
Setelah mengendarai mobilnya selama sekitar tiga puluh menit mobilnya Lintang mendarat dengan selamat di perusahaan miliknya sehingga setelah dirinya memarkirkan mobilnya di tempat biasa Lintang langsung membuka pintu mobilnya setelah pintu mobilnya terbuka Lintang turun dari mobil lalu menutup pintu mobilnya dan Lintang mulai melangkahkan kakinya menuju ke ruangan kerja miliknya
"Apa sebaiknya gue batalkan pertemuan gue sama client gue dan mengganti jadwal besok saja soalnya gue rindu banget sama Bagas dan pengin ketemu sama Bagas lebih baik gue sekarang ke perusahaan miliknya Bagas saja" batin Lintang sambil menebarkan senyuman lebar di wajah cantiknya
Setelah berkali kali Cahaya menyuapkan makanan ke dalam mulutnya semut maksudnya berkali kali Cahaya menyuapkan makanan ke dalam mulutnya Gemilang tak terasa di piringnya Gemilang sudah habis tak tersisa nasi walaupun hanya satu suap cuma tersisa piring dan gelas saja yang kosong
"Mah papa berangkat ke perusahaan sekarang" ucap Gemilang setelah dirinya meminum minuman miliknya sementara Cahaya menganggukkan kepalanya mantap
"Iya pah hati hati di jalan" jawab Cahaya sambil membenarkan dasi yang di pakai Gemilang sedangkan Gemilang tersenyum lebar mendapatkan perhatian dari istrinya
"Papa bakalan hati hati dan papa jamin mobilnya ngga bakalan menabrak semut yang ada di genteng" canda Gemilang sambil mengerlingkan mata genit ke Cahaya sementara Cahaya langsung mencubit pinggang Gemilang
"Mama serius pah ngga usah becanda mana ada mobil menabrak genteng secara logika genteng itu di atas mobil di bawah" ketus Cahaya sambil menekuk wajahnya sedangkan Gemilang terkekeh kecil
"Iya papa juga serius sangat mencintai mama" goda Gemilang sambil memegang pinggang yang habis jadi sasaran empuk tangannya Cahaya sementara kedua pipinya Cahaya langsung merah merona seperti kepiting rebus yang siap di santap
__ADS_1
"Papa berangkat sekarang saja nanti terlambat" beo Cahaya sambil memalingkan wajahnya karena sudah berubah menjadi kepiting rebus sedangkan Gemilang terkekeh kecil melihat tingkah istrinya
"Iya mah papa berangkat sekarang" jawab Gemilang lalu menyodorkan punggung tangannya ke Cahaya sementara Cahaya yang ekor matanya menangkap punggung tangan suaminya langsung menoleh dan mencium punggung tangan Gemilang setelah itu Gemilang membalas dengan cara mencium kening Cahaya
Gemilang beringsut berdiri di ikuti oleh Cahaya lalu mereka berdua berjalan ke halaman rumahnya saat berjalan tangan Gemilang memeluk pinggang Cahaya sementara Cahaya membalas dengan memeluk pinggang Gemilang pokoknya seperti pasangan muda yang baru berpacaran padahal anak mereka berdua sudah dewasa dan sebentar lagi anak pertamanya akan bertunangan dengan kekasih pujaannya
"Mah papa berangkat sekarang" ucap Gemilang sambil menatap lekat wajah Cahaya sementara Cahaya menganggukkan kepalanya mantap
"Iya pah hati hati di jalan" saran Cahaya sambil melepaskan pelukan di pinggang Gemilang sedangkan Gemilang dengan cepat mengangguk anggukkan kepala lalu melepaskan pelukannya di pinggang Cahaya tanpa komando Gemilang berjalan melangkah menuju ke mobilnya sementara Cahaya menatap punggung Gemilang
Setelah beberapa puluh langkah Gemilang sampai di sebelah mobilnya lalu tanpa komando Gemilang membuka pintu mobilnya lalu memasukkan seluruh anggota tubuhnya ke dalam mobil setelah itu Gemilang menutup pintu mobilnya tak lupa Gemilang memasang sabuk pengaman ke tubuhnya
"Iya mah papa pasti makan siang mama juga jangan telat makan siang" jawab Gemilang sambil ikut melambaikan satu tangannya ke arah Cahaya sambil tersenyum lebar sedangkan Cahaya membalas senyuman Gemilang dengan tak kalah lebar
"Iya pah pasti mama ngga telat makan siang supaya tubuh mama tetap montok" canda Cahaya sambil terkekeh membuat Gemilang juga ikut terkekeh lalu menutup kaca mobilnya setelah itu Gemilang menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang sementara Cahaya menatap mobil Gemilang sampai mobil itu tidak terlihat lagi di kedua matanya
__ADS_1
Setelah mobil sang suami tidak terlihat lagi di kedua mata Cahaya membuat Cahaya membalikkan badannya untuk masuk ke dalam rumah dengan langkah cepat Cahaya berjalan ke arah ruang makan yang tadi di gunakan untuk sarapan bukan untuk menjemur pakaian dirinya berjalan sambil tak henti hentinya tersenyum lebar apakah permainan ranjang suaminya semalam perkasa ? atau Cahaya baru melihat ada gajah bertelur ? atau Cahaya baru melihat lebaran monyet ? hanya Cahaya yang tahu
"Aku senang soalnya sebentar lagi anaknya aku Lintang bakalan di lamar oleh orang tua pacarnya Lintang dan pacarnya Lintang pasti Lintang bahagia soalnya sudah dari dahulu Lintang ingin di lamar oleh orang tuanya Bagas dan Bagas aku ngga nyangka Tuhan mengabulkan keinginan aku yaitu anak aku Lintang di kamar oleh orang tua Bagas dan Bagas pokoknya aku harus ke supermarket sekarang buat membeli semua keperluan untuk pertunangan anak aku dan pertunangan pacarnya anak aku" monolog Cahaya sambil berjalan ke arah ruang makan
Gemilang menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang di tengah jalan otak cerdasnya berpikir tanpa terasa mengumbar senyum lebar di wajahnya sambil tetap fokus kedua tangannya mengemudi mobilnya menuju ke perusahaan miliknya
"Aku senang sebentar lagi anak aku akan di lamar oleh pacarnya apalagi Lintang sangat mencintai Bagas walaupun banyak pria yang mendekati Lintang bahkan siap melamar Lintang saat masih pacaran dengan Bagas tapi Lintang tetap menunggu Bagas semoga Bagas pria yang tepat untuk mendampingi anak aku awas saja kalau sampai Bagas menyakiti anak aku bakalan menderita hidupnya Bagas" gumam Gemilang sambil tetap menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang
Farel berjalan ke arah mobilnya setelah Farel berkelana dirinya sampai di sebelah mobil miliknya tanpa aba aba Farel langsung membuka pintu mobilnya setelah itu Farel masuk ke dalam mobilnya bukan masuk ke dalam kolong jembatan lalu Farel menjatuhkan tubuhnya di kursi kemudi setelah itu Farel menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang
"Aku senang karena sebentar lagi Lintang akan bertunangan dengan anak aku otomatis Lintang sebentar lagi akan menjadi menantunya aku semoga Bagas secepatnya menikah dengan Lintang supaya dia ngga bikin sakit hati Lintang dan kedua orang tua Lintang aku yakin pasti Lintang dan orang tua Lintang sudah ingin Lintang di lamar dari dahulu oleh aku dan istri aku kasihan Lintang pacaran lama sama Bagas tapi baru menikah kenapa istri aku setiap aku menasehati Bagas supaya secepatnya menikahi Lintang pasti dia sewot dan bilang kalau Bagas sudah dewasa dan tahu harus bagaimana tapi wajar aku menasehati Bagas soalnya Bagas anak aku dan aku ngga mau Bagas menyakiti Lintang dan Bagas malah dapat karmanya" monolog Farel sambil tersenyum kecut tetap mengemudikan mobilnya menuju ke perusahaan
Cahaya sampai di ruang makan dengan gesit tangan Cahaya langsung meletakkan semua piring kotor dan semua gelas kotor ke nampan satu persatu setelah semua terbawa Cahaya langsung membawa nampan tersebut ke dapur untuk di cuci soalnya Cahaya itu termasuk ibu rumah tangga dari sebelum menikah Cahaya tidak di izinkan bekerja oleh pacarnya yang sekarang berganti statusnya menjadi suaminya sekaligus papanya anak anak Cahaya
"Aku sangat senang dan bahagia lahir batin bisa menikah dengan orang yang aku cintai yaitu suami aku tercinta dari dulu aku ngga boleh bekerja aku heran sama suami aku sebenarnya takut aku kecapekan kalau aku bekerja atau takut aku kecantol sama pria lain karena aku punya banyak kenalan" batin Cahaya sambil tersenyum lebar dan tetap melangkah menuju ke dapur
__ADS_1
Setelah menelusuri jalanan di rumahnya tak terasa Cahaya telah sampai di dapur dengan cepat Cahaya langsung meletakkan nampan yang berisi gelas kotor dan piring kotor ke dapur tepatnya di bawah pancuran kran air lalu tangannya Cahaya langsung menyalakan kran air membuat nampan dan teman temannya basah semua andai mereka bisa berteriak pasti akan membuat Cahaya kaget setelah nampan, beberapa gelas, beberapa piring, dan beberapa sendok basah oleh air lalu tangan Cahaya langsung mengambil alat pencuci piring dengan spons pencuci piring lalu mengoleskan ke semua piring kotor satu persatu setelah semua piring selesai Cahaya berganti mengoleskan spons pencuci piring ke semua gelas kotor setelah di oleskan semua Cahaya berganti mengoleskan spons pencuci piring ke semua sendok kotor setelah itu Cahaya berganti mengoleskan spons pencuci piring ke nampan setelah itu tanpa komando Cahaya menyalakan kran air lagi lalu membilas semua piring kotor atau persatu dengan air setelah bersih Cahaya membilas semua gelas kotor satu persatu dengan air setelah bersih dan kinclong Cahaya membilas sendok kotor satu pertau setelah tidak ada noda Cahaya membllas nampan setelah semua selesai dengan sigap Cahaya meletakkan semua piring yang habis di cuci, semua gelas yang habis di cuci, dan semua sendok yang habis di cuci ke dalam nampan bersih yang tadi habis di cuci juga satu persatu di tata setelah semua tertata rapi di nampan membuat Cahaya mengangkat nampan yang berisi barang barang tadi ke rak piring dengan cepat Cahaya berjalan ke arah rak piring lalu menempelkan dan meletakkan semua piring satu persatu setelah selesai Cahaya melemparkan dan membanting semua gelas bukan melemparkan dan membanting semua gelas nanti pecah maksudnya meletakkan semua gelas satu persatu ke rak piring setelah itu tangan Cahaya melompatkan semua sendok jangan melompatkan semua sendok nanti semua sendok pada jatuh ke atas genteng maksudnya sendok pada jatuh ke atas lantai lebih tepatnya Cahaya meletakkan semua sendok ke rak piring satu persatu setelah itu Cahaya mengoper nampak yang ada di tangannya ke dalam rak piring setelah itu Cahaya berjalan ke arah ruang makan untuk mencuci pakaian banjir dong kalau mencuci pakaian di ruang makan lebih tepatnya Cahaya mau menyapu ruang makan
"Beres juga aku mencuci semua piring kotor mencuci semua gelas kotor, mencuci semua sendok kotor dan nampan kotor sekarang aku mau ke ruang makan untuk menyapu semua pohon kelapa memangnya di ruang makan ada pohon kelapa ? ngga ada paling adanya di kebun punya suami aku pohon kelapanya maksudnya aku mau menyapu lantai supaya kinclong dan semut bisa kabur kena sapu yang aku pegang" batin Cahaya sambil tersenyum licik tetap melangkah menuju ke ruang makan