bakal capek cuma kayak gitu doang" elak Bagas sambil tersenyum lebar sedangkan Lintang menoel hidung Bagas


"Iya sayang aku percaya sama kamu" balas Lintang lalu mereka berdua berjalan ke ruangan Bagas


Bodoh sudah bolak balik ke ruangan Bagas namun Bagas belum pulang pulang pergi sama Lintang membuat Bodoh geram sekarang dirinya ada di ruangan miliknya Bodoh dirinya sudah berdandan cantik namun setiap kali dirinya menggoda Bagas pasti Bagas tidak akan tergoda sampai kadang ada kancing Bodoh yang sengaja di buka atasnya namun bukannya Bagas tergoda malah menegur Bodoh sehingga Bodoh sering memutar otak

__ADS_1


"Gue harus dapatkan Bagas dan gue harus hancurkan hubungan Lintang sama Bagas supaya gue bisa memiliki Bagas seutuhnya tapi Lintang sama Bagas kemana dari tadi belum pulang tenang saja biarkan mereka berdua habiskan waktu berduaan dan bermesra mesraan sebelum kalian berdua berpisah walaupun Bagas sering menolak gue dan waktu gue goda membuka kancing atas gue tapi Bagas malah menegur gue tapi gue yakin suatu saat pasti Bagas akan jatuh ke pelukan gue dan Bagas akan tergila gila sama gue dan Lintang bakalan menangis darah gara gara di tinggal oleh Bagas" batin Bodoh sambil duduk di kursi di sertai seringaian licik


__ADS_2