Suami Yang Dapat Karmanya

Suami Yang Dapat Karmanya
Kalau Aku Sudah Menikah


__ADS_3

Cahaya sampai di samping mobilnya lalu tanpa permisi Cahaya membuka pintu mobilnya begitu penting pintu terbuka Cahaya langsung melemparkan semua barang barang belanjaannya ke jok belakang setelah itu Cahaya masuk ke dalam mobilnya lalu menutup pintu mobilnya dan Cahaya memasang sabuk pengaman setelah sabuk pengaman selesai di pasang Cahaya langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang


"Aku selesai juga belanja untuk keperluan acara pertunangan anak aku sama pacarnya aku bahagia sebentar lagi Lintang akan bertunangan sama Bagas pria yang sangat Lintang cintai aku harap Bagas mau menikah dengan Lintang dalam waktu dekat" gumam Cahaya sambil tersenyum lebar dan tetap mengemudi mobilnya ke rumah


Lintang dan Bagas telah sampai di samping mobilnya Bagas dengan cepat Bagas langsung membukakan pintu mobilnya untuk Lintang membuat Lintang tak mampu menyembunyikan senyum lebar di wajahnya lalu tanpa di perintah Lintang langsung masuk ke dalam mobilnya Bagas lalu Lintang meletakkan dengan sangat hati hati barang barang cincin yang bertengger di kedua tangannya ke jok belakang lalu Bagas menutup pintu mobilnya dan dirinya bergegas menuju ke pintu kemudi lalu Bagas membuka pintu mobilnya dan meloncatkan semua cincin di tangannya kalau Bagas meloncatkan semua cincin di jamin bukan cuma cincinnya yang tergores tapi hatinya Bagas juga tergores oleh Omelan Lintang sehingga Bagas dengan sangat pelan meletakkan semua cincin yang ada di kedua tangannya setelah itu Bagas masuk ke dalam mobilnya dan Bagas menutup pintu mobilnya lalu Bagas menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang


"Sayang koq kamu beli cincinnya banyak banget sampai triliun ?" tanya Bagas sambil tetap fokus mengemudi sementara Lintang menatap tajam ke Bagas


"Memangnya kenapa kalau aku beli cincin sampai triliun ? nanti uangnya aku ganti kalau kamu keberatan sama" perkataan Lintang belum selesai sudah di potong oleh Bagas


"Sayang aku cuma nanya ngga papa koq kalau kamu beli cincin banyak pasti semua orang bakalan memuji kamu banyak harta dan banyak uang sampai memborong cincin sampai triliun apalagi aku yang statusnya sebagai pacar kamu juga ikut terkenal oleh kekayaan yang aku miliki karena belinya sama uang aku siapa yang keberatan ? aku ngga keberatan kalau kamu beli cincin pakai uang aku kamu ngga usah ganti uang yang aku keluarkan buat membeli cincin untuk kamu" jelas Bagas sambil menatap wajahnya Lintang yang masih menatapnya dengan tatapan tajam membuat Bagas melengos lalu fokus mengemudi dengan wajah masam

__ADS_1


"Sayang kamu mau di puji banyak orang ? makanya kamu membelikan semua cincin untuk aku yang harganya sampai triliun ? beneran kamu ngga keberatan dan ngga meminta aku ganti semua uang yang aku pakai buat membeli cincin buat aku ?" cerca Lintang dengan tatapan menusuk sementara Bagas mengangguk anggukkan kepalanya mantap


"Sayang aku maunya malah di puji sama kamu ngga masalah kalau aku ngga di puji banyak orang aku membelikan kamu cincin yang harganya sampai triliun itu karena aku cinta ke kamu bukan untuk mendapatkan pujian dari banyak orang bahwa aku punya banyak uang dan punya banyak harta iya beneran buat apa aku bohong aku ngga keberatan dan aku ngga minta kamu ganti uang yang di pakai buat membeli cincin buat kamu" jelas Bagas dengan nada lembut sementara Lintang terkekeh kecil ingin sekali Lintang mengeluarkan tawanya yang keras namun dirinya bisa menahan dirinya


"Sayang aku bakalan memuji kamu dan kamu ngga boleh dapat pujian dari banyak orang makasih kamu sudah sangat mencintai aku dengan tulus sampai mau mengeluarkan uang triliunan buat membelikan barang yang aku mau padahal statusnya aku sama kamu masih sebagai pacar sebenarnya semua cincin yang aku beli itu ngga akan aku pakai semua soalnya aku bakalan buka usaha toko perhiasan dan aku akan mencari pegawai untuk mengurus toko perhiasan yang aku punya soalnya aku sibuk jadi CEO di perusahaan jadi bakalan sibuk terus dan ngga akan mampu mengurus toko perhiasan antar aku pulang sekarang soalnya mau mengantar semua cincin yang aku beli" jelas Lintang panjang lebar menjelaskan kenapa dirinya memborong cincin sangat banyak sementara Bagas membulatkan kedua matanya


"Wah aku bakalan senang bangat kalau dapat pujian dari kamu setiap detik aku juga ngga minta banyak yang memuji aku sama sama bahkan kalau kamu mau semua isi kartu ATM nya aku bisa kamu pakai dan aku bakalan beri kartu ATM buat kamu walau statusnya kamu masih jadi pacarnya aku tapi sebentar lagi aku sama kamu akan berganti status menjadi bertunangan ternyata kamu mau buka toko perhiasan ? aku ngga nyangka kamu bakalan buka toko perhiasan ngga salah aku memilih kamu karena selain kamu cantik kamu juga pintar banget oke aku antar kamu pulang sekarang juga tapi kamu nanti bakalan ke perusahaan miliknya aku lagi kan ?" tanya Bagas sambil satu tangannya mengusap pucuk kepala Lintang sedangkan Lintang menganggukkan kepalanya mantap


"Sayang aku serius bukan becanda aku ngga pernah menyogok mereka semua walaupun mereka semua minta di sogok karena sogokan aku cuma buat kamu kalau aku sudah menikah pasti semua kartu ATM miliknya aku itu kamu yang pegang soalnya kamu tanggung jawab aku iya tapi aku merasa bahagia banget bisa berpacaran sama kamu aku bukannya memuji ke kamu tapi aku bicara kenyataan dan ngomong apa adanya bahwa selain cantik kamu juga pintar kalau mau terbang mending terbang di kasur saja sama aku bisa mandi keringat bareng oke bakalan aku antar ke tempat tujuan kamu benar juga mobilnya kamu saja masih di sita di perusahaan aku" oceh Bagas sambil menatap lurus ke depan sementara Lintang langsung mencubit perutnya Bagas karena dia tahu arah sogokan yang di maksud beruntung Bagas tidak mengeluarkan jurus kagetnya yaitu mengerem mendadak dirinya hanya meringis mendapat serangan dari Lintang


"Sayang kenapa otaknya kamu mesum banget dari tadi bahasnya sogokan uang bukan sogokan burung kamu ke segitiga aku awas saja kalau kamu berani menyogok burung kamu ke lubang wanita lain aku doakan semoga sumpah kamu berbalik semua ke kamu karena kamu menyakiti hati aku duluan dan mengkhianati aku jadi kamu harus mati ketabrak mobil beneran dan mati kesambar geledek beneran amin iya aku bakalan dengan senang hati dan tangan terbuka menerima semua kartu ATM miliknya kamu iya aku juga bahagia bisa mengenal kamu dan berpacaran sama kamu semoga kamu berbeda dengan mantan aku gombal banget kamu apaan sih otak kamu kotor banget bicara tentang ranjang lagi buruan kamu antar aku ke rumah soalnya kasihan semua cincin aku sudah pengin rebahan di rumahnya aku" tegas Lintang sembari melototkan kedua matanya membuat Bagas yang melirik sekilas langsung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali

__ADS_1


"Sayang tapi otaknya mesum aku itu cuma sama kamu ngga sama wanita lain tapi ngga masalah kalau dari sogokan uang berkembang biak menjadi sogokan burung aku ngga bakalan menyakiti hati kamu duluan dan aku ngga bakalan mengkhianati kamu jadi kamu ngga usah khawatir Tuhan Ma'had adil jadi lebih tahu kalau aku bohongi kamu pasti bakalan dapat karmanya dari Tuhan padahal otaknya aku sudah bersih di cuci sama air bekas ngepel lantai kirain kamu sudah pengin rebahan bareng sama aku" jawab Bagas sambil mengelus perutnya yang tadi jadi korban Lintang sementara Lintang mendelik ke Bagas membuat Bagas diam tanpa kata tetap mengemudikan mobilnya


Lintang dan Bagas sudah sampai di rumahnya lintang membuat tangannya Lintang mencopot sabuk pengaman tapi belum di copot sabuk pengaman miliknya tiba tiba tangannya Bagas langsung mencopot sabuk pengaman miliknya Lintang membuat Lintang tersenyum tipis lalu Bagas membuka pintu mobilnya lalu turun dari mobilnya dan Bagas berlari ke pintu mobil di sisi kemudi lalu dirinya dengan cepat membuka pintu tersebut membuat Lintang yang sudah mengambil beberapa cincin yang ada di jok belakang langsung keluar dari mobilnya Bagas melihat Lintang yang membawa beberapa bungkus cincin yang mereka berdua beli lebih tepatnya cincin yang Bagas beli pakaian uangnya Bagas tanpa komando Bagas langsung merebut bungkus yang menempel di kedua tangannya Lintang karena mendapatkan serangan mendadak membuat dengan mudah bungkus cincin itu berpindah tangan dari Bagas


"Sayang biar aku saja yang membawa semua cincin yang kamu beli tadi ke dalam rumah kamu" ucap Bagas sambil menatap lekat wajahnya Lintang sementara Lintang mengulum senyum


"Sayang biar aku bantu saja soalnya cincin yang aku beli tadi sangat banyak banget kasihan kalau kamu harus bolak balik membawa cincin yang aku beli" balas Lintang mencoba protes sedangkan Bagas menatap Lintang dengan tatapan yang menusuk


"Sayang aku pria dan kamu wanita jadi biarkan aku yang membawa semua cincin yang kamu pesan aku ngga mau di cap pria lembek padahal aku pria perkasa bahkan aku bisa berolahraga malam dan menggoyang kamu dari malam sampai pagi tanpa istirahat" tegas Bagas dengan sombongnya dan langsung mendapatkan cubitan di lengannya Bagas beruntung Bagas tidak melemparkan semua cincin yang ada di tangannya kalau sampai Bagas melakukan itu di jamin Lintang bakalan menangis bukan karena menangis karena menyesal telah mencubit Bagas namun Lintang menangis karena cincin yang dirinya beli malah di banting oleh sang kekasih jadi takutnya cincin yang Lintang beli agak lecet


"Sayang tanpa kamu jelaskan aku sudah tahu kalau aku wanita dan kamu pria terserah kamu yang penting aku terima beres nanti masukkan semua cincin yang aku beli ke ruang kamarnya aku soalnya takut di curi oleh tikus dan semut kalau di ruang makan otaknya kamu mesum dan kotor bahasnya tentang ranjang lagi tentang hubungan intim antara aku sama kamu aku bakalan kunci kamarnya setelah aku menikah sama kamu supaya kamu ngga sering minta jatah ke aku setiap malam apalagi sampai pagi soalnya takut di intip sama semut atau tikus" ketus Lintang menatap ke arah Bagas sekilas lalu kakinya berjalan ke dalam rumahnya sementara Bagas mengikuti jejak kakinya Lintang sambil kedua tangannya membawa cincin yang di beli Lintang tanpa menutup pintu mobilnya karena nanti dia akan bolak balik mengambil semua cincin Lintang dengan tersenyum lebar Lintang mengarahkan langkah kakinya menuju ke kamarnya membuat Bagas juga mengekorinya dari belakang karena Bagas juga tahu letak kamarnya Lintang duitnya jamin pasti Lintang juga akan ke kamarnya seperti dirinya yang akan membawa semua cincin yang di beli Lintang

__ADS_1


__ADS_2